Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Terapi Refleksi Pijat Kaki Untuk Mengatasi Masalah Kesehatan Di Masyarakat Kelurahan Bungkutoko Indriastuti, Diah; Tahiruddin, Tahiruddin; Rosjidi, Cholik Harun; Jumatrin, Nur Fitriah; Dhesa, Desiderius Bella
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement Vol 4 No 2 (2023): Karya Kesehatan Journal of Community of Engangement
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/k2jce.v4i2.1141

Abstract

Abstrak. Hipertensi merupakan penyakit yang banyak dialami oleh masyarakt pesisir salah satunya masyarakat di Keluarahan Bungku Toko. Selain pola makan, kerasnya pekerjaan Masyarakat pesisir seringkali menyebabkan kekakuan pada beberapa ektremitas sehingga menimbulkan kelelahan. Kondisi ini diperparah dengan kurangnya kesadaran Masyarakat dalam mengenali gejala hipertensi dan rendahnya keinginan masyarakat pesisir menggunakan fasilitas kesehatan dalam perawatan kesehatan. Terapi refleksi pijat kaki merupakan salah satu terapi komplementer yang dapat digunakan untuk pemeliharaan kesehatan Masyarakat secara mandiri. Pengabdian kepda Masyarakat ini dilaksanakan dengan metode ceramah, tanya jawab dan praktek. Hasilnya masyarakt antusias mengikuti kegiatan dan berupaya mengasai teknik refleksi pijat kaki untuk mengurangi gangguan masalah kesehatan berupa hipertensi. Disarankan masyarakat memperbaiki pola makan dan istirahat yang baik guna menghindari kejadia hipertensi yang lebih lanjut dan dalam menjaga tekanan darah dalam kondisi stabil. Abstract. Hypertension is a disease that is experienced by many coastal communities, one of which is the community in Bungku Toko Village. Apart from diet, the hard work of coastal communities often causes stiffness in several extremities, resulting in fatigue. This condition is exacerbated by the lack of public awareness in recognizing the symptoms of hypertension and the low desire of coastal communities to use health facilities for health care. Foot massage reflexology therapy is a complementary therapy that can be used to maintain people's health independently. This community service is carried out using lecture, question and answer and practice methods. As a result, people enthusiastically took part in the activities and tried to master reflexology foot massage techniques to reduce health problems in the form of hypertension. It is recommended that people improve their diet and rest well to avoid further incidents of hypertension and to maintain blood pressure in a stable condition
PENDAMPINGAN KADER KESEHATAN DALAM UPAYA PENCEGAHAN INFERTILITAS PADA PASANGAN USIA SUBUR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RANOMEETO KABUPATEN KONAWE SELATAN Herman, Herman; Uksim, Muhammad; Syahwal, Muhammad; Jumatrin, Nur Fitriah; Wali, Risna; Niswati, Niswati
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i3.59389

Abstract

Infertility is a reproductive health problem with a prevalence of 8–12% worldwide. Infertility treatment is still inadequate, and the cost of treatment is so high that it cannot be accessed by all infertile couples. Infertility problems need to be prioritized because they can affect the quality of life of fertile couples and help individuals obtain basic reproductive rights. Health education can be an initial response in preventing infertility in the community. Health education needs to involve health services, educational institutions, and the community so that knowledge can be optimally provided to the public. The use of health cadres is expected to help identify and provide knowledge to infertile couples and couples at risk of infertility so that immediate treatment and care can be given. Community service activities aim to provide health education to cadres and an introduction to complementary cupping therapy in addressing infertility problems in fertile couples, as well as to enable cadres to become an extension of the healthcare team in identifying and recording infertile couples in the Ranomeeto Health Center working area. The activity was carried out by lecturers of the Diploma III Nursing Program of the Karya Kesehatan College of Health Sciences (STIKes Karkes) in collaboration with the Ranomeeto Health Center. The method of implementing the activity was in the form of health education and cupping therapy training, including an introduction to cupping therapy for cadres. The results of the activity showed an increase in cadres’ knowledge about infertility before and after the health education, which was tested using a t-test with a p-value = 0.00. Cadres also gained detailed knowledge about cupping therapy and its uses. Community service activities increased cadre knowledge about infertility and cupping therapy, as well as their ability to identify infertile couples in the workplace. Infertilitas merupakan masalah kesehatan sistem reproduksi dengan prevalensi 8-12% di dunia. Penanganan infertilitas yang masih belum memadai dan biaya perawatan yang begitu besar sehingga tidak dapat diakses oleh semua pasangan infertilitas. Masalah infertilitas perlu diperioritaskan karena dapat mempengaruhi kualitas hidup pasangan usia subur dan membantu individu mendapatkan hak asasi dalam bereproduksi. Pendidkan kesehatan dapat menjadi penangan awal dalam mencegah infertilitas di masyarakat. Pendidikan kesehatan perlu melibatkan pelayanan kesehatan, institusi pendidikan dan masyarakat sehingga pengetahuan dapat optimal diberikan kepada masyarakat. Pemanfaatan kader kesehatan diharapkan dapat membantu dalam mengidentifikasi dan memberi pengetahuan d terhadap pasangan infertilitas dan pasangan beresiko infertilitas sehingga dapat diberikan penanganan dan perawatan segera. Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan untuk memberikan pendidikan kesehatan kepada kader dan pengenalan terapi komplementer bekam dalam mengatasi masalah infertilitas pada pasangan usia subur serta mampu menjadi perpajangan tangan mitra dalam megidentifikasi dan mencatat pasangan infertilitas wilayah kerja puskesmas Ranomeeto. Kegiatan dilakukan oleh dosen Diploma III Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan (STIKes Karkes) yang berkejasama Puskesmas Ranomeeto. Metode pelaksanaan kegiatan dalam bentuk pendidikan kesehata dan pelatihan terapi bekam yang bentuk pengenalan terapi bekam pada kader. Hasil kegiatan didapatkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan kader mengenai infertilitas sebelum dan setelah dilakukan pendidikan kesehatan yang diuji menggunakan uji-t dengan hasil p-value=0,00. Kader juga mengetahui secara detail mengenai terapi bekam dan pengunaan terapi bekam. Kegiatan pengabdian masyarakat meningkatkan pengetahuan kader mengenai infertilitas dan terapi bekam serta cara mengidentifikasi pasangan infertilitas dilikungan tepat kerja.
Edukasi Pencegahan Demam Typhoid Di SDN 88 Sapatana Jumatrin, Nur Fitriah; Haji Jafar, Cindy Puspita Sari
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement Vol 6 No 2 (2025): Karya Kesehatan Journal of Community Engangement
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/k2jce.v6i2.1633

Abstract

Abstrak. Demam typhoid menjadi salah satu penyakit yang mengancam nyawa disebabkan oleh penularan bakteri Salmonella Typhi. Demam typhoid paling sering ditemukan pada wilayah yang memiliki keterbatasan dalam akses air bersih, sanitasi buruk dan tingkat kebersihan rendah. Faktor resiko demam typhoid konsumsi makanan jajanan kaki lima (jajanan pinggir jalan), produk susu, ice cream, jus, dan buah-bahan. Anak-anak memjadi populasi yang rentan terhadap demam typhoid. Kelompok usia ini dikenal dengan tingkat aktivitas fisiknya yang tinggi, yang dapat mengakibatkan pola makan dan kebersihan yang kurang terjaga. Tujuan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan siswa(i) dalam mencegah demam typhoid. Kegiatan dilakukan dalam bentuk pendidikan kesehatan pada siswa(i) kelas 5 SD sebanyak 20 orang. Hasil dari pretest dan posttest menunjukan adanya peningkatan pengetahuan siswa(i) sebelum dan setelah diberikan pendidikan kesehatan pencegahan demam typoid dengan nilai rata-rata pre test 73 dan post test meningkat menjadi 87,50. Abstract. Typhoid fever is a life-threatening disease caused by the transmission of Salmonella Typhi bacteria. Typhoid fever is most often found in areas with limited access to clean water, poor sanitation, and low levels of hygiene. Risk factors for typhoid fever include consuming street food, dairy products, ice cream, juice, and fruit. Children are a vulnerable population to typhoid fever. This age group is known for their high levels of physical activity, which can result in poor diet and hygiene. The purpose of community service is to increase students' knowledge in preventing typhoid fever. The activity was carried out in the form of health education for 20 fifth-grade elementary school students. The results of the pretest and posttest showed an increase in students' knowledge before and after being given health education on typhoid fever prevention, with an average pre-test score of 73 and a post-test score increasing to 87.50.
Pola Makan Sehat Cegah Obesitas Pada Anak Sekolah Dasar Di SDN 20 Dungingi Kota Gorontalo Cindy Puspita Sari Haji Jafar; Nur Fitriah Jumatrin
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement Vol 7 No 1 (2026): Karya Kesehatan Journal of Community Engangement
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/k2jce.v7i1.1708

Abstract

Obesitas pada anak usia sekolah merupakan masalah kesehatan yang terus meningkat dan berisiko menimbulkan berbagai gangguan kesehatan di masa mendatang. Pola makan yang tidak sehat menjadi salah satu faktor utama penyebab obesitas pada anak. Upaya pencegahan obesitas dapat dilakukan melalui pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak mengenai pentingnya pola makan sehat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa sekolah dasar tentang pola makan sehat sebagai upaya pencegahan obesitas. Kegiatan dilaksanakan di SDN 20 Dungingi Kota Gorontalo pada tanggal 31 Oktober 2025 dengan jumlah peserta sebanyak 32 siswa kelas IV. Metode kegiatan dilakukan melalui pendidikan kesehatan menggunakan ceramah, demonstrasi, permainan edukatif, dan praktik memilih makanan sehat menggunakan replika makanan. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test dengan metode tanya jawab langsung serta observasi selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai pola makan sehat dan pencegahan obesitas setelah diberikan pendidikan kesehatan. Peserta mampu mengenali jenis makanan sehat, memahami pentingnya gizi seimbang, serta lebih tepat dalam memilih makanan sehat pada sesi praktik. Kegiatan pendidikan kesehatan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa tentang pola makan sehat sehingga diharapkan dapat menjadi salah satu strategi pencegahan obesitas pada anak usia sekolah secara berkelanjutan. Abstract. Obesity among school-age children is an increasing public health problem that may lead to various health complications in the future. Unhealthy eating habits are considered one of the main contributing factors to childhood obesity. Prevention efforts can be implemented through health education to improve children’s knowledge and awareness regarding healthy eating habits. This community service activity aimed to enhance elementary school students’ understanding of healthy eating habits as an effort to prevent obesity. The activity was conducted at SDN 20 Dungingi, Gorontalo City, on October 31, 2025, involving 32 fourth-grade students. The activity was carried out through health education methods consisting of lectures, demonstrations, educational games, and practical sessions using food replicas to identify healthy foods. Evaluation was conducted through pre-test and post-test using direct questioning methods and observations during the activity. The results showed an improvement in students’ understanding of healthy eating habits and obesity prevention after receiving health education. Participants were able to identify healthy foods, understand the importance of balanced nutrition, and more accurately select healthy foods during the practical sessions. This health education activity was effective in improving students’ knowledge regarding healthy eating habits and is expected to become a sustainable strategy for preventing obesity among school-age children.