Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DI INDONESIA: A LITERATURE REVIEW Listina, Osie; Alfiraza, Ery Nourika; Fahamsya, Arifina; Lestari, Fitri
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 16 No 1 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v16i1.779

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan suatu kondisi yang ditandai ketika seseorang mengalami kenaikan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥90 mmHg. Evaluasi penggunaan obat bertujuan untuk memastikan penggunaan obat antihipertensi secara rasional,meningkatkan ketetapan dan keamanan penggunaan obat penderita hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi dan evaluasi penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi berdasarkan rasionalitas di Indonesia. Literatur yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari jurnal-jurnal yang telah diterbitkan secara nasional. Literatur yang digunakan adalah literatur dari tahun 2016 hingga 2021 yang dapat diakses bentuk full text dalam format PDF. Untuk mendapatkan jurnal tersebut, peneliti menggunakan search engine seperti Google Scholar dan dengan kata kunci: evaluasi; rasionalitas; penggunaan obat antihipertensi; pasien hipertensi. Hasil studi literatur sebanyak 7 jurnal menunjukkanbahwa penggunaan obat antihipertensi di Indonesia yang paling banyak digunakan golongan Calcium Channel Blocker (CCB), yaitu amlodipin, Angiotensin Converting Enzyme Inhibitor (ACEI) yaitu captopril, golongan Angiotensin Receptor Blocker (ARB) yaitu candesartan dan golongan diuretic loop yaitu furosemide. Pada evaluasi rasionalitas terhadap penggunaan obat antihipertensi di Indonesia sudah sesuai dengan kriteria tepat indikasi, tepat pasien, tepat obat dan tepat dosis dari 7 jurnal dengan rentang rasionalitasnya 64,6%- 100%.
Sosialisasi Dan Pemeriksaan Kadar Glukosa, Asam Urat Dan Kolesterol Dalam Pelaksanaan Identifikasi Kesehatan Masyarakat Nasution, Nurhafizah; Riskawaty, Heny Marlina; Nursiah, Andi; Marpaung, Mauritz Pandapotan; Alfiraza, Ery Nourika; Hanif, Muhammad
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v3i2.639

Abstract

Blood glucose is a sugar found in the blood formed from carbohydrates in food and stored as glycogen in the liver and skeletal muscles. Insulin and glucagon, two hormones derived from the pancreas, can affect blood glucose levels. Insulin is needed for the permeability of cell membranes to glucose and for the transport of glucose into cells. The purpose of the Community Service program is to conduct random blood sugar, uric acid and cholesterol level checks. The methods used in Community Service activities are socialization and health education and examination of glucose, uric acid and cholesterol levels in the implementation of community health identification. The results of the implementation of the uric acid, blood sugar and cholesterol level checks carried out in the community went well and understood the importance of regular and regular blood pressure and uric acid checks. The conclusion is that the Community Service program was successful and successfully implemented and was able to increase public understanding of the importance of early detection. The community response that was carried out in participating in the activities was quite good. Public knowledge about Glucose, Uric Acid and Cholesterol Levels and their prevention showed a remarkable increase.
Variasi Konsentrasi Emulgator Span-Tween 80 pada Body Scrub Ampas Kelapa (Cocos nucifera L.) dan Ekstrak Biji Alpukat (Persea americana mill) Fikriyanti, Dyah Ayu; Alfiraza, Ery Nourika; Rizqiyana, Fika
KUNIR: JURNAL FARMASI INDONESIA Vol 3 No 1 (2025): JULI
Publisher : Program Studi Farmasi (S-1), Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/kjfi.v3i1.648

Abstract

Body scrub merupakan sediaan kosmetik untuk kecantikan yang bermanfaat untuk melembutkan dan mengangkat sel kulit mati. Ampas kelapa mengandung serat kasar yang digunakan sebagai scrub agent dan biji alpukat mengandung vitamin E yang dapat digunakan untuk perawatan kulit. Salah satu bahan yang digunakan pada sediaan body scrub didalamnya terdapat bahan span-tween 80 yang berfungsi sebagai emulgator. Penelitian ini dibuat untuk mengetahui sebesar apa pengaruh variasi konsentrasi emulgator span-tween 80 pada sediaan body scrub Ampas kelapa (Cocos nucifera) dan ekstrak biji alpukat (Persea americana mill). Metode yang digunakan yaitu maserasi dengan prelarut etanol 96% dan pembuatan scrub agent dengan cara diperas kemudian dioven lalu diblender sampai halus dan diayak menggunakan ayakan no 18. Hasil rendemen ekstrak biji alpukat sebesar 12,83% dan hasil standarisasi ekstrak biji alpukat memenuhi syarat sesuai standar kadar air dan kadar abu. Dari hasil skrining fitokimia terdapat kandungan polifenol, alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin pada ekstrak biji alpukat. Pada dasarnya hasil penelitian terdapat pengaruh perbedaan variasi konsentrasi emulgator span-tween 80 terhadap sifat fisik sediaan body scrub
Uji Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera L.) dan Daun Sirih Hijau (Piper betle L.) terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Escherichia coli Rejeki, Desi Sri; Alfiraza, Ery Nourika; Sari, Faustya Ayu Andan; Alquraisi, Rima Harsa Atqiya
KUNIR: JURNAL FARMASI INDONESIA Vol 1 No 1 (2023): JULI
Publisher : Program Studi Farmasi (S-1), Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/kjfi.v1i1.527

Abstract

Mikroorganisme yang menyebabkan penyakit pada manusia disebut sebagai mikroorganisme patogen, salah satunya bakteri patogen seperti Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Daun kelor dan daun sirih hijau memiliki senyawa yang berpotensi sebagai antibakteri seperti flavonoid, tanin, fenol dan saponin. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan difusi cara sumuran. Larutan uji yang dibuat pada daun kelor dan daun sirih hijau dengan konsentrasi 25%, 50% dan 75% serta kontrol negatif. Larutan uji kombinasi ekstrak daun kelor dan daun sirih hijau dibuat dengan kombinasi 1:1. Hasil uji aktivitas ekstrak tunggal daun kelor dan daun sirih hijau memiliki zona hambat dengan kategori sedang terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli, sedangkan pada kombinasi ekstrak daun kelor dan daun sirih hijau memiliki zona hambat dengan kategori kuat terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Dari hasil zona hambat yang didapatkan konsentrasi 75% memiliki daya hambat tertinggi dibandingkan konsentrasi 25% dan 50%. Hasil uji aktivitas antibakteri selanjutnya di analisis data menggunakan SPSS versi 20,0 dengan uji ANOVA (One-way analysis of variance). Sebelumnya tahap pertamadilakukan uji normalitas data yang selanjutnya dilakukan uji homogenitas. Hasil dari uji normalitas menyatakan bahwa nilai sig <0,05 dan artinya tidak terdistribusi normal. Selanjutnya dilakukan uji homogenitas dan hasil yang di dapatkan data tidak homogen. Data tidak terdistribusi normal dan tidak homogen, maka uji dilanjut dengan Kruskall-Wallis.
Aktivitas Antibakteri Sediaan Facial Wash Ekstrak Etanol Daun Patikan Kebo terhadap Propionibacterium acnes Alfiraza, Ery Nourika; Nurhidayati, Lailiana Garna; Nisa, Sinta Khoiri; Murti, Fiqih Kartika
KUNIR: JURNAL FARMASI INDONESIA Vol 1 No 1 (2023): JULI
Publisher : Program Studi Farmasi (S-1), Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/kjfi.v1i1.529

Abstract

Facial wash merupakan sabun pembersih wajah yang dapat membersihkan lapisan minyak di kulit wajah sekaligus kotoran penyebab jerawat. Salah satu tanaman obat di Indonesia yang memiliki senyawa antibakteri untuk melawan bakteri penyebab jerawat adalah daun patikan kebo (Euphorbia hirta L.). Hal ini didukung dengan kandungan bioaktif pada daun patikan kebo yang mempunyai aktivitas antibakteri seperti flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, steroid, dan terpenoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri pada facial wash ekstrak etanol daun patikan kebo terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Formulasi facial wash dengan variasi konsentrasi ekstrak etanol daun patikan kebo 1%, 2% dan 3% serta evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji viskositas, uji tinggi busa dan uji akitivitas antibakteri facial wash ekstrak daun patikan kebo terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan metode sumuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan facial wash dari masing-masing konsentrasi memenuhi persyaratan uji sifat fisik. Hasil rata-rata zona hambat pada konsentrasi 0%, 1%, 2% dan 3% berturut-turut adalah 0 mm, 6,08 mm, 7 mm dan 8,16 mm. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak etanol daun patikan kebo pada sediaan facial wash, maka semakin tinggi aktivitas antibakterinya.
Formulasi Bedak Padat Sebagai Pelindung Wajah Dari Sinar Uv Kombinasi Ekstrak Kulit Pisang Ambon (Musax Paradisiaca L.) dan Ekstrak Bengkuang (Pachyrhizus Erosus (L.) Urb.) Wijayani, Wike; Pramiastuti, Oktariani; Alfiraza, Ery Nourika
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v10i2.462

Abstract

Paparan sinar matahari yang berlebihan dapat menyebabkan kemerahan pada kulit, kulit terbakar, dan risiko kanker kulit akibat radiasi sinar ultraviolet. Kulit pisang ambon mengandung senyawa flavonoid, tanin, alkaloid, glikosida, antosianin, dan terpenoid yang memiliki potensi sebagai antioksidan. Ekstrak bengkuang mengandung vitamin C, saponin, dan flavonoid yang berfungsi sebagai tabir surya alami dan dapat menghilangkan noda hitam pada kulit. Bedak padat merupakan produk kosmetik yang dapat melindungi kulit dari paparan sinar matahari sekaligus memberikan warna yang merata pada kulit wajah. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi bedak padat dengan kombinasi ekstrak kulit pisang ambon dan bengkuang, menguji sifat fisik, dan menilai kemampuan proteksi terhadap sinar UV. Bedak padat diformulasikan dalam tiga variasi dengan perbandingan ekstrak kulit pisang ambon dan bengkuang yaitu F1 (4%:2%), F2 (3%:3%), dan F3 (2%:4%). Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak kulit pisang ambon mengandung alkaloid, flavonoid, fenol, tanin, dan vitamin C, sedangkan ekstrak bengkuang mengandung alkaloid, flavonoid, dan vitamin C. Berdasarkan pengujian fisik, seluruh formulasi menunjukkan homogenitas, pH, daya lekat, dan kerapuhan yang memenuhi standar kosmetik. Berdasarkan pengujian SPF, formulasi F1 memiliki nilai SPF 6,97 yang termasuk dalam kategori proteksi ekstra terhadap sinar UV, sementara F2 dan F3 memiliki nilai SPF masing-masing 5,63 dan 5,68 yang tergolong proteksi sedang. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa formulasi bedak padat yang dibuat, khususnya F1 mampu memberikan proteksi terhadap sinar UV, menunjukkan potensi sebagai produk kosmetik pelindung matahari yang efektif.
POTENSI LARVASIDA ALAMI DARI GRANUL EKSTRAK AKAR PULAI TERHADAP LARVA Aedes aegypti Salamah, Intan Fitrotus; Rejeki, Desi Sri; Alfiraza, Ery Nourika
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.21569

Abstract

Larvasida alami merupakan pestisida yang mampu membunuh larva. Salah satu tumbuhan yang dapat digunakan sebagai larvasida alami adalah pulai (Alstonia scholaris (L) R. Br). Tumbuhan pulai mengandungan senyawa saponin, alkaloid, flavonoid dan tanin yang berpotensi sebagai larvasida alami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai LC50 dan aktivitas larvasida terbaik dari granul ekstrak akar pulai terhadap larva Aedes aegypti. Uji aktivitas larvasida granul dibuat pada konsentrasi 0%:10%:15%:20%. Pengujian dilakukan dengan menambahkan 0,4 gram granul dari semua perlakuan, 0,01 gram kontrol positif serbuk abate dan kontrol negatif granul tanpa ekstrak yang kemudian ditambahkan ke dalam 100 mL aquades. Larva yang digunakan adalah larva Aedes aegypti instar III, setiap replikasi menggunakan 10 larva. Nilai LC50 diperoleh melalui analisis regresi probit menggunakan program statistik SPSS. Didapatkan LC50 dari granul ekstrak akar pulai sebesar 14,541% yang memiliki aktivitas cukup beracun. Hal ini menunjukkan bahwa LC50 yang lebih tinggi dapat mengakibatkan aplikasi granul tidak efektif karena toksisitasnya yang rendah, sedangkan LC50 yang lebih rendah menunjukkan granul yang lebih toksik. Aktivitas larvasida terbaik ditunjukkan dengan kematian semua larva Aedes aegypti dengan pengamatan 24 jam pada formulasi 3 granul ekstrak akar pulai dengan konsentrasi 20%. Hal ini menunjukkan semakin tinggi konsentrasi maka semakin tinggi aktivitas granul untuk membunuh larva.
POTENSI LARVASIDA ALAMI DARI GRANUL EKSTRAK AKAR PULAI TERHADAP LARVA Aedes aegypti Salamah, Intan Fitrotus; Rejeki, Desi Sri; Alfiraza, Ery Nourika
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.21569

Abstract

Larvasida alami merupakan pestisida yang mampu membunuh larva. Salah satu tumbuhan yang dapat digunakan sebagai larvasida alami adalah pulai (Alstonia scholaris (L) R. Br). Tumbuhan pulai mengandungan senyawa saponin, alkaloid, flavonoid dan tanin yang berpotensi sebagai larvasida alami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai LC50 dan aktivitas larvasida terbaik dari granul ekstrak akar pulai terhadap larva Aedes aegypti. Uji aktivitas larvasida granul dibuat pada konsentrasi 0%:10%:15%:20%. Pengujian dilakukan dengan menambahkan 0,4 gram granul dari semua perlakuan, 0,01 gram kontrol positif serbuk abate dan kontrol negatif granul tanpa ekstrak yang kemudian ditambahkan ke dalam 100 mL aquades. Larva yang digunakan adalah larva Aedes aegypti instar III, setiap replikasi menggunakan 10 larva. Nilai LC50 diperoleh melalui analisis regresi probit menggunakan program statistik SPSS. Didapatkan LC50 dari granul ekstrak akar pulai sebesar 14,541% yang memiliki aktivitas cukup beracun. Hal ini menunjukkan bahwa LC50 yang lebih tinggi dapat mengakibatkan aplikasi granul tidak efektif karena toksisitasnya yang rendah, sedangkan LC50 yang lebih rendah menunjukkan granul yang lebih toksik. Aktivitas larvasida terbaik ditunjukkan dengan kematian semua larva Aedes aegypti dengan pengamatan 24 jam pada formulasi 3 granul ekstrak akar pulai dengan konsentrasi 20%. Hal ini menunjukkan semakin tinggi konsentrasi maka semakin tinggi aktivitas granul untuk membunuh larva.
Counseling on the Introduction of Safe Syrup on the Knowledge Level of the Community at Kalisoka Village Wulandari, Prihastini Setyo; Pramiastuti, Oktariani; Istriningsih, Endang; Murti, Fiqih Kartika; Firsty, Girly Risma; Afina, Afina; Alfiraza, Ery Nourika
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Januari 2024
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v3i1.1157

Abstract

Health is the most important aspect in people’ lives. One of the efforts made in maintaining the health is by doing self-medication which is defined as an effort to cure themselves and can cause problems if they have limited knowledge. Delivering infromation on how to store and the time limit for using medicine after the packaging is opened is one of the responsibilities of pharmaceutical personnel which is important to know. One of the most widely used medicine by the public is syrup. Self-medication is widely practiced in the community to treat diseases or symptoms of diseases by buying drugs at pharmacies or drug stores so that they need clear information to make decisions about the type and amount of drugs to be used and how to use them correctly. To increase the community knowledge on choosing and giving safe syrup, it is necessary to conduct counselling on the introduction of safe syrup. The activity was given to the PKK mothers and cadres at Kalisoka village Tegal regency. It used pretest and posttest to take the data. After the activity, the result showed that the participants had anthusiasm and the knowledge increased.
FORMULASI SEDIAAN BODY SCRUB KOMBINASI EKSTRAK KULIT JERUK BALI (Citrus maxima Merr.) DENGAN CANGKANG TELUR AYAM SEBAGAI AGEN EKSFOLIASI Aisy, Syifa Rihadatul; Alfiraza, Ery Nourika; Listina, Osie
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 3 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v3i3.394

Abstract

Body scrub adalah salah satu produk kosmetik dengan bahan agak kasar yang digunakan untuk merawat, membersihkan kotoran kulit, dan mengangkat sel kulit mati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik uji stabilitas fisik body scrub kombinasi ekstrak kulit jeruk bali (Citrus maxima Merr.) dengan cangkang telur ayam serta mengetahui sediaan tersebut tidak mengiritasi kulit. Body scrub dibuat empat formulasi yang meliputi F0 (tanpa ekstrak), FI (ekstrak 15%), FII (ekstrak 12,5%) dan FIII (ekstrak 10%). Hasil dari penelitian uji fisik menunjukan bahwa uji organoleptis, uji pH, uji homogenitas, uji daya sebar dan uji daya lekat memenuhi syarat, sedangkan pada uji tipe emulsi F0 menunjukan A/M (air dalam minyak) dan pada FI, FII dan FIII menunjukan M/A (minyak dalam air). Kemudian hasil dari uji stabilitas menggunakan metode cycling test F0, FI, FII dan FIII tidak menunjukan adanya pemisahan antara fase minyak dan fase air serta pH stabil selama 6 siklus. Setelah dilakukan uji iritasi hasil dari F0, FI, FII dan FIII tidak menimbulkan iritasi sehingga sediaan aman digunakan pada kulit manusia. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan One Way Anova pada program SPSS 29.