Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Beban Perawatan dan Ketimpangan Gender: Studi Sosiologis tentang Kesejahteraan Sosial di Masyarakat Pedesaan Syaifudin Suhri Kasim; Megawati Asrul Tawulo; Lutfiana Nur Azizah; Dian Puspita Rizki; Hasyim Abdillah
Jurnal Neo Societal Vol. 11 No. 2 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jns.v11i2.147

Abstract

This study aims to analyze the relationship between care burden and gender inequality in the construction of social welfare in rural communities. This study uses a qualitative approach with case study methods in rural communities, through in-depth interviews, participatory observations, and analysis of local social policy documents. The findings show that women bear a double burden: as the main responsible for domestic work and unpaid care, as well as as economic actors in supporting household incomes. This burden not only limits women's access to productive resources and social mobility, but also reproduces structural inequalities in the distribution of welfare. In addition, social protection policies tend to assume women as beneficiaries as well as managers of family welfare, without substantively reducing the burden of care they bear. This study concludes that care work is a key element of social welfare in rural areas, but it is mostly imposed on women. Women must carry out a dual role, namely taking care of the household while earning a living, so that their opportunities to develop are limited. This causes gender inequality to continue to occur. This research contributes to strengthening the sociological perspective of welfare by placing care work as a central arena in the analysis of gender inequality and social policy.
Beban Perawatan dan Ketimpangan Gender: Studi Sosiologis tentang Kesejahteraan Sosial di Masyarakat Pedesaan Syaifudin Suhri Kasim; Megawati Asrul Tawulo; Lutfiana Nur Azizah; Dian Puspita Rizki; Hasyim Abdillah
Jurnal Neo Societal Vol. 11 No. 2 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jns.v11i2.147

Abstract

This study aims to analyze the relationship between care burden and gender inequality in the construction of social welfare in rural communities. This study uses a qualitative approach with case study methods in rural communities, through in-depth interviews, participatory observations, and analysis of local social policy documents. The findings show that women bear a double burden: as the main responsible for domestic work and unpaid care, as well as as economic actors in supporting household incomes. This burden not only limits women's access to productive resources and social mobility, but also reproduces structural inequalities in the distribution of welfare. In addition, social protection policies tend to assume women as beneficiaries as well as managers of family welfare, without substantively reducing the burden of care they bear. This study concludes that care work is a key element of social welfare in rural areas, but it is mostly imposed on women. Women must carry out a dual role, namely taking care of the household while earning a living, so that their opportunities to develop are limited. This causes gender inequality to continue to occur. This research contributes to strengthening the sociological perspective of welfare by placing care work as a central arena in the analysis of gender inequality and social policy.
PERDAGANGAN MANUSIA: SEBUAH FENOMENA DALAM PERSPEKTIF PERUBAHAN SOSIAL STUDI KASUS DI KULON PROGO Hasyim Abdillah; Ghery Safitra Fahrun
Welvaart: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 6 No. 2 (2025): EDISI DESEMBER
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/welvaart.v6i2.128

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan fenomena kasus perdagangan manusia dilihat dalam perspektif perubahan sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan model wawancara semi terstruktur. Perdagangan manusia sudah menjadi kejahatan yang tidak hanya terjadi dalam masyarakat lokalseperti kasus perkawinan anak dengan dalih penebusan utang, atau adopsi janin yang masih dalam kandungan seseorang, namun sudah tersistematis dalam skala internasional yang dialami pekerja migran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minimnya pemahaman soal pola human trafficking yang dialami oleh eks pekerja migran dan masyarakat lokaladalah faktor sekunder maraknya kasus perdagangan manusia. Problematika yang paling radikal dalam skala internasional adalah adanya penyelewengan administrasi yang dilakukan oleh oknum penyedia layanan perizinan kerja; pemalsuan dokumen, penyitaan dokumen oleh calo, dan over charging sebagai alat jeratan utang bagi pekerja migran.Tentu perspektif perubahan sosial dalam melihat fenomena ini bertujuan untuk mendorong kembali keberfungsian eks penyintas trafficking.
Partisipasi Masyarakat Melalui Metode 4A Dalam Pengembangan Sektor Wisata Dusun Serut Ryan Aldi Nugraha; Hasyim Abdillah; Sofyan Tri Untoro; Anas Makruf
Mawaizh : Jurnal Dakwah dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan Vol. 13 No. 1 (2022): Dakwah and Religion
Publisher : Faculty of Da’wa and Islamic Communication, State Institute for Islamic Studies of Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/maw.v13i1.2290

Abstract

Destinasi wisata sering kali menemui permasalahan pengembangan potensi lokal. Hal ini membuat pengelola dan masyarakat turut serta dalam menciptakan reformulasi baru, salah satunya melalui metode 4A. Tentu metode ini tidak akan berjalan dengan baik jika tidak disertai dengan partisipasi aktif yang memposisikan masyarakat lokal sebagai subjek pengembangan wisata. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana partisipasi masyarakat Dusun Serut, Palbapang, Bantul dengan metode 4A dalam pengembangan wisata yang dimiliki. Metode penelitian yang dipakai adalah kualitatif dengan jenis penelitian analisis deskriptif. Pendekatan kualitatif yang dilakukan secara intensif, terperinci dan mendalam. Hasil temuan di lapangan adalah partisipasi masyarakat dalam pengembangan wisata ikut terlibat dalam proses pengambilan keputusan, pelaksanaan dan evaluasi. Sedangakan metode 4A (Attraction, Amenity, Accessibility, Anciliarry Service) sebagai indikator pengembangan wisata di Dusun Serut, semuanya terpenuhi. Attraction sebagai daya tarik di Serut cukup unik dengan konsep edutourism. Menginap di rumah warga menjadi tawaran baru dalam menjawab amenitas. Untuk menjawab aksesibilitas, jalanan Dukuh Serut tidak memiliki polisi tidur dengan dalih menikmati perjalanan asri. Kemudian anciliarry service terpenuhi ditandai dengan hadirnya kelompok sadar wisata sebagai social capital masyarakat lokal.
Pelatihan Public Speaking: Strategi Mengatasi Demam Panggung bagi Mahasiswa Generasi Z Sitti Harnia; Rosdiana Rosdiana; La Ode Muhammad Juanda; Aini Ashary; Hasyim Abdillah; Muammar Akbar Al Qhuraissy
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - April
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i1.7951

Abstract

Kemampuan berbicara di depan umum merupakan keterampilan penting yang perlu dimiliki mahasiswa di era digital, terutama bagi generasi Z yang kerap menghadapi tantangan berupa rasa gugup dan kecemasan saat tampil di depan publik. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kemampuan public speaking mahasiswa Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Halu Oleo, melalui pelatihan intensif yang memadukan pendekatan teknis dan psikologis. Metode pelaksanaan menggunakan kombinasi experiential learning, peer coaching, dan role play. Materi pelatihan meliputi teknik vokal dan artikulasi, struktur penyampaian pesan, gestur, intonasi, serta manajemen emosi untuk mengatasi demam panggung. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada lima aspek utama: pemahaman teknik dasar (40% menjadi 82%), penyusunan pesan (45% menjadi 80%), pengelolaan kecemasan (35% menjadi 78%), kepercayaan diri (38% menjadi 85%), dan penguasaan gestur serta suara (30% menjadi 76%). Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik dan reflektif efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara serta kepercayaan diri mahasiswa. Kegiatan ini penting sebagai model pelatihan berkelanjutan yang dapat diterapkan di perguruan tinggi lain untuk memperkuat kompetensi komunikasi mahasiswa di era digital.