Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pengaruh Model Pembelajaran PAMER Berbantuan Video Animasi Terhadap Keaktifan dan Hasil Belajar PPKn pada siswa Sekolah Dasar Abdul Azis; Andi Arbaina Fariza; Sitti Fithriani Saleh; Erni Ekafitria Bahar; Rinaldi Rinaldi
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 13, No 1 (2023): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v13i1.16778

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan pengaruh model PAMER berbantuan video animasi dalam meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa. Penelitian merupakan penelitian quasi experiment dengan desain penelitian pretest-posttest control group design. Populasi terdiri seluruh siswa kelas IV SDN Melayu Muhammadiyah. Pengambilan sampel secara purposive sampling yang terdiri dari siswa kelas IVA dan kelas IVB. Keaktifan siswa diukur dengan menggunakan lembar akktivitas yang disesuaikan dengan indikator keaktifan siswa yang diperoleh melalui observasi. Instrumen untuk mengukur hasil belajar siswa yaitu tes yang berisi 10 butir soal. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh model pembelajaran PAMER berbantuan video animasi terhadap keaktifan dan hasil belajar siswa dengan indikator berpengaruh yaitu: (1) Keaktifan siswa yang diajar menggunakan model PAMER berbantuan video animasi berada pada kategori sangat aktif dengan rata-rata 3,78. (2) Peningkatan hasil belajar (gain ternormalisasi) siswa yang diajar dengan menggunakan model PAMER berbantuan video animasi lebih besar dari 0,30 yaitu 0,78 dan berada dalam kategori tinggi. Dan (3) Peningkatan hasil belajar (gain) siswa yang diajar dengan model PAMER berbantuan video animasi lebih dari peningkatan hasil belajar (gain) siswa yang diajar dengan model konvensional. Model pembelajaran PAMER berpengaruh terhadap keaktifan dan hasil belajar siswa kelas IV SDN Melayu Muhammadiyah. Berdasarkan hasil penelitian ini direkomendasikan kepada guru agar menerapkan model pembelajaran PAMER untuk meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa di sekolah dasar. 
Deskripsi Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Sekolah Dasar Melalui Penggunaan Lembar Kerja Peserta Didik Dengan Metode Penemuan Terbimbing Berdasarkan Self-Confidence Suharman Suharman; Agustan Syamsuddin; Sitti Fithriani Saleh
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2024): Januari-April 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v4i1.1389

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik yang diajar menggunakan lembar kerja peserta didik dengan metode penemuan terbimbing ditinjau dari self confidence siswa. Selain itu, penelitian ini juga mendeskripsikan interaksi antara kemampuan berpikir kritis yang memiliki self confidence tingi dan rendah yang diajar menggunakan LKPD dan tanpa LKPD dengan metode penemuan terbimbing Penelitian ini melibatkan 40 siswa kelas VI Sekolah Dasar sebagai sampel penelitian yang diperoleh melalui teknik random sampling. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan memilih desain faktorial eksperimen. Pengumpulan data dilakukan melalui angket self confidence dan tes keterampilan berpikir kritis. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis yang diajar menggunakan metode penemuan terbimbing berbantuan LKPD dengan tanpa LKPD. (2) terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik yang memiliki self confidence tinggi dengan rendah. (3) terdapat interaksi antara kemapuan berpikir kritis siswa dengan self confidance tingi dan rendah melalu penggunaan LKPD dan tanpa LKPD dengan metode penemuan terbimbing berbantuan. (4) Penelitian ini menunjukkan tidak adanya perbedaan kemampuan berpikir kritis antara peserta didik yang memiliki self confidence tinggi dengan self confidence rendah yang diajar dengan metode penemuan terbimbing berbantuan LKPD. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis antara peserta didik yang memiliki self confidence tinggi dengan self confidence rendah yang diajar dengan metode penemuan terbimbing tanpa bantuan LKPD. Oleh karena itu, penggunaan LKPD dengan metode penemuan terbimbing dapat diterapkan dalam rangka melatihkan keterampilan berpikir kritis siswa dengan memperhatikan aspek self confidence siswa dalam proses pembelajaran matematika.
Pengaruh Mindfulness-Based Learning Terhadap Fleksibilitas dalam memecahkan masalah Matematika di Sekolah Dasar Sitti Fithriani Saleh; Mutmainnah Mutmainnah; Nurfidhea Dwidelia; Rachel Aura Azzahra
Bima Journal of Elementary Education Vol 3 No 1 (2025): Bima Journal of Elementary Education
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/bijee.v3i1.2648

Abstract

The background of this research is based on the urgency to increase flexibility of thinking in solving mathematical problems at the Elementary School level. This study aims to examine the effect of Mindfulness-Based Learning (MBL) on students' flexibility of thinking in solving mathematics problems in elementary school. The research design used was quasi-experimental with a pretest-posttest non-equivalent control group design. The research sample consisted of 60 fourth and fifth grade students who were divided into two groups: an experimental group that participated in mindfulness-based learning and a control group that participated in conventional learning. Data were collected through a mathematical thinking flexibility test, a mindfulness questionnaire, and classroom observations. The results showed that the experimental group experienced a significant increase in thinking flexibility, with a higher average posttest score (85.767) than the control group (69.733), with a p-value < 0.001. The application of Mindfulness-Based Learning is proven to be effective in improving students' ability to move between various mathematical problem-solving strategies, as well as increasing awareness and focus in the problem-solving process. These findings indicate that mindfulness intervention can be an effective approach to increasing flexibility of thinking in primary school, especially in mathematics learning.
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN TUSUK SATE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR Annisa Fitriani; Eka Wela Putri; Sitti Fithriani Saleh
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 10 No. 04 (2024): Volume 10 No. 04 Desember 2024 In Progress.
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v10i04.5554

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar matematika peserta didik kelas IV SD Inpres Sero pada materi pembagian bilangan bulat dengan menggunakan metode pembelajaran tusuk sate. Jenis penilitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) meliputi tiga tahapan, yaitu pra siklus, siklus I dan siklus II. Model penelitian yang digunakan adalah model Kemmis-Taggart. Model Kemmis-Taggart mencakup 4 tahapan utama, yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), observasi (observing), dan refleksi (reflecting). Adapun subjek penelitian adalah peserta didik kelas IV yang berjumlah 20 orang. Pengumpulan data melalui tes diagnostik awal kognitif dan pemberian tes akhir siklus. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diperoleh nila rata-rata hasil belajar peserta didik sebesar 69,75 pada siklus 1 dan 76,75 pada siklus 2. Ketuntasan klasikal hasil belajar mencapai 55% siklus 1 dan 90% siklus 2. Sehingga dalam penelitian ini adalah peningkatan penerapan metode tusuk sate pada pembelajaran matematika materi pembagian bilangan dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. hal tersebut dapat terlihat dari perolehan nilai peserta didik yang diperoleh selama proses pembelajaran yang berlangsung selama 2 siklus.
Efektivitas Model Pembelajaran Project Based Learning (Pjbl) Pada Pembelajaran Matematika Di Kelas V UPT SPF SD Inpres Andi Tonro Kota Makassar Muttahara Sabir; Sitti Fithriani Saleh; Kristiawati
COMPASS: Journal of Education and Counselling Vol. 1 No. 1 (2023): Compass: Journal of Education and Counselling, June 2023
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/compass.v1i1.260

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian pra-eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) pada pembelajaran matematika di kelas V UPT SPF SD Inpres Andi Tonro Kota Makassar, khususnya pada materi bangun ruang. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas V B UPT SPF SD Inpres Andi Tonro Kota Makassar tahun ajaran 2022/2023. Desain penelitian yang digunakan adalah  The one group pretest-posttest design. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, lembar observasi aktivitas siswa, angket respon siswa, dan hasil belajar siswa. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data hasil observasi (keterlaksanaan pembelajaran dan aktivitas siswa), angket, dan hasil belajar.  Penelitian ini dilaksanakan selama 6 kali pertemuan. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Hasil statistik deskriptif menunjukkan bahwa skor rata-rata hasil belajar matematika sebelum penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL)  berada pada kategori sangat rendah, yaitu 96,4% dari skor ideal 100 dengan standar deviasi 9,97. Sedangkan rata-rata hasil belajar matematika siswa setelah di terapkan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) berada pada kategori sedang, yaitu 78,6% dari skor ideal 100 dengan standar deviasi 16,06. Hal ini menunjukkan terdapat perbedaan hasil belajar matematika  siswa sebelum dan setelah diterapkan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL). Hasil penelitian menunjukkan (1) Hasil persentase keterlaksanaan pembelajaran oleh guru sangat baik sebesar 97,91%; (2) Hasil persentase aktivitas siswa yang aktif mengikuti proses pembelajaran matematika sebesar 81,1%; (3)  Hasil persentase siswa yang memberikan respon sangat baik sebesar 75,76% dan; (4) hasil belajar matematika siswa setelah diterapkan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL)  lebih baik dari hasil belajar matematika sebelum diterapkan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika dengan penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) di kelas V UPT SPF SD Inpres Andi Tonro Kota Makassar efektif digunakan dalam pembelajaran matematika.
Culturally Contextualized E-Book Based on West Papua’s Culture to Support Elementary Students’ Mathematical Connection Skills Muhiddin; Sitti Fithriani Saleh; Irwan Akib
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 13 No. 1 (2025): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v13i1.89836

Abstract

Integrating local cultural context into mathematics learning can provide meaningful learning experiences for students. West Papua is rich in cultural artifacts and practices that can be inspired into learning. This study aims to develop a culturally contextualized electronic mathematics book (e-book) based on West Papuan culture to support elementary school students' mathematical connection skills. This study is a development research project using the Plomp educational design research stage consisting of three stages: preliminary research, development or prototyping, and assessment. The e-book was developed using the Book Creator application. The data sources in this study were community leaders, lecturers, teachers, and students. The instruments used to collect data in this study were questionnaires, interview guidelines, and validation sheets. The e-book contains five steps of student activities: Let's Read, Let's Learn Together, Let's Practice, Let's Adventure, and Let's Tell Stories. The results of the validation and readability tests indicate that the e-book is valid and can be used in mathematics learning. However, teachers expressed the limitations of the devices and internet access needed to read e-books at school.
Pengembangan Lembar Kerja Murid Elektronik Berbasis Model Problem Based Learning pada Materi Statistika Kelas X Sekolah Menengah Kejuruan Masniar Masniar; Baharullah Baharullah; Sitti Fithriani Saleh
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i3.4944

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Murid Elektronik (e-LKM) berbasis Model Problem Based Learning yang difokuskan pada Materi Statistika di kelas X Sekolah Menengah Kejuruan. Pendekatan penelitian ini adalah Research and Development dengan kerangka kerja ADDIE yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. Partisipan penelitian adalah dua ahli pendidikan matematika dan dua ahli media pembelajaran, serta dua guru dan 63 murid kelas X dari dua sekolah menengah kejuruan yang berbeda. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi, lembar observasi, angket respon, dan tes hasil belajar murid. E-LKM dikembangkan dengan mengikuti sintaks Model Problem Based Learning, yaitu orientasi masalah, pengorganisasian belajar, penyelidikan, penyajian hasil, dan evaluasi. Hasil validasi menunjukkan e-LKM mencapai rata-rata 3,94 untuk validitas materi dan 3,85 untuk validitas media, dan keduanya berada pada kategori sangat valid. Hasil uji kepraktisan menunjukkan guru memberi penilaian 93,4% dan murid memberi penilaian 94,5% atau berada pada kategori sangat praktis. e-LKM yang telah dinyatakan valid dan praktis diimplementasikan di dua sekolah menengah kejuruan. Hasil uji efektivitas menunjukkan N-Gain hasil belajar murid mencapai 0,72 (kategori tinggi), keterlaksanaan pembelajaran mencapai rata-rata 96,14% (kategori sangat baik), aktivitas belajar murid mencapai rata-rata 94,14 (kategori sangat aktif) dan respon murid mencapai rata-rata 96,00 (kategori sangat baik). Dengan demikian, disimpulkan bahwa e-LKM efektif digunakan untuk mendukung penerapan Model Problem Based Learning dalam pembelajaran Statistika di sekolah menengah kejuruan.
Soal Matematika Berkonteks Budaya Daerah yang Diajukan Mahasiswa Calon Guru Sekolah Dasar Sitti Fithriani Saleh; Ernawati Ernawati; Mardawati Mardawati; Wanda Rezki Anugrah
Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia Vol 1 No 3 (2022): JUNI
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Bakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/judikdas.v1i3.420

Abstract

The purpose of this study was to conduct initial identification of mathematical problems in the context of local culture proposed by students. A total of 17 prospective elementary school teacher from a private university in Makassar were the subjects of this study. Students were asked to pose mathematical problems about the Greatest Common Factor (GCF) of two natural numbers and include the local cultural context. The results showed that of the 17 mathematical problems, 15 problems classified as solvable and two problems classified as unsolvable. Mathematical problems could not be solved because there was less information in the problems or there was conflicting information. The local cultural context used in the mathematical problems was dominated by the Bugis-Makassar ethnic group. Of the 17 mathematical problems posed, 16 problems were classified as real problems and one problem was classified as a pseudo problem. The problem was classified as pseudo problem because it contained contexts that were not relevant to the actual situation.
Development of Animated Learning Videos to Strengthen Elementary School Students' Mathematical Literacy Skills Firdayanti Ayu Lestari; Irwan Akib; Sitti Fithriani Saleh
ARRUS Journal of Mathematics and Applied Science Vol. 6 No. 2 (2026): In Press
Publisher : PT ARRUS Intelektual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/mathscience5006

Abstract

The low mathematical literacy skills of students encourage the need for learning innovations that can improve this condition. Learning media are needed that can support the strengthening of students' mathematical literacy skills. The purpose of this study is to develop animated learning videos that are valid, practical, and effective in improving students' mathematical literacy in elementary schools. This research is a development research using the 4D model which includes the Define, Design, Develop, and Disseminate stages . The trial subjects in this study were fifth grade elementary school students. The research instruments were expert validation sheets, teacher and student activity observation sheets, teacher and student response questionnaires, and mathematical literacy tests. Data analysis was carried out descriptively quantitatively and qualitatively. The developed animated video was validated by the validator from the media and material aspects. The average score of the validator's assessment for the media aspect was 3.56 with a percentage of 89.06% and a very valid category. The average score of the validator's assessment for the material aspect was 3.81 with a percentage of 95.29% and a very valid category. In the practicality test, teachers rated the learning video with an average score of 3.58 or a percentage of 89.56%, and a very practical category, while students rated it with an average score of 3.04 or a percentage of 76.08%, and a practical category. The results of the implementation of animated learning videos in three different classes showed an N-Gain value of 0.72 or a high category, a learning implementation score of 3.87 or a very good category, a student learning activity score of 3.65 or a very active category, and a student response score of 3.23 . or very positive category . Thus, it can be concluded that the developed animated learning video is valid, practical, and effective in improving the mathematical literacy skills of fifth-grade elementary school students.