Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS NILAI TAMBAH GREEN BEAN KOPI ARABIKA (STUDI KASUS: PETANI KOPI ARABIKA DI KECAMATAN NAMAN TERAN) Bagus Arif Prabowo; Zulkarnain Lubis; Syahbudin Hasibuan
JURNAL AGRIMANSION Vol 27 No 1 (2026): Jurnal Agrimansion April 2026
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v27i1.2054

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai tambah kopi gabah menjadi kopi dalam bentuk green bean. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Gung Pinto dan Desa Naman, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 2 petani green bean dan 69 orang petani gabah. Total sampel dalam penelitian ini berjumlah 71 orang. Penelitian menggunakan pendekatan mixed-method dengan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Metode analisis nilai tambah menggunakan pendekatan metode analisis Hayami dengan tujuan untuk menganalisis nilai tambah pengolahan kopi gabah menjadi green bean. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar petani masih menjual kopi dalam bentuk gabah, dengan pengolahan green bean yang masih sangat terbatas. Hasil analisis menunjukkan nilai output olahan yang dihasilkan sebesar Rp 70.909/kg, nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan kopi menjadi green bean sebesar Rp 16.962,09/kg dengan rasio 24%, yang menunjukkan adanya peningkatan nilai ekonomi pengolahan kopi gabah menjadi kopi green bean.
ANALISIS DISTRIBUSI KLOROFIL, NITROGEN, DAN KARAKTERISTIK DAUN SALAK SIDIMPUAN (Salacca sumatrana Becc.) BERDASARKAN POSISI DAUN DI KECAMATAN ANGKOLA BARAT Jumaria Nasution; Suswati; Syahbudin Hasibuan
Jurnal Sapta Agrica Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Sapta Agrica
Publisher : Universitas Nias Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sidimpuan salak (Salacca sumatrana Becc.) is a leading horticultural commodity in the Tapanuli region and is commonly cultivated under natural agroforestry systems beneath tree canopies. Leaf chlorophyll and nitrogen contents are important indicators of photosynthetic capacity and plant nutritional status, and their values may vary according to leaf position. This study aimed to analyze the distribution of chlorophyll, nitrogen, and leaf morphological characteristics of Sidimpuan salak based on leaf position (basal, middle, and apical) across three villages at different elevations, namely Sibakua Village (approximately 674 m above sea level), Hutakoje Village (approximately 550 m above sea level), and Sigumuru Village (approximately 470 m above sea level) in South Tapanuli Regency, North Sumatra, Indonesia. A total of 20 sample plants were selected from each location using purposive sampling. Chlorophyll and nitrogen contents were measured using a SPAD meter at the three leaf positions, while leaf area was calculated using the formula L = l × w × k (k = 0.7), where l represents leaf length and w represents leaf width. The data were analyzed using two-way analysis of variance (ANOVA), followed by Duncan's Multiple Range Test (DMRT). Location and leaf position had highly significant effects (p < 0.01) on chlorophyll and nitrogen contents, whereas their interaction was not significant. The highest chlorophyll and nitrogen contents were observed at the basal leaf position and gradually decreased toward the leaf apex. Among the study locations, the highest chlorophyll and nitrogen contents were recorded in Sigumuru, while the lowest values were found in Hutakoje. In contrast, the largest leaf area was observed in Hutakoje. The basal leaf position is therefore recommended as the most representative sampling position for assessing the chlorophyll and nitrogen status of Sidimpuan salak plants.
Biochar from Different Sections of Oil Palm Trunk Improves Biomass Accumulation and Nutrient Uptake in Pre-Nursery Oil Palm (Elaeis guineensis Jacq.) in Ultisol Media Ebsan Marihot Sianipar; Siti Mardiana; Syahbudin Hasibuan
JURNAL PEMBELAJARAN DAN BIOLOGI NUKLEUS Vol 11, No 1: Jurnal Pembelajaran Dan Biologi Nukleus March 2025
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpbn.v11i1.6932

Abstract

The production of high quality seedlings is dependent on soil as planting media. Application of biochar derived from oil palm trunk onto oil palm seedling  has been scarcely studied, especially on ultisol planting media. This research investigated the effect of oil palm trunk biochar on vegetative growth and nutrient uptake of belowground and aboveground tissues of oil palm (Elaeis guineensis Jacq) in ultisol pre-nursery planting media. Three types of oil palm trunk biochar derived from top, middle, and bottom section were used in this research. The application rates were 1, 2, 3 and, 4 % (w/w) during 12 weeks in  a green house. This experiment used a non factorial randomized complete block design with three replications. The addition of biochars derived oil palm trunk (OPT) amendment significantly increased stem diameter, plant height, root biomass, shoot biomass. The highest respon rasio (RRs) for root and shoot biomass was 0.40, and 0.55, respectively, recorded at 2% application rates. The highest increase of N, P, and K uptake for belowground and aboveground tissues were resulted from B3 (3 % biochar top section), B2 (2 % biochar top section), and B2 (2 % biochar top section) treatments, respectively. Overall, the addition of biochar derived top section OPT at 2 % (w/w) could enhance stem diameter, RRs plant biomass, N, P, K uptake of belowground and aboveground tissues. The addition of biochar OPT at 2 % (w/w) should be recommendation in order to used as rate of biochar OPT for ultisols ammendment in oil palm pre-nursery
PENGELOLAAN AGRO-EKOWISATA MANGROVE PANTAI TIMUR SUMATERA UTARA MENGGUNAKAN METODE KAUSAL LOOP uswatul hasan; Siti Mardiana; Syahbudin Hasibuan
Djtechno: Jurnal Teknologi Informasi Vol 5, No 3 (2024): Desember
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/djtechno.v5i3.5316

Abstract

Pengembangan dan pengelolaan agro-ekowisata mangrove pada kawasan pantai timur Sumatera Utara perlu mendapatkan perhatian serius, karena output pengelolaan yang diharapkan tidak hanya pada penguatan aspek ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan aspek ekologi dan sosial. Hal tersebut sesuai definisi The International Ecotourism Society (2005) yang menyatakan bahwa ekowisata adalah kegiatan wisata yang bertanggung jawab ke daerah-daerah alami dengan menjaga kelestarian lingkungan alam dan meningkatkan kesejahteraan penduduk setempat. hasil identifikasi isu pengembangan model, ada empat isu potensi permasalahan pokok, yaitu adanya potensi dampak terhadap fungsi konservasi hutan mangrove pantai timur Sumatera Utara berupa pencemaran; adanya pengelolaan belum optimal, sehingga tingkat pelayanan jasa wisata rendah; kemampuan sumberdaya manusia pengelola belum memadai; dan manajemen pemasaran belum optimal. Model yang dikembangkan bertujuan untuk melihat peningkatan pendapatan (manfaat ekonomi) dan jumlah pengunjung dengan memperhatikan kualitas lingkungan (daya dukung) serta efisiensi penggunaan lahan. Adapun tindakan pengelolaan yang dilakukan pada model pengelolaan agro-ekowisata hutan mangrove adalah pengelolaan daya dukung lingkungan, peningkatan kapasitas asimilasi, dan konsekuensi biaya-biaya yang timbul akibat tindakan pengelolaan. Indikator keberhasilan pengelolaan adalah jumlah pengunjung, pendapatan pengelola dan masyarakat. Berdasarkan tindakan pengelolaan tersebut dikembangkan 4 skenario, yaitu bussines as usual (BAU), pro lingkungan, pro pengelola, dan pro masyarakat. Hasil simulasi model selama 10 tahun menunjukkan bahwa skenario pro lingkungan merupakan pengelolaan yang paling ideal karena indikator ekologi menunjukkan tingkat keberlanjutan yang ditandai dengan tidak terlampauinya daya dukung fisik kawasan sampai akhir simulasi pada tahun 2030. Kondisi ini berdampak pada jangka waktu pengelolaan kawasan wisata lebih lama dibandingkan dengan skenario lain. Hal yang lebih penting adalah dengan kualitas lingkungan yang baik, maka biaya-biaya yang timbul akibat kerusakan lingkungan bisa ditekan.Kata Kunci : Ekologi, Ekonomi, Model, Pengunjung
Co-Authors Abdul Rahman Abdul Rahman Afrinaldi Lubis Agung Jabar Nur Agus Ardi Agus Ardi Ahmad Rafiki Ahmad Rafiqi Tantawi Asmah Indrawati Astuti Kuswardani, Retno Bagus Arif Prabowo Budi Sakti, Anto Dohar Damanik, Kevin Aditya Dwika Karima Wardani E. Harso Kardhinata Ebsan Marihot Sianipar Efendi, Ihsan Ellen Lumisar Panggabean Eri Yusni Erwin Nyak Akoeb, Erwin Nyak Gusmeizal Gusmeizal Gustami Harahap Hadi Reka Utama, Muhamad Hadi Reka Utama, Muhamad Hafiz Marasoki Hamdani Hamdani Hasan, Uswatul Hasnudi, Hasnudi Hendra Herianto Gultom Hotma Siagian Ifan Aulia Candra Ifan Aulia Candra Ifan Aulia Candra Ifan Iif Rahmat Fauzi, Iif Rahmat Ilvira, Rika Fitri Indah Apriliya Jumaria Nasution Kevin Aditya Damanik Khairul Saleh Khoir, Fastabiqul Litna Nurjannah Ginting Lubis, Siti Asyah Maimunah Maimunah Maimunah Maimunah Maimunah, Maimunah Muhamad Hadi Reka Utama Muhammad Jusfar Simajuntak Nasution, May Sarah Novi Septiawati Pakpahan, Plawer Arimbi pane, dona syahraina Prizoise Nababan, Christolo Prizoise Nababan, Christolo Retna Astuti Kuswardani Rika Fitri Ilvira Riski Abdul Latif Rizal Aziz Rizal Hasan Harahap Rizky Hafrizany SP Saragih, Bahdan Siagian, Hotma Siagian, Hotma Simatupang, Bernat Simatupang, Bernat Simbolon, Zulfahmi Siregar, Tumpal H.S. Siregat, Akbar Siti Mardiana Siti Mardiana Siti Sabrina Salqaura Susilawati Hasibuan Suswati suswati suswati Suswati Suswati Syahputra, Candra Tarigan, Eva Elfriani Uswatul Hasan Yusniar Lubis Zesi Mardi Zulfahmi Simbolon Zulkarnain Lubis Zulkarnain Lubis