Claim Missing Document
Check
Articles

Askara Asmaraloka Analogi Arsitektur Pura Penataran Agung Lempuyang sebagai Inspirasi Penciptaan Kebaya Modifikasi Artayasa, Ni Kadek Intan Cahyani; Priatmaka, I Gusti Bagus; Pebryani, Nyoman Dewi
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 4 No. 1 (2024): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pura Penataran Agung Lempuyang merupakan salah satu pura tertua yang terletak di Kecamatan Abang, Karangasem, Pulau Bali. Pura Penataran Agung Lempuyang merupakan pura terbesar dari serangkaian Pura Lempuyang lainnya. Pura Penataran Agung Lempuyang terdiri dari tiga area halaman pura, yaitu Jaba Sisi, Jaba Tengah dan Jeroan. Tiga area tersebut dibatasi oleh perbedaan ketinggian, yang memiliki makna peningkatan sakral di setiap area. Dalam penciptaan busana ready to wear, ready to wear deluxe, dan semi couture mengambil konsep arsitektur Pura Penataran Agung Lempuyang dengan pendekatan analogi ke dalam penciptaan busana dengan style kebaya modifikasi. Metode penciptaan yang digunakan, yaitu metode Frangipani yang terdiri dari 10 tahapan meliputi menentukan tema, riset sumber, analisa estetika elemen seni, memvisualisasikan ke dalam 2D dan 3D, koleksi final, promosi, mengarahkan produksi pada sumber daya manusia, dan pemasaran produk secara sustainable. Dengan metode penciptaan Frangipani tersebut menghasilkan satu produk busana ready to wear, satu produk busana ready to wear deluxe, dan satu produk busana semi couture. Koleksi tersebut diberi nama Askara Asmaraloka yang berasal dari bahasa Sansekerta yang memiliki makna bahwa busana yang diciptakan merupakan pancaran sinar cahaya yang dimiliki budaya Indonesia dengan penuh cinta yang tak akan lekang oleh waktu, sehingga hidup dan diturunkan dari generasi ke generasi. Dalam pemasaran produk menggunakan rancangan bisnis model canvas.
Wangunan Beteng Urip : Analogi Rumah Adat Joglo Pencu Pada Busana Bergaya Logic Dengan Unsur Kultural Indartini, Ni Putu Melani; Pebryani, Nyoman Dewi; Mudarahayu, Made Tiartini
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 4 No. 1 (2024): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Joglo Pencu merupakan sebuah bangunan tradisional yang berasal dari Kudus, Jawa Tengah. Joglo Pencu merupakan sebuah rumah hunian yang memiliki keunikan pada bagian struktur dan juga sejarah pendiriannya yang membedakannya dari rumah Joglo lainnya. Rumah Joglo Pencu sendiri merupakan karya seorang imigran China bernama The Ling Sing yang mana mualaf dan dipanggil Kiayai Telingsing. Aristektur Joglo Pencu memiliki perbedaan dengan Joglo lainnya, seperti pada tata ruangnya yang lebih sederhana, jenis atap yang digunakan, dan berbagai jenis ukiran yang diterapkan. Metode penciptaan menggunakan tahapan penciptaan "Frangipani" Design Fashion dari Dr. Tjok Istri Ratna Cora Sudharsana, tahun 2016. Dari sepuluh tahap nantiny akan digunakan hanya delapan tahap Rumah Joglo Pencu diwujudkan dalam bentuk analogi diterapkan dalam busana ready to wear, ready to wear deluxe, dan haute couture dengan kata kunci yang terpilih dengan menggunakan style Logic. Ide dari busana ini nantinya diharapkan dapat menambah referensi kepustakaan mengenai arsitektur Indonesia salah satunya Joglo Pencu, dan dapat mengenalkan Joglo Pencu secara detail lebih luas kepada masyarakat.
Abimantra Kahuripan : Metafora Tradisi Megengan Sebagai Inspirasi Penciptaan Busana Berkolaborasi Dengan Luh Jaum Fashion Design & Tailor Cahyani, Salsa Bilah Regita; Pebryani, Nyoman Dewi; Diantari, Ni Kadek Yuni
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 4 No. 1 (2024): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tradisi megengan merupakan ritual tradisional yang biasa dilakukan sebelum datangnya bulan Ramadhan dan sebagai proses penyambutan bulan Ramadhan. Megengan dapat diartikan sebagai rasa syukur kepada Tuhan karena diberi kesempatan hidup dan dapat bertemu lagi dengan bulan suci Ramadhan. Masyarakat biasanya berbondong-bondong untuk berziarah kubur terlebih dahulu, membersihkan, menaburi bunga, dan tidak lupa mendoakannya. Megengan dimulai saat petang dengan dihadiri para tamu undangan. Undangan yang bersila di atas tikar dihadapkan dengan ambengan sebagai sajian untuk acara megengan. Tradisi megengan menjadi konsep yang saya gunakan untuk penciptaan karya busana ini dengan judul Abimantra Kahuripan yang memiliki arti berkah kehidupan. Megengan memiliki makna menahan atau ngempet dari segala hal yang membatalkan puasa, seperti makan dan minum. Megengan juga memiliki arti keselamatan yang terjaga baik saat bulan Ramadhan
Representasi Tradisi Sigajang Laleng Lipa Dalam Teknik Patchwork di CV. Casa Annie Sunatha, Ade Savitri; K. Tenaya, A.A. Ngurah Anom Mayun; Pebryani, Nyoman Dewi
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 4 No. 2 (2024): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sulawesi memiliki banyak tradisi yang belum teraba oleh sebagian orang, khususnya di Suku Bugis, tradisi yang terdapat disana sangat unik sekaligus mengerikan. Disebut mengeringan karena tradisi ini mempertaruhkan nyawa bagi para pelakunya. Tradisi bernama Sigajang Laleng Lipa tersebut terbilang ekstrem. Setiap tradisi ini dilangsungkan, selalu ada korban jiwa. Setiap orang yang mendengar kata si gajang laleng lipa tentu langsung terlintas dipikiran mereka mengenai pertarungan yang sangat mematikan. Si Gajang Laleng Lipa adalah salah satu budaya yang ada di Sulawesi Selatan. Dimana tradisi ini adalah mempertemukan dua orang laki laki dalam satu sarung untuk menyelesaikan sebuah permasalahan dengan cara berkelahi bahkan sampai salah satu diantaranya meninggal. Menggunakan nyawa sebagai taruhannya, menjadikan tradisi ini sangat mengerikan. Tradisi ini dilakukan sebenarnhya untuk menhyelesaikan masalah dari perwakilan dua keluarga. Tradisi ini dilakukan didalam satu sarung oleh dua orang dengan menggunakan senjata tradisional mereka yaitu badik yang terbuat dari baja.
PATIH KUBU PARUT DESA SUKAWANA INSPIRASI PENCIPTAAN BUSANA BERGAYA ETNIK Utama, Gede Verdy Darma; Pebryani, Nyoman Dewi; K. Tenaya, A.A. Ngurah Anom Mayun
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 4 No. 2 (2024): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep penciptaan karya busana untuk tugas akhir yang ditetapkan adalah Diversity of Indonesia yaitu Tradisi Posa Sukawana. Riset dilakukan terhadap ide pemantik sehingga menghasilkan lima kata kunci sebagai acuan dalam pengembangan desain pada karya. Kata kunci tersebut adalah ubi jalar, ilalang, kelakat, pohon pisang dan kayu dap – dap. Pengimplementasian kata kunci yang digunakan adalah metode analogi. Penciptaan ketiga busana melalui tahapan proses dan menggunakan skills yang mahasiswa dapatkan ilmunya di perguruan tinggi, sehingga menjadi kunci keberhasilan terwujudnya karya. Proses tersebut meliputi menentukan design brief, melakukan research and sourching, menetapkan concept list dan keywords, melakukan trend-color-designer-fabrics research, membuat maping collections, membuat mood board, membuat sembilan design development, membuat sembilan technical drawing dari sembilan design development, menentukan desain terpilih, membuat fashion bussines-marketing, dan yang terakhir perencaanaan pertunjukan karya.
ULUN BANGUN ORANG BASETAN MAKNA TRADISI BIDUK BEBANDUNG DALAM DUNIA FASHION Dewi, Ketut Dina Aprilianti; Pebryani, Nyoman Dewi; Diantari, Ni Kadek Yuni
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 4 No. 2 (2024): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan pembuatan karya seni busana dengan mengangkat suatu kebudayaan yaitu Biduk Bebandung. Keunikan pada Tradisi Biduk Bebandung ini terdapat pada prosesi upacara atau ritual yang dilakukan. Keunikan akan Transportasi yang digunakan pada Tradisi ini berupa perahu kembar yang digunakan untuk menjemput atau menyambut tamu seperti Sultan, Raja, Pemangku Adat, Penglingsir dan pejabat. Tradisi ini dipilih sebagai ide pemantik dalam penciptaan karya busana ready to wear, ready to wear deluxe dan haute couture dengan gaya ungkap analogi berdasarkan 5 kata kunci terpilih yaitu Perahu, merah, ular- ularan, Kelambu dan dayung. Proses penciptaan karya menggunakan metode dari Tjok Istri Ratna Cora Sudharsana, yaitu ‘’FRANGIPANI’’ Tahapan rahasia dari seni fesyen dengan menerapkan 10 tahapan penciptaan meliputi design brief, research and sourching, Anaqlizing Art fashion, design development, prototypes sample and construction, the final collection, promosi dan produksi,marketing and branding, production dan the business model canvas.. Koleksi penciptaan ini diharapkan dapat menambah refrensi kepustakaan serta dapat menambah wawasan kita mengenai keberagaman, budaya serta manfaat pada tradisi – tradisi yang ada di nusantara serta mengenalkan Tradisi Biduk Bebandung ini kepada pembaca dan masyarakat akan kebudayaan Indonesia melalui karya busana sehingga kedepannya mampu menjadi inpirasi untuk masyarakat.
TEDHAK SITEN : SEBAGAI INSPIRASI PENCIPTAAN KARYA BUSANA JOYFULL Dewi, Ni Made Dhea Sasmitha; Pebryani, Nyoman Dewi; Pradnya Paramita, Ni Putu Darmara
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 4 No. 2 (2024): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tedhak Sinten merupakan bagian dari adat dan tradisi masyarakat jawa, upacara ini dilakukan untuk anak yang baru pertama kali belajar berjalan atau menginjakkan pada tanah dan selalu ditunggu-tunggu oleh orang tua atau kerabat, tedak siten berasal dari dua kata "tedhak" berarti menampakkan kaki dan “siten” berasal dari kata "siti" yang berarti bumi, upacara ini dilakukan ketika seorang bayi berusia 7 bulan dan mulai belajar duduk dan berjalan di tanah. Melalui tradisi ini, saya ingin mewujudkan karya dalam balutan warna colorful dan pop-up, yang terinspirasi dari jadah 7 warna dalam prosesi tedha siten. Perpaduan dasar busana dengan warna putih, dan aksen-aksen tambahan busana dengan 6 warna lainnya, seperti merah, kuning, hijau, biru, jingga, dan ungu. Penambahan aksen-aksen bunga dengan menggunakan beberapa teknik, yang dimana terinspirasi dari kembang setaman dalam prosesi akhir tradisi tedhak siten. Desain busana yang loose dan terlihat santai dan nyaman digunakan. teknik-teknik yang akan digunakan dalam penambahan aksen-aksen pada busana tersebut antara lain, teknik lukis, teknik ombre dying, teknik slow stitching, dan teknik bakar. Serta adanya penambahan payet pada busana ready to wear deluxe dan adi busana.
WANGUNAN BETENG URIP : ANALOGI RUMAH ADAT JOGLO PENCU PADA BUSANA BERGAYA LOGIC DENGAN UNSUR KULTURAL Indartini, Ni Putu Melani; Pebryani, Nyoman Dewi; Mudarahayu, Made Tiartini
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 4 No. 2 (2024): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Joglo Pencu merupakan sebuah bangunan tradisional yang berasal dari Kudus, Jawa Tengah. Joglo Pencu merupakan sebuah rumah hunian yang memiliki keunikan pada bagian struktur dan juga sejarah pendiriannya yang membedakannya dari rumah Joglo lainnya. Rumah Joglo Pencu sendiri merupakan karya seorang imigran China bernama The Ling Sing yang mana mualaf dan dipanggil Kiayai Telingsing. Aristektur Joglo Pencu memiliki perbedaan dengan Joglo lainnya, seperti pada tata ruangnya yang lebih sederhana, jenis atap yang digunakan, dan berbagai jenis ukiran yang diterapkan. Metode penciptaan menggunakan tahapan penciptaan "Frangipani" Design Fashion dari Dr. Tjok Istri Ratna Cora Sudharsana, tahun 2016. Dari sepuluh tahap nantiny akan digunakan hanya delapan tahap Rumah Joglo Pencu diwujudkan dalam bentuk analogi diterapkan dalam busana ready to wear, ready to wear deluxe, dan haute couture dengan kata kunci yang terpilih dengan menggunakan style Logic. Ide dari busana ini nantinya diharapkan dapat menambah referensi kepustakaan mengenai arsitektur Indonesia salah satunya Joglo Pencu, dan dapat mengenalkan Joglo Pencu secara detail lebih luas kepada masyarakat.
SUSTAINABLE FASHION DI INDONESIA: STRATEGI DAN TANTANGAN BRAND JARUM HIJAU BY ALI CHARISMA Utami, Ni Luh Ayu Pradnyani; Sukawati, Tjokorda Gde Abinanda; Pebryani, Nyoman Dewi
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 4 (2024): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kesadaran global terhadap dampak industri pada lingkungan menjadikan pendekatan berkelanjutan di sektor fashion semakin penting. Indonesia memiliki industri tekstil dan fashion terbesar di Asia Tenggara, polusi dari proses produksi yang menimbulkan dampak pencemaran lingkungan. Sustainable fashion atau fesyen berkelanjutan hadir sebagai alternatif untuk mengurangi dampak ini melalui praktik ramah lingkungan. Brand Jarum Hijau by Ali Charisma adalah salah satu contoh implementasi sustainable fashion di Indonesia. Studi ini dilakukan dengan pengumpulan data melalui wawancara, obeservasi, dan penelitian literatur, diuraikan dan dianalisis berdasarkan aspek sustainable fashion, yang terdiri dari lima pilar yang berfungsi sebagai acuan untuk praktik sustainable fashion. Penelitian ini mengkaji strategi yang diterapkan Jarum Hijau dalam praktik sustainable fashion serta tantangan yang dihadapinya, dengan tujuan memberikan wawasan tentang pengembangan industri fashion berkelanjutan di Indonesia. Melalui penelitian ini didapatkan hasil bahwa Brand Jarum Hijau by Ali Charisma memanfaatkan bahan ramah lingkungan, menerapkan teknik zero waste, produksi lokal, dan edukasi konsumen untuk mendukung penerapan sustainable fashion di industri fashion. Namun, tantangan seperti biaya produksi yang tinggi, kesadaran konsumen yang masih rendah, infrastruktur daur ulang yang terbatas, dan persaingan dengan fast fashion global tetap menjadi kendala.
ANALISIS ELEMEN VISUAL PENERAPAN LETTER SPACING PADA KAMPANYE ANTI RASISME LIGA INGGRIS Yosef Yulius; Nyoman Dewi Pebryani; Suharto Suharto; Amelia Aiununnisa; Hadhira Rahma
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 1 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i01.58181

Abstract

The problem of racism can occur anywhere and anytime, including in the Premier League. With so many clubs and fans around the world, the Premier League is prone to racism from players, spectators, to fanatical fans. To minimize racism, the English League held an anti-racism campaign with the theme 'No Room For Racism' which used attractive typography visuals and meeting fonts that were rarely used. The purpose of this study is to analyze visual elements to assess the effectiveness of the visual use of typography in  the 'No Room For Racism' campaign  from the perspective of visual communication design. This study uses a qualitative descriptive method with data collection techniques, documentation, and analysis through aesthetic theory and semiotics. The results of the study show that the visual form of the logo of the "No Rooms for Racism" campaign  has applied the principles of graphic design well. The resulting works have high aesthetic value and are interesting to observe. However, based on an analysis of typography principles, the logo puts aside the legibility aspect and prioritizes the attractive visual aspect. The study provides a better understanding of how typography visuals affect messaging in social campaigns and offers ways to improve readability without sacrificing visual appeal in the future. This research shows that the proper use of visual typography in the 'No Room For Racism' campaign  can raise awareness and influence public attitudes towards racism, with attractive and different designs capable of attracting attention and influencing audience perceptions.Keywords: campaign, typography, visual communication designAbstrakPermasalahan rasisme bisa terjadi di mana saja dan kapan saja, termasuk di Liga Inggris. Dengan banyaknya klub dan penggemar di seluruh dunia, Liga Inggris rentan terhadap rasisme dari pemain, penonton, hingga penggemar fanatik. Untuk meminimalisir rasisme, Liga Inggris mengadakan kampanye anti rasisme dengan tema ˜No Room For Racism™ yang menggunakan visual tipografi menarik dan font rapat yang jarang digunakan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis elemen visual untuk menilai efektivitas penggunaan visual tipografi dalam kampanye ˜No Room For Racism™ dari perspektif desain komunikasi visual. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data dokumentasi dan analisis melalui teori estetika dan semiotika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk visual logo dari kampanye œNo Rooms for Racism telah menerapkan prinsip-prinsip desain grafis dengan baik. Karya yang dihasilkan memiliki nilai estetis yang tinggi dan menarik untuk diamati. Namun, berdasarkan analisis prinsip tipografi, logo tersebut mengesampingkan aspek keterbacaan dan lebih memprioritaskan aspek visual yang menarik. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana visual tipografi mempengaruhi pesan dalam kampanye sosial dan menawarkan cara untuk meningkatkan keterbacaan tanpa mengorbankan daya tarik visual di masa depan.Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan visual tipografi yang tepat dalam kampanye ˜No Room For Racism™ dapat meningkatkan kesadaran dan mempengaruhi sikap publik terhadap rasisme, dengan desain yang menarik dan berbeda dari biasanya mampu menarik perhatian dan mempengaruhi persepsi audiens.Kata Kunci: kampanye, tipografi, desain komunikasi visual. Authors:Yosef Yulius : Universitas Indo Global MandiriNyoman Dewi Pebryani : Universitas Indo Global MandiriSuharto : Universitas Indo Global MandiriAmelia Aiununnisa : Universitas Indo Global MandiriHadhira Rahma : Universitas Indo Global Mandiri ReferencesBastari, R. P., Aditia, P., & Putra, I. D. A. (2020). SUBSTANSI MAKNA PADA SENI KOMODITAS: KAJIAN SEMIOTIKA PADA KARYA KAWS x UNIQLO TAHUN 2019. Demandia, 5(2), 281“301. https://doi.org/10.25124/demandia.vHorne, J. (1996). Hiching Racism Out of Soccer in England and Scotland. Journal of Sport and Social Issues, 20(1), 45“68. https://doi.org/10.1177/019372396020001005Liliweri, A. (2005). Prasangka & Konflik Komunikasi Lintas Budaya Masyarakat Multikultur. In Yogyakarta: PT LKiS.Migotuwio, N. (2020). Aspek Komunikasi Visual Dan Estetika Pada Karya Desain Grafis Bergaya Glitch Art. Journal of Contemporary Indonesian Art, 6(1), 48“68. https://doi.org/10.24821/jocia.v6i1.3901Raden, A. Z. M. (2016a). Custom Typefaces Pada Web Menggunakan. Jurnal Desain, 3(2), 97“Bastari, R. P., Aditia, P., & Putra, I. D. A. (2020). SUBSTANSI MAKNA PADA SENI KOMODITAS: KAJIAN SEMIOTIKA PADA KARYA KAWS x UNIQLO TAHUN 2019. Demandia, 5(2), 281“301. https://doi.org/10.25124/demandia.vHorne, J. (1996). Hiching Racism Out of Soccer in England and Scotland. Journal of Sport and Social Issues, 20(1), 45“68. https://doi.org/10.1177/019372396020001005Liliweri, A. (2005). Prasangka & Konflik Komunikasi Lintas Budaya Masyarakat Multikultur. In Yogyakarta: PT LKiS.Migotuwio, N. (2020). Aspek Komunikasi Visual Dan Estetika Pada Karya Desain Grafis Bergaya Glitch Art. Journal of Contemporary Indonesian Art, 6(1), 48“68. https://doi.org/10.24821/jocia.v6i1.3901Raden, A. Z. M. (2016a). Custom Typefaces Pada Web Menggunakan. Jurnal Desain, 3(2), 97“106. http://journal.lppmunindra.ac.id/index.php/Jurnal_Desain/article/view/609/582Raden, A. Z. M. (2016b). Custom typefaces pada web menggunakan embedding font. Jurnal Desain.Rahman, M. T. (2011). Glosari Teori Sosial (Baik). In Ibnu Sina Press (Vol. 1, p. 148).Rello, L., Baeza-Yates, R., & Saggion, H. (2013). DysWebxia: Making texts more accessible for people with dyslexia. Procesamiento Del Lenguaje Natural, 51, 205“208.Risyanto, D., & Juandi, J. (2022). Diskriminatif Kesantunan Berbahasa Tuturan Youtuber Game Online Mobile Legend. Diksatrasia¯: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 6(2), 206. https://doi.org/10.25157/diksatrasia.v6i2.7808Riyanti, A., Putranti, I. R., & Paramasatya, S. (2022). Peran Jaringan Advokasi Football Against Racism in Europe ( FARE ) terhadap Konstruksi Wacana Anti Diskriminasi Ras dalam Industri Sepak Bola Eropa. Journal of International Relations, 8, 164“180. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jihi/article/view/33474Rotama, H. (2022). Optimasi Tingkat Keterbacaan Visual Melalui Redesain Logo Opacity Photograpy. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 11(2), 636. https://doi.org/10.24114/gr.v11i2.39833Simmons, N. (2016). œWe™re a Culture, Not a Costume: Ethical Analysis of a College Student-Led Organization™s Anti-Racism Campaign. Public Voices, 14(1), 97. https://doi.org/10.22140/pv.23Sitompul, A. L., Patriansyah, M., & Pangestu, R. (2021). Analisis Poster Video Klip Lathi¯: Kajian Semiotika Ferdinand De Saussure. Besaung¯: Jurnal Seni Desain Dan Budaya, 6(1), 23“29. https://doi.org/10.36982/jsdb.v6i1.1830Yu, D., Cheung, S. H., Legge, G. E., & Chung, S. T. L. (2007). Effect of letter spacing on visual span and reading speed. Journal of Vision, 7(2), 1“10. https://doi.org/10.1167/7.2.2Yubel, N. E., & Reuspatyono, R. (2022). Implementation of the English Premier League™S Involvement in Campaigning the Anti-Racism Movement. Journal of Social Political Sciences, 3(1), 42“61. https://doi.org/10.52166/jsps.v3i1.92Yulius, Y. (2022). Tinjauan Unsur Visual Desain Poster Iklan Layanan Masyarakat ˜Yuk Kurangi Sampah Plastik Mu.™ Visualita Jurnal Online Desain Komunikasi Visual, 10(02), 34“50. https://doi.org/10.34010/visualita.v10i02.6345Yulius, Y., & Halim, B. (2021). Analisis Konsep Dan Komponen Visual Dasar Poster €Œtobacco Break Hearts”. Besaung¯: Jurnal Seni Desain Dan Budaya, 5(1), 81“87. https://doi.org/10.36982/jsdb.v5i1.1804 
Co-Authors A.A. Ngr. Anom Mayun K. Tenaya Aiununnisa, Amelia Al Attas, Syarifah Alawiyah Amelia Aiununnisa Apriliani, Luh Putu Monita Apriliyani, Christy Wahyu Ardhanariswari, I Gst. Ayu Agung Sista Aribaten, Ni Nengah Zinnia Ariyanti, Ni Kadek Yunik Artayasa, Ni Kadek Intan Cahyani Cahyani, Salsa Bilah Regita Chandra Fatmi, Dewa Ayu Gek Diah Dammayanti, Anak Agung Ketut Oka Marta Darmara Pradnya Paramita, Ni Putu Delia Fitriani Devi, A.A Istri Dewi, Ida Ayu Agung Pradnya Dewi, Ketut Dina Aprilianti Dewi, Ni Made Dhea Sasmitha Dewi, Ni Putu Chyntia Dewi, Ratih Kemala Dianawati, Ni Kadek Dwi Putri Diantari, Ni Kadek Yuni Fadiyanti, Elisa Grahantiyasari, Kadek Mirah Hadhira Rahma Hoar Nahak, Esperanza Ayu Viana I Made Radiawan I Nyoman Artayasa I Wayan Adnyana I Wayan Suardana I Wayan Sujana Ida Ayu Gede, Artayani Indartini, Ni Putu Melani K. Tenaya, A.A Ngurah Anom Mayun Karso, Kejora Pratiwi Karso, Olih Solihat Mahadewi, Ida Ayu Ari Maria Yolanda Vincent Maselia Andriani, Ni Putu Nanda Megy, Ni Made Lesiana Mitariani - Muda Rahayu, Made Tiartini Mudarahayu, Made Tiartini Ni Luh Ayu Pradnyani Utami Noorwatha, I Kadek Dwi Paramita, Ni Gusti Ayu Prastiti, Ni Made Prayatna, I Wayan Dedy Priatmaka, I Gusti Bagus Purwadani, Kadek Anjani Putri Puspayani, Ni Kadek Intan Putu Manik Prihatini Putu Manik Prihatini Rahayu, Made Tiartini Muda Rahma Sari, Ni Made Kartika Sari Rahma, Hadhira Ramadhan, Tara Firdaus Lailil Ratna Cora Sudharsana, Tjok Istri Remawa, Anak Agung Gede Rai S. Suharto Sari, Dewa Ayu Putu Leliana Savitri, Cokorda Istri Winda Suharto Suharto Sukawati, Tjokoda Gde Abinanda Sukawati, Tjokorda Gde Abinanda Sukmadewi, Ida Ayu Kade Sri Sumaningsih, Ni Kadek Dwi Sunatha, Ade Savitri Suprapti, Desak Ketut Devi Tiara Linggi, Randan Elrahel Udiyani, Ni Made Santi Utama, Gede Verdy Darma Utami, Ni Luh Sri Wardani, Putu Asri Yugeswari, Vinda Yulius, Yosef