Claim Missing Document
Check
Articles

Mini review pengaruh jumlah sudu turbin vortex berdasarkan daya pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) yang dihasilkan Harmiansyah Harmiansyah; Devy Arysandia; Fino Gamas; Nawang Saputri; Muh. Kusmali; Raizummi Fil’aini
Sultra Journal of Mechanical Engineering Vol. 2 No. 2 (2023): Sultra Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi air menjadi Energi Baru dan Terbarukan (EBT) yang tengah digalakan saat ini. Dalam pemanfaatannya energi air dapat diaplikasikan menjadi suatu pembangkit listrik, salah satunya Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). Di Indonesia sendiri PLTMH telah banyak dikembangkan, terutama dalam mengatasi keterbatasan energi listrik di daerah terpencil. Namun, PLTMH masih belum berkembang secara optimal karena masih bertumpu pada aliran air dengan head tinggi, seperti air terjun. Hal ini tentunya menjadi perhatian khusus untuk memilih lokasi implementasi. Oleh karena itu dilakukan pengkajian dengan mempelajari bagian utama dari PLTMH, yakni dengan menggunakan turbin vortex. Berdasarkan julukannya turbin vortex memanfaatkan pusaran air dalam sistem kerjanya yang mampu diterapkan pada aliran air dengan head rendah, seperti aliran sungai. Dalam sistem kerjanya, turbin vortex harus memperhatikan jumlah sudu yang digunakan karena hal tersebut mempengaruhi kinerja turbin vortex dan keluarannya. Kajian teoritis ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh jumlah sudu ditinjau dari keluaran PLTMH yang didasari dari sumber literatur terdahulu. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analitik dan kualitatif. Hasil dari kajian teoritis dapat diketahui semakin banyak jumlah sudu yang divariasikan maka akan semakin besar keluaran PLTMH, seperti nilai putaran turbin, nilai putaran generator, tegangan, arus, daya, torsi, dan efisiensi.
Potensi biomassa biji karet (hevea brasiliensis) sebagai bahan baku pembuatan biodisel di Indonesia Harmiansyah Harmiansyah; Marlinana Rismayanti; Widya Widya; Anggi Sinaga
Sultra Journal of Mechanical Engineering Vol. 4 No. 1 (2025): Sultra Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biodiesel merupakan mono-alkil ester rantai panjang asam lemak yang diperoleh dari sumber terbarukan. Penggunaan biodiesel untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Biji karet mempunyai potensi besar sebagai bahan dasar pembuatan biodisel, karena Indonesia merupakan salah satu produsen karet terbesar di dunia. Biji karet terdiri dari 40% minyak yang karakteristiknya telah memenuhi standar SNI sebagai bahan dasar biodisel. Dengan jumlah produksi biji karet sebesar 17908815 ton/tahun, potensi biodisel berbahan dasar minyak biji karet dapat mencapai 5671125 kiloliter/tahun. Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) khususnya solar dan diesel di Indonesia mencapai 18,39 juta kiloliter (KL) pertahunnya, dengan adanya biodisel dari minyak biji karet dapat mengurangi 1% konsumsi BBM masyarakat Indonesia tiap tahunnya jika diolah dengan optimal dan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap bahan bakar fosil. Biodiesel yang berbahan dasar biji karet menghasilkan emisi gas rumah kaca yang lebih rendah, sehingga dapat menurunkan emisi karbon yang dihasilkan.
Potensi limbah pertanian: pemanfaatan kulit singkong dan serat daun nanas dalam pembuatan bioplastik ramah lingkungan Al Ramadhan; Harvianna Riandara; Harmiansyah Harmiansyah
Sultra Journal of Mechanical Engineering Vol. 4 No. 1 (2025): Sultra Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahan pembuatan plastik sulit untuk terdegradasi secara alami. Permasalahan ini dapat berdampak pada lingkungan dan kesehatan tubuh. Masalah ini dapat diatasi dengan pemanfaatan limbah yang dapat dijadikan sebagai bahan pembuatan plastik ramah lingkungan, seperti bahan limbah daun nanas dan kulit singkong. Peninjauan dilakukan untuk mengkaji potensi penggunaan limbah kulit singkong dan serat daun nanas dalam proses pembuatan bioplastik. Klasifikasi kandungan amilosa dan amilopektin pada pati, komposisi kimia pada selulosa serat daun nanas, dan metode ekstraksi telah ditinjau dan dilaporkan secara ekstensif. Selulosa daun nanas dan pati kulit singkong telah ditinjau dapat berpotensi sebagai bahan baku pengembangan bioplastik yang ramah lingkungan. Ulasan ini sangat tertarik pada proses sifat mekanik dan fisik pada bioplastik pati kulit singkong dan selulosa daun nanas. Hasil dari peninjauan ini untuk memberikan ringkasan tentang berbahan dasar kulit singkong dan daun nanas sebagai bahan pengganti pembuatan plastik.  
Rancang Bangun Sistem Hidroponik Deep Flow Technique (DFT) Otomatis dengan Kontrol Suhu dan Larutan Nutrisi pada Tanaman Pakcoy Fil'aini, Raizummi; Taufiq, Habib M; Harmiansyah, Harmiansyah; Sabar, Sabar; Utari, Ni Wayan Arya
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 20, No 1 (2026): TEKNOTAN, April 2026
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol20n1.11

Abstract

Penurunan produksi sayuran pakcoy di Indonesia akibat alih fungsi lahan mendorong pengembangan metode budidaya alternatif, salah satunya adalah sistem hidroponik Deep Flow Technique (DFT). Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan sistem hidroponik otomatis berbasis mikrokontroler Arduino Uno untuk mengontrol suhu air dan ketinggian air nutrisi yang dibutuhkan sayuran pakcoy. Sistem menggunakan sensor suhu DS18B20 dan sensor ultrasonik sebagai input, serta pompa DC dan relay sebagai aktuator. Sensor dikalibrasi dan divalidasi terhadap alat ukur standar untuk memastikan akurasi dan stabilitas sistem. Hasil pengujian menunjukkan bahwa akurasi sensor suhu berada di atas 97% dan sensor ultrasonik mencapai 99.83%. Sistem kontrol suhu aktif saat suhu melebihi 28℃, dan pengisian air otomatis aktif saat ketinggian air turun di bawah 30 cm. Penerapan sistem pada instalasi hidroponik menunjukkan respon otomatis yang efektif dalam menjaga parameter lingkungan. Hasil uji ANOVA taraf nyata 5% meunjukkan pengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman. Nilai signifikan setiap parameter adalah 0.187 (tinggi tanaman), 0,118 (jumlah daun), dan 0,861 (berat tanaman). Perlakuan yang diberikan belum mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman secara signifikan. Selain itu, penggunaan energi pada sistem otomatis lebih efisien karena pompa bekerja sesuai kebutuhan. Dengan demikian, sistem ini terbukti dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan budidaya hidroponik dan mendukung pertanian presisi pada lahan terbatas.
Water Productivity of Mustard Green (Brassica juncea L.) Under Drip Irrigation Systems and Organic Matter Addition Nova Anika; Siti Mutmainah; Muhammad Kusmali; Harmiansyah Harmiansyah; David Septian Sumanto Marpaung; Ridwan Ridwan
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 14 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v14i2.677-684

Abstract

Drip irrigation technique, in combination with the utilization of organic matter like as biochar and cocopeat, can increase water productivity by tailoring irrigation water to plant demands. This study was to investigate how organic matter can improve water productivity in mustard green production utilizing a drip irrigation technique. The greenhouse pot experiment analyzes the effect of adding varying quantities of biochar and cocopeat to mustard greens' growth medium using a drip irrigation technique. The findings indicate that adding organic matter reduced the quantity of water needed for irrigation. The soil and biochar combination treatment at a 1:1 ratio resulted in the highest water productivity for mustard green, whereas the control treatment produced the least. Mustard green grows optimally in a soil + biochar (1:1) growing medium, yielding the most water productivity at 16.8 g/L. Biochar can boost biomass yield by twice as much as the control treatment. Furthermore, biochar can increase mustard green water productivity by more than 300% when compared to mustard green, which relies solely on soil for planting medium. Further study is needed to investigate the effects of biochar features on water holding capacity, field capacity, and wilting point in different soil types to improve irrigation efficiency. Keywords: Drip irrigation, Irrigation efficiency, Organic matters, Water productivity.
Analisis life cycle assessment (LCA) produksi biobriket dari bonggol jagung dengan perekat tapioka Harmiansyah; Meidaliyantisyah; Fachrina Edriyanti Ferlin; Hafiz Hasbi; Innez Nabila; Angel Era Fazira
Jurnal Teknik Mesin Indonesia Vol 21 No 1 (2026): April
Publisher : BKS-TM Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71452/jtmi2112026126

Abstract

Energi terbarukan menjadi salah satu inovasi yang efektif untuk mengatasi keterbatasan energi yang bersumber dari fosil seperti batu bara. Energi biomassa dengan memanfaatkan limbah seperti bonggol jagung menjadi biobriket telah banyak dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan energi oleh konsumen, namun diperlukan kajian yang komprehensif untuk menganalisis dampak lingkungan pada proses produksi biobriket. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah menganalisis dampak lingkungan pada proses produksi biobriket bonggol jagung dengan perekat tapioka. Metodologi penelitian ini terdiri dari 4 langkah meliputi: definisi tujuan dan ruang lingkup, analisis inventori, analisis dampak lingkungan, dan interpretasi data. Penelitian ini menggunakan 3 impact kategori yaitu marine aquatic ecotoxity, abiotic depletion, dan global warming serta aplikasi openLCA digunakan untuk simulasi analisis dampak lingkungan. Hasil LCA menunjukkan bahwa tahap karbonisasi, terutama penggunaan diesel, berkontribusi signifikan terhadap emisi. Oleh karena itu, perbaikan direkomendasikan, seperti penggantian bahan bakar diesel dengan alternatif yang ramah lingkungan, peningkatan efisiensi energi, dan eksplorasi metode karbonisasi berkelanjutan. Metode LCA digunakan untuk memberikan pandangan komprehensif terkait keberlanjutan biobriket, dengan tujuan memberikan pemahaman mendalam tentang efisiensi dan dampak lingkungan. Implementasi perbaikan diharapkan dapat mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan keberlanjutan produk.
Characterization of Biobriquette from A Mixture of Rubber Seed Shell Charcoal with Sugar Cane Bagasse Using Variations of Adhesive Types Harmiansyah; Rifki Renaldi; Zunanik Mufidah; Nova Anika
METAL: Jurnal Sistem Mekanik dan Termal Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Sistem Mekanik dan Termal (METAL)
Publisher : Department of Mechanical Engineering, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/metal.9.2.63-77.2025

Abstract

The use of energy, especially fossil fuels in the world, is increasing along with the increasing human population and increasing industrial development in various countries that use conventional energy. The way to reduce the use of conventional energy is to use renewable energy, one example of renewable energy is biobriquettes. Biobriquettes are solid fuels derived from the remaining organic matter that has undergone a compression process with a certain compressive force. The purpose of this study is to analyze the characteristics and determine the optimum parameters of biobriquettes from rubber seed shell charcoal and bagasse with variations in adhesives (tapioca flour, sago flour and molasses). The ratio of charcoal to adhesive mixture is 90:10, 85:15, 80:20. The stages of research on making biobriquettes include raw material preparation, carbonization, printing and product analysis. The results of the study showed that there were 2 characteristic parameters that met the standard values in all adhesive variations, namely moisture content and ash content, except for molasses adhesive variations with a ratio of 80:20 and the optimum parameters obtained in biobriquettes mixed with rubber seed shell charcoal and taboo pulp using tapioca adhesive with a ratio of 90:10 with a moisture content value of 4.53%, ash content 4.78%, flying substance content 31.33%, carbon content 59.36%, calorific value 4422 cal/g, combustion rate 0.097 g/min, and drop test 30.9%.
Optimization of Starch Adhesive in Bagasse Charcoal Briquettes Harmiansyah
METAL: Jurnal Sistem Mekanik dan Termal Vol. 10 No. 1 (2026): METAL : Jurnal Sistem Mekanik dan Termal
Publisher : Department of Mechanical Engineering, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/metal.10.1.36-42.2026

Abstract

The limitations of fossil energy are driving the development of the SDGs as the population and energy needs grow. Briquettes made from agricultural waste, especially bagasse, are a potential solution as an alternative energy source that is renewable, environmentally friendly, and can reduce dependence on fossil fuels while utilizing abundant sugar industry waste. This study aims to analyze the quality of bagasse waste briquettes with variations in the addition of starch flour as an adhesive with formulations (0%, 5%, 10%, and 15%). The manufacturing process includes a press method using a pressurized hydraulic machine to produce briquettes with SNI (01-6235-2000) quality standards. The quality parameters tested include density, moisture content, combustion rate, and drop test. The test results showed significant variation in characteristics between treatments. The SU3 treatment showed the highest density (0.7389 g/cm³) with the highest residual combustion ash (12.47%). The SU4 treatment showed the best physical characteristics with a drop test value of 99.11% and the lowest moisture content (20.98%). In addition, the SU4 treatment also has the second lowest combustion rate with a value of 0.084 gr/min, and the lowest combustion residue (1.7 gr). These findings indicate that the SU4 formulation produces briquettes with the best combination of physical characteristics and combustion efficiency.
PENGARUH VARIASI JUMLAH MICROBUBBLE GENERATOR (MBG) TERHADAP KENAIKAN KADAR DISSOLVED OXYGEN (DO) YANG DIHASILKAN PADA RUANG TERBUKA WR Supratman; Lathifa Putri Afisna; Harmiansyah Harmiansyah
Jurnal Vokasi Mekanika (VoMek) Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/vomek.v6i1.606

Abstract

Air bersih merupakan suatu kebutuhan yang sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup yang dibutuhkan setiap hari. Dissolved Oxygen (DO) merupakan oksigen yang terlarut pada air yang yang disuplai oleh sebuah alat Microbubble Generator (MBG). Tujuan utama dari pengujian ini adalah untuk mengetahui kenaikan tingkat Disolved Oxygen (DO) serta oxygen transfer coefficient (KLa) yang terdapat di dalam air terhadap variasi debit air (QL) dan debit udara (QG) serta waktu aerasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan melakukan penelitian terhadap kinerja microbubble generator. Media utama pengujian ini menggunakan kolam terpal dan air bersih. Penelitian ini dilakukan pada ruang terbuka dengan dua buah MBG dengan tipe yang sama. Parameter pengujian yang digunakan adalah variasi debit air (QL) 20 lpm, 30 lpm, 40 lpm dan variasi debit udara (QG) 0,1 lpm, 0,5 lpm, 0,7 lpm serta waktu (t) aerasi selama 60 menit. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja multiple-microbubble generator lebih optimal untuk menghasilkan kadar oksigen terlarut. Nilai DO yang dihasilkan sebesar 1,7 mg/L – 2,3 mg/L. Pengaruh dari debit air (QL) menunjukkan bahwa semakin tinggi debit air (QL) yang diberikan, maka peningkatan kadar oksigen terlarut didalam air akan lebih cepat dan signifikan. Nilai KLa yang dihasilkan berbanding lurus dengan kecepatan aliran, semakin tinggi kecepatan aliran yang diberikan maka akan semakin besar nilai KLa yang dihasilkan.
PVA/PVP Dissolving Microneedle Arrays Loaded with Parameria laevigata Extract: Formulation and Characterization for Transdermal Anti-Acne Therapy Angga Yasir; Siwi Nurbaiti; Jenifer Kolina; Amalia Lathifah Widiadari; Harmiansyah; Muhammad Asyraf Muhammad Rizal; Melbi Mahardika
Science and Technology Indonesia Vol. 11 No. 3 (2026): July
Publisher : Research Center of Inorganic Materials and Coordination Complexes, FMIPA Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26554/sti.2026.11.3.1016-1032

Abstract

Despite the well-documented antimicrobial and antioxidant properties of Parameria laevigata (kayu rapet) bark, its incorporation into a dissolving microneedle (DMN) platform for transdermal acne therapy has not been previously investigated. This study developed and characterized PVA/PVP-based DMN arrays loaded with P. laevigata extract as a minimally invasive delivery system targeting acne-associated pathogens. Ultrasonic-assisted extraction in 95% ethanol yielded a phytochemical-rich extract (8.68%) containing flavonoids, tannins, saponins, and alkaloids, with strong antioxidant activity (DPPH IC50 = 40.98 ± 4.32 ppm; ABTS IC50 = 46.92 ± 3.25 ppm; FRAP = 70.24 ± 6.41 mg AAE/g extract) and moderate antibacterial activity against Acne vulgaris-associated bacteria Staphylococcus aureus and Cutibacterium acnes at 100–150 ppm (inhibition zone: 8.22–8.46 mm). Eight DMN formulations were fabricated at a fixed 30% w/w PVA/PVP total polymer concentration with 5% extract loading. The optimized formulation (F2) produced a complete 49-needle pyramidal array with adequate mechanical integrity for stratum corneum penetration, confirmed polymer–extract physicochemical compatibility by FTIR, and exhibited Korsmeyer–Peppas release kinetics with a diffusion-controlled mechanism reaching 56.48% cumulative release over 24 h. These findings establish P. laevigata-loaded DMN arrays as a viable proof-of-concept platform for transdermal acne therapy, warranting further ex vivo permeation and in vivo efficacy validation.
Co-Authors Agustin, Cherly Al Ramadhan Alpaizon, Remi Amalia Lathifah Widiadari Andika Setiawan, Andika Angel Era Fazira Angga Saputra Yasir Angga Yasir Anggi Sinaga Anggraini, Leslie Apriani, Santi Aprilianda, Mohamad Meazza Arinjani, Putri Arirohman, Ilham Dwi Arjal Tando Azikia Karunia Putri Azikia Putri Bagaskara, Radhinka Ba’its, Alfian Kafilah Bilhaq, Ikrar Burmawi Burmawi, Burmawi Darwin Darwin Dermawan, Muhammad Devia Gahana Cindi Alfian Devy Arysandia Diptaningsari, Danar Diptaningsari, Danarsi Drantantiyas, Nike Dwi Grevika Dwirotama, Paska Eka Nurfani Fachrina Edriyanti Ferlin Fadhilah, Rafi Fahmi Sapta Hadi Faisal, Amir Farsya Bani Asmara Febmartini Evita Nuruli Febrianto, Andre Feerzet Achmad Fil'aini, Raizummi Fil’aini, Raizummi Fino Agustian Jourdan Gamas Fino Gamas Fitrah Qalbina Fitrawan, Mhd Kadar Fitrawan, Mhd. Kadar Grace Sihombing Gumaran, Setyadi Hafiz Hasbi Harvianna Riandara Herlina Herlina Hikmawati, Meli Innez Nabila Irwansyah Irwansyah Jekvy Hendra Jenifer Kolina Joyce Rebeka Gultom Julio, Apriansyah Kardiansyah Khalifah, Devi Putri Kiki Yulia Handayani Kusuma Riandara, Hervianna Indira Lathifa Putri Afisna Lestari, Aisyah Viji Listiani, Amalia Lita Lianti M Akbar, M M. Azhar Mustafid Marlinana Rismayanti Marpaung, David Septian Sumanto Marzuqoh, Siti Difa Mawardi, Rahadian Meidaliyantisya, Meidaliyantisya Meidaliyantisyah Meidaliyantisyah, Meidaliyantisyah Melbi Mahardika Muarif, Widodo Wahyu Mufidah, Zunanik Muh. Kusmali Muhammad Asyraf Muhammad Rizal Muhammad Atma Saputra Muhammad Iqbal Muhammad Syaukani Muhammad, Ghaffar Nawang Saputri Nawang Wulan Saputri Ni Made Tiara Wati Ni Wati Ni Wayan Arya Utari Nia Saputri Utami Nila Wardani, Nila Nova Anika Oktaviani, Cinthya Ayu Oviana, Ella Oviana, Ella Trilia Padang, Welly Liku Pertiwi, Novalia Pramana Putra Prastyo, Adi Prayudah, Mahessa Z.W. Putra, Pramana Putri A’isyati Inrum Putri Dari Putri Wulan Dari Raizummi Fil'aini Raizummi Fil’aini Ramadhan, Al Aqib Anugerah Riandara, Herviannna Indira Kusuma Ridwan Ridwan Ridwan Ridwan Rifki Renaldi Risky Arman Rismayanti, Marliana Indah Rizki Octa Saputra Rohman, Idzan Fathur Rosalinda, Widya Ruly Davisca Pratama Rustam Efendi Rustam Efendi Rustami, Erus Sabar Sabar Samang, Andi Marlisa Bossa Sarah Dila Rahmawati Sarah Rahmawati Savitri Wahyuni Savitri Wahyuni Savitri Wahyuni Sianturi, Intan Sari Silaban, Rahel Jesika Simbolon, Sinober Sinaga, Anggi Mahdinda Sirait, Sylvrina Margareth Siti Muslimah Siti Mutmainah Sitio, Forwenli Siwi Nurbaiti Sudarmanto Jayanegara Sugatra Dwi Atmaja Suretno, Nandari Syahrizal Nasution Syifa, Jovita Delphia Taufiq, Habib M Teuku Meurah Indra Riayatsyah Tirta Setiawan Tri Handoko Tri Novita Sari Untoro, Meida Cahyo Utari, Ni Wayan Wahyu Setiawan Widiya, Widiya Widya Widya Winni Nur Auli WR Supratman Yulita, Winda