p-Index From 2021 - 2026
12.63
P-Index
This Author published in this journals
All Journal ILMU USHULUDDIN Progresiva : Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Substantia: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Kanz Philosophia: A Journal for Islamic Philosophy and Mysticism Religi: Jurnal Studi Agama-agama Holistik: Journal For Islamic Social Sciences Jurnal Orasi Jurnal Tamaddun MAHKAMAH: Jurnal Kajian Hukum Islam Jaqfi : Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam FOKUS: Jurnal Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Jurnal Pendidikan Terbuka Dan Jarak Jauh Jurnal Abadimas Adi Buana Jurnal Budaya Nusantara TAZKIR: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial dan Keislaman FIKRAH Khatulistiwa: Journal of Islamic Studies EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Living Islam: Journal of Islamic Discourses Harmoni Jurnal Ilmu Dakwah Al-Khidmat : Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Potret Pemikiran Dialog Refleksi: Jurnal Filsafat dan Pemikiran Islam Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Jurnal Filsafat Indonesia ADDIN Al-Adyan: Journal of Religious Studies Rusydiah: Jurnal Pemikiran Islam Sosfilkom : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi An-Nawa : Jurnal Studi Islam Jurnal Studi Hadis Nusantara Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Media: Jurnal Filsafat dan Teologi TASAMUH: Jurnal Studi Islam Berajah Journal Jurnal Pemikiran Islam (JPI) El-Waroqoh : Jurnal Ushuluddin dan Filsafat Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Kepulauan Riau (JPPM KEPRI) Jurnal Kajian Islam Interdisipliner Jurnal Anifa Studi Gender dan Anak Solidaritas: Jurnal Pengabdian Jurnal Studi Sosial Keagamaan Syekh Nurjati Jurnal Studi Pesantren Rausyan Fikr: Jurnal Ilmu Studi Ushuluddin dan Filsafat Indonesian Journal of Islamic Theology and Philosophy Akademika : Jurnal Pemikiran Islam Mafaza : Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdi Makarti Jurnal Fuaduna: Jurnal Kajian Keagamaan dan Kemasyarakatan AT-THARIQ: Jurnal Studi Islam dan Budaya Sanjiwani: Jurnal Filsafat Analisa: Journal of Social Science and Religion Fleksibel: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Setyaki : Jurnal Studi Keagamaan Islam Moderatio : Jurnal Moderasi Beragama Jurnal Ilmiah Falsafah Makkareso : Riset Pengabdian Masyarakat Patisambhida : Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama Al-khidmah: Jurnal Pengabdian dan Pendampingan Masyarakat Ar Rosyad : Jurnal Keislaman dan sosial humaniora El-Waroqoh : Jurnal Ushuluddin Dan Filsafat EDUKASI EMPIRISMA: JURNAL PEMIKIRAN DAN KEBUDAYAAN ISLAM Edukasia Islamika: Jurnal Pendidikan Islam Al-A'raf: Jurnal Pemikiran Islam dan Filsafat Pengabdian Cendekia Jurnal Ushuluddin Al-madinah: Journal of Islamic Civilization Jurnal Sosial Politik Humaniora Fikrah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Journal of Religion and Social Transformation Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal Edueksos: Journal Pendidikan Sosial dan Ekonomi Jurnal empower : jurnal pengembangan masyarakat Islam Orasi: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Diya al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : harmoni

POST-TOLERANCE ERA: REPOSITIONING RELIGIOUS HARMONY GOVERNANCE AMID DIGITAL IDENTITY POLARIZATION IN INDONESIA Theguh Saumantri; Sukron Kamil; Hajam; Taufik Hidayatulloh
Harmoni Vol. 25 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Research and Development Center for Guidance for Religious Societies and Religious Services, the Research and Development and Education and Training Agency of the Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia (MORA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32488/harmoni.v25i1.1030

Abstract

The transformation of the digital public sphere has reshaped interreligious interactions and intensified identity polarization, challenging conventional approaches based solely on tolerance and regulation. In plural societies such as Indonesia, these changes influence interfaith dialogue, religious discourse in digital spaces, and social relations among religious communities. The rise of algorithm-driven fragmentation, echo chambers, and the shift of legitimacy from institutional authority to digital influence reflects a significant transformation in religious harmony governance. This study examines how interfaith interaction is patterned within Indonesia's digital public sphere and how religious harmony governance can be repositioned in response to digital identity polarization. Using a descriptive-analytical qualitative approach centred on digital discourse analysis, the study examines 96 posts and 620 user comments collected from X, YouTube, and Facebook between July and December 2025. Data were examined through reduction, coding, discourse analysis, and thematic analysis to identify dominant narratives and meaning-making processes in online religious discussions. The findings indicate that religious harmony can no longer rely solely on stability-oriented approaches based on control and reactive mediation. Instead, it requires collaborative governance that promotes trust-building, digital literacy, and the active participation of multiple stakeholders, including government institutions, religious organizations, civil society, and digital platforms. Building on these findings, the study proposes the post-tolerance era as an analytical framework and develops the Adaptive Religious Harmony Governance model, in which formal tolerance alone is treated as insufficient to sustain social cohesion. Adaptive and participatory mechanisms are needed to respond to the dynamics of digital communication and strengthen constructive interfaith engagement. Abstrak Transformasi ruang publik digital telah merekonfigurasi pola interaksi antarumat beragama dan memunculkan polarisasi identitas yang tidak lagi dapat direspons secara memadai melalui pendekatan toleransi normatif dan regulasi administratif. Dalam masyarakat majemuk seperti Indonesia, dinamika ini memengaruhi kualitas interaksi lintas iman, baik dalam bentuk dialog antaragama, pertukaran wacana keagamaan di ruang digital, maupun relasi sosial antar komunitas keagamaan. Fragmentasi wacana berbasis algoritma, menguatnya echo chamber, serta pergeseran legitimasi dari otoritas institusional menuju resonansi digital menunjukkan adanya perubahan struktural dalam tata kelola kerukunan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pergeseran paradigma kerukunan antarumat beragama menuju apa yang disebut sebagai post-tolerance era serta merumuskan model reposisi tata kelola yang adaptif dalam menghadapi polarisasi identitas digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitik dengan fokus pada analisis wacana digital terhadap 96 unggahan utama dan 620 komentar pengguna dari platform X, YouTube, dan Facebook yang dikumpulkan pada Juli-Desember 2025. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, kodefikasi, analisis wacana digital (digital discourse analysis), serta analisis tematik untuk mengidentifikasi pola naratif dan konstruksi makna dalam diskursus keagamaan di ruang digital. Temuan penelitian menjelaskan bahwa kerukunan antarumat beragama tidak lagi dapat dipertahankan melalui model stabilitas berbasis kontrol dan mediasi reaktif semata, melainkan memerlukan governance kolaboratif berbasis jaringan yang menekankan trust-building, literasi digital, serta keterlibatan multi-aktor yang mencakup negara, institusi keagamaan lintas iman, organisasi masyarakat sipil, dan platform digital sebagai arena interaksi antaragama. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merumuskan post-tolerance era merupakan fase transformasi konseptual dan mengembangkan model Adaptive Religious Harmony Governance, di mana toleransi formal tidak lagi cukup menjaga kohesi sosial dalam relasi lintas agama, tanpa mekanisme deliberatif yang adaptif terhadap struktur komunikasi digital dan mampu memfasilitasi dialog interfaith yang lebih partisipatif.
Co-Authors Aah Syafaah Abdillah Abdillah Abdillah Abdillah Abdu Zikrillah Abdullah Romdon, Mujib Adam Permana , Muhamad Afiyah Qurrota A’yun Agestin Wulandari, Diva Ahmad Sunawari Long Akmal, Mikdadul Akmal Dul Alfani, Elsa Rizqiyah Alfani Amrulloh, Riza Arinal Haq, Muhammad Faqih Arinal Haq, Syafiqoh Arinal Haq Asep Usman Ismail Athaya Mustafa, Raihan Bisri Bisri Bisri, Bisri Bisri, Bisri Caska - Clare Harvey Datu Jatmiko Desta, Vipaldi Didin Saefuddin Eka Safitri Eka Safitri Enong Fatonah, Mas Fadhillah, Muhammad Daffa Fadlan, Muhamad Fadlan Fauzan Akbar Novianto Fitria, Fildza Nardina Fuad Nawawi, Fuad Ghina Amaliyah Sholihah Gumilar Irfanullah Hajam Hajam Hajam Hajam Hajam Hajam Hajam Hajam Hajam Hajam Hajam, Hajam Hamdan Hamdani Hamdani, Hamdan Hawa, Firda Hidayattulloh, Wahyu Hijrah Saputra Ihsan Sa’dudin Ihsan Sa’dudin Imam Sanusi, Muhammad Indah Dwi Nurhidayah Irawan Jefik Zulfikar Hafizd Lidiawati, Ayi Lukman Hakim Mustaqim, Aziz Maulana, Khamid Mohamad Faiq Mustopa Mustopa Najili, Muhammad Hakin Novi Rofi'ah Nur Fadilah Novianto, Fauzan Akbar Noviyanti, Fitri Nuangsih, Sari Artika Devi Nuangsih, Tria Nuangsiha Nurherawati, Irma Nurherawati Putri, Zahra Aulia Rifqi Ulinnuha Rina Marina Riza Fasya Faturrakhman Saeful Anwar, Saeful Saenong, Farid F Sanusi, Anwar Selamet Afrian, Selamet Afrian Sukron Kamil syafaah, nayla Syahrul Kirom Taufik Hidayatulloh Taufik Hidayatulloh Taufik Hidayatulloh Taufik Hidayatulloh Ujang Suryadi Ulhaq, Dea Fitrianingka Wahyudi Akmaliah, Wahyudi Zikrillah, Abdu Zulmi Ramdani Zulmi Ramdani