Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PENAMBAHAN 14-16 wt.% NI PADA KOMPOSIT MG-NI HASIL PROSES BALL MILLING TERHADAP KARAKTERISTIK PENYERAPAN HIDROGEN Dwi Rahmalina; Reza A Rahman; Agri Suwandi; Gallang Hananto; Dwi A Rillianto
Jurnal Teknologi Vol 12, No 2 (2020): Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jurtek.12.2.93-98

Abstract

Pengembangan Thermal Energy Storage (TES) sebagai teknologi menyimpan energi panas untuk penghematan sumber daya listrik dapat ditingkatkan melalui optimasi komposisi material penyimpan panas. Logam magnesium merupakan material yang menjanjikan untuk digunakan sebagai media penyimpanan hidrogen dengan kapasitas tinggi dan biaya operasional yang efektif. Penelitian ini mengembangkan komposit Mg-Ni dengan variasi Ni untuk meningkatkan kemampuan penyerapan hidrogen. Serbuk Magnesium dengan ukuran 63 mikron diberikan penambahan Nikel dengan variasi 14, 15 dan 16 wt.% menggunakan proses ball milling dengan kecepatan 1000 rpm selama 3 dan 5 jam. Komposit Mg-Ni selanjutnya dilakukan pengukuran ukuran butir dan pengujian volumetrik dengan metode gravimetrik untuk mengetahui kemampuan penyerapan hidrogen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan Nikel sejumlah  16 wt.% di dalam logam magnesium mampu menaikkan temperature dari magnesium hydride. Serbuk komposit hasil proses memiliki hidrogenasi unggul dan waktu penyerapan hidrogen relatif singkat dengan waktu ball-milling selama 5 jam.
ANALISIS KINERJA REFUSE DERIVED FUEL (RDF) DARI SAMPAH ORGANIK DAN NON ORGANIK DENGAN PENDEKATAN SIMULASI SOFTWARE Eka Maulana; Agri Suwandi; Dwi Rahmalina; La Ode Mohammad Firman; Budhi M. Suyitno; Dhidik Mahandika
Jurnal Teknologi Vol 13, No 1 (2021): Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jurtek.13.1.109-114

Abstract

Penumpukan sampah di Kabupaten Tegal terus meningkat setiap tahunnya sehingga TPA Panujah idak sanggup lagi menampung seluruh sampah di Kabupaten Tegal dan dari data Badan Pusat Statistik didapatkan produksi sampah Kabupaten Tegal sebesar 676,5 ton/hari hanya bisa terangkut 41% atau 282,75 ton/hari saja. Oleh karena itu diperlukan pengolahan sampah terpadu dengan memanfaatkan sampah perkotaan, salah satunya dengan teknologi pirolisis yang dapat mengkonversi sampah plastik menjadi bahan bakar minyak. Sampah di Kabupaten Tegal terdiri 17,6%; kayu 3%; kain 1,93%; karet/kulit 1,55%; plastik 30,25%; metal/logam 2,4%; gelas/kaca 1,06%; organik 38,46%; dan sampah lain-lain 2,75%. Sampah kain, kayu, karet/kulit, kertas dapat berpotensi menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) yang digunakan untuk bahan bakar alat pirolisis. Berdasarkan permasalah tersebut, maka dilakukan penelitian tentang RDF. Tulisan ini membahas tentang analisis kinerja RDF dari sampah organik dan non organik menggunakan metode pendekatan simulasi software. Hasil simulasi yang dilakukan bahwa, bahan baku RDF dengan kayu, kain, karet/kulit, dan kertas menghasilkan nilai kalor yang lebih tinggi, laju aliran panas yang lebih cepat serta distribusi temperatur yang lebih merata dari RDF dengan nilai kalor perhitungan teroritis.
Pengaruh Proses Penuaan untuk Meningkatkan Kekerasan Material Komposit Matriks Aluminium Erlanda Augupta Pane; Hendri Sukma; Dwi Rahmalina; Aditya Gantina
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Volume IV Nomor 1, April 2018
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1375.985 KB) | DOI: 10.36055/fwl.v1i1.3098

Abstract

Komposit matriks aluminium berpenguat partikel keramik telah banyak dikembangkan untuk berbagai aplikasi komponen, karena ringan dan mempunyai sifat mekanis yang baik. Peningkatan sifat mekanis komposit, khususnya kekerasan, dapat dilakukan dengan proses perlakuan panas dengan pengaturan parameter proses penuaan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh parameter proses penuaan yang tepat sehingga dapat menghasilkan peningkatan kekerasan pada material komposit matriks aluminium berpenguat alumina (Al2O3). Komposit dibuat dalam bentuk plat melalui proses pengecoran squeeze casting, dengan material matriks Al-3Si-9Zn-6Mg berpenguat partikel alumina (Al2O3) dengan fraksi volume alumina 10 %. Proses perlakuan panas diawali dengan proses laku pelarutan dan dilanjutkan dengan proses penuaan (aging) dengan memvariasikan temperatur dan waktu. Proses penuaan dilakukan pada temperatur 140⁰C, 180⁰C dan 200⁰C, selama 2 jam, 4 jam dan 6 jam.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan komposit matriks aluminium berpenguat alumina sangat tergantung pada temperatur dan waktu aging.Temperatur aging 180⁰C dan waktu aging 6 jam menghasilkan nilai kekerasan yang paling tinggi yaitu sebesar 74 HRB.
PENINGKATAN KEKERASAN PERMUKAAN MATERIAL KOMPOSIT MATRIKS ALUMINIUM MELALUI PROSES THERMAL SPRAYED COATING Hendri Sukma; Dwi Rahmalina; Dedy Salam
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan material komposit matriks aluminium berpenguat partikulat banyak dilakukan untuk berbagai aplikasi komponen karena berat jenisnya yang ringan serta performa yang baik seperti kekuatan tinggi, kekerasan tinggi, sifat tahan aus dan koefisien ekspansi panas rendah.  Untuk aplikasi komponen otomotif atau kendaraan tempur, dibutuhkan material yang tahan aus dengan kekerasan permukaan yang tinggi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencapai kebutuhan tersebut adalah dengan proses pengerasan permukaan  melalui metode coating yaitu proses pelapisan permukaan suatu material dengan membentuk permukaan baru atau memodifikasi permukaan. Penelitian ini difokuskan pada proses thermal spray coating untuk meningkatkan kekerasan pada material komposit matriks aluminium Al-3Si-9Zn-6Mg berpenguat 10% alumina (Al2O3). Metode yang digunakan adalah High Velocity Oxy-Fuel (HVOF) dengan variasi komposisi material coating yaitu 88WC-12Co, 83WC-17Co dan 86WC-10Co4Cr. Hasil pengujian kekerasan pada pelat komposit menunjukkan peningkatan nilai kekerasan dibanding material tanpa coating yang memiliki kekerasan 39 HRB. Penggunaan material coating 88WC-12Co menghasilkan nilai kekerasan 71 HRB, untuk material coating 83WC-17Co nilai kekerasan 57 HRB, dan untuk material coating 86WC-10Co4Cr didapat nilai kekerasan 87 HRB. Untuk material coating tanpa unsur Cr, semakin banyaknya unsur Co maka nilai kekerasan akan semakin kecil. Sedangkan material coating dengan kandungan unsur Cr sebesar 4% menghasilkan nilai kekerasan yang paling tinggi yaitu 87 HRB.Kata kunci : Coating, HVOF, komposit matrik alumunium, kekerasan.
PERAN PENGUAT PARTIKEL ALUMINA DAN SILIKON KARBIDA TERHADAP KEKERASAN MATERIAL KOMPOSIT MATRIKS ALUMINIUM Hendri Sukma; Rini Prasetyani; Dwi Rahmalina; Rizal Imanuddin
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komposit matriks aluminium berpenguat partikulat banyak dikembangkan untuk aplikasi komponen otomotif dan kendaraan taktis militer, karena mempunyai berat jenis yang lebih ringan dibanding logam ferrous serta memiliki performa yang baik seperti kekuatan tinggi, kekerasan tinggi, sifat tahan aus dan koefisien ekspansi panas rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan material komposit matriks aluminium berpenguat alumina (Al2O3) dan silicon karbida (SiC) yang memiliki sifat mekanis yang paling baik. Komposit dibuat dari matriks Al-3Si-9Zn-6Mg berpenguat partikel alumina (Al2O3) dan silikon karbida (SiC), dengan variasi fraksi volume alumina 10% tanpa tambahan SiC, serta dengan penambahan SiC 5% dan 10%. Proses pengecoran dilakukan dengan metode squeeze casting. Hasil pengujian menunjukkan bahwa komposit dengan penguat alumina tanpa silicon karbida memiliki kekerasan yang paling tinggi yaitu rata-rata sebesar 60,28 HRB, dengan harga impak 0.0383 J/mm2. Dengan penambahan silicon karbida 5 % didapat nilai kekerasan yang lebih rendah yaitu 43 HRB dengan harga impak tetap 0.0383 J/mm2, serta untuk penambahan silicon karbida 10% didapat nilai kekerasan 41,8 HRB dengan harga impak 0.0638 J/mm2. Tidak terjadinya peningkatan kekerasan material komposit alumina dengan penambahan penguat silicon karbida ini disebabkan karena ketidaksempurnaan dalam proses peleburan dan pengecoran, dimana partikel silikon karbida sangat sulit bercampur secara merata dengan aluminium dan alumina. serta timbulnya cacat porositas (void) akibat dari masih terdapatnya udara yang terperangkap di dalam material coran yang tidak sepenuhnya terbuang pada saat proses degassing. Dari analisa struktur mikro terlihat partikel SiC tidak tersebar secara merata dan cenderung untuk mengumpal di satu tempat.
IbM: PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK SEBAGAI KERAJINAN TANGAN DI KELURAHAN SRENGSENG SAWAH JAGAKARSA JAKARTA SELATAN Siti Rohana Nasution; Dwi Rahmalina; Bambang Sulaksono; Carla Olyvia Doaly
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jitiuntar.v6i2.4119

Abstract

Permasalahan sampah menjadi problema klasik yang selalu dihadapi oleh penduduk terutama di wilayah Srengseng Sawah Jagakarsa. Karena kuantitas maupun tingkat bahayanya, sampah terutama sampah plastik yang tersusun dari bahan kimia sukar diuraikan sehingga berbahaya bagi lingkungan, untuk itu perlu dilakukan pengolahan sampah untuk mengubah sampah plastik menjadi kerajinan yang memiliki nilai jual dan estetika. Metode yang digunakan dalam program pemanfaatan limbah plastik sebagai kerajian adalah survey analisis situasi dan pelaksanaan penyuluhan dan pelatihan. Implemetasi hasil proses pengolahan sampah yang berasal dari kemasan plastik menjadi kerajinan tangan di Kelurahan Srengseng Sawah dilakukan untuk meningkatkan kreatifitas serta keterampilan warga terutama ibu-ibu rumah tangga, pemuda pengangguran dan anak-anak yang putus sekolah. Selain itu juga dapat meminimalisir pencemaran lingkungan sehingga warga Kelurahan Srengseng Sawah dapat lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Melalui pelatihan dan pendampingan pembuatan kreasi pemanfaatan sampah yang berasal dari kemasan plastik warga lebih punya pengetahuan mengenai peluang usaha yang dapat tercipta melalui kreatifitas dan keterampilan tersebut agar tingkat ekonomi warga Kelurahan Srengseng Sawah menjadi lebih tinggi.
Optimasi Rasio Konsentrasi Dish Engine Menggunakan Metode Root Cause Analysis Agri Suwandi; Teguh Prastyo; Dwi Rahmalina
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 6, No 1: June 2021
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v6.i1.2021.109-114

Abstract

Pemanfaatan teknologi concentrated solar power di Indonesia memiliki peluang yang tinggi karena potensi panas matahari di Indonesia yang ideal. Model dish engine dari concentrated solar power memiliki banyak kelebihan, khususnya terkait dari efisiensi yang tinggi, rasio konsentrasi yang paling tinggi, serta dimungkinkannya untuk penggunaan mandiri. Terlepas dari berbagai kelebihan tersebut, teknologi dish engine masih sebatas tahap prototipe belum mencapai tahap implementasi skala besar. Tantangan utamanya adalah capaian rasio konsentrasi yang lebih rendah dari teori. Penelitian ini bertujuan menggunakan root cause analysis yang digabungkan dengan Design Failure Mode Effect Analysis (DFMEA) dan Expanded Failure Mode Effect Analysis (EFMEA) untuk menemukan penyebab utama dari masalah utama terkait dengan desain dish engine. Permasalahan tersebut disebabkan oleh posisi mesin stirling pada desain dish engine yang dikembangkan memiliki banyak kelemahan, khususnya terkait area bayangan yang membuat rasio konsentrasi di bawah 0,99. Hasil kajian menunjukkan bahwa shading area merupakan masalah inti dari rendahnya rasio konsentrasi pada dish engine yang dikembangkan. Sebagai solusi, model desain alternatif adalah dengan menggunakan model indirect receiver. Model indirect receiver mampu meminimalkan area bayangan pada concentrator dan membuat nilai rasio konsentrasi mencapai 0,992. Penerapan model indirect receiver mampu menurunkan kerugian energi akibat adanya bayangan dari 6811 kWh menjadi 4086,4 kWh.
Desain Gating System dan Parameter Proses Pengecoran untuk Mengatasi Cacat Rongga Poros Engkol Kadarisman Syah; Djoko W. Karmiadji; Dwi Rahmalina
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 2, No 1: June 2017
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v2.i1.2017.55-62

Abstract

Teknologi pengecoran logam merupakan salah satu metode yang sering digunakan dalam sektor industri pengolahan logam. Pada proses pengecoran poros engkol menggunakan besi cor nodular (FCD 700) juga terkadang timbul cacat pengecoran, salah satunya adalah cacat penyusutan (macro shrinkage). Cacat penyusutan terjadi karena rongga atau lubang yang terbentuk akibat pengecilan volume ketika logam mengalami pembekuan. Pada saat proses pembekuan logam, tiap bagian coran yang berbeda bentuknya atau dimensinya memiliki kecepatan pembekuan yang berlainan. Pada umumnya, cacat penyusutan terjadi pada bagian yang paling tebal dengan laju pembekuan yang paling lambat dan daerah cacat biasanya dikelilingi oleh krital-kristal dendrite yang terjadi pada saat pembekuan logam. Salah satu solusi untuk mendapatkan produk poros engkol yang  bebas dari cacat penyusutan adalah dengan melakukan optimasi desain gating system. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain yang dibuat masih menghasilkan cacat berupa rongga penyusutan. Hal ini terjadi karena belum optimalnya desain sistem saluran yang telah digunakan.
Rancang Bangun Bed Storage untuk Thermal Energy Storage Berbasis Parafin dan Serbuk Besi Agri Suwandi; Zulfikar Sjarief; Dwi Rahmalina; Reza Abdu Rahman
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 6, No 1: June 2021
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v6.i1.2021.163-174

Abstract

Thermal Energy Storage (TES) dimanfaatkan sebagai media penyimpanan panas untuk sistem concentrated solar power, solar heater, dan thermal management system pada kendaraan ringan. Tantangan dari aplikasi TES adalah desain dari bed storage yang digunakan harus memenuhi fungsi dasar yakni proses perpindahan panas saat charging dan discharging serta mampu menyimpan panas dengan kerugian panas yang sedikit. Pada penelitian ini, bed storage untuk TES didesain guna memenuhi fungsi sebagai media penyimpanan panas untuk aplikasi suhu rendah yakni 50-100°C. Material penyimpanan yang digunakan adalah campuran parafin dan serbuk besi dengan rasio massa 90:10. Penentuan fungsi menggunakan metode desain Pahl dan Beitz memberikan opsi penggunaan coil tube dengan material tembaga sebagai media perpindahan panas dan bed storage dengan bahan polimer termoplastik polyacetal. Hasil pengujian prototipe bed storage proses charging menunjukkan efisiensi perpindahan panas hingga 26,85% dengan koefisien perpindahan panas menyeluruh 21,422 W/m2.°C. Proses discharging menunjukkan performa yang efektif dengan karakteristik perpindahan panas optimal berdasarkan koefisien perpindahan panas yang tinggi. Pada penggunaan bahan polyacetal dan nilai konduktivitas termal rendah yakni 0,231 W/m.K menyebabkan laju kerugian panas yang sangat lambat hanya 2,924 W. Prototipe yang dibuat mampu memaksimalkan proses perpindahan panas di sisi material bed storage untuk fungsi charging dan discharging dan mampu menekan laju kerugian panas pada fungsi storing.
Proses Manufaktur Castors untuk Kebutuhan Hospital Equipment dengan Penambahan bubuk Grafit M. Muzaini; Annisa Puspa Mustika; Dwi Rahmalina; Susanto
Jurnal Teknologika Vol 10 No 1 (2020): Jurnal teknologika
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Wastukancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1172.969 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengurangi ketahanan material karena menghindari Pelepasan muatan Listrik Statis (ESD) pada produk kastor roda tempat tidur yang digunakan di rumah sakit, yang berdasarkan standar tahan anti statis ISO 228822: 2011 sebesar 105 Ω < 1.00 maka kemampuan proses rendah, sehingga perlu dilakukan komposisi material yang lebih optimal.Nilai kemampuan proses/Cpk = -0.49, berarti -0.49 < 1.00 maka kemampuan proses rendah, sehingga perlu dilakukan komposisi material. Sedangkan untuk penambahan serbuk karbok aktif nilai kemampuan proses /Cp = 0.16, berarti 0.16 < 1.00 maka kemampuan proses rendah, sehingga perlu dilakukan komposisi material yang lebih optimal. Nilai kemampuan proses/Cpk = -0.56, berarti -0.56 < 1.00 maka kemampuan proses rendah, sehingga perlu dilakukan komposisi material.