Claim Missing Document
Check
Articles

RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TERUNG UNGU TERHADAP PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) RUMEN SAPI PADA TANAH ALUVIAL LICUNG, LICUNG; Sasli, Iwan; Darussalam, Darussalam
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.45042

Abstract

Pengaplikasian POC rumen sapi pada tanah aluvial merupakan upaya yang dapat dilakukan dalam meningkatkan produksi terung ungu dengan meningkatkan kualitas tanah secara kimia dan biologi. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi POC rumen sapi yang efektif terhadap pertumbuhan dan hasil terung pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di lahan yang terletak di Jalan Sepakat 2, Blok T Kota Pontianak. Waktu penelitian dimulai tangga 16 Agustus - 6 Desember 2020. Metode yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 1 faktor yaitu pemberian berbagai konsentrasi POC rumen sapi dengan 6 taraf (p0= Tanpa POC;p1 = konsentrasi 5% atau 50 ml/L; air p2 = konsentrasi 10% atau 100 ml/L; p3= konsentrasi 15% atau 150 ml/L; p4= konsentrasi 20% atau 200 ml/L; p5= konsentrasi 25% atau 250 ml/L). Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali dan terdiri dari 4 sampel tanaman. Variabel yang diamati adalah volume akar (cm3), Berat Kering Tanaman (g), Jumlah Buah per Tanaman (buah), Berat Buah per Buah (g), Berat Buah per Tanaman (g), Diameter Buah (cm). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC rumen sapi dengan konsentrasi 5% atau 50 ml/L air secara umum efektif dalam meningkatkan volume akar, berat kering, berat buah perbuah, berat buah per tanaman dan diameter buah terung ungu pada tanah aluvial, namun pada penambahan konsentrasi 25% atau setara dengan 250 ml/L air terus menunjukkan hasil yang semakin tinggi.Kata Kunci : POC rumen sapi, tanah aluvial, terung ungu
PENGARUH KOTORAN WALET TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI RAWIT PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Julyanti, Dewi Nor Indah; Zulfita, Dwi; Darussalam, Darussalam
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.49662

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis kotoran walet terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi yang terletak di Jalan Sepakat 2, Gang Racana UNTAN, Pontianak berlangsung dari 26 Desember 2020 "“ 26 April 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan. Setiap ulangan terdiri dari 4 sampel sehingga jumlah keseluruhan ada 100 tanaman. Perlakuan yang dimaksud yaitu yaitu W1 = 10 % berat tanah atau setara dengan 800 g/polybag, yaitu W2 = 15 % berat tanah atau setara dengan 1.200 g/polybag, W3 = 20 % berat tanah atau setara dengan 1.600 g/polybag, yaitu W4 = 25 % berat tanah atau setara dengan 2.000 g/polybag dan yaitu W5 = 30 % berat tanah atau setara dengan 2.400 g/polybag. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, kadar klorofil daun, volume akar, berat kering tanaman, berat buah per tanaman dan jumlah buah per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kotoran walet berpengaruh nyata pada berat kering tanaman, berat buah per tanaman dan jumlah buah per tanaman. Perlakuan dosis kotoran walet dosis 15% berat tanah atau setara dengan 1200 g/polybag sudah efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil cabai rawit pada tanah podsolik merah kuning.
EFFECT OF DOSAGE AND LENGTH OF INCUBATION DUCK MANURE ON GROWTH AND YIELD OF PURPLE EGGPLANT ON ALLUVIAL SOIL Putra, Korintus; Basuni, Basuni; Darussalam, Darussalam
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.51158

Abstract

ABSTRACKEggplant is a vegetable plant that has prospects for cultivation and can alsogrow on various types of soil, one of which is alluvial soil. Utilization of alluvial soilfor purple eggplant cultivation is faced with various obstacles. Efforts can be made toimprove the level of soil acidity by liming, while to improve the physical andchemical properties of the soil was to apply duck manure. This study aims were todetermine the dose and length of incubation of duck manure that provides the bestgrowth and yield of purple eggplant grown in alluvial soil. This research wasconducted at Jl. Purnama 2 Pontianak City from March 18th to June 4th 2021. Thisstudy used a Complete Randomized Design (CRD) with two factors threerepications. The first factor was the dose of duck manure fertilizer (B), consisting of4 levels, namely 300, 450, 600, and 750 g / polybag equivalent to 10, 15, 20, and 25tons / ha. The second factor was the length of incubation (I), consisting of 3 levels, 1,2, and 3 weeks of incubation. Variables observed were plant height, root volume,plant dry weight, number of fruits per plant, weight of fruit, weight of fruit per plant,and diameter of fruit. The results of the study showed that there was no interactioneffect between the dose of duck manure and the length of incubation on allobservation variables. The best dose of duck manure was 750 g / polybag equivalentto gave 25 tons / ha on variable plant dry weight and fruit diameter. Incubationlength of 1 week of duck manure provide the best dry weight of the plant.Keywords: : Alluvial, duck manure, length of incubation, purple eggplant.
PENGARUH PUPUK KANDANG BEBEK DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL MELON PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Asri, Monika Fenia; Purwaningsih, Purwaningsih; Darussalam, Darussalam
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i3.57920

Abstract

Buah melon banyak mengandung gizi yang bermanfaat bagi tubuh kita. Usaha untuk menggembangkan produksi melon, baik dari segi kualitas maupun kuantitas dapat dilakukan dengan usaha intensifikasi dan ekstentifikasi. Tanah Podsolit Merah Kuning berpotensi untuk pengembangan tanaman melon. Budidaya melon sampai saat ini belum diproduksi secara maksimal oleh petani di Kalimantan Barat, padahal jenis tanah yang ada di Kalimantan Barat memiliki potensi untuk pengembangan tanaman melon. Beberapa hal yang bisa dilakukan dalam mengatasi kendala yang terdapat pada tanah PMK yaitu dengan pemberian bahan organik dan pupuk anorganik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi pupuk kandang bebek dan pupuk NPK yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil melon pada tanah PMK. Pelaksanaan penelitian ini dimulai dari tanggal 11 Mei sampai 25 Juli 2021, dilaksanakan di Kampoeng Ramadhan, Desa Punggur Kecil, Kecamatan Sungai Kakap. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Faktorial dengan pola Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama kotoran bebek (B) terdiri dari 4 taraf (b1 = 10 ton/ha, b2 = 15 ton/ha, b3 = 20 ton/ha., dan b4 = 25 ton/ha)dan faktor kedua pupuk NPK (M) terdiri dari 3 taraf (m1 = 60 g/tanaman, m2 = 40 g/tanaman, dan m3 = 20 g/tanaman.) Setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel. Variabel yang diamati pada penelitan ini adalah volume akar, berat kering tanaman, jumlah bunga, jumlah buah, diameter buah dan bobot perbuah. Hasil penelitian dapat pemberian pupuk kandang bebek dengan dosis 600g/tanaman dan puupk NPK sebesar 20 g/tanaman merupakan dosis efektif yang memberikan pertumbuhan dan hasil melon yang terbaik. Kata kunci : Melon, NPK ,PMK, Pupuk Kandang Bebek
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK NPK DAN PGPR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG PULUT PADA TANAH ALUVIAL Putri, Irma Sasmita Adi; Darussalam, Darussalam; Susana, Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i3.57921

Abstract

Budidaya tanaman jagung pulut di tanah aluvial memiliki beberapa kendala, salah satunya kurangnya unsur hara makro dan mikro, sehingga untuk mengatasi hal tersebut diperlukan pupuk NPK dan PGPR untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung pulut pada tanah aluvial. Penelitian ini bertujuan mengetahui interaksi pemberian dosis pupuk NPK dan konsentrasi PGPR yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung pulut pada tanah aluvial. Penelitian ini berlangsung sejak 25 Februari sampai 28 Mei 2022, dilaksanakan di Jl. Raya Kalimas Hulu, Kec. Sungai Kakap, Kab. Kubu Raya, Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan faktorial dengan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah NPK (P) sebanyak 3 taraf perlakuan dan faktor kedua adalah PGPR (R) sebanyak 3 taraf perlakuan sehingga jumlah total kombinasi perlakuan sebanyak 9 dan diulang sebanyak 3 kali. Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Jumlah tanaman setiap bedengan yang diamati 108 dan total tanaman sebanyak 432 tanaman. Faktor pertama yaitu NPK (P) yang meliputi, p1 : NPK 200 kg/ha ≈ dengan 3,6 g/tanaman; p2 : NPK 300 kg/ha ≈ dengan 5,4 g/tanaman; p3 : NPK 400 kg/ha ≈ dengan 7,2 g/tanaman. Faktor Kedua yaitu PGPR (R) yang meliputi, r1 : Konsentrasi PGPR 2% ≈ dengan 20 ml/l; r2 : Konsentrasi PGPR 3% ≈ dengan 30 ml/l; r3 : Konsentrasi PGPR 4% ≈ dengan 40 ml/l. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah tinggi tanaman, umur berbunga jantan, umur berbunga betina, berat tongkol berkelobot, berat tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol, diameter tongkol, jumlah tongkol per petak dan berat tongkol per petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi pupuk NPK dengan dosis 1,2 g/tanaman ≈ 200 kg/ha dan konsentrasi PGPR 3% ≈ 30 ml/l dapat meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman 6 MST dan berat tongkol berkelobot. Dosis NPK 1,2 g/tanaman ≈ 200 kg/ha merupakan dosis yang efektif untuk pengukuran diameter tongkol, sedangkan konsentrasi PGPR 3% ≈ 30 ml/l merupakan konsentrasi yang efektif untuk tinggi tanaman 6 MST. Kata kunci: Jagung Pulut, PGPR, Pupuk NPK, Tanah Aluvial
PENGARUH KAPUR DOLOMIT DAN POC AMPAS SAGU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS PADA TANAH GAMBUT Joko, Joko; Astina, Astina; Darussalam, Darussalam
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.57956

Abstract

Tanaman jagung manis merupakan salah satu tanaman pangan yang telah banyak dibudidayakan dikerenakan jagung ini memiliki rasa lebih manis dan umur panen yang cepat dibandingkan jagung biasa. Jagung manis yang dikonsumsi mengandung energi, karbohidrat, protein, lemak, fosfor, zat besi dan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi dari pemberian kapur dolomit dan POC ampas sagu yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis pada tanah gambut. Lokasi penelitian berada di Desa Pancaroba Jl. Trans Kalimantan, Kabupaten Kubu Raya. Penelitian ini akan dilaksanakan dari 09 Februari-22 Mei 2022. Penelitian ini menggunakan faktorial dengan pola rancangan acak kelompok (RAK), dimana faktor pertama yaitu kapur dolomit (D) dan faktor kedua yaitu POC ampas sagu (P) setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Perlakuan yang dimaksud adalah sebagai berikut : Faktor pertama yaitu kapur dolomit (D), d1 = Kapur Dolomit 16,25 ton/ha, d2 = Kapur Dolomit 32,5 ton/ha dan d3 = Kapur Dolomit 48,75 ton/ha. Faktor kedua yaitu POC ampas sagu (P) : p1 = POC Ampas Sagu 300 ml/l, p2 = POC Ampas Sagu 600 ml/l dan p3 = POC Ampas Sagu 900 ml/l. Pelaksanaan penelitian meliputi pembuatan POC ampas sagu, persiapan tempat penelitian, pengapuran, penanaman benih, pemberian pupuk dasar, pemberian poc ampas sagu, pemeliharaan dan pemanenan. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, panjang tongkol, berat tongkol berkelobot dan hasil tongkol/petak. Hasil menunjukan bahwa interaksi pemberian kapur dolomit 32,5 ton/ha dan POC ampas sagu 600 ml/l menunjukan rerata tertingi terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis.
PENGARUH PUPUK HAYATI DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI EDAMAME PADA TANAH GAMBUT Tijar, Grigorius; Darussalam, Darussalam; Susana, Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i3.58141

Abstract

Edamame (Glycine max (L.) Merill) adalah jenis kedelai kategori sayuran yang memiliki ukuran biji lebih besar, memiliki nilai gizi yang baik untuk kesehatan dan memiliki peluang pasar yang besar. Pemanfaatan tanah gambut sebagai lahan budidaya dihadapkan dengan faktor penghambat yaitu tingkat C-organik yang tinggi dan kandungan hara yang rendah. Masalah tersebut perlu diatasi dengan memberikan pupuk hayati dan pupuk NPK. Mikroba yang terkandung dalam pupuk hayati dapat mempercepat proses perombakan bahan organik tanah gambut, dapat menyediakan hara bagi tanaman dan menghasilkan hormon pertumbuhan. Pupuk NPK merupakan unsur hara makro yang dapat diserap tanaman secara cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara konsentrasi pupuk hayati dan dosis pupuk NPK yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai edamame pada tanah gambut. Penelitian ini berlangsung sejak tanggal 14 Februari sampai 8 Juli 2022, di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor. Faktor pertama yaitu pupuk hayati (p) sebanyak 3 taraf dan faktor kedua yaitu pupuk NPK (n) sebanyak 3 taraf sehingga terdapat 9 kombinasi perlakuan. Setiap perlakuan memiliki 3 ulangan dan 4 tanaman sampel sehingga terdapat 108 unit tanaman. Perlakuan yang dimaksud yaitu p1 = pupuk hayati 5 ml/l, p2 = pupuk hayati 10 ml/l, p3 = pupuk hayati 15 ml/l, n1 = pupuk NPK 200 kg/ha, n2 = pupuk NPK 300 kg/ha, n3 = pupuk NPK 400 kg/ha. Variabel pengamatan yaitu tinggi tanaman, umur berbunga, volume akar, berat kering tanaman, jumlah polong segar, jumlah polong isi, bobot polong segar dan jumlah bintil akar. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsentrasi pupuk hayati dan dosis pupuk NPK memberikan interaksi terhadap variabel volume akar, berat kering tanaman, jumlah polong segar dan jumlah polong isi. Pupuk hayati dengan konsentrasi 15 ml/l dan dosis NPK 200 kg/ha merupakan perlakuan paling efektif meningkatkan hasil tanaman yaitu jumlah polong segar per tanaman dan jumlah polong isi kedelai edamame yang ditanam pada tanah gambut.
PENGARUH PUPUK UREA, SP36, DAN KCL DIPERKAYA DENGAN INOKULASI FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI EDAMAME PADA TANAH GAMBUT Juwita, Ida; Zulfita, Dwi; Darussalam, Darussalam
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.58212

Abstract

Kedelai edamame (Glycinemax (L) Merril.) merupakan kedelai asal Jepang yang memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan dengan kedelai biasa. Kedelai edamame memiliki bentuk tanaman, biji dan polong yang lebih besar. Upaya untuk meningkatkan produksi kedelai edamame dapat dilakukan dengan mengoptimalkan lahan gambut untuk areal produksi kedelai edamame di Kalimantan Barat. Pupuk yang dapat digunakan adalah Urea, SP36, dan KCL, ketiga pupuk ini mengandung unsur nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K). Unsur hara N, P, dan K sangat diperlukan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Disamping itu penggunaan FMA mampu meningkatkan serapan unsur yang tidak mobil terutama hara P. FMA memiliki peranan yang sangat penting bagi tanaman yaitu dapat memfasilitasi penyerapan hara dalam tanah sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman, sebagai penghalang biologis terhadap infeksi patogen akar, meningkatkan ketersediaan air bagi tanaman dan meningkatkan hormon pemacu tumbuh. Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh dosis terbaik pupuk N, P, dan K yang diperkaya dengan inokulasi FMA terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai edamame pada tanah gambut. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dalam bentuk Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 5 kali ulangan. Perlakuan yang dimaksud yaitu : p1 = dosis pupuk 100% dari anjuran, p2 = dosis pupuk 75% dari anjuran, p3 = dosis pupuk 50% dari anjuran, p4 = dosis pupuk 25% dari anjuran. Variabel yang diamati dalam penelitian meliputi : tinggi tanaman (cm), volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), jumlah cabang produktif (buah), umur berbunga (hst), jumlah polong isi pertanaman (buah), berat polong isi per tanaman (g). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian pupuk N, P, K dosis 100% dosis anjuran setara dengan Urea 0,90 g/tanaman, SP36 0,65 g/tanaman, dan KCl 0,65 g/tanaman diperkaya dengan inokulasi FMA dapat memberikan pertumbuhan dan hasil kedelai edamame yang terbaik pada tanah gambut.
PENINGKATAN VIABILITAS DAN VIGOR BENIH PORANG DENGAN PERENDAMAN AIR KELAPA Sianturi, Tota Selvia; Palupi, Tantri; Darussalam, Darussalam
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i1.58593

Abstract

Porang merupakan salah satu jenis tumbuhan umbi-umbian yang belum banyak dibudidayakan. Tanaman porang dapat diperbanyak dengan cara generatif menggunakan biji. Namun, terdapat kendala dari perbanyakan benih porang secara generatif yaitu benih porang mengalami dorman. Upaya untuk mempercepat dan menyeragamkan perkecambahan benih porang yakni dengan metode invigorasi benih yaitu perendaman benih dengan air kelapa muda sebagai zpt alami. Adapun tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui konsentrasi terbaik sebagai bahan perendaman benih porang dalam air kelapa muda untuk meningkatkan viabilitas dan vigor benih porang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor yang diteliti adalah Konsentrasi Air Kelapa Muda terdiri dari 6 perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Perlakuan dimaksud adalah: a0 = Tanpa air kelapa, a1= 10%, a2 = 20%, a3= 30%, a4 = 40%, a5 = 50%. Hasil penelitian menunjukan bahwa perendaman air kelapa dengan berbagai konsentrasi berpengaruh tidak nyata terhadap indeks vigor, keserempakan tumbuh, daya berkecambah, kecepatan tumbuh, panjang plumula dan panjang radikula benih porang.Kata Kunci : Air Kelapa, Perkecambahan, Porang.
THE EFFECT OF RICE HUSK BIOCHAR AND NPK FERTILIZER ON THE GROWTH AND YIELD OF RADISH IN RED YELLOW PODSOLIC SOIL Yayat, Yopianus; Darussalam, Darussalam; Susana, Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i1.60499

Abstract

Radish (Raphanus sativus L.) is an annual plant, In Podsolic Soil. Utilization red-yellow podsolic soil as a growing medium is fact with the characteristics of dense soil and high clay content, low organic matter content, moderate to high base saturation, generally low nutrient content of N, P, K, and low pH. Efforts to improve the physical and chemical properties of red-yellow podzolic soil can be carried out by giving balanced organic matter and inorganic fertilizers so that it is expected to increase soil productivity. One of the organic materials that can be used was rice husk biochar. NPK anorganik fertilizer is an important macro nutrient needed by plants in large quantities so it must be available in sufficient quantities contain the growing media. This study aims were to find the interaction of biochar and NPK fertilizer on the growth and yield of radish on Red Yellow Podsolik soil. This research was conducted from 27 April "“ 30 May 2022, in the experimental garden of the Faculty of Agriculture, Tanjungpura University, Pontianak. The study used a factorial Completely Randomized Design (CRD) consisting of 2 factors. The first factor consisted of planting media, namely husk charcoal biochar (A) which consisted of 3 treatment levels and the second factor was NPK fertilizer (P) with 3 treatment levels. Each treatment combination was repeated 3 times and each experimental unit contained 4 sample plants, so there were 108 plants. The variables observed in this study were the number of leaves, plant fresh weight, plant dry weight, tuber length, tuber diameter and tuber fresh weight. The results showed that the dose of 10 tons/ha of biochar and 400 kg/ha of NPK fertilizer gave the best results on the growth and yield of radish on red-yellow podzolic soil. Keywords : Fertilizer, Radish, Rice Husk Biochar, Red-Yellow Podzolic Soil, Response.
Co-Authors Abdul Rauf Muhammad Amin Adzani, M. Ardies Rama Agustina Listiawati Ahmad, Nanang Akmal, Andi Muhammad Alfurqan, Alfurqan Alviah, Fajri Andree Wijaya Setiawan Andri Andri Anisa Rahmawati Annisa, Baaqiy Amri Apriani, Salbina Aprizkiyandari, Siti Aprizkyandari, Siti ARI KURNIAWAN Arien, Arien Ashari, Asri Mulya Asnawati Asnawati Asri, Monika Fenia Astina Astina, Astina Azwardi Azwardi Bambang Irawan Basuni, Basuni Darwin Yuwono Riyanto, Darwin Yuwono Dessy, Dessy Dini Anggorowati DIPINTO, ARI DIPINTO Diputra, Juhar Dirathia, Almandha Dwi Zulfita Eko Eko, Eko Evi Gusmayanti Fany, Ade Fenandra, Adara Halimatussakdiah Halimatussakdiah Hendri Hendri Iman Suswanto Suswanto Indri Hendarti Irwansyah Irwansyah Iwan Sasli JANATI, APRIANI Joko Joko Julyanti, Dewi Nor Indah Juwita, Ida Kumala Dewi LICUNG, LICUNG Lisa Anugrah Maharani, Rizka Aulia Mardianto Mardianto Maulidi Maulidi Mega Sari Mohamed, Hussein MUFLIHAN, MUFLIHAN Muh Bahruddin Musa, Kazi Nur Fatimah Nurjani Palari, Deo Pangestu, Abdur Rahman Pradana, Gusti Fitrah Purwaningsih - Puspa, Sandra Sri Putra, Korintus Putri, Irma Sasmita Adi Putri, Resti Amelia Rahmidiyani Rahmidiyani, Rahmidiyani Rini Susana Rita Kurnia Apindiati Riyanti, Yupita Ririn Rohmad Rohmad, Rohmad Sabarudin Sabarudin Sagita, Devia Rahma Sapari, Miftahul Sari Br. Ginting, Eva Indah Sari, Utin Kusmala Setia Budi Sianturi, Tota Selvia Simarmata, Haris Ganda Saputra Siti Hadijah Surachman Surachman suri, wira sagita Susi Herti Afriani Susilawati, Dwi Nur Tantri Palupi Tijar, Grigorius Togatorop, Marthin Jonathan Ulum, Siti Nafiroh Umar Sulaiman Warganda Warganda WASI'AN, WASI'AN Yayat, Yopianus