Pembelajaran matematika di sekolah sering kali disampaikan dengan cara yang abstrak dan tidak sepenuhnya menghubungkan materi dengan budaya serta nilai-nilai yang dimiliki oleh siswa. Situasi ini mengakibatkan para siswa kesulitan dalam memahami konsep matematika dan kurang aktif terlibat dalam proses belajar. Di sisi lain, pendidikan saat ini bukan hanya sekedar melihat aspek kognitif, tetapi juga mengedepankan membentuk karakter siswa melalui integrasi nilai-nilai budaya dan agama. Pendekatan yang cocok untuk itu adalah Culturally Responsive Teaching (CRT) berbasis nilai-nilai Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan CRT berbasis nilai Islam dalam pembelajaran matematika. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan studi kasus. Subjek penelitian adalah guru matematika dan siswa MAS Nurul Falah. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan CRT berbasis nilai Islam dilakukan dengan mengintegrasikan budaya lokal dan nilai-nilai keislaman dalam tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembelajaran. Guru menggunakan berbagai konteks budaya yang akrab dengan kehidupan siswa, seperti kegiatan ekonomi masyarakat, lingkungan sosial, dan elemen arsitektur Islam untuk menjelaskan konsep-konsep matematika. Selain itu, nilai-nilai Islam seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan kerja sama ditanamkan melalui berbagai kegiatan pembelajaran. Penerapan pendekatan ini terbukti mampu meningkatkan partisipasi siswa, memperjelas pemahaman konsep matematika, serta mendukung penguatan karakter siswa. Dengan demikian, Culturally Responsive Teaching berbasis nilai Islam bisa menjadi alternatif pembelajaran matematika yang efektif untuk meningkatkan kompetensi akademik sekaligus memperkuat identitas budaya dan religius siswa.