Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

A Review: Nanofiller for Chitosan Membrane in DMFC Application Muhammad Nur Alam
Hayyan Journal Vol. 2 No. 2 (2025): June
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/hayyan.v2i2.3401

Abstract

Chitosan, a biodegradable polysaccharide derived from chitin, is emerging as a sustainable, low-cost alternative to perfluorinated membranes (like Nafion®) in Direct Methanol Fuel Cells (DMFCs). However, pristine chitosan membranes suffer from low proton conductivity (~10⁻³ S/cm), excessive methanol crossover, limited thermal and oxidative stability, and poor mechanical strength. To address these challenges, significant attention has focused on reinforcing chitosan matrices with nanofillers—such as nanosilica, titanium dioxide (TiO₂), carbon nanotubes (CNTs), graphene oxide (GO), and sulfur- or phosphorous-doped nanoparticles—to tune hydrophilicity, proton transport pathways, and mechanical integrity.This review evaluates synthesis strategies, nanofiller types, and their concentration effects on key membrane properties. Fabrication techniques center on dispersion of nanofillers into chitosan–acid solutions, casting, drying, and crosslinking with agents like glutaraldehyde or tetraethyl orthosilicate (TEOS). Characterizations include SEM/TEM imaging for morphology, mechanical testing for tensile strength and elongation, proton conductivity via electrochemical impedance spectroscopy, methanol permeability assays, and thermal/oxidative resilience through TGA and Fenton’s reagent exposure.Findings demonstrate that silica and TiO₂ nanocomposites can elevate proton conductivity to ~10⁻² S/cm, while reducing methanol permeability to the order of 10⁻⁷ cm²/s. Conductive carbon nanofillers (CNTs, GO) introduced interconnected proton channels, further enhancing conductivity, though at potential cost to homogeneity.
Pemberdayaan Ibu-Ibu Pengusaha Abon Telur melalui Penerapan E-Commerce, Penguatan Manajemen Usaha, dan Legalitas di Kabupaten Bone Rahmat Hidayat; Mahmuddin Mahmuddin; Muhammad Nur Alam
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.509

Abstract

Usaha mikro kecil menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian lokal, termasuk usaha rumah tangga pengolahan abon telur di Kabupaten Bone. Mitra kegiatan ini menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan pemasaran yang hanya mengandalkan WhatsApp story, belum adanya pencatatan keuangan, serta lemahnya legalitas dan branding produk. Program pemberdayaan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas mitra melalui pemanfaatan e-commerce, pelatihan manajemen usaha, pengembangan desain kemasan, serta pendampingan pengurusan legalitas usaha. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, serta pendampingan berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterampilan mitra mengoperasikan e-commerce, pembukuan keuangan sederhana, pengemasan produk, serta pengurusan legalitas. Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) terutama tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dan tujuan 9 (Inovasi dan Infrastruktur). Dengan demikian, program ini mampu meningkatkan daya saing UMKM lokal, memberdayakan perempuan, serta memperkuat ekonomi masyarakat.  
Pemberdayaan ibu PKK melalui inovasi VCO dan nata de coco di Desa Pataro Kecamatan Herlang Kabupaten Bulukumba Netti Herawati; Muhammad Rakib; Muhammad Nur Alam; Subakir Salnus; Vika Puji Cahyani
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): Volume 8, No 1, Desember 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/4ksy0r78

Abstract

Desa Pataro, Kecamatan Herlang, Kabupaten Bulukumba memiliki komoditas kelapa yang belum dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok mitra. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas Kelompok PKK Desa Pataro dalam mengolah daging dan air kelapa menjadi produk bernilai tambah berupa virgin coconut oil (VCO) dan nata de coco, sekaligus memperkuat pengemasan, pelabelan, dan pengelolaan usaha. Program dilaksanakan selama delapan bulan pada tahun 2026 dengan melibatkan 20 peserta melalui tahapan sosialisasi, pelatihan dan praktik langsung, penerapan teknologi sederhana, pendampingan pengemasan dan pemasaran, serta evaluasi menggunakan pre-test, post-test, observasi, dan rekap indikator keberdayaan. Seluruh peserta mengikuti rangkaian pelatihan dan pendampingan. Mitra mampu mempraktikkan proses pembuatan VCO dan nata de coco serta menerapkan kemasan dan label produk. Skor rata-rata pengetahuan meningkat dari 40 pada pre-test menjadi 89 pada post-test. Rekap indikator program juga menunjukkan peningkatan level pengetahuan dan keterampilan pengolahan kelapa dari sekitar 20% menjadi 95%. Hasil ini menunjukkan bahwa transfer teknologi yang dipadukan dengan pendampingan manajerial dapat meningkatkan kapasitas teknis dan kesiapan usaha kelompok perempuan berbasis sumber daya lokal. Keberlanjutan program memerlukan standardisasi mutu produk, legalitas, dan pemantauan usaha secara berkala.