Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pertumbuhan Trichoderma sp. pada Beberapa Bahan Pembawa dan Kemampuannya Mengendalikan Penyakit Hawar Pelepah Padi Rahmatika, Sofi Kamilah; Adhi, Satriyo Restu; Surjana, Tatang
JURNAL PERTANIAN Vol 17, No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jir.v17i1.6248

Abstract

Sheath blight (Rhizoctonia solani) is an important disease of rice plants that can cause yield losses of up to 20% and will continue to increase if the severity is high. Excessive use of fungicides has a negative impact on living things and the environment. The solution that can be found is to utilize biological agents such as Trichoderma sp. to control plant diseases. The purpose of this study was to determine the effect of using several carrier materials on the growth of Trichoderma sp. and its ability to suppress rice sheath blight. This study used an experimental method with a Completely Randomized Design (CRD) Single Factor for the growth test of Trichoderma sp. on several carrier materials consisting of 4 treatments (B1, B2, B3, B4) and 6 replications, as well as a Single Factor Randomized Block Design (RBD) for the test of the ability of Trichoderma sp. to suppress sheath blight with 7 treatments (F0, F1, F2, F3, F4, F5, F6) and 4 replications. The results of the study showed that Treatment B4 (Parboiled Rice + Dry Chicken Manure + Sugar) produced the best growth of Trichoderma sp., and each Trichoderma sp. treatment had no significant effect on seed germination and the incidence of leaf sheath blight disease
Uji Aplikasi Kitosan Sebagai Edible Coating dalam Pengendalian Penyakit Antraknosa (Colletotrichum spp.) Pada Buah Pisang Cavendish (Musa acuminata L.) di Laboratorium Margaretha, Erica; Adhi, Satriyo Restu
JURNAL PERTANIAN Vol 17, No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jir.v17i1.6240

Abstract

Anthracnose (Colletotrichum spp.) is a major postharvest disease that reduces the quality of Cavendish banana (Musa acuminatata L.) fruit. This study aims to evaluate the effect of chitosan application as an edible coating material on anthracnose disease of banana fruit, with a focus on symptom diameter and weight loss. The research was conducted in vitro at the Laboratory of Plant Disturbing Organisms, Faculty of Agriculture, Singaperbangsa University of Karawang, in November-December 2024, using a completely randomized design with five concentrations of 0%, 0.5%, 1%, 2%, and 3% chitosan, with five replications. The results showed that the application of 2% chitosan effectively suppressed the development of anthracnose disease symptoms, with an average symptom diameter of 2.77 cm and produced a percentage reduction in weight loss of 10.42%. Meanwhile, 3% chitosan concentration produced the best percentage of weight loss suppression, which was only 7.07%. In contrast, the control treatment showed the highest severity with a symptom diameter of 5.13 cm and a percentage of weight loss of 14.61%. These findings indicate that chitosan, especially at 2% concentration, is effective as an anthracnose control agent on Cavendish banana during storage
PENERAPAN FARMER FIELD SCHOOL (FFS) UNTUK PENGENDALIAN HAMA UTAMA PADI DI DESA SINDANGKARYA KARAWANG Adhi, Satriyo Restu; Afifah, Lutfi; Fikri, Muhamad Rom Ali; Sutrisno, Hari; Luthfiah, Siska; Setiawan, Muhamad Reza; Ramadhan, Muhammad Hafizh; Al Ansary, Ahmad Luthfi
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i1.62095

Abstract

This community service activity aims to evaluate the impact of the Farmer Field School (FFS) program on improving the knowledge and skills of rice farmers in the Mukti Rahayu Farmer Group, Sindangkarya Village, Karawang Regency, in environmentally friendly pest management. The FFS activity was attended by 29 farmers and was conducted from August to November 2024. The method used was the Participatory Learning and Action (PLA) approach, applied through the curriculum and several agendas. The monitoring of the success of the FFS activity was evaluated by distributing questionnaires before and after the FFS activity. The data obtained were then analyzed using a Paired Two-Sample t-test for means to examine the differences before and after the implementation of the FFS. The aspects measured included knowledge of pest identification, the use of light traps, the conservation of natural enemies, and skills in assembling light traps and producing botanical pesticides. The results of the community service showed a significant increase in farmers' knowledge and skills after participating in the FFS activity, with improvements of up to 100% among all respondents. Based on the analysis results, it can be concluded that the FFS is effective in improving farmers' knowledge and skills in ecological and sustainable pest management, especially in the Mukti Rahayu Farmer Group.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penerapan Farmer Field School (FFS) terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani padi di Kelompok Tani Mukti Rahayu, Desa Sindangkarya, Kabupaten Karawang dalam pengelolaan hama secara ramah lingkungan. Kegiatan FFS diikuti oleh 29 orang petani yang dilakukan pada bulan Agustus – November 2024. Metode yang digunakan adalah pendekatan Participatory Learning and Action (PLA) dalam kurikulum dan beberapa agenda. Monitoring keberhasilan kegiatan FFS dievaluasi dengan menyebarkan kuesioner sebelum dan sesudah kegiatan FFS, data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan desain t-test Paired Two Sample for Means untuk menguji perbedaan sebelum dan sesudah pelaksanaan FFS. Aspek yang diukur meliputi pengetahuan tentang identifikasi hama, penggunaan perangkap lampu, konservasi musuh alami, dan keterampilan dalam merakit perangkap lampu serta pembuatan pestisida nabati. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan petani setelah mengikuti kegiatan FFS, dengan peningkatan hingga 100% dari seluruh responden. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa FFS efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pengelolaan hama secara ekologis dan berkelanjutan khususnya di Kelompok Tani Mukti Rahayu.
RESPONS PERTUMBUHAN MISELIA JAMUR MERANG (Volvariella volvaceaee) AKIBAT PEMBERIAN BEBERAPA JENIS DAN KONSENTRASI EKSTRAK TANAMAN SECARA IN VITRO Setyaningtyas, Rizcha Fajar; Lestari, Ani; Adhi, Satriyo Restu
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/hijau.v11i1.5615

Abstract

Jamur merang (Volvariella volvaceae) yang dikenal sebagai jamur jerami padi termasuk spesies jamur yang dapat dikonsumsi. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan jenis dan konsentrasi ekstrak tanaman yang tidak menghambat pertumbuhan miselia jamur merang secara in vitro dengan menggunakan ekstrak daun pepaya dan ekstrak serai wangi. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Singaperbangsa Karawang. Dilakukan selama bulan Desember 2023 sampai Februari 2024. Dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktor tunggal 10 perlakuan yaitu, A (PDA 100%), B (PDA + Ekstrak daun pepaya 2%), C (PDA + Ekstrak daun pepaya 4%), D (PDA + Ekstrak daun pepaya 6%), E (PDA + Ekstrak daun pepaya 8%), F (PDA + Ekstrak serai wangi 2%), G (PDA + Ekstrak serai wangi 4%), H (PDA + Ekstrak serai wangi 6%), I (PDA + Ekstrak serai wangi 8%), J (PDA + Karbendazim) dan 3 kali ulangan. Untuk mengetahui perlakuan terbaik dilakukan dengan uji lanjut DMRT taraf 5%. Perlakuan E (PDA + ekstrak daun pepaya 8%) memberikan pengaruh tertinggi pada laju pertumbuhan miselia sebesar 1,98 cm/hari namun tidak berbeda nyata pada perlakuan lainnya secara in vitro.
RESPONS PERTUMBUHAN MISELIA Coprinus comatus AKIBAT PEMBERIAN BEBERAPA JENIS AN KONSENTRASI EKSTRAK TUMBUHAN SECARA IN VITRO Amelia, Rizki Nurfitrah; Lestari, Ani; Adhi, Satriyo Restu
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/hijau.v11i1.5616

Abstract

Coprinus comatus merupakan jamur yang merugikan dalam budidaya jamur merang karena memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan jamur merang. Coprinus comatus bersifat kompetitif sehingga menyebabkan penurunan pasokan nutrisi yang optimal untuk pertumbuhan jamur merang. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan ekstrak tanaman yang dapat menekan pertumbuhan miselia jamur kompetitor Coprinus comatus secara in vitro. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Singaperbangsa Karawang dimulai dari Desember 2023 sampai Februari 2024. Dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktor tunggal terdiri dari 10 perlakuan yaitu, A (PDA 100%), B (PDA + EDP 2%), C (PDA + EDP 4%), D (PDA + EDP 6%), E (PDA + EDP 8%), F (PDA + ESW 2%), G (PDA + ESW 4%), H (PDA + ESW 6%), I (PDA + ESW 8%), J (PDA + Karbendazim) diulang sebanyak 3 kali. Data dianalisis menggunakan analisis ragam dan apabila uji F Taraf 5% signifikan, maka untuk mengetahui perlakuan yang terbaik dilakukan dengan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun pepaya 8% memberikan respons penghambatan terbaik pada laju pertumbuhan miselia sebesar 0,94 cm/hari dan penambahan bobot miselia terkecil 0,70 g/hari.