Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Variasi Konsentrasi Emulgator Span-Tween 80 pada Body Scrub Ampas Kelapa (Cocos nucifera L.) dan Ekstrak Biji Alpukat (Persea americana mill) Fikriyanti, Dyah Ayu; Alfiraza, Ery Nourika; Rizqiyana, Fika
KUNIR: JURNAL FARMASI INDONESIA Vol 3 No 1 (2025): JULI
Publisher : Program Studi Farmasi (S-1), Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/kjfi.v3i1.648

Abstract

Body scrub merupakan sediaan kosmetik untuk kecantikan yang bermanfaat untuk melembutkan dan mengangkat sel kulit mati. Ampas kelapa mengandung serat kasar yang digunakan sebagai scrub agent dan biji alpukat mengandung vitamin E yang dapat digunakan untuk perawatan kulit. Salah satu bahan yang digunakan pada sediaan body scrub didalamnya terdapat bahan span-tween 80 yang berfungsi sebagai emulgator. Penelitian ini dibuat untuk mengetahui sebesar apa pengaruh variasi konsentrasi emulgator span-tween 80 pada sediaan body scrub Ampas kelapa (Cocos nucifera) dan ekstrak biji alpukat (Persea americana mill). Metode yang digunakan yaitu maserasi dengan prelarut etanol 96% dan pembuatan scrub agent dengan cara diperas kemudian dioven lalu diblender sampai halus dan diayak menggunakan ayakan no 18. Hasil rendemen ekstrak biji alpukat sebesar 12,83% dan hasil standarisasi ekstrak biji alpukat memenuhi syarat sesuai standar kadar air dan kadar abu. Dari hasil skrining fitokimia terdapat kandungan polifenol, alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin pada ekstrak biji alpukat. Pada dasarnya hasil penelitian terdapat pengaruh perbedaan variasi konsentrasi emulgator span-tween 80 terhadap sifat fisik sediaan body scrub
Uji Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera L.) dan Daun Sirih Hijau (Piper betle L.) terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Escherichia coli Rejeki, Desi Sri; Alfiraza, Ery Nourika; Sari, Faustya Ayu Andan; Alquraisi, Rima Harsa Atqiya
KUNIR: JURNAL FARMASI INDONESIA Vol 1 No 1 (2023): JULI
Publisher : Program Studi Farmasi (S-1), Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/kjfi.v1i1.527

Abstract

Mikroorganisme yang menyebabkan penyakit pada manusia disebut sebagai mikroorganisme patogen, salah satunya bakteri patogen seperti Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Daun kelor dan daun sirih hijau memiliki senyawa yang berpotensi sebagai antibakteri seperti flavonoid, tanin, fenol dan saponin. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan difusi cara sumuran. Larutan uji yang dibuat pada daun kelor dan daun sirih hijau dengan konsentrasi 25%, 50% dan 75% serta kontrol negatif. Larutan uji kombinasi ekstrak daun kelor dan daun sirih hijau dibuat dengan kombinasi 1:1. Hasil uji aktivitas ekstrak tunggal daun kelor dan daun sirih hijau memiliki zona hambat dengan kategori sedang terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli, sedangkan pada kombinasi ekstrak daun kelor dan daun sirih hijau memiliki zona hambat dengan kategori kuat terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Dari hasil zona hambat yang didapatkan konsentrasi 75% memiliki daya hambat tertinggi dibandingkan konsentrasi 25% dan 50%. Hasil uji aktivitas antibakteri selanjutnya di analisis data menggunakan SPSS versi 20,0 dengan uji ANOVA (One-way analysis of variance). Sebelumnya tahap pertamadilakukan uji normalitas data yang selanjutnya dilakukan uji homogenitas. Hasil dari uji normalitas menyatakan bahwa nilai sig <0,05 dan artinya tidak terdistribusi normal. Selanjutnya dilakukan uji homogenitas dan hasil yang di dapatkan data tidak homogen. Data tidak terdistribusi normal dan tidak homogen, maka uji dilanjut dengan Kruskall-Wallis.
Aktivitas Antibakteri Sediaan Facial Wash Ekstrak Etanol Daun Patikan Kebo terhadap Propionibacterium acnes Alfiraza, Ery Nourika; Nurhidayati, Lailiana Garna; Nisa, Sinta Khoiri; Murti, Fiqih Kartika
KUNIR: JURNAL FARMASI INDONESIA Vol 1 No 1 (2023): JULI
Publisher : Program Studi Farmasi (S-1), Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/kjfi.v1i1.529

Abstract

Facial wash merupakan sabun pembersih wajah yang dapat membersihkan lapisan minyak di kulit wajah sekaligus kotoran penyebab jerawat. Salah satu tanaman obat di Indonesia yang memiliki senyawa antibakteri untuk melawan bakteri penyebab jerawat adalah daun patikan kebo (Euphorbia hirta L.). Hal ini didukung dengan kandungan bioaktif pada daun patikan kebo yang mempunyai aktivitas antibakteri seperti flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, steroid, dan terpenoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri pada facial wash ekstrak etanol daun patikan kebo terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Formulasi facial wash dengan variasi konsentrasi ekstrak etanol daun patikan kebo 1%, 2% dan 3% serta evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji viskositas, uji tinggi busa dan uji akitivitas antibakteri facial wash ekstrak daun patikan kebo terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan metode sumuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan facial wash dari masing-masing konsentrasi memenuhi persyaratan uji sifat fisik. Hasil rata-rata zona hambat pada konsentrasi 0%, 1%, 2% dan 3% berturut-turut adalah 0 mm, 6,08 mm, 7 mm dan 8,16 mm. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak etanol daun patikan kebo pada sediaan facial wash, maka semakin tinggi aktivitas antibakterinya.
Formulasi Bedak Padat Sebagai Pelindung Wajah Dari Sinar Uv Kombinasi Ekstrak Kulit Pisang Ambon (Musax Paradisiaca L.) dan Ekstrak Bengkuang (Pachyrhizus Erosus (L.) Urb.) Wijayani, Wike; Pramiastuti, Oktariani; Alfiraza, Ery Nourika
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v10i2.462

Abstract

Paparan sinar matahari yang berlebihan dapat menyebabkan kemerahan pada kulit, kulit terbakar, dan risiko kanker kulit akibat radiasi sinar ultraviolet. Kulit pisang ambon mengandung senyawa flavonoid, tanin, alkaloid, glikosida, antosianin, dan terpenoid yang memiliki potensi sebagai antioksidan. Ekstrak bengkuang mengandung vitamin C, saponin, dan flavonoid yang berfungsi sebagai tabir surya alami dan dapat menghilangkan noda hitam pada kulit. Bedak padat merupakan produk kosmetik yang dapat melindungi kulit dari paparan sinar matahari sekaligus memberikan warna yang merata pada kulit wajah. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi bedak padat dengan kombinasi ekstrak kulit pisang ambon dan bengkuang, menguji sifat fisik, dan menilai kemampuan proteksi terhadap sinar UV. Bedak padat diformulasikan dalam tiga variasi dengan perbandingan ekstrak kulit pisang ambon dan bengkuang yaitu F1 (4%:2%), F2 (3%:3%), dan F3 (2%:4%). Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak kulit pisang ambon mengandung alkaloid, flavonoid, fenol, tanin, dan vitamin C, sedangkan ekstrak bengkuang mengandung alkaloid, flavonoid, dan vitamin C. Berdasarkan pengujian fisik, seluruh formulasi menunjukkan homogenitas, pH, daya lekat, dan kerapuhan yang memenuhi standar kosmetik. Berdasarkan pengujian SPF, formulasi F1 memiliki nilai SPF 6,97 yang termasuk dalam kategori proteksi ekstra terhadap sinar UV, sementara F2 dan F3 memiliki nilai SPF masing-masing 5,63 dan 5,68 yang tergolong proteksi sedang. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa formulasi bedak padat yang dibuat, khususnya F1 mampu memberikan proteksi terhadap sinar UV, menunjukkan potensi sebagai produk kosmetik pelindung matahari yang efektif.
Counseling on the Introduction of Safe Syrup on the Knowledge Level of the Community at Kalisoka Village Wulandari, Prihastini Setyo; Pramiastuti, Oktariani; Istriningsih, Endang; Murti, Fiqih Kartika; Firsty, Girly Risma; Afina, Afina; Alfiraza, Ery Nourika
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Januari 2024
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v3i1.1157

Abstract

Health is the most important aspect in people’ lives. One of the efforts made in maintaining the health is by doing self-medication which is defined as an effort to cure themselves and can cause problems if they have limited knowledge. Delivering infromation on how to store and the time limit for using medicine after the packaging is opened is one of the responsibilities of pharmaceutical personnel which is important to know. One of the most widely used medicine by the public is syrup. Self-medication is widely practiced in the community to treat diseases or symptoms of diseases by buying drugs at pharmacies or drug stores so that they need clear information to make decisions about the type and amount of drugs to be used and how to use them correctly. To increase the community knowledge on choosing and giving safe syrup, it is necessary to conduct counselling on the introduction of safe syrup. The activity was given to the PKK mothers and cadres at Kalisoka village Tegal regency. It used pretest and posttest to take the data. After the activity, the result showed that the participants had anthusiasm and the knowledge increased.
FORMULASI SEDIAAN BODY SCRUB KOMBINASI EKSTRAK KULIT JERUK BALI (Citrus maxima Merr.) DENGAN CANGKANG TELUR AYAM SEBAGAI AGEN EKSFOLIASI Aisy, Syifa Rihadatul; Alfiraza, Ery Nourika; Listina, Osie
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 3 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v3i3.394

Abstract

Body scrub adalah salah satu produk kosmetik dengan bahan agak kasar yang digunakan untuk merawat, membersihkan kotoran kulit, dan mengangkat sel kulit mati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik uji stabilitas fisik body scrub kombinasi ekstrak kulit jeruk bali (Citrus maxima Merr.) dengan cangkang telur ayam serta mengetahui sediaan tersebut tidak mengiritasi kulit. Body scrub dibuat empat formulasi yang meliputi F0 (tanpa ekstrak), FI (ekstrak 15%), FII (ekstrak 12,5%) dan FIII (ekstrak 10%). Hasil dari penelitian uji fisik menunjukan bahwa uji organoleptis, uji pH, uji homogenitas, uji daya sebar dan uji daya lekat memenuhi syarat, sedangkan pada uji tipe emulsi F0 menunjukan A/M (air dalam minyak) dan pada FI, FII dan FIII menunjukan M/A (minyak dalam air). Kemudian hasil dari uji stabilitas menggunakan metode cycling test F0, FI, FII dan FIII tidak menunjukan adanya pemisahan antara fase minyak dan fase air serta pH stabil selama 6 siklus. Setelah dilakukan uji iritasi hasil dari F0, FI, FII dan FIII tidak menimbulkan iritasi sehingga sediaan aman digunakan pada kulit manusia. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan One Way Anova pada program SPSS 29.
Skrining Kesehatan dan Edukasi Pengobatan Herbal Hipertensi dan Diabetes Melitus di Car Free Day Kota Tegal Alfiraza, Ery Nourika; Istriningsih, Endang; Pramiastuti, Oktariani; Cahyanta, Agung Nur; Fahamsya, Arifina; Murti, Fiqih Kartika; Wulandari, Prihastini Setyo; Firsty, Girly Risma; Khorunnida, Shofa; Hidayat, Sidiq Nur; Kusuma, Ibnu Nizar; Anggraeni, Lusy; Atqiya, Himayatul
Jurnal Dimas Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53359/dimas.v7i2.120

Abstract

Deteksi dini hipertensi dan diabetes melitus penting untuk mencegah komplikasi serius serta mengurangi beban biaya kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan melakukan skrining kedua penyakit tersebut serta memberikan edukasi mengenai pengobatan herbal. Kegiatan dilaksanakan di car free day untuk menciptakan suasana santai sehingga informasi lebih mudah diterima masyarakat. Metode yang digunakan meliputi pengisian kuesioner, pemeriksaan tekanan darah dan gula darah sewaktu, serta edukasi dan pemberian herba. Kegiatan diikuti oleh 57 peserta, terdiri dari 61% perempuan dan 39% laki-laki, dengan mayoritas (60%) berusia di atas 45 tahun. Berdasarkan hasil pengolahan kuesioner, diketahui bahwa peserta memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai penyakit hipertensi, dengan skor sebesar 92,10%. Namun, hanya 35% peserta memiliki tekanan darah normal, 37% mengalami pra-hipertensi, dan 35% tergolong hipertensi. Sementara itu, tingkat pengetahuan peserta terkait diabetes melitus juga tergolong baik, yakni memiliki skor 76,48%. Dari pemeriksaan gula darah sewaktu, ditemukan bahwa 9% peserta memiliki kadar gula darah yang cukup tinggi, yaitu melebihi 180 mg/dL. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun pengetahuan peserta cukup baik, kondisi kesehatan mereka masih perlu perhatian. Oleh karena itu, edukasi berkelanjutan dan pemberian herba sebagai terapi pendukung sangat diperlukan untuk membantu mengelola hipertensi dan diabetes secara lebih efektif.
Analisis Keputusan Pemilihan Penggunaan Obat Herbal dan Obat Konvensional di Kalangan Usia Produktif Kecamatan Pangkah Khoirunnisa, Dhea Ayu; Listina, Osie; Alfiraza, Ery Nourika
Biocity Journal of Pharmacy Bioscience and Clinical Community Vol 4 No 1 (2025): Biocity: Journal of Pharmacy Bioscience and Clinical Community
Publisher : Department of Pharmacy, Bumigora University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/biocity.v4i1.5350

Abstract

Herbal medicine and conventional medicine are two primary treatment options commonly used by the productive age population in addressing health issues. This study aims to determine the percentage of medicine preference, the dominant factors influencing decision-making, as well as the knowledge of medicinal plants and attitudes of the productive age community toward the use of herbal and conventional medicines. The research employed a mixed-methods using questionnaires and interviews through stratified random sampling. The results showed that 61% of respondents preferred conventional medicine, while 39% chose herbal medicine. The dominant factor influencing the use of herbal medicine was its minimal side effects, whereas the main reason for choosing conventional medicine was its effectiveness in treating diseases. Descriptive analysis concluded that the productive age population tends to prefer conventional medicine over herbal medicine for daily treatment.
Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang Muli (Musa acuminta Colla.) dalam Sediaan Foot Sanitizer Spray Sebagai Antiseptik Alami Amalia, Meli; Rejeki, Desi Sri; Alfiraza, Ery Nourika
KUNIR: JURNAL FARMASI INDONESIA Vol 3 No 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Farmasi (S-1), Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/kjfi.v3i2.814

Abstract

Kulit pisang muli diketahui memiliki beberapa senyawa aktif diantaranya flavonoid, saponin serta tanin yang memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri, sehingga berpotensi digunakan sebagai bahan dasar dalam pembuatan sediaan antiseptik alami (foot sanitizer spray). Foot sanitizer spray adalah produk larutan higienis untuk kaki yang diformulasikan guna menjaga kebersihan dan kesehatan kaki, membunuh bakteri, ragi serta jamur. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas antibakteri serta menentukan konsentrasi optimal dari sediaan foot sanitizer spray dalam menghambat S.aureus. Berdasarkan hasil penelitian ekstrak etanol kulit pisang muli dapat dibuat menjadi sediaan foot sanitizer spray dibuktikan dengan semua uji fisik sediaan yang dilakukan memperoleh hasil sesuai dengan literatur yang ditentukan, serta dapat menghambat pertumbuhan S.aureus. Formula 3 menunjukkan efektivitas tertinggi dalam menghambat S.aureus, dengan ukuran area hambat mencapai 11 mm yang termasuk dalam klasifikasi daya hambat kuat. Pengolahan data dilakukan menggunakan uji statistik Kruskal- Wallis dan memperoleh hasil adanya perbedaan yang bermakna pada zona hambat masing-masing konsentrasi. Semakin tinggi konsentrasi zat aktif, maka aktivitas antibakteri semakin tinggi.
UJI TOKSISITAS AKUT EKSTRAK ETANOL BUAH DAN DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) PADA IKAN ZEBRA (Danio rerio) Nurhidayati, Lailiana Garna; Alfiraza, Ery Nourika; Diana, Intan Mauli; Krisdiantho, Roos Kemal
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 5, No 2 (2025): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v5i2.1931

Abstract

Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) adalah tanaman yang banyak ditemui di Indonesia. Buah dan daun belimbing wuluh dikenal banyak memiliki kandungan senyawa bioaktif yang berpotensi salah satunya sebagai agen antikanker. Uji toksisitas akut dapat dilakukan sebagai skrining awal untuk melihat potensi agen antikanker dari suatu senyawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui toksisitas akut ekstrak buah dan daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) pada ikan zebra (Danio rerio). Metode pengujian menggunakan hewan uji ikan zebra (Danio rerio) yang diberi sampel perlakuan konsentrasi 1000, 800, 400, 200 dan 100 ppm dengan medium akuades dan pengamatan selama 96 jam. Hasil yang diperoleh pada ekstrak daun dan buah belimbing wuluh berturut-turut memiliki toksisitas dengan LD50 591,851 ppm dan 41,609 ppm. Hasil tersebut dapat dikategorikan bahwa ekstrak daun dan buah belimbing wuluh memiliki potensi toksisitas yang bersifat toksik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ekstrak buah belimbing wuluh ini dapat dikembangkan menjadi kandidat obat antikanker.