Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Analisis Kepekaan Sosial Mahasiswa Pendidikan Sejarah dalam Menghadapi VUCA Supriyanto, Supriyanto; Isbandiyah, Isbandiyah
Media Komunikasi FPIPS Vol. 23 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v23i1.74865

Abstract

Penelitiaan ini dilatarbelakangi oleh sebuah fenomena yang muncul dewasa ini, diantaranya kompleksnya permasalahan, banyaknya tantangan, bergejolak, kondisi yang tidak pasti, dan terjadi perubahan cepat, yang dikenal dengan istilah VUCA (volatility, uncertainty, complexity, dan ambiguity). Oleh karena itu, perlu melakukan penelitian dengan tujuan menganalisis kepekaan sosial mahasiswa Pendidikan Sejarah dalam menghadapi VUCA di bidang pendidikan. Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif deskriptif. Adapun prosedur penelitian ini mencakup tiga tahap, yaitu: tahap persiapan lapangan; tahap penelitian lapangan, meliputi: teknik pengumpulan data, reduksi data, dan keabsahan data; dan tahap analisis data dan pelaporan penelitian. Hasil penelitian ini diuraikan bahwa kecenderungan kepekaan sosial yang diperlukan dalam mengahapi VUCA adalah kesadaran diri. Untuk kepekaan sosial mahasiswa pendidikan sejarah dalam menghadapi VUCA, lebih dominan pada kepekaan sosial dalam menghadapi berbagai perubahan yang cepat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kepekaan sosial sangat diperlukan dalam menghadapi VUCA, khususnya di bidang pendidikan.
DAMPAK PSIKOLOGIS DAN SOSIAL TERHADAP PERKEMBANGAN MENTAL ANAK BROKEN HOME DI SDN 54 LUBUKLINGGAU Novita Dwi Putri, Yeri; Supriyanto; Fitriyana, Nur
Linggau Journal of Elementary School Education Vol. 4 No. 1 (2024): Linggau Journal of Elementary School Education
Publisher : LP3MKIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55526/ljese.v4i1.660

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Dampak Pada Psikologis dan Sosial Terhadap Perkembangan Mental Anak Broken Home di SDN 54 Lubuklinggau. Metode penelitian ini deskriptif kualitatif. Populasi dan sampel atau subyek dalam penelitian ini siswa kelas Va dan Vb, sedangkan sampel dalam penelitian ini 6 siswa yang mangalami broken home. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Teknik analisi data dalam penenlitian ini menggunakan triangulasi yaitu triangulasi sumber, triangulasi teknik, triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjuhkan bahwa broken home cukup berpengaruh bagi psikologis dan sosial terhadap mental siswa. Simpulan maka kecenderungannya siswa yang mengalami broken home cukup berdampak
DEVELOPMENT OF POWTOON APPLICATION-BASED LEARNING MEDIA FOR XI IPS CLASS STUDENTS IN TUGUMULYO STATE HIGH SCHOOL Adha Subali, Rifqi Galih; Supriyanto, Supriyanto; Susilo, Agus
JURNAL EDUSCIENCE Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Eduscience (JES), (Authors from Nigeria, Korea, and Indonesia)
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jes.v11i2.5804

Abstract

This study aims to develop and produce powtoon application-based history learning media that are valid, practical, and effective in learning History class XI IPS at SMA Negeri Tugumulyo. This research uses a Research and Development approach with the application of the ADDIE model. The research subjects consisted of 3 validation experts, 1 history subject teacher, and 34 students of XI IPS 2 class at SMA Negeri Tugumulyo. Data collection techniques included observation, interviews, questionnaires, tests, and documentation. The results of the expert assessment analysis showed that the powtoon application-based history learning media met the validity criteria, with a percentage of 86% linguist assessment, 92% material expert, and 77% media expert. In addition, the results of the practicality sheet assessment from teachers and students showed that the media also met the practical criteria, with an average practicality score of 88%. While the large group test shows that the learning media has high effectiveness, with an N-gain (g) value of 0.72, which is classified as high. Thus, it can be concluded that the powtoon application-based history learning media proved to be valid, practical, and effective in the context of History learning class XI IPS 2 at SMA Negeri Tugumulyo.
MODEL PEMBELAJARAN RESOLUSI KONFLIK UNTUK MENGATASI BULLYING DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SD Isbandiyah, Isbandiyah; Supriyanto, Supriyanto; Lestari, Tri Diyah
Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia) Vol 9, No 3 (2024): VOLUME 9 NUMBER 3 SEPTEMBER 2024
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpipsi.v9i3.5047

Abstract

Artikel ini merupakan hasil kajian dari berbagai literatur, dengan tujuan mengkonstruk model pembelajaran resolusi konflik untuk mengatasi bullying dalam pembelajaran IPS di SD. Hasil kajian ini dapat dikemukakan bahwa model resolusi konflik merupakan suatu model pembelajaran yang bisa digunakan sesuai kebutuhan melalui penanganan konflik yang konstruktif, seperti perilaku bullying di SD. Proses penerapan model resolusi konflik ini adalah melalui pengajuan masalah dalam bentuk simulasi dan kesempatan untuk belajar sambil bermain, siswa akan memiliki kesempatan belajar yang luas dan mendalam di bawah arahan dan fasilitas guru. Model pembelajaran resolusi konflik lebih melibatkan siswa secara aktif dalam belajar IPS dan siswa menjadi tahu bagaimana mencari solusi atas masalah yang sedang dihadapi ketika berinteraksi dengan teman-teman yang lain. Dalam hal ini siswa tahu bagaimana menyelesaikan masalah bullying yang dihadapinya. Selain itu, dalam pelaksanaan model pembelajaran resolusi konflik, guru harus menanamkan dalam diri siswa bahwa tidak boleh mengejek teman, tidak boleh mengancam teman, tidak boleh membeda-bedakan teman, tidak boleh menyiksa teman, tidak boleh memalak te­man, jangan membeda-bedakan teman lagi, tidak mau berbuat kasar lagi dan tidak boleh membully teman lagi. Hal ini menggambar­kan bahwa program resolusi konflik ini mengajarkan siswa untuk lebih peduli terhadap lingkungan, berempati kepada orang lain. Dengan demikian, model pembelajaran resolusi konflik dalam pembelajaran IPS di SD, efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah sosial pada siswa.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan “Soft Skill Pembuatan Krupuk Paru Daun Singkong” dalam Upaya Peningkatan Pendapatan Masyarakat di Desa Tanjung Sanai Kabupaten Rejang Lebong Ratna Wulan Sari; Isbandiyah Isbandiyah; Supriyanto Supriyanto
Jurnal Informasi Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2024): November: Jurnal Informasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Nalanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47861/jipm-nalanda.v2i4.1351

Abstract

As a woman who has skills but is sometimes not empowered due to limitations, in general, women in rural areas rely on work with rubber gardening, coffee and farming, by planting coffee and planting vegetables which usually wait a long time for them to harvest, and when they harvest, they are usually sold directly without them processing it into something that has food and generates additional income. So that a lot of time is wasted in vain. The purpose of this community service activity focuses on empowering village communities, especially women through the development of soft skills in making cassava leaf lung crackers in an effort to increase the income of the Tanjung Sanai village community in Rejang Lebong district. The purpose of this activity is to empower women by providing skills to women in Rejang Lebong Regency so that they can increase family income.
Analisis Kebutuhan Modul Ajar Muatan Lokal Materi Tari Bedana Berbasis Kontekstual di SD Negeri 43 Kota Lubuklinggau Aldi Ayang Febrian; Satinem Satinem; Supriyanto Supriyanto
Journal of Education and Instruction (JOEAI) Vol. 8 No. 3 (2025): JOEAI (Journal of Education and Instruction)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joeai.v8i3.15108

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengembangkan bahan ajar berupa modul pembelajaran berbasis Kontekstual, sehingga diperlukan studi pendahuluan yang terdiri atas studi literatur dan studi lapangan. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Instrumen pengumpulan data penelitian ini berupa lembar wawancara analisis kebutuhan guru, dan hasil analisis nilai ulangan harian peserta didik. Media pembelajaran yang akan dikembangkan berupa Modul Pembelajaran Muatan Lokal berbasis Kontekstual. Analisis kebutuhan dilakukan untuk mengetahui bahan ajar digunakan guru, kendala saat pembelajaran berlangsung, dan bahan ajar diperlukan peserta didik. Hasil analisis kebutuhan 24 peserta didik kelas VI SD Negeri 43 Lubuk Linggau diperoleh 45,8% peserta didik yang tuntas pada hasil ulangan harian pelajaran muatan lokal materi tari bedana, 54,2% peserta didik yang tidak tuntas pada hasil ulangan harian pelajaran muatan lokal materi tari bedana. Hasil tersebut menunjukkan perlunya dikembangkan bahan ajar berupa Modul Pembelajaran berbasis Kontekstual materi tari bedana
Pembelajaran IPS dalam Perspektif Global Supriyanto, Supriyanto; Isbandiyah, Isbandiyah
JURNAL PERSPEKTIF PENDIDIKAN Vol 19 No 1 (2025): Jurnal Perspektif Pendidikan
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpp.v19i1.3475

Abstract

Abstract This article is the result of a review of various literatures, with the aim of describing the social studies learning process in a global perspective. The results of this study can be described as that the global perspective emphasizes every human being as a citizen of the world. So that social interaction is also not only with close community members but also with citizens of the world. Therefore, teachers must instill good values in students and provide an understanding that their lives and ours are part of the life of the world. The role of teachers in instilling good values is as a communicator or liaison between students and the outside world. For this reason, a teacher must care about events and activities in the community, both in the local, national, and international communities; actively seeking information related to lessons nationally and internationally; teachers must be open and receptive to reforms; and able to select information according to needs. In addition, social studies learning in a global perspective invites students to think globally and act locally by prioritizing the principle of conservation over locality. Global issues and problems are studied from a global perspective and implemented in social studies learning. Global issues that can be discussed in social studies learning are population and family planning, development, human rights, migration, global common ownership, environment and natural resources, hunger and foodstuffs, peace and security, prejudice and discrimination.
Pendampingan Pembuatan Media Pembelajaran dengan Menggunakan Aplikasi Powtoon di SMA Negeri Tugumulyo Supriyanto, Supriyanto; Isbandiyah, Isbandiyah; Sari, Ratna Wulan
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v7i2.3466

Abstract

Proses pembelajaran di sekolah sangat diharuskan untuk melibatkan peserta didik dengan media digital. Namun sebagian besar guru terbiasa menggunakan buku pelajaran yang diberikan oleh sekolah tanpa menggunakan sumber pembelajaran lain. Sehingga, guru hanya fokus pada topik materi yang tersedia dalam buku pelajaran yang diberikan oleh sekolah, sehingga siswa cenderung bosan dan tidak tertarik dengan apa yang diajarkan oleh guru. Solusi yang ditawarkan adalah memberikan pemahaman tentang media pembelajaran serta melatih dan mendampingi dalam pembuatan media pembelajaran dengan menggunakan aplikasi powtoon. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah sosialisasi dan latihan. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan dapat disampaikan bahwa pelaksanaan “Pendampingan Pembuatan Media Pembelajaran dengan Menggunakan Aplikasi Powtoon di SMA Negeri Tugumulyo”, baik proses maupun hasil, dapat dikatakan berhasil dengan baik. Hal ini dilihat dari hasil evaluasi yang meliputi kehadiran peserta dalam mengikuti kegiatan, antusiasme peserta, dan tanggapan terhadap pelaksanaan kegiatan. Adapun luaran yang dihasilkan dalam kegiatan pengabdian ini yaitu publikasi artikel di Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat.
ANALISIS KEBUTUHAN MODUL IPAS BERBASIS CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KARAKTER RASA INGIN TAHU DAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS IV SD Azzahrah, Wiji Nur; Erwandi, Rudi; Supriyanto, Supriyanto
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.5714

Abstract

This study aims to analyze the need for developing an IPAS module based on Contextual Teaching and Learning (CTL). The research method uses a quantitative descriptive research type with a focus on the needs analysis stage through interviews, observations, and documentation. The needs analysis stage aims to identify existing learning gaps, teacher needs, and student expectations of the teaching module. This study was conducted by involving grade IV teachers and 24 grade IV students of SDN 43 Lubuklinggau as research subjects. The results of the study indicate that teachers and students need more varied teaching materials, meaningful and enjoyable learning experiences, can increase students' curiosity and interest in learning to be used to complement IPAS learning resources as well as alternative sources for teaching the material My Indonesia is rich in culture. Students need interesting teaching materials, and activities that support enthusiasm in learning and student interest in learning. Thus, the IPAS module based on the Contextual Teaching and Learning (CTL) model can be an alternative to help the learning process in improving the character of curiosity and student interest in learning. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan modul IPAS berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL). Metode penelitian menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan fokus pada tahap analisis kebutuhan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Tahap analisis kebutuhan bertujuan untuk mengidentifikasi kesenjangan pembelajaran yang ada, kebutuhan guru, serta harapan peserta didik terhadap modul ajar. Penelitian ini dilakukan dengan melibatkan guru kelas IV dan 24 peserta didik kelas IV SDN 43 Lubuklinggau sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru  dan peserta didik membutuhkan bahan ajar yang lebih variatif, pengalaman belajar yang bermakna dan menyenangkan, dapat meningkatkan rasa ingin tahu dan minat belajar peserta didik untuk digunakan untuk melengkapi sumber belajar IPAS juga sebagai sumber alternatif pengajaran materi Indonesiaku kaya budaya. Peserta didik membutuhkan bahan ajar yang menarik, dan aktivitas yang mendukung keantusisme dalam pembelajaran dan minat belajar peserta didik. Dengan demikian, modul IPAS berbasis model Contextual Teaching and Learning (CTL) dapat menjadi alternatif untuk membantu proses pembelajaran dalam meningkatkan karakter rasa ingin tahu dan minat belajar peserta didik.
Penerapan Model Cooperatif Tipe Jigsaw Berbantuan Media Pop Up Book Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran IPAS Sindi Giftinnisa; Supriyanto; Eka Lokaria
Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Al-Amin Vol. 4 No. 1 (2025): April
Publisher : STAI AL-AMIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54723/ejpgmi.v4i1.335

Abstract

This study aims to determine the results of learning science of class V students of SD Negeri 59 Lubuklinggau after the implementation of the Jigsaw Type Cooperative Model Assisted by Pop Up Book Media significantly achieved KKTP. The method used is a pre-experimental research method with a Pre-test and Post-test experimental design. The sample was taken from a population consisting of two classes, namely class VA and VB, with a total of 39 students then a draw was carried out between class VA and VB, so that the sample was VA making it the sample in this study, the research instrument in the form of 5 essay questions. Based on the analysis of the pre-test and post-test conducted, there was a significant achievement in the results of learning science of class VA students of SD Negeri 59 Lubuklinggau after implementing the Jigsaw Type Cooperative Model Assisted by Pop Up Book Media. The average initial ability (pre-test) of students was 48.47 increasing to 68.47 in the final ability test (post-test). This study shows significant results in the achievement of student learning outcomes, as seen from the results of statistical analysis that reject the null hypothesis, and achieve learning objectives with the Jigsaw Type Cooperative Model Assisted by Pop Up Book Media, through group learning that can improve learning outcomes.