Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Cantik Sehat Tanpa Risiko Sebagai Upaya Edukasi Penggunaan Kosmetik Secara Aman di SMK Bina Nusa Slawi Desi Sri Rejeki; Talita Azaria; Nabilla Fitri Azhari; Aulia Syalfadillah; Shofa Khoirun Nida; Endang Istriningsih; Lailiana Garna Nurhidayati; Ery Nourika Alfiraza; Girly Risma Firsty; Oktariani Pramiastuti; Rima Harsa Atqiya Alquraisi
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 7 No 1 (2026): Juni
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v7i1.988

Abstract

Perkembangan tren kecantikan memicu maraknya peredaran kosmetik ilegal yang mengandung bahan kimia berbahaya, sehingga mengancam kesehatan publik khususnya kalangan remaja. Remaja menjadi target rentan akibat tingginya konsumsi produk kosmetik tanpa didukung literasi digital dan kesehatan yang memadai. Kegiatan pengabdian masyarakat bertema "Cantik Sehat Tanpa Risiko" ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta sikap kritis siswa dalam memilih dan menggunakan produk kosmetik yang aman, legal, dan sesuai standar kesehatan. Mitra kegiatan adalah 67 siswa kelas XI Program Studi Farmasi di SMK Bina Nusa Slawi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui tiga tahapan sistematis, yaitu persiapan, pelaksanaan (ceramah interaktif, diskusi, dan demonstrasi pembuatan lip balm), serta evaluasi melalui instrumen pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan peserta pada hampir seluruh indikator yang diukur. Pengetahuan jenis kulit meningkat menjadi 100% benar (50 peserta), pemahaman bahan berbahaya meningkat dari 44 menjadi 50 peserta, dan pemahaman Beyond Use Date (BUD) juga meningkat dari 42 menjadi 47 peserta. Indikator ciri kosmetik tidak layak pakai menjadi materi dengan pemahaman yang masih kurang, namun tetap mengalami kenaikan dari 32 menjadi 38 peserta. Pengecekan legalitas BPOM berhasil mudah dipahami oleh seluruh peserta. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi selama sesi diskusi dan praktik pembuatan kosmetik sederhana. Kegiatan edukasi ini berhasil mencapai tujuan dalam membekali siswa menjadi konsumen cerdas yang selektif dalam menjaga kesehatan kulit di masa depan.
POTENSI LARVASIDA ALAMI DARI GRANUL EKSTRAK AKAR PULAI TERHADAP LARVA Aedes aegypti Intan Fitrotus Salamah; Desi Sri Rejeki; Ery Nourika Alfiraza
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.21569

Abstract

Larvasida alami merupakan pestisida yang mampu membunuh larva. Salah satu tumbuhan yang dapat digunakan sebagai larvasida alami adalah pulai (Alstonia scholaris (L) R. Br). Tumbuhan pulai mengandungan senyawa saponin, alkaloid, flavonoid dan tanin yang berpotensi sebagai larvasida alami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai LC50 dan aktivitas larvasida terbaik dari granul ekstrak akar pulai terhadap larva Aedes aegypti. Uji aktivitas larvasida granul dibuat pada konsentrasi 0%:10%:15%:20%. Pengujian dilakukan dengan menambahkan 0,4 gram granul dari semua perlakuan, 0,01 gram kontrol positif serbuk abate dan kontrol negatif granul tanpa ekstrak yang kemudian ditambahkan ke dalam 100 mL aquades. Larva yang digunakan adalah larva Aedes aegypti instar III, setiap replikasi menggunakan 10 larva. Nilai LC50 diperoleh melalui analisis regresi probit menggunakan program statistik SPSS. Didapatkan LC50 dari granul ekstrak akar pulai sebesar 14,541% yang memiliki aktivitas cukup beracun. Hal ini menunjukkan bahwa LC50 yang lebih tinggi dapat mengakibatkan aplikasi granul tidak efektif karena toksisitasnya yang rendah, sedangkan LC50 yang lebih rendah menunjukkan granul yang lebih toksik. Aktivitas larvasida terbaik ditunjukkan dengan kematian semua larva Aedes aegypti dengan pengamatan 24 jam pada formulasi 3 granul ekstrak akar pulai dengan konsentrasi 20%. Hal ini menunjukkan semakin tinggi konsentrasi maka semakin tinggi aktivitas granul untuk membunuh larva.
POTENSI LARVASIDA ALAMI DARI GRANUL EKSTRAK AKAR PULAI TERHADAP LARVA Aedes aegypti Intan Fitrotus Salamah; Desi Sri Rejeki; Ery Nourika Alfiraza
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.21569

Abstract

Larvasida alami merupakan pestisida yang mampu membunuh larva. Salah satu tumbuhan yang dapat digunakan sebagai larvasida alami adalah pulai (Alstonia scholaris (L) R. Br). Tumbuhan pulai mengandungan senyawa saponin, alkaloid, flavonoid dan tanin yang berpotensi sebagai larvasida alami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai LC50 dan aktivitas larvasida terbaik dari granul ekstrak akar pulai terhadap larva Aedes aegypti. Uji aktivitas larvasida granul dibuat pada konsentrasi 0%:10%:15%:20%. Pengujian dilakukan dengan menambahkan 0,4 gram granul dari semua perlakuan, 0,01 gram kontrol positif serbuk abate dan kontrol negatif granul tanpa ekstrak yang kemudian ditambahkan ke dalam 100 mL aquades. Larva yang digunakan adalah larva Aedes aegypti instar III, setiap replikasi menggunakan 10 larva. Nilai LC50 diperoleh melalui analisis regresi probit menggunakan program statistik SPSS. Didapatkan LC50 dari granul ekstrak akar pulai sebesar 14,541% yang memiliki aktivitas cukup beracun. Hal ini menunjukkan bahwa LC50 yang lebih tinggi dapat mengakibatkan aplikasi granul tidak efektif karena toksisitasnya yang rendah, sedangkan LC50 yang lebih rendah menunjukkan granul yang lebih toksik. Aktivitas larvasida terbaik ditunjukkan dengan kematian semua larva Aedes aegypti dengan pengamatan 24 jam pada formulasi 3 granul ekstrak akar pulai dengan konsentrasi 20%. Hal ini menunjukkan semakin tinggi konsentrasi maka semakin tinggi aktivitas granul untuk membunuh larva.
Pengaruh Waktu Perebusan terhadap Penurunan Kadar Boraks pada Mi Basah Muhammad Fasekh Jamaludin Amin; Ery Nourika Alfiraza; Desi Sri Rejeki
KUNIR: JURNAL FARMASI INDONESIA Vol 4 No 1 (2026): JULI
Publisher : Program Studi Farmasi (S-1), Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/kjfi.v4i1.714

Abstract

Boraks merupakan zat kimia berbahaya yang seringkali ditambahkan dalam pembuatan mi basah. Larangan penggunaan boraks pada makanan diperkuat pada permenkes tahun 2012 bahwa asam borat mengklasifikasikan bahan tambahan pada pangan yang terlarang. Dampak yang timbul jika boraks dikonsumsi pada makanan yaitu dapat mengakibatkan diare, gangguan sistem saraf, gangguan ginjal, anemia, hingga dapat mengakibatkan kerusakan pada hati dan juga otak. Penelitian ini digunakan untuk mengetahui penurunan kadar boraks terhadap variasi lama waktu perebusan mi basah. Metode yang digunakan yaitu uji kertas tumerik, uji nyala api dan uji spektrofotometri UV-Vis. Hasil uji kualitatif mi basah yang mengandung kadar boraks 6% pada uji kertas tumerik menghasilkan warna coklat kemerahan pada setiap variasi perebusan yang berarti positif mengandung boraks dan hasil uji nyala api menghasilkan warna nyala api hijau pada setiap variasi perebusan yang berarti positif mengandung boraks. Panjang gelombang yang didapat adalah 543nm. Pada hasil turbulensi baku seri didapat nilai R2 sebesar 0,9955. Hasil pada penelitian ini menunjukkan variasi perebusan dapat menurunkan kadar boraks pada mi basah pada menit 0 ke 2 menit sebesar 15,13%, menit 0 ke 4 menit sebesar 31,57%, dan menit 0 ke 6 menit sebesar 46,87%.