Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PEMBELIAN IMPULSIF DI ERA DIGITAL: PENGARUH KEPRIBADIAN DAN KECANDUAN SMARTPHONE Nur, Hifizah; Murtiningsih, Dewi; Nuraqmarina, Fatma; Ubaidah, Ade; Fakhri, Ulumuddin Nurul; Putri, Ananda; Wijaya, Padma Suryani; Nashwa, Aqila; Al Barkah, Alda Ambarsari
Psyche: Jurnal Psikologi Vol 8, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/psyche.v8i1.3948

Abstract

Perilaku belanja online secara impulsif menunjukkan peningkatan seiring dengan pertumbuhan pesat e-commerce dan intensitas penggunaan smartphone. Fenomena ini menjadi semakin kompleks ketika dikaitkan dengan faktor kepribadian dan kecanduan smartphone. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lima besar ciri kepribadian (Big Five Personality Traits) serta kecanduan smartphone terhadap perilaku pembelian impulsif online pada Generasi Z di wilayah Jabodetabek. Penelitian ini merupakan salah satu studi awal yang mengintegrasikan ketiga variabel tersebut pada populasi Generasi Z di kawasan metropolitan Indonesia. Lima faktor kepribadian yang meliputi neuroticism, extraversion, openness to experience, agreeableness, dan conscientiousness mengacu pada kerangka yang dikemukakan oleh John dan Srivastava (1999). Kecanduan smartphone diukur menggunakan Smartphone Addiction Scale–Short Version (SAS-SV) yang dikembangkan oleh Viola (2021), sedangkan perilaku pembelian impulsif online diukur menggunakan instrumen yang dikembangkan oleh Rook dan Hoch (1985) yang telah diadaptasi dalam konteks belanja online. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis deskriptif dan regresi, serta Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menguji hubungan struktural antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Big Five Personality Traits dan kecanduan smartphone tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap perilaku pembelian impulsif online. Namun, dimensi agreeableness dan conscientiousness berhubungan negatif, sedangkan neuroticism berhubungan positif signifikan dengan kecanduan smartphone pada responden. Temuan ini memberikan perspektif baru dalam kajian psikologi digital di Indonesia, bahwa perilaku pembelian impulsif online pada Generasi Z lebih dipengaruhi oleh faktor situasional seperti kondisi ekonomi dan pola penggunaan smartphone dibandingkan faktor kepribadian, sebagaimana banyak dilaporkan dalam konteks negara lain.
Kedudukan Aset Kripto sebagai Sarana Penyembunyian Hasil Tindak Pidana Pencucian Uang ( Studi Kasus Putusan Nomor 111/Pid.B/2022/PN Kbm jo. Putusan Nomor 97/Pid/2023/PT SMG) Putri, Ananda; Ajie, Bintang Wicaksono
HUMANIORUM Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Humaniorum
Publisher : PT Elaborium Elevasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37010/hmr.v4i1.159

Abstract

This research aims to analyze the legal position of cryptocurrency assets and their use as a means of concealing proceeds from money laundering offenses, using the Kebumen District Court Decision No. 111/Pid.B/2022/PN Kbm in conjunction with the Semarang High Court Decision No. 97/PID/2023/PT SMG as a case study. The research uses a normative juridical method, examining positive legal norms through library research, focusing on Law No. 8 of 2010 on the Prevention and Eradication of Money Laundering, as well as regulations from Bappebti (and later OJK) regarding cryptocurrency assets. The research findings indicate that the court classified cryptocurrency assets as "property" under Articles 2 and 3 of Law No. 8 of 2010, as they have economic value and are transferable, making them valid objects for money laundering offenses. The actions of the defendant, Fitriyani alias Fitri Crypto, converting fraudulently obtained funds into cryptocurrency assets and transferring them through various digital wallets, were seen as a form of disguising the origin of the assets, fulfilling the elements of money laundering under Articles 3 and 4 of the law. This decision provides legal certainty that digital assets can be treated the same as conventional assets in criminal cases. However, the research also highlights ongoing technical challenges in the seizure and proof of ownership of digital assets due to the pseudonymous nature of cryptocurrency transactions