Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

The effectiveness of local coastal plant Spirulina cultivated to reduce anemia in pregnant women Risnawati, Risnawati; Herman, Herman; Jumatrin, Nur Fitriah; Fitra, Wa Ode; Supriadi, Supriadi
JHeS (Journal of Health Studies) Vol. 9 No. 2 (2025): September
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/jhes.4231

Abstract

Anemia is one of the common health complications in pregnant women and is a health problem of global concern. Anemia during pregnancy has an impact on maternal and fetal health problems and contributes to increased maternal and fetal mortality and morbidity. Spirulina (Arthrospira platensis) is a marine plant that is rich in nutrients such as protein, amino acids, vitamins, minerals, carbohydrates, iron, sodium, potassium, calcium, magnesium, lead, cadmium, arsenic, and phosphorus. Spirulina plants processed in the form of supplements can prevent and overcome health problems such as anemia. The purpose of this study was to determine the effectiveness of local coastal plants Spirulina (Arthrospira platensis) in the form of supplements in overcoming anemia in pregnant women. The research method used was a quasi-experimental with a pre-post test design. The study population was pregnant women. The number of samples was 15 people, with a purposive sampling technique. The intervention carried out was the administration of spirulina capsules at a dose of 800 mg/day for 21 days. Data analysis using the Paited T test. The results showed that spirulina supplementation significantly (p value = 0.00 <α value = 0.05) increased Hb levels in pregnant women suffering from anemia in the coastal area of ​​Konawe Regency. Increasing the dose with a shorter duration is expected to be able to overcome the problem of anemia efficiently.
Peningkatan Pengetahuan Berbasis Media Video Edukasi Untuk Meningkatkan Self-Efficacy Kesehatan Seksual Dan Reproduksi Pada Remaja Di Gorontalo Wulansari, Ika; M. Arsad, Sitti Fatimah; Haji Jafar, Cindy Puspita Sari; Jumatrin, Nur Fitriah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 4, No 3 (2025)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v4i3.34442

Abstract

Kesehatan seksual dan reproduksi remaja merupakan isu penting yang perlu mendapat perhatian, khususnya di tingkat sekolah menengah. Remaja berada pada fase perkembangan yang rentan terhadap berbagai masalah, termasuk pernikahan dini, kehamilan tidak diinginkan, dan perilaku berisiko. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SMAN 1 Dungalio Gorontalo dengan tujuan meningkatkan pengetahuan serta self-efficacy remaja dalam menjaga kesehatan seksual dan reproduksi melalui media video edukasi. Metode kegiatan meliputi persiapan, pre-test, penyuluhan berbasis video edukasi, diskusi interaktif, post-test, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan siswa mengenai pubertas, kesehatan reproduksi, dan risiko perilaku seksual berisiko. Selain itu, aspek self-efficacy remaja juga meningkat, ditandai dengan meningkatnya kepercayaan diri dalam mengambil keputusan sehat serta menolak perilaku yang berisiko. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah penggunaan video edukasi efektif sebagai strategi pembelajaran inovatif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan remaja menjaga kesehatan seksual dan reproduksi. Implementasi berkelanjutan di sekolah diharapkan mampu memperkuat dampak positif dan mendukung program kesehatan remaja secara komprehensif.
Terapi Refleksi Pijat Kaki Untuk Mengatasi Masalah Kesehatan Di Masyarakat Kelurahan Bungkutoko Indriastuti, Diah; Tahiruddin, Tahiruddin; Rosjidi, Cholik Harun; Jumatrin, Nur Fitriah; Dhesa, Desiderius Bella
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement Vol 4 No 2 (2023): Karya Kesehatan Journal of Community of Engangement
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/k2jce.v4i2.1141

Abstract

Abstrak. Hipertensi merupakan penyakit yang banyak dialami oleh masyarakt pesisir salah satunya masyarakat di Keluarahan Bungku Toko. Selain pola makan, kerasnya pekerjaan Masyarakat pesisir seringkali menyebabkan kekakuan pada beberapa ektremitas sehingga menimbulkan kelelahan. Kondisi ini diperparah dengan kurangnya kesadaran Masyarakat dalam mengenali gejala hipertensi dan rendahnya keinginan masyarakat pesisir menggunakan fasilitas kesehatan dalam perawatan kesehatan. Terapi refleksi pijat kaki merupakan salah satu terapi komplementer yang dapat digunakan untuk pemeliharaan kesehatan Masyarakat secara mandiri. Pengabdian kepda Masyarakat ini dilaksanakan dengan metode ceramah, tanya jawab dan praktek. Hasilnya masyarakt antusias mengikuti kegiatan dan berupaya mengasai teknik refleksi pijat kaki untuk mengurangi gangguan masalah kesehatan berupa hipertensi. Disarankan masyarakat memperbaiki pola makan dan istirahat yang baik guna menghindari kejadia hipertensi yang lebih lanjut dan dalam menjaga tekanan darah dalam kondisi stabil. Abstract. Hypertension is a disease that is experienced by many coastal communities, one of which is the community in Bungku Toko Village. Apart from diet, the hard work of coastal communities often causes stiffness in several extremities, resulting in fatigue. This condition is exacerbated by the lack of public awareness in recognizing the symptoms of hypertension and the low desire of coastal communities to use health facilities for health care. Foot massage reflexology therapy is a complementary therapy that can be used to maintain people's health independently. This community service is carried out using lecture, question and answer and practice methods. As a result, people enthusiastically took part in the activities and tried to master reflexology foot massage techniques to reduce health problems in the form of hypertension. It is recommended that people improve their diet and rest well to avoid further incidents of hypertension and to maintain blood pressure in a stable condition
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Ibu Balita Tentang MP-ASI Isi Piringku Dengan Tindakan Pencegahan Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo : The Relationship Between the Level of Knowledge and Attitude of Toddler Mothers About Complementary Foods (MP-ASI) "Isi Piringku" (My Plate) and Stunting Prevention Measures in Toddlers in the Limboto Community Health Center Work Area, Gorontalo Regency Fajar Oktavian Hulukati; Nasrun Pakaya; Cindy Puspita Sari Haji Jafar; Nur Fitriah Jumatrin
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 7: Juli 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i7.8321

Abstract

Stunting merupakan permasalahan kesehatan yang belum mampu diatasi secara tuntas oleh pemerintah, angka stunting di Indonesia masih tergolong tinggi yaitu sebesar 24,4% pada tahun 2023. Pengetahuan ibu tentang pola gizi anaknya dapat menentukan sikap ibu dalam pemenuhan gizi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dan sikap ibu tentang MP-ASI dalam pencegahan stunting. Desain penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini yaitu 97 responden dengan menggunakan teknik cluster sampling. Analisis dilakukan dengan menggunakan uji rank spearman. Hasil penelitian didapatkan pengetahuan cukup 51 responden (52,6%), baik 31 responden (32,0%), dan kurang 15 responden (15,5%). Sikap positif 58 responden (59,8%), dan sikap negatif 39 responden (40,2%). Pencegahan stunting baik 51 responden (52,6%), cukup 39 responden (40,2%), dan kurang 7 responden (7,2%). Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan tingkat pengetahuan dan sikap ibu tentang MP-ASI Isi Piringku Dengan Tindakan Pencegahan Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Limboto (nilai p = 0,000). Diharapkan para tenaga kesehatan mampu melaksanakan pemberian promosi kesehatan tentang pemberian MP-ASI Isi Piringku kepada ibu sebagai pencegahan stunting.
Hubungan Keaktifan Ibu Dalam Kegiatan Posyandu Dengan Status Gizi Bayi 8-12 Bulan: The Relationship Between Mothers' Activeness in Posyandu Activities and the Nutritional Status of 8-12 Month Old Infants Rahmatia H. Idrak; Nanang R. Paramata; Cindy Puspita Sari Haji Jafar; Nur Fitriah Jumatrin
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.8740

Abstract

Keaktifan ibu dalam kegiatan posyandu, seperti kehadiran yang konsisten, partisipasi dalam program edukatif, dan aktif dalam berbagai kegiatan posyandu sangat penting dalam meningkatkan kesehatan dan gizi anak dan dapat memberikan manfaat besar terhadap status gizi bayi usia 8-12 bulan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan keaktifan ibu dalam kegiatan posyandu dengan status gizi bayi 8-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Limboto Kelurahan Hutuo Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif survey analitik dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah ibu yang mempunyai bayi berumur 8-12 bulan, jumlah bayi di kelurahan hutuo yaitu 86 bayi dengan pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrument penelitian menggunakan lembar observasi keaktifan ibu dan KMS, dengan Analisa data univariat dan bivariat uji distribusi frekuensi dan chi square. Hasil penelitian menunjukkan nilai p value 0.000 yang berarti dapat disimpulkan ada hubungan keaktifan ibu dalam kegiatan posyandu dengan status gizi bayi 8-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Limboto Kelurahan Hutuo Kabupaten Gorontalo, diharapkan ibu dapat memantau pertumbuhan dan perkembangan anak dengan selalu berkunjung ke posyandu.
PENDAMPINGAN KADER KESEHATAN DALAM UPAYA PENCEGAHAN INFERTILITAS PADA PASANGAN USIA SUBUR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RANOMEETO KABUPATEN KONAWE SELATAN Herman, Herman; Uksim, Muhammad; Syahwal, Muhammad; Jumatrin, Nur Fitriah; Wali, Risna; Niswati, Niswati
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i3.59389

Abstract

Infertility is a reproductive health problem with a prevalence of 8–12% worldwide. Infertility treatment is still inadequate, and the cost of treatment is so high that it cannot be accessed by all infertile couples. Infertility problems need to be prioritized because they can affect the quality of life of fertile couples and help individuals obtain basic reproductive rights. Health education can be an initial response in preventing infertility in the community. Health education needs to involve health services, educational institutions, and the community so that knowledge can be optimally provided to the public. The use of health cadres is expected to help identify and provide knowledge to infertile couples and couples at risk of infertility so that immediate treatment and care can be given. Community service activities aim to provide health education to cadres and an introduction to complementary cupping therapy in addressing infertility problems in fertile couples, as well as to enable cadres to become an extension of the healthcare team in identifying and recording infertile couples in the Ranomeeto Health Center working area. The activity was carried out by lecturers of the Diploma III Nursing Program of the Karya Kesehatan College of Health Sciences (STIKes Karkes) in collaboration with the Ranomeeto Health Center. The method of implementing the activity was in the form of health education and cupping therapy training, including an introduction to cupping therapy for cadres. The results of the activity showed an increase in cadres’ knowledge about infertility before and after the health education, which was tested using a t-test with a p-value = 0.00. Cadres also gained detailed knowledge about cupping therapy and its uses. Community service activities increased cadre knowledge about infertility and cupping therapy, as well as their ability to identify infertile couples in the workplace. Infertilitas merupakan masalah kesehatan sistem reproduksi dengan prevalensi 8-12% di dunia. Penanganan infertilitas yang masih belum memadai dan biaya perawatan yang begitu besar sehingga tidak dapat diakses oleh semua pasangan infertilitas. Masalah infertilitas perlu diperioritaskan karena dapat mempengaruhi kualitas hidup pasangan usia subur dan membantu individu mendapatkan hak asasi dalam bereproduksi. Pendidkan kesehatan dapat menjadi penangan awal dalam mencegah infertilitas di masyarakat. Pendidikan kesehatan perlu melibatkan pelayanan kesehatan, institusi pendidikan dan masyarakat sehingga pengetahuan dapat optimal diberikan kepada masyarakat. Pemanfaatan kader kesehatan diharapkan dapat membantu dalam mengidentifikasi dan memberi pengetahuan d terhadap pasangan infertilitas dan pasangan beresiko infertilitas sehingga dapat diberikan penanganan dan perawatan segera. Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan untuk memberikan pendidikan kesehatan kepada kader dan pengenalan terapi komplementer bekam dalam mengatasi masalah infertilitas pada pasangan usia subur serta mampu menjadi perpajangan tangan mitra dalam megidentifikasi dan mencatat pasangan infertilitas wilayah kerja puskesmas Ranomeeto. Kegiatan dilakukan oleh dosen Diploma III Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan (STIKes Karkes) yang berkejasama Puskesmas Ranomeeto. Metode pelaksanaan kegiatan dalam bentuk pendidikan kesehata dan pelatihan terapi bekam yang bentuk pengenalan terapi bekam pada kader. Hasil kegiatan didapatkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan kader mengenai infertilitas sebelum dan setelah dilakukan pendidikan kesehatan yang diuji menggunakan uji-t dengan hasil p-value=0,00. Kader juga mengetahui secara detail mengenai terapi bekam dan pengunaan terapi bekam. Kegiatan pengabdian masyarakat meningkatkan pengetahuan kader mengenai infertilitas dan terapi bekam serta cara mengidentifikasi pasangan infertilitas dilikungan tepat kerja.
Edukasi Pencegahan Demam Typhoid Di SDN 88 Sapatana Jumatrin, Nur Fitriah; Haji Jafar, Cindy Puspita Sari
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement Vol 6 No 2 (2025): Karya Kesehatan Journal of Community Engangement
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/k2jce.v6i2.1633

Abstract

Abstrak. Demam typhoid menjadi salah satu penyakit yang mengancam nyawa disebabkan oleh penularan bakteri Salmonella Typhi. Demam typhoid paling sering ditemukan pada wilayah yang memiliki keterbatasan dalam akses air bersih, sanitasi buruk dan tingkat kebersihan rendah. Faktor resiko demam typhoid konsumsi makanan jajanan kaki lima (jajanan pinggir jalan), produk susu, ice cream, jus, dan buah-bahan. Anak-anak memjadi populasi yang rentan terhadap demam typhoid. Kelompok usia ini dikenal dengan tingkat aktivitas fisiknya yang tinggi, yang dapat mengakibatkan pola makan dan kebersihan yang kurang terjaga. Tujuan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan siswa(i) dalam mencegah demam typhoid. Kegiatan dilakukan dalam bentuk pendidikan kesehatan pada siswa(i) kelas 5 SD sebanyak 20 orang. Hasil dari pretest dan posttest menunjukan adanya peningkatan pengetahuan siswa(i) sebelum dan setelah diberikan pendidikan kesehatan pencegahan demam typoid dengan nilai rata-rata pre test 73 dan post test meningkat menjadi 87,50. Abstract. Typhoid fever is a life-threatening disease caused by the transmission of Salmonella Typhi bacteria. Typhoid fever is most often found in areas with limited access to clean water, poor sanitation, and low levels of hygiene. Risk factors for typhoid fever include consuming street food, dairy products, ice cream, juice, and fruit. Children are a vulnerable population to typhoid fever. This age group is known for their high levels of physical activity, which can result in poor diet and hygiene. The purpose of community service is to increase students' knowledge in preventing typhoid fever. The activity was carried out in the form of health education for 20 fifth-grade elementary school students. The results of the pretest and posttest showed an increase in students' knowledge before and after being given health education on typhoid fever prevention, with an average pre-test score of 73 and a post-test score increasing to 87.50.
Gambaran Kualitas Hidup Pada Ibu Hamil Dengan Risiko Tinggi Di Wilayah Kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo: Overview of Quality of Life in High-Risk Pregnant Women in the Limboto Community Health Center Work Area, Gorontalo Regency Jovita Aulyana; Ika Wulansari; Andi Mursyidah; Nur Fitriah Jumatrin
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.10314

Abstract

Ibu hamil dengan kehamilan risiko tinggi sering kali menghadapi tantangan yang lebih besar dibandingkan dengan kehamilan normal. Perubahan yang dialami wanita dengan kehamilan risiko tinggi dapat bersifat sementara, namun mempengaruhi kualitas hidupnya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif, yang menggunakan variabel tunggal berupa kualitas hidup. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 202 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling, didapatkan sampel sebanyak 67 responden. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner kualitas hidup WHOQOL-BREF versi Indonesia. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat untuk mengetahui frekuensi dan persentase pada variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan Ibu hamil dengan risiko tinggi memiliki kualitas hidup buruk 7,5%, sedang 10,4%, dan baik 82,1% yang artinya ibu hamil dengan risiko tinggi lebih banyak merasa nyaman secara fisik, psikologis, sosial serta lingkungan yang secara optimal memanfaatkan kehidupannya untuk kebahagiaan dirinya maupun orang lain. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi tenaga kesehatan, khususnya bidan dan petugas KIA dalam penyuluhan mengenai Antenatal Care, tanda bahaya kehamilan, konseling kesehatan mental serta pentingnya dukungan orang terdekat pada saat kehamilan. Oleh karena itu, dapat meningkatkan derajat kesehatan yang juga berdampak baik terhadap kualitas hidup ibu hamil.