Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

KARAKTERISTIK BROWNIES PANGGANG DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG KULIT ARI KOPI (Coffea sp) Zainur Romadan; Nita Yessirita; Leffy Hermalena; Inawaty Sidabalok
Ekasakti Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 2 (2024): Ekasakti Jurnal Penelitian & Pegabdian (Mei 2024 - Oktober 2024)
Publisher : LPPM Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine the characteristics of the best roasted brownies with the substitution of coffee husk flour in making baked brownies that were preferred by the panelists. This study used a completely randomized design (CRD) with 5 treatment levels and 3 replications. Observational data were analyzed using ANOVA and Duncan's New Multiple Range Test (DNMRT) advanced test at a level of 1%. The treatment in this study was the substitution of wheat flour with coffee husk flour (A=70:30, B=60:40, C=50:50, D=40:60, E=30:70). The results of this study indicate that the substitution of wheat flour with coffee husk flour has an effect on the water content, ash, fat, protein, and total sugar content. Based on the organoleptic test, the baked brownies with treatment C (wheat flour ratio: coffee husk flour = 50: 50) were the most preferred by the panelists and met the quality requirements of SNI 01-3840-1995 with a composition of water content (10.03%), ash content (0.95%), fat content (7.22%), protein content (15.23%), and total sugar content (32.71%).
Pengolahan Rambut Jagung Untuk Teh Herbal Dan Strategi Pemasarannya Leffy Hermalena; Herda Gusvita; Nita Yessirita; Bustari Badal; Rera Aga Salihat; Rera Agung Syukra; Inawaty Sidabalok; Henny Puspita Sari; Rina Febrinova
Ekasakti Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 1 (2024): Ekasakti Jurnal Penelitian & Pegabdian (November 2024 - April 2025)
Publisher : LPPM Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/ejpp.v5i1.1234

Abstract

Corn silk (Zea mays L.), commonly considered agricultural waste, contains bioactive compounds with potential health benefits, including flavonoids, phenols, and tannins. These compounds exhibit antioxidant properties that can help prevent degenerative diseases such as cardiovascular disorders, diabetes mellitus, and cancer. This community service program focuses on utilizing corn silk as a raw material for producing herbal tea with economic value and health benefits. The program employs participatory and collaborative approaches, involving local farmers to develop skills in production, marketing, and product quality assurance. The innovation supports sustainable health practices and contributes to local economic development by transforming agricultural waste into valuable products.
PEMENUHAN SUMBER GIZI MELALUI BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN KANGKUNG DENGAN PUPUK KOTORAN AYAM DI PEKARANGAN PANTI ASUHAN ASHABIL RAYYAN Murnita, Murnita; Syamsuwirman, Syamsuwirman; Gusriati, Gusriati; Hermalena, Leffy; Yessirita, Nita
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 4 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i4.1342-1353

Abstract

Pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya tanaman sayuran kangkung adalah salah satu  untuk pemenuhan gizi bagi anak-anak panti asuhan Yayasan Ashabil Rayyan. Akan tetapi lahan yang digunakan tidak produktif sehingga memerlukan pemupukan. Aplikasi pupuk organik kotoran ayam dapat menghemat penggunaan pupuk anorganik, mengurangi resiko pencemaran lingkungan, meningkatkan kesuburan tanah dan  hasil tanaman. Tujuan dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yaitu: (1) Mendidik pengelola dan anak-anak panti asuhan dalam memanfaatkan pekarangan panti asuhan dengan menanam sayuran seperti kangkung,  (2) Meningkatkan  kesadaran pengelola panti asuhan dan anak-anak  dengan melakukan transfer teknologi budidaya kangkung, pengetahuan pemanfaatan pupuk kandang  kotoran ayam untuk tanaman, dan (3)Transfer ilmu dan pengetahuan tentang budidaya kangkung, sebagai pemenuhan gizi khususnya vitamin dan mineral bagi penghuni panti. Metode yang dipakai ialah: Persiapan dan Penerapan. Persiapan: identifikasi, koordinasi, menyiapkan bahan dan perlengkapan, sosialisasi. Penerapan: penyuluhan, praktik, pemantauan, evaluasi dan tindak lanjut. Pelaksanaan PKM di  panti asuhan  berjalan lancar  dengan  kesimpulan:  (1) Transfer ilmu dari tim PKM Faperta Unes kepada pengelola panti asuhan dan anak-anak  dalam memanfaatkan pekarangan panti asuhan dengan menanam sayuran seperti kangkung sudah terlaksana dengan baik,  (2) Ada peningkatan pengetahuan mitra  (pengelola panti asuhan dan anak-anak) dengan melakukan transfer teknologi pembuatan pupuk organik, meningkat sebesar 73,22%, dan (3)  Transfer ilmu dan pengetahuan tentang sayuran, sebagai pemenuhan gizi (vitamin dan mineral) bagi penghuni panti, hasil survei tentang pengetahuan gizi mitra menunjukan bahwa 52,04% pengetahuan gizi baik.
MANAJEMEN RANTAI PASOK AGROINDUSTRI RUMPUT LAUT Hermalena, Leffy; Melinda Noer; Novizar Nazir; Rika Ampuh Hadiguna
JURNAL REKAYASA Vol. 12 No. 2 (2022): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37037/jrftsp.v12i2.172

Abstract

Rantai pasok agroindustri memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan dengan rantai pasok lainnya. Pertanian rumput laut berkembang cepat terutama pada industri makanan yang menjadi pemimpin pasar produk rumput laut bernilai tinggi. Rantai pasok rumput laut menghadapi masalah yang kompleks, seperti ketidakstabilan ketersediaan rumput laut yang menyebabkan ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan. Kualitas yang buruk dapat berdampak negatif pada penurunan kepuasan pelanggan jangka panjang. Fluktuasi harga rumput laut juga sangat mempengaruhi profitabilitas yang mengakibatkan hilangnya keuntungan. Keberlanjutan rumput laut untuk kebutuhan masa depan menekankan pentingnya manajemen rantai pasok yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau pengetahuan tentang manajemen rantai pasok mencakup konsep, metodologi dan objek penelitian. Metode penelitian ini deskriptif kualitatif. Hasil penelitian adalah supply chain management belum menjangkau pengembangan kawasan sentra produksi produk turunan untuk memenuhi ketersediaan bahan baku secara keberlanjutan. Kesimpulannya supply chain management pada agroindustri rumput laut akan berpengaruh kepada pengembangan kawasan sentra produksi, peningkatan kemampuan sumber daya pelaku rantai pasok agroindustri rumput laut, dan ketersediaan bahan baku berupa produk turunan secara berkelanjutan. Kata kunci: agroindustri, rumput laut, supply chain management
Application of Chitosan Coating and Liquid Smoke as Antimicrobial Agent in Tuna Fish Pempek Budaraga, I Ketut; Hermalena, Leffy; Susanti, Susanti
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 18 No. Supp.1 (2023)
Publisher : The Food and Nutrition Society of Indonesia in collaboration with the Department of Community Nutrition, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jgp.2023.18.Supp.1.81-83

Abstract

The goal of this study was to see the effect utilizing chitosan coating and liquid smoke had on pempek as an antibacterial. This study was carried out in an exploratory method, with differences in tuna pempek storage period, namely: control=0 days, A=1 day, B=2 days, C=5 days, D=7 days, and E=9 days. The results showed that the longer pempek tuna was stored using chitosan coating with the addition of 1% liquid smoke, the lower the total plate number was compared to without the addition of 1% liquid smoke. The storage time of pempek tuna without liquid smoke yielded results on chitosan coating, with water content ranging from 6.24 to 11.99% and protein content ranging from 3.68 to 11.8%. The Total Plate Count (TPC) test result was ranging from 5x10-4 to 13x10-4 colonies/g. With liquid smoke added, the water content increased to 4.56−10.48%, the protein content increased to 5.43−12.39, and the TPC test resulted in 2.7x10-4-7.3x10-4 colonies/g. According to SNI 7661.1:2013, a storage time of 3 days in the chitosan coating treatment with the addition of liquid is in the acceptable range
Utilization Of Edible Film from Taro Starch And Chicken Feet Gelatin As Packaging For Instant Noodles Seasoning Risti, Mella; Leffy Hermalena; Fitria, Eddwina Aidila; Yessirita, Nita
AJARCDE (Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment) Vol. 9 No. 3 (2025)
Publisher : Asia Pacific Network for Sustainable Agriculture, Food and Energy (SAFE-Network)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29165/ajarcde.v9i3.806

Abstract

This research aims to investigate the ability of packaging edible film made from taro starch and claw gelatin chicken in dry instant noodles, and to determine the effect of storing packaged noodle seasoning with edible films made from taro starch and claw gelatin chicken. This research employed a Completely Randomized Design (CRD) with five levels and three replications. The results of the observational data were analyzed using ANOVA, and the DMRT was further tested at a significance level of 1%. Treatment in research involves storing noodle seasoning with packaging that is edible for 1, 4, 7, 10, and 13 days. Research results show that packaging season noodles with edible film during storage very real effect on water content, solubility, humidity, and total plate count (TPC). Edible film of taro starch and claw gelatin chicken is effective for packaging dry noodles in a temperature-controlled space for 1 to 4 days, with a water content of 20.96%, solubility of 15.74 minutes, humidity of 0.02g, and a total plate count (TPC) of 1.08 x 10^4 colonies/g. Noodle seasoning packaged with edible film has a detrimental effect on storage at room temperature, causing damage. Season noodles with edible packaging film after long storage for 7 days (treatment), especially focusing on water content and total plate count (TPC), with a water content of 23.06% and a total plate count (TPC) of 5.8 x 10^4 colonies/g. Contribution to Sustainable Development Goals (SDGs):SDG 2 – Zero HungerSDG 9 – Industry, Innovation, and InfrastructureSDG 12: Responsible Consumption and Production
LIMBAH TERNAK SAPI DAN PADI SEBAGAI SUMBER PUPUK ORGANIK UNTUK MENDUKUNG SEKTOR PERTANIAN Murnita, Murnita; Syamsuwirman, Syamsuwirman; Puspita Sari, Henny; Hermalena, Leffy; Sidabalok, Inawati
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 7 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i7.2295-2302

Abstract

Limbah ternak sapi dan padi di Indonesia belum dimanfaatkan secara optimal sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah: (1) Merangsang ambisi petani untuk memanfaatkan limbah ternak sapi dan padi menjadi pupuk organik, (2) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani memanfaatkan limbah ternak sapi dan padi menjadi pupuk organik (3 ) Untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian. Metode yang digunakan adalah: penyuluhan, praktik, pemantauan, penilaian dan tindak lanjut. Dampak pengabdian kepada masyarakat adalah: (1) Kegiatan pengabdian kepada masyarakat terlaksana dengan baik, mitra aktif mengikuti pelatihan dan berkomitmen untuk terus melakukan kegiatan pembuatan pupuk organik dari limbah ternak sapi dan padi ≥ 80%, (2) Mitra memiliki pengetahuan yang baik tentang aspek-aspek berikut: pengertian, kelebihan, kekurangan,  fungsi pupuk organik, terampil memanfaatkan limbah ternak sapi dan padi  untuk membuat dan menggunakan pupuk organik ≥ 73%, (3) Produktivitas lahan pertanian akan meningkat dan berkelanjutan karena mitra akan menanam tanaman ≥ 85% menggunakan kombinasi pupuk anorganik dan organik dari limbah ternak sapi dan padi.
APLIKASI MULSA PLASTIK HITAM PERAK (MPHP) PADA BUDIDAYA TANAMAN CABAI KERITING (Capsicum annum L.) Murnita, Murnita; Hermalena, Leffy
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v4i2.432-438

Abstract

Kelompok Tani Borneo Selatan berada di Nagari Sungai Jambu, Kecamatan Pariangan Kabupaten Tanah Datar. Mitra ini berkegiatan di  bidang  pertanian dengan lahan sawah 15 ha dan lahan kering 25 ha, diantaranya ditanami cabai keriting  5 ha. Akan tetapi pengetahuan tentang penggunaan MPHP pada budidaya pertanian seperti tanaman cabai keriting  masih rendah. Selain itu faktor lingkungan seperti suhu udara yang terlalu tinggi dapat menyebabkan penguapan  air tanah lebih cepat. Oleh karena itu, diperlukan  penyuluhan dan praktik tentang Aplikasi MPHP pada Budidaya Tanaman Cabai Keriting. Oleh karena itu, pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan: (1) meningkatkan keinginan petani untuk menggunakan MPHP pada budidaya tanaman cabai keriting, (2) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani tentang budidaya tanaman cabai keriting dengan memakai MPHP. Untuk mencapai  tujuan  pengabdian masyarakat, maka metode yang dilakukan yaitu: penyuluhan, praktik, monitoring dan evaluasi dari kegiatan tersebut. Hasil yang didapatkan dari kegiatan pengabdian masyarakat adalah: (1) kegiatan pengabdian masyarakat  berlangsung lancar dan baik serta petani mempunyai motivasi yang tinggi untuk melanjutkan kegiatan tersebut, (2) pengetahuan dan keterampilan petani mengenai MPHP  pada budidaya tanaman cabai keriting  meningkat sekitar 74%.
PENINGKATAN HASIL PRODUKSI BUDIDAYA IKAN LELE DENGAN TEKNOLOGI PENGEMBANGAN PAKAN PROBIOTIK DI KELOMPOK WANITA TANI MAKMUR BERSAMA Hermalena, Leffy; Puspita Sari, Henny; Gusvita, Herda; Yessirita, Nita; Syamsuwirman, Syamsuwirman; Kurnia Sari, Suci
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 10 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i10.3486-3492

Abstract

Usaha budidaya ikan lele di KWT Makmur Bersama baru berskala biasa  dan pakan ikan bergantung dengan pakan pabrikan, jika pemberian pakan pabrikan dilakukan secara berkelanjutan dengan harga pakan yang melambung tinggi, sehingga keuntungan pembudidaya sangat minim dan pemasaran produksi yang harus menunggu pelanggan datang untuk membeli ikan lele tersebut menjadi penyebab rendahnya pendapatan di KWT.. Untuk itu tim pengabdian berdasarkan hasil observasi dan identifikasi yang dilakukan dilapangan, maka ditetapkan tema dalam PkM ini adalah Peningkatan Hasil Produksi Budidaya Ikan Lele dengan Teknologi Pengembangan Pakan Probiotik di Kelompok Wanita Tani Makmur Bersama. Program kemitraan masyarakat ini dilakukan dengan metode observasi, indentifikasiF, perencanaan dan pelaksanaan berupa FGD dan pelatihan secara langsung dengan indikator meningkatnya pengetahuan, pehaman dan terampilnya KWT dalam mengaplikasikan inovasi yang diberikan sebesar 80%. Hasil yang diharapkan adalah berupa produk pakan ikan yang memiliki nutrisi yang tinggi.
PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR URIN SAPI DAN PESTISIDA KENIKIR SERTA DAMPAKNYA TERHADAP LINGKUNGAN Murnita, Murnita; Desi, Yulfi; Hermalena, Leffy
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i3.1156-1163

Abstract

Pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dikukan bersama mitra Kelompok Tani Simpang Tigo Nagari Ketaping Kecamatan Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman yang bergerak dalam bidang budidaya padi organik. Kegiatan PKM bertujuan untuk: (1) mendorong motivasi petani dalam membuat POC dari urin sapi dan pestisida nabati dari daun bunga kenikir, (2) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani tentang pembuatan POC  dari urin sapi  dan pestisida nabati  dari daun bunga kenikir (3) memaksimalkan  penggunaan POC dari urin sapi  dan pestisida nabati dari  daun  bunga  kenikir. Metode pelaksanaan kegiatan PKM berupa: penyuluhan, praktik, monitoring dan evaluasi. Kegiatan pengabdian masyarakat berlangsung dengan baik dan masyarakat bersemangat untuk mengikuti pelatihan serta memiliki keinginan yang tinggi untuk melanjutkan pembuatan POC dari urin sapi dan pestisida  nabati dari daun bunga kenikir, terlihat dari kegiatan pembuatan POC dan pestisida nabati yang dilakukan kembali oleh petani. Pengetahuan petani meningkat terhadap pengertian, kelebihan, kekurangan, manfaat dari POC dan pestisida kenikir serta cekatan dalam membuat dan mempergunakan POC dari urin ternak dan pestisida nabati dari daun bunga kenikir yaitu sama dan di atas 60%.  Masyarakat melaksanakan  pemakaian POC dari urin sapi dan  pestisida dari daun bunga kenikir  pada tanaman padi organik yang mereka budidayakan.