Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pemanfaatan Limbah Industri Kertas pada Tanah Ultisols serta Efeknya terhadap Produksi Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharate Sturt) Agustini, Rika Yayu; Muharam, Muharam; Adhi, Satriyo Restu
Agrikultura Vol 36, No 2 (2025): Agustus, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v36i2.58092

Abstract

Limbah industri kertas berupa fly ash dan sludge merupakan limbah yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan amelioran pada tanah-tanah dengan tingkat kesuburan yang rendah. Selain itu, pemberian limbah industri kertas ini juga dapat menjadi salah satu sumber nutrisi pada tanaman, terutama tanaman jagung manis. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efek penggunaan limbah sludge dan fly ash dari industri kertas terhadap produksi tanaman jagung manis. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Singaperbangsa Karawang pada bulan Februari sampai dengan April 2024. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan faktor pertama yaitu limbah fly ash dan faktor ke-dua yaitu limbah sludge kertas. Total perlakuan sejumlah 9 perlakuan dengan 3 kali ulangan, sehingga terdapat 27 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian limbah industri kertas berupa fly ash dan sludge memberikan pengaruh interaksi pada produksi tanaman jagung manis. Hasil tertinggi pada seluruh parameter pengamatan produksi didapatkan pada perlakuan f1s3 (7,5% flly ash dan 25 ton/ha sludge).
EKSPLORASI DAN PENGARUH JAMUR ANTAGONIS ASAL LIMBAH MEDIA JAMUR MERANG TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KEDELAI (Glycine max L.Merill) Envira Reksa Sukma Shandy; Adhi, Satriyo Restu; Sugiarto
Jurnal Agrotech Vol 15 No 1 (2025)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah media jamur merang merupakan salah satu sumber bahan organik yang potensial untuk mendapatkan jamur antagonis. Beberapa jamur antagonis asal limbah media jamur merang memilki kemampuan untuk dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai jamur antagonis asal limbah media jamur merang terhadap pertumbuhan tanaman kedelai (Glycine max L. Merill). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksplorasi dan eksperimental. Uji patogenisitas menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktor Tunggal terdiri dari 10 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil isolasi dan pendugaan identifikasi diperoleh 9 isolat jamur asal limbah media jamur merang yang terdiri dari genus Aspergillus sp., Hyalodendron sp., Trichoderma sp., dan dua isolat belum teridentifikasi. Hasil pengujian pada perkecambahan tanaman kedelai menunjukkan terdapat empat isolat yang tidak menghambat pertumbuhan tanaman kedelai yaitu isolat JMA2 (Hyalodendron sp.), JMA4 (Trichoderma sp.2), JMA8 (Trichoderma sp.4), dan JMA9 (Trichoderma sp.5). Adapun dua diantara empat isolat tersebut yaitu JMA8 dan JMA9 diduga dapat memicu pertumbuhan tanaman kedelai.
EKSPLORASI DAN IDENTIFIKASI JAMUR ANTAGONIS ASAL LIMBAH MEDIA JAMUR TIRAM SERTA DALAM MENEKAN KOLONI Fusarium oxysporum PENYEBAB PENYAKIT LAYU FUSARIUM CABAI SECARA IN-VITRO Nuraeni, Nuraeni; Adhi, Satriyo Restu; Sugiarto
Jurnal Agrotech Vol 15 No 1 (2025)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fusarium oxysporum tergolong ke dalam patogen tular tanah penyebab penyakit layu fusarium pada tanaman cabai. Salah satu pengendalian yang ramah lingkungan yaitu pengendalian secara biologis. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan isolat jamur asal limbah media jamur tiram yang bersifat antagonistik terhadap Fusarium oxysporum penyebab penyakit layu fusarium cabai. Tahapan penelitian ini: (1) isolasi dan identifikasi jamur asal limbah media jamur tiram, (2) uji antagonisme secara in-vitro dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan 11 perlakuan dalam 3 kali ulangan. Hasil penelitian diperoleh 10 isolat jamur antagonis terdiri dari genus Trichoderma sp. dan genus Gliocladium sp. Hasil analisis uji antagonisme secara in-vitro pada uji dual culture memberikan hasil berbeda nyata semua isolat jamur asal limbah media jamur tiram bersifat antagonis terhadap Fusarium oxysporum penyebab penyakit layu fusarium cabai, perlakuan penghambatan terbaik yaitu JTH (Trichoderma sp. 6) dengan nilai AUCGC terkecil 14,59.
IDENTIFIKASI JAMUR ANTAGONIS ASAL LIMBAH MEDIA JAMUR TIRAM SERTA POTENSINYA DALAM MENEKAN KOLONI Fusarium oxysporum f.sp. cepae PENYEBAB PENYAKIT MOLER BAWANG MERAH SECARA IN-VITRO Nursaadah, Nursaadah; Adhi, Satriyo Restu; Sugiarto
Jurnal Agrotech Vol 15 No 1 (2025)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit moler disebabkan ole jamur Fusarium oxysporum f.sp. cepae (Foc) merupakan salah satu penyakit penting pada bawang merah. Salah satu pengendalian yang ramah lingkungan adalah dengan pengendalian secara biologis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan isolat jamur asal limbah media jamur tiram yang memiliki sifat antagonis terhadap jamuar Fusarium oxysporum f.sp. cepae. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Pertanian, Universitas Singaperbangsa Karawang dan di rumah sungkup. Tahapan penelitian ini terdiri dari : (1) isolasi dan identifikasi jamur antagonis asal limbah media tiram, (2) uji antagonisme secara in-vitro dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) diulang tiga kali. Hasil percobaan diperoleh 10 isolat jamur antagonis yang mampu menghambat pertumbuhan Foc terdiri dari 8 genus Trichoderma sp. dan 2 genus Gliocladium sp. Hasil uji antagonisme menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata dengan perlakuan terbaik pada Trichoderma sp 6 dengan nilai AUCGC 15,81.
INTENSITAS PENYAKIT TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) VARIETAS CIHERANG PADA APLIKASI BEBERAPA TEKNIK PENGENDALIAN Sandi Ramadhan; Afifah, Lutfi; Satriyo Restu Adhi; Budi Irfan
Jurnal Agrotech Vol. 13 No. 2 (2023)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v13i2.148

Abstract

Teknik pengendalian penyakit tanaman dapat memengaruhi intensitas penyakit. Penelitian ini bertujuan mendapatkan teknik pengendalian terbaik yang dapat menekan intensitas penyakit pada tanaman padi (Oryza sativa L.) varietas Ciherang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen, dengan rancangan acak kelompok (RAK) faktor tunggal, terdiri dari 4 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan teknik pengendalian terdiri dari kontrol (K), pengendalian kombinasi (PK), pengendalian biointensif (PB) dan pengendalian sintetis (PS). Data hasil pengamatan dianalisis dengan sidik ragam dan apabila hasilnya berbeda nyata, maka diuji lanjut dengan uji beda nyata terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan, terdapat pengaruh nyata pada intensitas penyakit blas (Pyricularia oryzae), hawar daun bakteri (Xanthomonas oryzae), dan hawar daun pelepah (Rhizoctonia solani). Perlakuan PS memberikan hasil terendah terhadap insidensi penyakit blas (39,3-37,6%), insidensi hawar daun bakteri (15,5-54,5%), insidensi hawar daun pelepah (0,3-60,6%), severitas penyakit blas (31,1-51,1%), severitas penyakit hawar daun bakteri (14,5-39,0%), dan severitas hawar daun pelepah (0,2-25,8%).
Uji Tingkat Resistensi Nilaparva Uji Tingkat Resistensi Nilaparvata lugens Asal Lemahabang Karawang Terhadap Insektisida Berbahan Aktif Nitenpiram Mutmainah, Fionni Sholihah; Afifah, Lutfi; Adhi, Satriyo Restu; Irfan, Budi
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/hijau.v10i2.5527

Abstract

Wereng batang cokelat dengan nama ilmiah Nilaparvata lugens merupakan hama utama tanaman padi yang dapat menyebabkan penurunan produktivitas tanaman padi secara signifikan. Salah satu pengendalian yang sering dilakukan oleh petani yaitu penggunaan insektisida sintetik. Penggunaan insektisida sintetik secara berlebih dapat mengakibatkan resistensi bahkan resurjensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat resistensi WBC asal Kecamatan Lemahabang Kabupaten Karawang terhadap insektisida berbahan aktif nitenpiram. Pemilihan kecamatan tersebut didasari oleh data luasan lahan terserang WBC pada periode Januari – November 2022 di Kabupaten Karawang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan yang terdiri dari: Kontrol (K), Nitenpiram 0,25 ml/l (N1), Nitenpiram 0,50 ml/l (N2), Nitenpiram 1 ml/l (N3), Nitenpiram 2 ml/ (N4), Triflumezopirim 0,50 ml/l (T), dan Daun pepaya 75 ml/l (P). Apabila data yang dihasilkan berbeda nyata dilakukan uji lanjut dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Pengujian WBC menggunakan sampel populasi standar, dan populasi lapang (Kecamatan Lemahabang). Metode pengujian yang digunakan metode dari IRAC yaitu celup atau perlakuan pakan nomor 005 versi 4. Nilai Rasio Resistensi (RR) dihasilkan dari membandingkan LC50 populasi lapang dan populasi standar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WBC populasi Kecamatan Lemahabang termasuk kriteria terhadap insektisida berbahan aktif nitenpiram, dengan nilai RR sebesar 3,641yang terindikasi resisten.
Early Detection of Fungicide Resistance Through Sensitivity Testing of Various Fungicide Active Ingredients and Genetic Variation of Downy Mildew-Causing Peronosclerospora maydis from Maize (Corn) Production Centers in Java, Indonesia Adhi, Satriyo Restu; Widiantini, Fitri; Yulia, Endah
AGRIVITA Journal of Agricultural Science Vol 46, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Brawijaya in collaboration with PERAGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17503/agrivita.v46i2.4276

Abstract

Maize downy mildew disease in Java, caused by Peronosclerospora maydis, can cause yield losses of up to 100%. Disease management of downy mildew using synthetic fungicides has been reported to cause resistance to P. maydis. This study identified early fungicide resistance in P. maydis from several maize production centers in Java (Blitar, Kediri, Klaten, Cianjur, Garut, Jatinangor, Rancakalong, and Sukabumi) by examining fungicide sensitivity levels and detecting genetic variation. The study was conducted at the Laboratory of Biotechnology of Plant Protection, Department of Plant Pests and Diseases, Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran from November 2018 to August 2019. The results showed that isolates from Blitar and Kediri (East Java) indicated resistance to metalaxyl and fenamidone. While in general, P. maydis isolates from West Java and Central Java still have sensitivity to metalaxyl, dimethomorph, fenamidone, and oxathiapiproline. Oxathiapiproline was the most effective fungicide in damaging P. maydis conidia in all locations. Based on the results of molecular identification, there is intraspecies genetic variation based on phylogenetic analysis.
Kelimpahan dan Fluktuasi Populasi Artropoda Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Pada Lahan Sawah Di Kecamatan Cakung, Jakarta Timur Alwi, Fauzan; Afifah, Lutfi; Adhi, Satriyo Restu; Koswanudin, Dodin
AGRICA Vol. 17 No. 1 (2024): June
Publisher : Agriculture Faculty of Flores University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/agr.v17i1.3428

Abstract

The status of arthropod diversity and biodiversity in Jakarta is often ignored, so the development of Plant Disturbing Organisms (Pests) is increasing. This has spurred farmers managing rice fields (Oryza sativa L.) to carry out unwise pest control on the remaining 414 hectares of land. The purpose of this study was to determine how the percentage of arthropod abundance based on order and fluctuations in arthropod populations on several rice fields in Cakung District, East Jakarta, and as information material in pest control based on Integrated Pest Management (IPM) that is appropriate in the field. The method used in this research is non-experimental with a direct survey method in the rice fields of the Maju Bersama (MB), Ujung Menteng (UM), dan Sawah Abadi (SA) in the vegetative planting phase until the harvest of rice plants. From the findings, the highest percentage of arthropod abundance was found in the order Diptera (36.73%), Araneae (19.45%), Hymenoptera (14.20%), Hemiptera (14.03%), Coleoptera (9, 32%), Lepidoptera (4.75%), Odonata (0.73%), Orthoptera (0.57%), Thysanoptera (0.07%), Heteroptera (0.05%), Dermaptera (0.05%), Isoptera (0.03%), and Psocodea (0.02%). Fluctuations in arthropod populations during one growing season increased starting from 6 - 8 MST, this is thought to be due to the use of various types of synthetic and sustainable pesticides that can affect the diversity of arthropods in rice fields. Therefore, it is necessary to conduct further research on the resistance level of pest arthropods to synthetic pesticides in rice fields.
Kitosan Sebagai Bahan Edible Coating Buah Stroberi (Fragaria x ananassa) Terhadap Jamur Rhizopus Stolonifer Penyebab Penyakit Busuk Lunak Dewi, Anita; Adhi, Satriyo Restu; Mustikasari, Fauzia
JURNAL PERTANIAN Vol 16, No 3 (2025): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jir.v16i3.6429

Abstract

The soft rot disease caused by the pathogen Rhizopus stolonifer is one of diseases that causes significant losses during the storage and distribution of post-harvest fruit. The purpose of this study is to determine the effectiveness of using chitosan and its various concentrations in reducing soft rot disease in strawberries. The study was conducted in vitro at the Biotechnology Laboratory, Faculty of Agriculture, Universitas Singaperbangsa Karawang, from February to March 2025. The experiment use randomized complete block design with five treatments: control (K0), chitosan 0.5% (K1), chitosan 1% (K2), chitosan 1.5% (K3), fungicide (F) as the positive control, and each treatment was repeated five times with four samples each. The results showed that the 1.5% chitosan treatment (K3) had a significant impact on the disease severity treatments, and significantly affected the weight loss parameter, with the lowest weight loss value compared to other treatments. These findings suggest that chitosan, particularly at the consentration of 1.5%, is effective in controlling soft rot disease in strawberries during storage.
Uji Formulasi Bahan Pembawa Jamur Antagonis Gliocladium sp. Terhadap Penyakit Layu Fusarium (Fusarium oxysporum f.sp. cepae) Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Luthfiah, Siska; Adhi, Satriyo Restu; Afifah, Lutfi
JURNAL PERTANIAN Vol 17, No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jir.v17i1.6439

Abstract

Fusarium wilt disease caused by the fungus Fusarium oxysporum is one of the main diseases affecting shallots and can cause losses of up to 50%. Gliocladium sp. has the potential to be used as a biological agent because it is able to control pathogens and suppress the development of fusarium wilt disease. This study aims to determine which carrier material is most effective in producing the highest spore density of Gliocladium sp. and its antagonistic ability in reducing the intensity of Fusarium wilt disease in red onions. The study was conducted experimentally using a completely randomised single-factor design to test the spore density of Gliocladium sp. on four types of carrier materials: U₁ (rice bran), U₂ (rice), U₃ (corn cobs), and U₄ (sorghum seeds) with six replications, and a single-factor Randomised Block Design to test Gliocladium sp. against Fusarium oxysporum wilt disease with seven treatments: G₀ (control), G₁ (fungicide), G₂ (Gliocladium sp. from rice bran), G₃ (Gliocladium sp. from rice), G₄ (Gliocladium sp. from corn kernels), G₅ (Gliocladium sp. from sorghum seeds), G₆ (commercial Gliocladium sp.), and four replications. The results of the study indicate that the use of various carrier materials significantly affects the spore density of Gliocladium sp. and in suppressing Fusarium wilt disease in red onions (Fusarium oxysporum f.sp. cepae). Treatment U₂ (rice) produced the highest spore density, 2.70 x1011 spores/ml. However, treatment G₃ (Gliocladium sp. on rice) yielded suboptimal results in terms of germination rate (20.0%) and disease severity (100%), thus failing to effectively suppress Fusarium wilt disease.