Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Technology-Based Digitalization of Islamic Religious Education: Digitalisasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Teknologi Suaidi, Suaidi; Faridi, Faridi; Sunarto, Sunarto
Halaqa: Islamic Education Journal Vol. 9 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/halaqa.v9i2.1734

Abstract

This study aims to analyze the implementation of digitalization in Islamic Religious Education (PAI) learning at SMA Muhammadiyah 9 Brondong within the context of educational transformation in the era of the Industrial Revolution 4.0 and the post-pandemic period. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through observation, in-depth interviews, and document analysis. The findings indicate that the school has adopted various digital platforms and online learning applications to support PAI instruction. The main challenges include limited infrastructure, low digital literacy among teachers and students, and unequal internet access. A distinctive finding of this study is the integration of Islamic values into digital media, which not only enhances religious understanding but also contributes to character formation in virtual learning environments. The theoretical contribution of this research lies in mapping a model of PAI digital learning that incorporates local wisdom and spiritual values within the framework of educational technology. Furthermore, the results show that digitalization significantly enhances learning effectiveness and student engagement. The study recommends strengthening digital infrastructure, providing continuous training for educators, and developing an adaptive and contextual digital-based PAI curriculum as a long-term development strategy. Highlights: Integration of Islamic values into digital learning. Addressing infrastructure and digital literacy gaps. Enhancing engagement through technology-based PAI learning. Keywords: Digitalization, Islamic Religious Education, Online Learning, Teacher Training, Student Engagement
Toward Ecological Justice: A Maqāṣid-Based Socioeconomic Analysis of Coastal Reclamation in Tapakerbau, Indonesia Taufiq, M.; Suaidi, Suaidi; Abdillah, Kudrat
Asy-Syir'ah: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum Vol 59 No 1 (2025)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajish.v59i1.1524

Abstract

This study investigates the academic challenge of reconciling economic development with ecological sustainability in the context of coastal reclamation in Tapakerbau, Sumenep, Indonesia—a process that has generated social conflict, environmental degradation, and distributive injustice. Utilizing the maqāṣid framework, the research employs a qualitative socio-legal methodology, incorporating in-depth interviews, field observations, and analysis of legal documents alongside a review of literature on Islamic environmental jurisprudence (fiqh al-bī'ah). The findings reveal that, despite the brief duration of the reclamation project, it resulted in initial ecological damage, restricted fishermen’s access to coastal resources, and reinforced the dominance of local political and economic elites. This study emphasizes the significance of environmental preservation (ḥifẓ al-bī'ah) as a fundamental objective within the framework of maqāṣid discourse, particularly in the context of contemporary ecological challenges. It highlights the imperative for coastal development models that are inclusive, participatory, and ecologically equitable. Practically, the Tapakerbau case provides a crucial lesson for environmental conservation in Indonesia, emphasizing the importance of addressing sustainable development and environmental justice issues.
MEMBANGUN EKONOMI UMAT SEBAGAI UPAYA MENGURANGI KESENJANGAN SOSIAL (STUDI KEPEDULIAN TERHADAP KEMISKINAN DALAM PELAKSANAAN SYARIAT ISLAM) Suaidi, Suaidi
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 6 (2025): Nopember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam agama universal mampu menjawab segala persoalan yang dihadapi oleh manusia, Islam bukan sekedar tuntunan untuk mengenal dan melaksanakan pengabdian kepada Tuhan, akan tetapi Islam juga memberikan jalan terbaik untuk kebutuhan manusia. Syariat yang ditetapkan dalam Islam yang semestinya dilaksanakan oleh ummat manusia bukan hanya bentuk ibadah atau pengabdian yang bersifat vertikal seperti sholat dan puasa, akan tetapi ada bentuk ibadah yang wajib dilaksanakan khusus bagi umat yang memiliki kemampuan harta seperti ibadah zakat dan ibadah haji, kedua bentuk ibadah ini termasuk dalam struktur rukun Islam yang saling berhubungan, memiliki kedudukan sama akan tetapi dalam pelaksanaannya menunjukkan mengelompokan status kepemilikan harta. Bagi yang tidak memiliki harta sesuai dengan takaran nishob gugur kewajibannya untuk melaksanakan rukun yang ditandai dengan kepemilikan harta seperti haji dan zakat. Dengan demikian, bahwa Islam mengajarkan agar ummat manusia memiliki kekayaan yang maksimal, bahkan dalam kondoisi tertentu Nabi Muhammad Saw menjelaskan bahwa ummat muslim yang kuat itu lebih baik dari umamat muslim yang lemah. Artinya, bahwa memiliki kekuatan ekonomi (harta) sebagai tanda bahwa ummat dimaksud mampu melaksanakan semua ketentuan syariat termasuk menunaikan zakat dan melaksanakan ibadah haji. Peneliatian ini akan memberikan konstribusi terhadap bagaimana perhatian Islam terhadap kepemilikan harta sebagai upaya melaksanakan perintah syariat Islam secara sempurna.
Pengembangan Instrumen Minat Belajar Mahasiswa dalam Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam: Studi Semester 1 Ganjil 2024, Prodi AP Fisip Untirta Maisaroh, Ima; Framanik, Naniek Afrilla; Abdurohim, Abdurohim; Suaidi, Suaidi; Suja'i, Suja'i
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 3 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i3.2557

Abstract

Penelitian ini dibuat untuk mengembangkan instrumen minat belajar mahasiswa dalam mata kuliah pendidikan agama Islam. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (research and design). Sumber data menggunakan data primer. Pengumpulan data menggunakan angket sebanyak 38 pernyataan dengan 3 aspek penilaian, yaitu aspek afektif, aspek kognitif, dan aspek perilaku. Instrumen penelitian menggunakan angket dengan skala rating 1 sampai 4. Validator terdiri dari 3 orang ahli bidang pendidikan, yakni Dosen FKIP Untirta. Sampel sebanyak 30 orang responden yang merupakan mahasiswa semester I 2024 kelas 1D program studi Administrasi Publik FISIP Untirta. Analisis data menggunakan uji validitas isi dengan formula Aiken’s V serta intraclass correlation coefficients (ICC) untuk uji reliabilitas, sedangkan uji validitas empirik menggunakan analisis product moment dan cronbach’s alpha untuk uji reliabilitas dengan program SPSS versi 23. Hasil penelitian dapat dijelaskan sebagai berikut: (1) hasil uji validitas isi, diketahui dari sebanyak 38 item pernyataan, terdapat 33 item yang memiliki validitas sangat tinggi dan sebanyak 5 item pernyataan yang memiliki validitas tinggi dengan rata-rata validitas isi sebesar 0,930 dengan interpretasi sangat tinggi, dan uji reliabilitas intraclass correlation coefficients (ICC) memperoleh nilai average measures sebesar 0,971 menunjukkan reliabilitas instrumen dalam kategori sangat bagus, dan (2) hasil uji empirik mendapatkan hasil validitas dari total sebanyak 38 item, tercatat sebanyak 31 item yang valid dan sebanyak 7 item tidak valid, dan hasil reliabilitas dengan cronbach’s alpha sebesar 0,905 > 0,7 maka instrumen dinyatakan reliabel. Dengan demikian instrumen berupa angket dengan jumlah item sebanyak 31 item yang telah divalidasi tersebut dinyatakan layak untuk digunakan peneliti dalam pengukuran minat belajar mahasiswa dalam mata kuliah pendidikan agama Islam.
Penggunaan Metode Amtsilati untuk Meningkat Kemampuan Membaca Kitab Kuning Siswa Ridwan, Iwan; Suaidi, Suaidi; Hidayat, Samsul
Muallimun : Jurnal Kajian Pendidikan dan Keguruan Vol 2 No 2 (2022): MUALLIMUN
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/muallimun.v2i2.3834

Abstract

This study aims to determine: (a) how the Amtsilati method in the Takhossus class of SMPS Riyadhul Mubtadiin Cimanuk Pandeglang, (b) How is the application of the Amtsilati method to the ability to read the yellow book of students in the Takhossus class of SMPS Riyadlul Mubtadiin Cimanuk Pandeglang, (c) Is there any influence from the application of the method Amtsilati in the Nahwu Shorof class of students in the Takhossus class of SMPS Riyadlul Mubtadiin Cimanuk Pandeglang. The location of this research is at SMPS Riyadlul Mubtadiin Cimanuk Pandeglang. The method used in this research is a qualitative method in the form of classroom action research (CAR). The method of data collection was done by interview and observation. The results of this study indicate that the amtsilati method is a new breakthrough to make it easier for students to be able to read the yellow book in a relatively short period of time (3 to 6 months), and this method is packaged so attractively and practically so that it is easy to learn, even for children who are as young as possible. The advantage of the amtsilati method is that it is easy to understand by all people, even children, on the condition that people who learn amtsilati can read Arabic script and can read alphabetic writing. Because the core book of amtsilati, namely the book of qoidati, uses Indonesian and the examples use Arabic because most of the examples are quoted from the Qur'an.
Implementasi Kebijakan Kurikulum Pendidikan Islam dalam Pendekatan Praktis Sudur, Sudur; Suaidi, Suaidi; El Widdah, Minnah; Yumesri, Yumesri
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.14672

Abstract

Pengembangan pendidikan Islam sangat penting dilakukan mengingat masih banyaknya persoalan pendidikan mengenai akhlak dan moral yang belum terselesaikan. Kebijakan pendidikan islam juga turut andil dalam pengembangan pendidikan Islam tersebut. Dalam suatu sistem pendidikan, kurikulum itu sifatnya dinamis serta harus selalu dilakukan perubahan dan pengembangan, agar dapat mengikuti perkembangan dan tantangan zaman. Meskipun demikian, perubahan dan pengembanganya harus dilakukan secara sistematis, terarah, tidak asal berubah. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi kebijakan pendidikan Islam dalam hal pengembangan kurikulum pada sekolah-sekolah Islam di bawah naungan Kementerian Agama. Kebijakan pendidikan Islam sangat bergantung dengan kebijakan nasional, sehingga para pakar pendidikan Islam harus berupaya turut serta dalam hal pengambilan sebuah kebijakan yang selaras dengan keinginan masyarakat Indonesia tentang pendewasaan akhlak dan moral dalam diri peserta didik.
Tantangan Akreditasi Sekolah di Era Digitalisasi Pendiidikan Yumesri, Yumesri; Suaidi, Suaidi; Elwida, Minah; Sudur, Sudur
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.14674

Abstract

Artikel ini membahas peran kunci akreditasi sekolah dalam upaya menghadapi era digitalisasi pendidikan, dimana perubahan teknologi dan kompleksitas masyarakat menciptakan tantangan baru di tengah masyarakat Indonesia. Melalui metode studi pustaka, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana akreditasi sekolah dapat disesuaikan dengan dinamika era baru, memastikan kualitas dan relevansi dalam dunia pendidikan. Penerapan akreditasi sekolah menjadi penting sebagai solusi dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi ketidakpastian dan perubahan yang cepat di era digitalisasi pendidikan. Artikel ini menyoroti dampak akreditasi sekolah dalam menjaga standar kualitas, mendorong inovasi kurikulum, memberikan manfaat berkelanjutan, dan memberikan jaminan kepada peserta didik dan masyarakat. Kesimpulannya, akreditasi sekolah memainkan peran krusial dalam memastikan lembaga pendidikan tetap adaptif, relevan, dan berkualitas di tengah transformasi masyarakat dan teknologi.
Revisioning Official Islam in Indonesia: The Role of Women Ulama Congress in Reproducing Female Authority in Islamic Law Mun'im, Zainul; Nasrudin, Muhamad; Suaidi, Suaidi; Hasanudin, Hasanudin
AHKAM : Jurnal Ilmu Syariah Vol. 24 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ajis.v24i1.34744

Abstract

Until now, the religious views of the Indonesian Government, known as official Islam, tend to be masculine and patriarchal in determining laws. The masculinity of official Islam can easily be found in some regulations in Indonesia. The establishment of the Indonesian Congress of Women Islamic Scholars (Kongres Ulama Perempuan Indonesia, KUPI) has introduced a new perspective on gender amid the dominance of official Islamic masculinity. This article focuses on the role and position of KUPI amid the dominance of official Islamic masculinity in Indonesia. Through content analysis and Charles Peirce's theory of knowledge construction, the author found that KUPI has successfully become a center for reproducing female authority in Islamic law. This is achieved by reinterpreting several government rules and policies that tend to be masculine and disadvantageous to women. The success of KUPI as a center for the reproduction of the authority of women Islamic scholars plays a role in revising official Islam. KUPI accomplishes this by offering a new paradigm that embodies the values of justice and gender equality.  Abstrak: Pandangan-pandangan keagamaan Pemerintah Indonesia yang dikenal dengan istilah official Islam selama ini masih cenderung maskulin dan patriarki dalam menetapkan hukum. Maskulinitas official Islam dapat dengan mudah ditemukan dalam sebagian aturan di Indonesia. Penyelenggaraan Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI)  memunculkan perspektif baru terkait gender di tengah dominannya maskulinitas Official Islam tersebut. Artikel ini menganalis peran dan posisi KUPI di tengah dominannya maskulinitas Official Islam di Indonesia. Melalui pendekatan content analysis dan teori konstruksi pengetahuan Charles Peirce, penulis berargumen bahwa KUPI telah berhasil menjadi pusat reproduksi otoritas ulama perempuan di Indonesia. Hal ini dicapai dengan melakukan penafsiran ulang terhadap beberapa aturan dan kebijakan pemerintah yang cenderung maskulin dan merugikan perempuan. Keberhasilan KUPI menjadi pusat reproduksi otoritas ulama perempuan ini berperan dalam merevisi Official Islam tersebut. Hal ini dilakukan oleh KUPI dengan menawarkan paradigma baru yang lebih mengandung nilai-nilai keadilan dan keseteraan gender. 
PHILOSOPHICAL FOUNDATIONS FOR RESEARCH AND DEVELOPMENT OF SHARIA ECONOMIC LAW METHODOLOGY:: An Integrative Approach to Ontology, Epistemology, and Axiology Suaidi, Suaidi; Nasrudin, Muhamad
Mu’amalah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/muamalah.j35g5g18

Abstract

This study examines the philosophical dimensions in the development of Sharia economic law methodology by highlighting three main aspects: ontological, epistemological, and axiological. The purpose of this research is to formulate a methodological framework capable of integrating the normative Islamic sources based on divine revelation with scientific rationality and empirical perspectives within the discipline of economics. Methodologically, this normative-legal study employs a qualitative approach through a philosophical–integrative library research method. This approach involves a critical analysis of classical and contemporary literature on Islamic law, economic theory, and the philosophy of science, to formulate the relationship between spiritual and material realities, as well as between transcendental values and the empirical realities of the economy. Through this approach, the research is not only descriptive of the methodology of Sharia economic law but also constructive in formulating the direction for developing an adaptive Sharia economic law methodology in response to modern socio-economic dynamics. The findings show that, ontologically, Sharia economic law is rooted in the integration of spiritual and material realities; epistemologically, it combines revelation, rationality, and empirical understanding as the foundation of legal knowledge; and axiologically, it emphasizes justice, balance, and public benefit (maṣlaḥah) as its normative orientation. Thus, this study contributes to strengthening the philosophical foundation while providing a conceptual direction for the development of Sharia economic law methodology that is holistic, adaptive, and grounded in Islamic ethical values consistent with the maqāṣid al-sharī‘ah, ensuring its continued relevance to contemporary global economic challenges.