Claim Missing Document
Check
Articles

KONDISI AGROEKONOMI KARET RAKYAT DI KABUPATEN MANDAILING NATAL DAN ANALISIS KEBERLANJUTAN SYAHPUTRA, Candra; LUBIS, Zulkarnain; KARDHINATA, E. Harso; Siregar, Tumpal H.S.; LUBIS, Yusniar; HASIBUAN, Syahbudin; FAUZI, Iif Rahmat
Jurnal Penelitian Karet JPK: Volume 43, Nomor 2, Tahun 2025
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v43i2.1018

Abstract

Penelitian ini mengkaji kondisi agroekonomi karet rakyat di Kabupaten Mandailing Natal dan analisis keberlanjutannya. Penelitian ini dilakukan selama satu tahun dengan menggunakan metode Multidimensional Scaling (MDS) dan Structure Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kategori input, on-farm, off-farm, dan penunjang berpengaruh signifikan terhadap keberlanjutan sistem agribisnis karet. Selain itu, dimensi Ekologi, Ekonomi, Sosial, dan Teknologi memainkan peran penting dalam menjaga keberlanjutan industri karet. Temuan ini memberikan wawasan bagi para pemangku kepentingan untuk meningkatkan keberlanjutan dan kelayakan ekonomi dari usaha tani karet rakyat di Mandailing Natal.
A Identification of Potency and Restriction for Developing Torbangun Plant (Coleus amboinicus L.): Indonesia Kevin Aditya Damanik; Ifan Aulia Candra Ifan; Syahbudin Hasibuan
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 13 No 2 (2024): Agrifarm
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coleus amboinicus, dikenal secara lokal sebagai torbangun, merupakan tanaman perdu dari keluarga Lamiaceae yang memiliki batang tebal, daun hijau berbulu, dan aroma khas. Tanaman ini banyak digunakan dalam pengobatan tradisional untuk berbagai tujuan, termasuk meningkatkan produksi ASI dan mengatasi gangguan pencernaan. C. amboinicus memiliki potensi besar dalam pengembangan produk farmasi dan nutraseutikal berkat kandungan fitokimia aktif seperti flavonoid, fenolik, dan minyak esensial. Potensi pengembangan penelitian terletak pada eksplorasi lebih lanjut dari kandungan bioaktif tanaman ini dan mekanisme aksi terapeutiknya. Beberapa contoh pengembangan yang dapat dilakukan antara lain penelitian klinis mengenai efektivitas torbangun dalam terapi antimikroba, antikanker, serta efek imunomodulator. Selain itu, optimasi metode ekstraksi dan identifikasi komponen bioaktif yang lebih efisien juga merupakan area potensial untuk penelitian lanjutan. Namun, pengembangan C. amboinicus juga menghadapi beberapa hambatan, termasuk kurangnya data klinis yang mendukung keamanan penggunaan jangka panjang serta kendala dalam kultivasi massal di luar habitat aslinya. Penelitian yang lebih mendalam diperlukan untuk mengatasi tantangan ini, terutama dalam aspek agronomi, bioteknologi, dan formulasi produk yang sesuai dengan standar farmasi modern.