Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Evaluasi Kinerja Birokrasi Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta dalam Peningkatan Mutu Layanan Pendidikan Era Otonomi Daerah Sadiyah; Deasy Nurmaulidah; Nurlaeni; Deding Ishak; Helmawati; Wahyu Satya Gumelar
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.40178

Abstract

Improving the quality of educational services has become a major challenge for local governments in the era of regional autonomy, particularly regarding the effectiveness of bureaucratic performance. This study aims to analyze the performance of the Education Office bureaucracy in Purwakarta Regency in supporting the improvement of educational service quality. The research employed a qualitative descriptive approach, with data collected through in-depth interviews, participatory observation, and document review. Research informants included structural officials, staff of the Education Office, and educational service users at the school level, selected using purposive sampling. The results indicate that the Education Office bureaucracy has implemented programs to improve service quality through procedural simplification, policy adjustments according to local needs, and coordination with educational units. However, challenges were identified, including limited human resource capacity, suboptimal internal coordination, disparities in service responsiveness across regions, and irregular outcome-based performance evaluation. The study concludes that strengthening the performance management system, enhancing human resource capacity, and improving cross-unit coordination mechanisms are crucial factors in enhancing bureaucratic effectiveness and service quality. These findings provide a basis for developing strategies to create a more responsive and sustainable educational bureaucracy. Keywords: Bureaucratic performance, Education Office, quality of educational services, regional autonomy, performance evaluation
Implementasi Kebijakan Digitalisasi Pengelolaan Kinerja pada Guru Sekolah Dasar (Studi Deskriptif Kualitatif pada KKG Se-Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya) Afifi, Ruhana; Utami, Mulatsih Sri; Taupik, Asep Hamjah; Ishak, Deding; Helmawati, Helmawati; Gumelar, Wahyu Satya
Wahana Pendidikan Vol 13, No 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jwp.v13i1.22771

Abstract

Transformasi digital di bidang pendidikan telah mengubah manajemen dan pengelolaan kinerja guru, dengan digitalisasi kinerja sebagai upaya meningkatkan efisiensi, akuntabilitas, dan transparansi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating), dan pengawasan (controlling) digitalisasi kinerja guru sekolah dasar di KKG Se-Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, serta analisis data secara interaktif menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perencanaan telah dilakukan melalui penetapan tujuan, identifikasi kebutuhan, dan penyusunan SOP digital, tetapi masih berfokus pada pemenuhan administrasi; (2) pengorganisasian menunjukkan adanya pembagian peran dan struktur kerja, namun koordinasi dan kejelasan tanggung jawab belum sepenuhnya terintegrasi; (3) pelaksanaan dilakukan melalui penggunaan aplikasi SIMPKB, e-Kinerja, dan Ruang GTK dengan dukungan kepala sekolah dan kolaborasi guru, meski kedisiplinan input data masih dipengaruhi beban kerja dan pemahaman teknis; serta (4) pengawasan dilakukan melalui monitoring, evaluasi, validasi, dan audit data digital, namun lebih menekankan kelengkapan data daripada peningkatan kinerja reflektif. Secara keseluruhan, digitalisasi telah berjalan, tetapi orientasinya masih administratif sehingga belum sepenuhnya meningkatkan kualitas kinerja dan profesionalisme guru. Implikasinya, digitalisasi kinerja guru perlu dikelola secara strategis dan kolaboratif, berbasis data untuk pengembangan profesional dan peningkatan kualitas kinerja, didukung SOP reflektif, pemerataan TIK, serta pelatihan berkelanjutan agar tidak sekadar bersifat administratif.
Analisis Komparatif Efektivitas Guru Dalam Penerapan Pendekatan Pedagogik: Studi Kuasi-Eksperimen Berbasis Gain Ternormalisasi Restiana, Irma; Satya Gumelar, Wahyu; Nurhayati, Nurhayati; Soraya, N Tuti; Khairunnisa, Afifah; Agustina, Wenny
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v5i1.3423

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif efektivitas guru dalam menerapkan tiga pendekatan pedagogik pada dua konteks sekolah yang berbeda, yaitu Sekolah Sampel 1 dan Sekolah Sampel 2, melalui pengujian perbedaan statistik dan analisis gain ternormalisasi guna memperoleh gambaran empiris mengenai capaian akhir dan pola peningkatan efektivitas guru. Efektivitas guru didefinisikan sebagai kemampuan dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran secara sistematis dan bermakna. Penelitian menggunakan pendekatan kuasi-eksperimen dengan desain Non-Equivalent Control Group Design. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test terhadap 78 guru, masing-masing 39 guru pada setiap sekolah sampel. Analisis data dilakukan melalui uji statistik parametrik dan nonparametrik, meliputi uji normalitas, homogenitas, uji independent sample t-test, uji Mann–Whitney, serta analisis gain ternormalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan efektivitas guru antara kedua sekolah pada uji post-test (p > 0,05). Namun demikian, analisis gain ternormalisasi menunjukkan bahwa Sekolah Sampel 2 yang menerapkan tiga pendekatan pedagogik mencapai kategori efektif (77,49%), sedangkan Sekolah Sampel 1 berada pada kategori cukup efektif (74,33%). Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan pendekatan pedagogik secara sistematis berkontribusi positif terhadap peningkatan efektivitas guru.
Evaluasi Implementasi Kebijakan Pengelolaan Dana BOSP Berbasis Akuntabilitas dan Transparansi untuk Optimalisasi Proses Belajar di SDN Jati 3 Suwandari, Lilis; Gumelar, Wahyu Satya; Samsuri, Mohamad Ridwan A.; Yuningsih, Dede; Handayani, Noneng
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6496

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi kebijakan pengelolaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) di SDN Jati 3, Kecamatan Bojongpicung, dengan menitikberatkan pada penerapan prinsip akuntabilitas dan transparansi dalam mendukung optimalisasi proses pembelajaran. Pengelolaan dana pendidikan yang efektif dan bertanggung jawab merupakan faktor penting dalam peningkatan kualitas layanan pendidikan di tingkat sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif evaluatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan informan kunci yang terdiri atas kepala sekolah, bendahara sekolah, dan perwakilan komite sekolah, observasi lapangan, serta analisis dokumen berupa Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) dan laporan pertanggungjawaban keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SDN Jati 3 telah menerapkan mekanisme pengelolaan dana BOSP yang relatif transparan dan akuntabel melalui pencatatan administrasi keuangan yang tertib serta penyampaian informasi penggunaan dana secara terbuka kepada pemangku kepentingan. Pengelolaan dana BOSP juga diarahkan pada peningkatan sarana pembelajaran, pengembangan kompetensi guru, serta penguatan literasi dan numerasi siswa. Dampak positif dari pengelolaan dana tersebut tercermin pada peningkatan kehadiran siswa hingga 95 persen serta meningkatnya kepuasan orang tua terhadap fasilitas sekolah sebesar 25 persen. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan tata kelola Dana BOSP berbasis akuntabilitas dan transparansi menjadi fondasi penting dalam menciptakan efisiensi pengelolaan pendidikan dan meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.