Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KESESUAIAN PENERAPAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK  TERHADAP STANDAR AKREDITASI BERDASARKAN MRMIK 10 DI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS SEBELAS MARET Bintang Salaam; Wahyu Ratri Sukmaningsih; Aries Widiyoko
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/6wha1c57

Abstract

Rumah sakit wajib memenuhi standar akreditasi untuk menjamin mutu dan keselamatan pasien, termasuk pengelolaan Rekam Medis Elektronik (RME) melalui elemen MRMIK 10. Di Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret, studi pendahuluan November 2025 menemukan RME dasarnya sesuai, namun ada kendala pada otoritas pengisian, hak akses informasi, dan keamanan data. Penelitian ini menganalisis kesesuaian RME terhadap standar akreditasi untuk mendukung transformasi digital. Tujuan penelitian mencakup analisis kesesuaian RME terhadap tiga aspek utama MRMIK 10 Otoritas pengisian rekam medis beserta isi/formatnya, Hak akses dalam pelepasan informasi serta Otentifikasi, keamanan, dan kerahasiaan data. Metode penelitian bersifat kualitatif deskriptif, dilakukan di RS UNS dengan melibatkan 4 informan, melalui wawancara mendalam, observasi, serta triangulasi sumber. Analisis data mengikuti reduksi, display, dan verifikasi. Hasil menunjukkan penerapan RME umumnya sesuai, yaitu role-based access untuk pengisian via SIMRS, verifikasi identitas, SOP untuk pelepasan informasi, serta login, log aktivitas, dan enkripsi untuk keamanan meski ada kendala seperti pembaruan format formulir, pelatihan tidak merata, dan kebijakan akses suboptimal. Kesimpulannya, RME di RS UNS mendukung standar akreditasi MRMIK 10 secara keseluruhan, dengan saran sosialisasi rutin, update formulir, dan penguatan kebijakan keamanan digital untuk perbaikan berkelanjutan.
Analisis Pengaruh Penerimaan Petugas Rekam Medis Terhadap Penggunaan Rekam Medis Elektronik di Rumah Sakit Indriati Solo Baru EVA AZZAHRA; Wahyu Ratri Sukmaningsih; Canggih Ajika Pamungkas
MEDIKA TRADA Vol 7 No 1 (2026): MEDIKA TRADA (JTEMP) Vol 7 No 1 (2026)
Publisher : LPPM POLBITRADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59485/jtemp.v7i1.191

Abstract

Electronic Medical Records are a health information system whose implementation is mandatory in all healthcare facilities in Indonesia in accordance with Minister of Health Regulation No. 24 of 2022. The success of EMR implementation is determined not only by the technology used but also by user acceptance of the system. This study aims to analyze the influence of medical records staff acceptance on the use of EMR at Indriati Solo Baru Hospital based on the Technology Acceptance Model (TAM) approach. The study used a quantitative method with a cross-sectional design. The study sample consisted of 45 medical records staff selected using total sampling. Data collection was conducted using a Likert-scale questionnaire and analyzed using the Chi-Square test and Fisher’s Exact Test. The results showed that the majority of respondents were female (62.2%), aged 20–30 years (71.1%), held a D3 degree (91.1%), and had 1–5 years of work experience (51.1%). EHR usage was in the optimal category for 25 respondents (55.6%). The analysis results showed that perceived benefits (sig. = 0.473), perceived ease of use (sig. = 1.000), and intention to use (sig. = 0.473) did not have a significant effect on RME usage. Meanwhile, attitude had a significant effect on RME usage (sig. = 0.037). It was concluded that attitude is a factor influencing RME usage at Indriati So Hospital.
Evaluasi Kepatuhan Petugas Pendaftaran Rawat Jalan dalam Penerapan Kebijakan Privasi Rekam Medis Elektronik di RSD K.R.M.T. Wongsonegoro Yosefina Palimirma Andrianto; Wahyu Ratri Sukmaningsih
VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vol. 4 No. 3 (2026): Juli : VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/vitamedica.v4i3.782

Abstract

RSD K.R.M.T Wongsonegoro has implemented Electronic Medical Records (EMR) in healthcare services. However, several issues related to data security are still encountered in its implementation, including the continued use of paper-based forms, staff practices that may compromise account confidentiality, errors in patient data entry, and system disruptions affecting data availability. This study aimed to evaluate the compliance of Outpatient Registration Officers with the Electronic Medical Record privacy policy based on three main aspects of information security: privacy, integrity, and availability. This study employed a qualitative method with a descriptive approach. Data were collected through in-depth interviews with Outpatient Registration Officers and direct field observations. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing using triangulation of interview and observation results. The results showed that, in terms of privacy, officers understood the importance of maintaining data confidentiality and used personal accounts; however, practices such as recording usernames were still found, which may pose security risks. Regarding integrity, officers generally followed data entry procedures and performed data verification, although accuracy was not always consistent during periods of high workload. In terms of availability, the EMR system supported healthcare services, but system disruptions still occurred and hindered access to patient data. It can be concluded that staff compliance with EMR data security policies was generally good but not yet optimal. Therefore, improvements in supervision, staff compliance, and system reliability are needed to enhance data security and service quality.
Analisis Faktor Ketepatan Pengembalian Berkas Rekam Medis Rawat Inap di RSKIA PKU Muhammadiyah Kotagede Yogyakarta Vhita Shary Anggraini; Sri Suparti; Wahyu Ratri Sukmaningsih
Vitalitas Medis : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 3 No. 3 (2026): Juli: Vitalitas Medis : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/vimed.v3i3.3291

Abstract

Delays in returning inpatient medical record documents may disrupt the continuity of services in the medical records unit, particularly in data processing, information retrieval, and healthcare service delivery. This study aimed to evaluate the effects of staff workload, the completeness of medical record documents, and the implementation of Standard Operating Procedures (SOPs) on the timeliness of returning inpatient medical record documents. This research employed a qualitative method with a descriptive approach. The informants consisted of five ward nurses, while observations were conducted on 100 inpatient medical record documents. The findings revealed that 62% of the medical record documents were returned late. Most informants (60%) stated that excessive workload was the primary obstacle, while 57% of the medical record documents were incomplete and 60% of the informants had not fully implemented the SOPs. These results indicate that high workload, incomplete medical record documentation, and inadequate implementation of SOPs are the main factors affecting the timely return of inpatient medical record documents. Therefore, improving compliance with SOPs, optimizing workload management, and strengthening supervision of document completeness are essential to enhance the quality and efficiency of medical record services.
Transformasi Digitalilasi Posyandu: Mobile Apps Posyandu Menggunakan Glide Apps Wahyu Wijaya Widiyanto; Irmawati Mathar; Wahyu Ratri Sukmaningsih
Indonesian Journal of Health Information Management Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/ijhim.v3i1.95

Abstract

Posyandu adalah suatu Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) dimana pelayanannya dilaksanakan dari, oleh, dan untuk masyarakat. Posyandu Mawar I Plombon Mojolaban, tertelak di Desa Plumbon, RT 03 RW 10 Mojolaban, Sukoharjo. Posyandu Mawar I Plumbon Mojolaban memiliki 7 kader yang mengurus jalannya kegiatan posyandu. Posyandu Mawar 1 Plumbon Mojolaban merupakan Posyandu khusus balita, selama ini pencatatan dan pelaporan Posyandu masih dilakukan secara manual dengan menggunakan lembar formulir yang diberikan oleh bidan desa. Proses pencatatan dan pengolahan data masih dilakukan secara manual menggunakan tulisan tangan sehingga berisiko adanya salah tulis, mudah sobek, dan kurang jelas tulisannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sistem pencatatan dan pelaporan yang digunakan di Posyandu Mawar I Plumbon Mojolaban dan membuat perancangan sistem informasi pencatatan yang dibutuhkan di Posyandu Mawar I Plumbon Mojolaban. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan metode System Development Life Cycle (SDLC) dengan model Waterfall. Informan dalam penelitian ini adalah kader Posyandu Mawar I Plumbon, Mojolaban. Hasil penelitian ini berupa aplikasi pencatatan data balita yang dibuat menggunakan Glide Apps dengan uji black box secara fungsional sukses.
Short-Term Changes in Anemia Prevention Knowledge, Attitudes, and Practices After Community-Based Health Education Among Adolescent Girls Wahyu Ratri Sukmaningsih; Anggraini Luthfiyyah Syarry Handoko; Dyah Ayu Pitaloka
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 17 No. 2 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM)
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/jikm.2026.17.2.255-266

Abstract

Adolescent girls' anemia continues to be a significant public health concern despite ongoing iron supplementation and screening programs. Health education may improve knowledge, attitudes, and preventive practices pertaining to preventing anemia. The purpose of this study was to assess changes in knowledge, attitudes, and preventive practices among adolescent girls following a health education program supported by leaflets and posters. A pre-experimental one-group pretest-posttest study was conducted from May to June 2026 among 100 female participants aged 17-20 years who were active members of Karang Taruna “Tunas Mekar” in Gondangrejo District, Karanganyar Regency, Indonesia. All eligible members were included through total sampling. Participants completed a validated and reliable questionnaire immediately before the intervention and seven days afterward. Paired scores were analyzed using the Wilcoxon signed-rank test, and effect sizes were calculated as r = Z/√N. Following the intervention, median knowledge, attitude, and preventive-practice scores increased from 10 (IQR 8-12) to 13 (IQR 12-14), 28 (IQR 25-31) to 33 (IQR 31-36), and 6 (IQR 5-7) to 8 (IQR 7-9), respectively. There were notable variations between the pre-test and post-test results for knowledge, attitudes, and preventive practices (all p < 0.001), with moderate effect sizes (r = 0.394-0.411). Short-term improvements in knowledge, attitudes, and self-reported preventive practices were observed following the health education program. These findings suggest that leaflet- and poster-assisted health education may be a practical component of community-based anemia prevention programs; however, long-term efficacy must be confirmed by controlled studies with extended follow-up
Determinants of Outpatient Satisfaction Based on Health Service Quality Dimensions in Primary Health Care Wahyu Ratri Sukmaningsih; Wahyu Wijaya Widiyanto; Meldha Ayu Subekti; Joaquim Gregório de Carvalho
Jurnal Infokes Vol 16 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/bmrw4f15

Abstract

Primary health care performance is closely linked to patient satisfaction, which reflects the extent to which services meet patient expectations. This study aimed to identify the determinants of outpatient satisfaction based on health service quality dimensions at Puskesmas Simo, Boyolali. A cross-sectional analytical observational design was applied involving 100 outpatient respondents selected through convenience sampling. Data were collected using a validated and reliable structured questionnaire and analyzed using univariate, bivariate, and multivariate logistic regression methods. Results showed that the majority of respondents rated service quality positively across all SERVQUAL dimensions, with 90% reporting satisfaction. Multivariate analysis revealed that four dimensions of reliability (OR = 6,08), responsiveness (OR = 4,20), assurance (OR = 2,66), and empathy (OR = 5,09) significantly influenced outpatient satisfaction (p < 0,05), whereas tangibles did not (p = 0,220). Reliability was the strongest determinant, indicating that patients perceiving consistent, timely, and accurate services were more than six times likely to report satisfaction. These findings highlight that non-physical aspects of service quality, including interpersonal interactions and service process effectiveness, are more decisive than physical infrastructure in determining patient satisfaction. Strengthening staff competencies, ensuring standardized procedures, and promoting patient-centered care are recommended to enhance service quality in primary health care.
ANALISIS PENYEBAB PENDING KLAIM BPJS KESEHATAN PELAYANAN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS) Tiara Putri Maharani; Wahyu Ratri Sukmaningsih; Ahmad Sunandar
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 3 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/zc1d6k02

Abstract

Keterlambatan klaim BPJS Kesehatan untuk layanan rawat inap dapat menyebabkan keterlambatan pembayaran dan mengganggu arus kas rumah sakit. Di Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret (UNS), keterlambatan klaim dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti pelatihan staf, SOP klaim, dan kelengkapan dokumen. Studi ini bertujuan untuk menganalisis penyebab keterlambatan klaim BPJS Kesehatan untuk layanan rawat inap di Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret (UNS) pada tahun 2025. Studi ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari empat anggota staf dengan teknik pengambilan sampel case-mix. Objek penelitian adalah berkas klaim rawat inap yang tertunda dari kuartal keempat tahun 2025. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan klaim BPJS Kesehatan belum dilakukan secara rutin, SOP klaim belum diperbarui sesuai dengan sistem digital, dan dokumen administrasi dan medis yang tidak lengkap, serta ketidaksesuaian dalam pengkodean diagnosis dan pengobatan, masih ditemukan, yang menyebabkan keterlambatan klaim. Studi ini menyimpulkan bahwa keterlambatan dalam klaim rawat inap BPJS Kesehatan dipengaruhi oleh pelatihan staf yang kurang optimal, SOP yang tidak lengkap, dan berkas klaim yang tidak lengkap.
FAKTOR THEORY OF PLANNED BEHAVIOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN ANJUNGAN PENDAFTARAN MANDIRI DI PUSKESMAS Rifana Annindheta Risnandi; Wahyu Ratri Sukmaningsih; Edy Susena
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 3 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/7tr0kt36

Abstract

Penggunaan teknologi informasi melalui mesin Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM) diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pelayanan pasien rawat jalan, namun penggunaannya di Puskesmas Sambi Boyolali masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis penggunaan mesin APM berdasarkan Theory of Planned Behavior (TPB) yang meliputi sikap perilaku, pengaruh sosial, dan kontrol perilaku. Penelitian menggunakan metode kuantitatif analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 400 responden dengan teknik accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menggunakan mesin APM (88,75%). Terdapat hubungan signifikan antara sikap perilaku, pengaruh sosial, dan kontrol perilaku dengan penggunaan mesin APM (p=0,000). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa sikap perilaku merupakan faktor paling dominan yang memengaruhi penggunaan mesin APM dengan nilai Exp(B)=9,466. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa sikap perilaku, pengaruh sosial, dan kontrol perilaku berhubungan signifikan dengan penggunaan mesin APM pada pasien rawat jalan di Puskesmas Sambi Boyolali. Dan sikap perilaku menjadi faktor paling dominan yang memengaruhi penggunaan mesin APM.
ANALISIS FAKTOR KELENGKAPAN PENGISIAN INFORMED CONSENT PASIEN BEDAH RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BUNG KARNO KOTA SURAKARTA Rheina Arfiandita; Wahyu Ratri Sukmaningsih; Aries Widyoko
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 3 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/yeq5qx06

Abstract

Kelengkapan pengisian informed consent merupakan salah satu indikator mutu pelayanan rekam medis di rumah sakit. Ketidaklengkapan pengisian informed consent dapat berdampak pada aspek administrasi, mutu pelayanan, keselamatan pasien, serta perlindungan hukum bagi tenaga kesehatan dan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelengkapan pengisian informed consent pasien bedah rawat inap serta faktor yang memengaruhinya berdasarkan Theory of Planned Behavior di Rumah Sakit Umum Daerah Bung Karno Kota Surakarta. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sampel penelitian sebanyak 300 dokumen informed consent pasien bedah rawat inap yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi menggunakan checklist dan wawancara mendalam terhadap Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP), Profesional Pemberi Asuhan (PPA), dan kepala ruang rekam medis. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan pendekatan Theory of Planned Behavior yang meliputi attitude toward the behavior, subjective norm, dan perceived behavioral control. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelengkapan pengisian informed consent masih belum mencapai standar ideal 100%. Review autentifikasi memiliki tingkat kelengkapan tertinggi sebesar 96,23%, sedangkan review identifikasi memiliki tingkat ketidaklengkapan tertinggi sebesar 33%. Faktor yang memengaruhi kelengkapan pengisian informed consent meliputi sikap positif tenaga kesehatan terhadap pentingnya informed consent, adanya dorongan dari pimpinan dan rekan kerja, serta hambatan berupa tingginya beban kerja, keterbatasan waktu pelayanan, dan sistem pengisian yang masih manual. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa kelengkapan pengisian informed consent masih perlu ditingkatkan melalui evaluasi rutin, sosialisasi, monitoring, serta penerapan sistem reward and punishment guna meningkatkan kepatuhan tenaga kesehatan dalam pengisian dokumen rekam medis.
Co-Authors Agus Ahmad Arifin AGUSTI DEKY MAHENDRA PUTRA Agustyarum Pradiska Budi Ahmad Sunandar Ahmad Sunandar Ahmad Sunandar Aisyah Zakiyah Darojat Anggraini Luthfiyyah Syarry Handoko Anita Marsyahada Apoina Kartini Aprilia Trisiya Dewi Aries Widiyoko Aries Widyoko Arifin, Agus Ahmad Arisna, Arisna Aryawan Eka Syahputra Astrianda, Veita Awali'ah, Salsabilla Isro'atul Aztiza, Zahra Anggra Bintang Salaam Canggih Ajika Pamungkas Darmawan, Septa Aulia Deby Davista Dessy Lucia Irawati Devia Eka Permatasari, Devia Dhea Mei Safitri Dyah Ayu Pitaloka Edy Susena Elisabrina, Diyah EVA AZZAHRA Faisal, Muhamad Zidan FATIMAH, Lina Nur Fauziah Kurnia Permatasari Fauziah, Nurlita Frestiany Regina Putri Habibi, Musta'inul Handoko, Anggraini Luthfiyyah Syarry Hanifah, Mutiara Nur Husna Sarirah Husin Husna Sarirah Husin Iswari Septiana Nindi Wulandari Iswari Septiana Nindi Wulandari Joaquim Gregorio de Carvalho Kurniasari, septiana Vivi Kurniawan, Adhitya Wahyu Kusumawati, Pingki Dwi Licia, Rizka Lina Nur FATIMAH Maria Ervina Damaranti Mathar, Irmawati Meldha Ayu Subekti Muhadzib, Naufal Mukaromah, Maulina Munawwarah Munawwarah, Munawwarah Mutiara Nur Hanifah Nadilla Putri Melisa Nadilla Putri Melisa Nina Arifah Novia Novratilova, Sinta Permatasari, Fauziah Kurnia Perwirani, Resia Pingki Dwi Kusumawati Pitaloka, Dyah Ayu Prayoga, Dina Ayu Putri, Wella Niki Rafinda Sinta Sani Ratna Sabilla - Regina Putri, Frestiany Resia Perwirani Resia Perwirani Rheina Arfiandita Rifana Annindheta Risnandi Rizka Licia Rizka Licia Rizka Licia Rohmiyati, Sri Salsabilla Isro'atul Awali'ah Saputro, Bayu Ageng Setyawati, Zakiya Murni Shavitri Chandriani Shodiq Nurfalah Nurfalah Sri Achadi Nugraheni Sri Suparti Sri Suparti SRI WULANDARI Sri Wulandari Tiara Putri Maharani Vhita Shary Anggraini Wahyu Wijaya Widiyanto, M.Kom Wibowo, Lucky Nurcahya Widiyanto, Wahyu Wijaya Wulandari, Novita Sri Yosefina Palimirma Andrianto Zahra Zahra