Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PERMAINAN TRADISIONAL “BETENGAN” SEBAGAI METODE PERMAINAN UNTUK PENGEMBANGAN KECERDASAN KINESTETIK ANAK USIA DINI Junaidi, Slamet; Nugroho, Isfauzi Hadi
Nusantara of Research : Jurnal Hasil-hasil Penelitian Universitas Nusantara PGRI Kediri Vol 1 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.885 KB) | DOI: 10.29407/nor.v1i1.17

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan profil kecerdasan kinestetik anak usia dini pada TK Darma Wanita Ngampel pada tahap sosialisasi, adaptasi, dan implementasi permainan tradisional Betengan. (2) Membuktikan ada tidaknya perbedaan yang signifikan pada kecerdasan kinestetik anak usia dini pada TK Darma Wanita Ngampel antara tahap sosialisasi, adaptasi, dan implementasi permainan tradisional Betengan. Penelitian ini menggunakan pedekatan kuantitatif dengan metode eksperimen, dengan desain pre-eksperimen mengunakan tiga kali treatmen, yaitu pada tahap sosialisasi (T1), tahap adaptasi (T2) dan tahap sosialisasi (T3). Setiap tahap dilakukan observasi menggunakan lembar observasi kecerdasan kinestetik. Lokasi peneitiannya di TK Darma Wanita Ngampel, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Waktu penelitian selama 5 bulan pada semester gasal 2013/2014. Instrumen pengumpul datanya menggunakan lembar observasi kecerdasan kinestetik yang terdiri atas 3 indikator: gerak lomokomosi, nonlokomosi, dan gerak manipulasi. Analisis datanya mengunakan teknik analisis deskriftif kuantitatif, dan analisis statistika dengan Anova 1-jalur. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah: (1) Profil kecerdasan kinestetik anak usia dini pada TK Darma Wanita Ngampel pada tahap sosialisasi permainan tradisional Betengan adalah sedang atau cukup baik. Profil kecerdasan gerak memang tinggi pada tahap sosialisasi, namun itu diduga karena factor campur tangan guru yang dominan. (2) Profil kecerdasan kinestetik anak usia dini pada TK Darma Wanita Ngampel pada tahap adaptasi permainan tradisional Betengan adalah sedang. Indikator setiap gerak baik lokomosi, nonlokomosi, maupun manipuasi cenderung meningkat. (3) Profil kecerdasan kinestetik anak usia dini pada TK Darma Wanita Ngampel pada tahap implementasi permainan tradisional Betengan juga sedang. Namun kecenderungan meningkatnya setiap indikator gerak baik lokomosi, nonlokomosi, maupun manipuasi makin nampak jelas. (4) Terdapat perbedaan yang signifikan pada kecerdasan kinestetik anak usia dini pada TK Darma Wanita Ngampel antara tahap sosialisasi, adaptasi, dan implementasi permainan tradisional (nilai F = 20,293, sign.= 0,000).
KORELASI DUKUNGAN SOSIAL DAN KONSEP DIRI DENGAN AGRESIFITAS REMAJA NUGROHO, ISFAUZI HADI
Nusantara of Research : Jurnal Hasil-hasil Penelitian Universitas Nusantara PGRI Kediri Vol 2 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.446 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menguji korelasi antara Dukungan Sosial dan Konsep Diri dengan AgresifitasRemaja. Subyek Penelitian ini adalah siswa SMPN 1 Purwoasri Kediri. Subyek dalam penelitian ini 100 orang.Pengambilan sampel menggunakan tehnik quota sampling dengan karakteristik subyek : 1) remaja awalberusia 13-16 th  2) berjenis kelamin laki laki dan perempuan.Alat pengumpul data yang digunakan dalampenelitian ini adalah: Skala Dukungan Sosial, Skala Konsep Diri dan Skala Agresifitas Remaja.Ketiga skala inimenggunakan model skala likert yang terdiri dari 5 alternatif pilihan jawaban. Sedangkan metode analisis datayang digunakan adalah analisa regresi. Hasil dari analisa regresi menunjukkan ada korelasi antara DukunganSosial dan Konsep Diri dengan agresifitas remaja dengan nilai R= 0,437  pada p=0,001, artinya ada korelasiyang sangat signifikan. Sedangkan pada korelasi parsial didapatkan ada korelasi negatif yang sangatsignifikan antara Dukungan Sosial dan agresifitas remaja dengan nilai rpar = x1y = - 0,265 dengan p = 0,000dan tidak ada korelasi  antara Konsep Diri dengan  Agresifitas remaja dengan nilai rpar = x2y = -0,075dengan  p = 0,141 (p>0,05) Kata kunci :  Dukungan Sosial, Konsep Diri, Agresifitas
Health Education from An Early Age: Implementation and Evaluation of Healthy School Technical Guidance (Bimtek) in Early Childhood Education Institutions in Kediri Regency Anik Lestariningrum; Intan Prastihastari Wijaya; Nur Lailiyah; Isfauzi Hadi Nugroho; Sagista Cahayanti; Marselina Ngindang; Wika Nadya Belvana; Kheiza Reva Maharafni
Aktual: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Aktual: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : CV Media Inti Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58723/aktual.v4i2.687

Abstract

Background: Education on clean and healthy living habits from an early age is an important foundation for developing children’s character and future health quality. However, the implementation of healthy school programs in early childhood education (PAUD) institutions still faces various challenges, including limited educator understanding and the suboptimal management of healthy learning environments. Objectives: This article aims to describe the implementation and evaluate the effectiveness of healthy school technical guidance (BIMTEK) activities for PAUD educators. Methods: The study employed a qualitative descriptive method with a participatory approach through the stages of planning, implementation, and evaluation of the BIMTEK activities. The participants consisted of PAUD teachers and administrators who were actively involved in the training program under the supervision of the Education Office of Kediri Regency. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. Results: The results showed that the healthy school BIMTEK activities improved educators’ understanding and skills in implementing healthy school principles, including sanitation management, environmental cleanliness, and the habituation of clean and healthy living behaviors (PHBS) among children. In addition, positive changes were identified in learning practices that became more integrated with health values. The evaluation also indicated an increased institutional commitment to creating healthy and child-friendly PAUD environments. Conclusion: Therefore, the healthy school BIMTEK program was considered effective as a strategic effort to support the sustainable implementation of healthy school programs in PAUD institutions.
Greenhouse Hidroponik IoT: Penguatan Kelompok Tani Modern Desa Karangrejo Wujudkan Ketahanan Pangan Mendukung Asta Cita Isfauzi Hadi Nugroho; Mahendra Puji Permana Aji; Risa Helilintar; Beyonda Proudy Sujianto; Sabrina Aulia Firdaus
Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas
Publisher : Universitas Ekuitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52250/dbe.v10i1.1053

Abstract

The main challenges faced by farmers, particularly in Indonesia, are low productivity due to conventional methods, limited digital literacy, and limited market access. Therefore, this community service program aimed to strengthen the capacity of the Modern Farmers Group in Karangrejo Village, Kandat District, Kediri Regency, through the implementation of an Internet of Things (IoT)-based hydroponic greenhouse as an effort to achieve food security and support the implementation of Asta Cita. This research method used the Participatory Action Research (PAR) approach, actively involving 33 community participants over a four-month duration. The stages included socialization, comprehensive training, technology application, direct mentoring, and evaluation. The technical evaluation results were highly positive. The IoT system, enabling automatic control of temperature, humidity, pH, and precise watering, led to a 40% increase in hydroponic crop productivity and 30% efficiency in water use. Economically, this success resulted in a 40% increase in farmers' average monthly income and a 50% increase in sales volume within eight months. Furthermore, digital-based marketing through websites and social media successfully expanded the market reach and strengthened the “Hidroponik Karangrejo” brand identity. Socially, there was a 78% increase in farmers' digital literacy, the formation of stronger group solidarity, and the creation of new, sustainable job opportunities in the village. This integration of IoT technology has proven effective in enhancing productivity, economic independence, and the sustainability of digital-based agriculture in the region.  Keywords: community empowerment, digital agriculture, food security, hydroponics, internet of things.   Abstrak Permasalahan utama yang dihadapi petani khususnya di Indonesia adalah rendahnya produktivitas akibat metode konvensional, keterbatasan literasi digital, serta akses pasar yang sempit. Oleh karena itu, program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas Kelompok Tani Modern Desa Karangrejo, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri melalui penerapan greenhouse hidroponik berbasis Internet of Things (IoT) sebagai upaya mewujudkan ketahanan pangan dan mendukung pelaksanaan Asta Cita. Kegiatan ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan masyarakat secara aktif pada setiap tahapan, meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi dengan keseluruhan durasi kegiatan selama 8 bulan dan diikuti 33 peserta. Hasil evaluasi aspek teknis, penerapan sistem IoT yang memungkinkan pengaturan otomatis terhadap suhu, kelembapan, pH, serta penyiraman tanaman secara presisi menghasilkan peningkatan produktivitas tanaman hidroponik hingga 40% dan efisiensi penggunaan air mencapai 30%. Aspek ekonomi, keberhasilan teknis tersebut berdampak pada peningkatan pendapatan rata-rata petani sebesar 40% per bulan dan volume penjualan naik 50% dalam delapan bulan. Pemasaran berbasis digital melalui situs web dan media sosial turut memperluas jangkauan pasar dan memperkuat identitas merek “Hidroponik Karangrejo”. Aspek sosial, terjadi peningkatan literasi digital petani sebesar 78%, terbentuknya solidaritas kelompok tani yang lebih kuat, serta lahirnya peluang kerja baru di desa yang memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat. Kegiatan ini memberikan dampak ekonomi dan sosial melalui terbentuknya solidaritas kelompok tani dan lahirnya peluang kerja baru di desa. Dengan demikian, integrasi teknologi IoT dalam sistem pertanian hidroponik terbukti efektif meningkatkan produktivitas, kemandirian ekonomi, serta keberlanjutan pertanian berbasis digital di pedesaan. Kata kunci: pemberdayaan masyarakat, pertanian digital, ketahanan pangan, hidroponik, internet of  things.
Peningkatan Regulasi Emosi Melalui Bimbingan Kelompok dengan Teknik Permainan Kartu Zona Emosi Cantika Adelia Kusuma; Isfauzi Hadi Nugroho; Lely Yuanita
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 3 No. 1 (2025): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpdsk.v3i1.2465

Abstract

Emotion regulation is the ability of individuals to manage, control, and adjust their emotions in various situations. The results of direct observation in class XI-G SMAN 1 Kediri show that there are still many students who have low emotion regulation skills with an average of 51.8. This study aims to determine the improvement of emotion regulation ability of students in class XI SMAN 1 Kediri through group guidance services with emotion zone card educational game techniques. The research was carried out in two cycles with a total of three meetings, starting from the pre-cycle, followed by cycle I, and cycle II. Each cycle consists of four stages: planning, implementation, observation, and reflection. The subjects of the study were eight students from class XI-G with low levels of emotion regulation. The results showed a significant increase in emotion regulation ability, with an average of 47.8 at pre-cycle, increasing to 53.1 in cycle I, and reaching 58.1 in cycle II. This shows the success of group guidance services with emotion zone game techniques to improve students' emotion regulation skills.
Penerapan Metode Permainan melalui Layanan Bimbingan Klasikal untuk Meningkatkan Keterampilan Manajemen Waktu Peserta Didik Kelas XI di SMAN 1 Kediri Miftah Nur Salima; Isfauzi Hadi Nugroho; Lely Yuanita Permata Sari
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 3 No. 1 (2025): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpdsk.v3i1.2528

Abstract

This study aims to improve time management skills among 11th-grade students at SMAN 1 Kediri through the use of game-based methods in classroom guidance services. The research employed Guidance and Counseling Action Research (PTBK) conducted in two cycles, involving 31 students from class XI-K as subjects. Data were collected using time management questionnaires and observations, and the data analyzed using descriptive quantitative techniques. In the first cycle, 32% of students were categorized as high, 55% as moderate, and 13% as low in time management skills. After service improvements in the second cycle, the percentage of students in the low category decreased to 0%, while the moderate category increased to 58%. These results indicate an improvement in students’ time management skills. Based on the findings of the research, it can be concluded that the game-based method has proven effective in creating an enjoyable guidance atmosphere and encouraging active student participation in better understanding and managing their time.
Upaya Mengurangi Prokrastinasi Akademik Melalui Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Diskusi Kelompok Pada Peserta Didik Kelas X Di SMAN 1 Kediri Salsabila Putri Lintang Pertiwi; Isfauzi Hadi Nugroho; Lely Yuanita Permata Sari
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 3 No. 1 (2025): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpdsk.v3i1.2529

Abstract

Academic procrastination refers to the tendency to delay the completion of academic tasks, such as school assignments and other academic activities. Based on direct observation and the analysis of an academic procrastination questionnaire, this study found that six students from class X-B demonstrated a high level of academic procrastination, with an average score of 81.5. The research employed a Guidance and Counseling Action Research (PTBK) approach, aiming to reduce students’ academic procrastination through group counseling services using group discussion techniques. Data were analyzed using a descriptive comparative method. The results showed a significant reduction in academic procrastination levels among the subjects after participating in the counseling sessions. Before the intervention, the average score of the students was 81.5, which falls into the high category. After the first cycle of counseling, the average score decreased to 63.2, indicating a moderate level. Following the second cycle, the average score further dropped to 53.3, placing it in the low category. These findings suggest that group counseling services implemented through group discussion techniques are effective in reducing academic procrastination.
The Effect Of Classroom Management, Digital Literacy And School Environment Quality On Educational Service Quality In Higher Education Institutions Marlen Wariunsora; Desty Endrawati Subroto; Rio Haribowo; Akhmad Ramli; Isfauzi Hadi Nugroho; Wandi Sujatmiko
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5154

Abstract

The research study examines how classroom management practices together with digital literacy skills together with school environmental conditions create an effect on educational service delivery at higher education institutions. The research background establishes the need for higher education service improvement because of international competition and educational digital transformation. The researchers conducted their study through a quantitative explanatory approach which used survey data collected from 200 active students who were selected through purposive sampling. The researchers performed data analysis through multiple linear regression after they established both validity and reliability and validated their classical assumptions. The study results show that educational service quality benefits from classroom management practices and digital literacy skills and school environmental conditions which create positive substantial effects. The study presents theoretical contributions which enhance research on educational management and higher education service quality through its empirical demonstration of factors that determine educational service quality. The research findings provide higher education institution managers with strategic guidance which they can apply to create policies and practices that will improve learning together with educational technology and campus environment management, thus enhancing educational services.
Greenhouse Hidroponik IoT: Penguatan Kelompok Tani Modern Desa Karangrejo Wujudkan Ketahanan Pangan Mendukung Asta Cita Isfauzi Hadi Nugroho; Mahendra Puji Permana Aji; Risa Helilintar; Beyonda Proudy Sujianto; Sabrina Aulia Firdaus
Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas
Publisher : Universitas Ekuitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52250/dbe.v10i1.1053

Abstract

The main challenges faced by farmers, particularly in Indonesia, are low productivity due to conventional methods, limited digital literacy, and limited market access. Therefore, this community service program aimed to strengthen the capacity of the Modern Farmers Group in Karangrejo Village, Kandat District, Kediri Regency, through the implementation of an Internet of Things (IoT)-based hydroponic greenhouse as an effort to achieve food security and support the implementation of Asta Cita. This research method used the Participatory Action Research (PAR) approach, actively involving 33 community participants over a four-month duration. The stages included socialization, comprehensive training, technology application, direct mentoring, and evaluation. The technical evaluation results were highly positive. The IoT system, enabling automatic control of temperature, humidity, pH, and precise watering, led to a 40% increase in hydroponic crop productivity and 30% efficiency in water use. Economically, this success resulted in a 40% increase in farmers' average monthly income and a 50% increase in sales volume within eight months. Furthermore, digital-based marketing through websites and social media successfully expanded the market reach and strengthened the “Hidroponik Karangrejo” brand identity. Socially, there was a 78% increase in farmers' digital literacy, the formation of stronger group solidarity, and the creation of new, sustainable job opportunities in the village. This integration of IoT technology has proven effective in enhancing productivity, economic independence, and the sustainability of digital-based agriculture in the region.  Keywords: community empowerment, digital agriculture, food security, hydroponics, internet of things.   Abstrak Permasalahan utama yang dihadapi petani khususnya di Indonesia adalah rendahnya produktivitas akibat metode konvensional, keterbatasan literasi digital, serta akses pasar yang sempit. Oleh karena itu, program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas Kelompok Tani Modern Desa Karangrejo, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri melalui penerapan greenhouse hidroponik berbasis Internet of Things (IoT) sebagai upaya mewujudkan ketahanan pangan dan mendukung pelaksanaan Asta Cita. Kegiatan ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan masyarakat secara aktif pada setiap tahapan, meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi dengan keseluruhan durasi kegiatan selama 8 bulan dan diikuti 33 peserta. Hasil evaluasi aspek teknis, penerapan sistem IoT yang memungkinkan pengaturan otomatis terhadap suhu, kelembapan, pH, serta penyiraman tanaman secara presisi menghasilkan peningkatan produktivitas tanaman hidroponik hingga 40% dan efisiensi penggunaan air mencapai 30%. Aspek ekonomi, keberhasilan teknis tersebut berdampak pada peningkatan pendapatan rata-rata petani sebesar 40% per bulan dan volume penjualan naik 50% dalam delapan bulan. Pemasaran berbasis digital melalui situs web dan media sosial turut memperluas jangkauan pasar dan memperkuat identitas merek “Hidroponik Karangrejo”. Aspek sosial, terjadi peningkatan literasi digital petani sebesar 78%, terbentuknya solidaritas kelompok tani yang lebih kuat, serta lahirnya peluang kerja baru di desa yang memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat. Kegiatan ini memberikan dampak ekonomi dan sosial melalui terbentuknya solidaritas kelompok tani dan lahirnya peluang kerja baru di desa. Dengan demikian, integrasi teknologi IoT dalam sistem pertanian hidroponik terbukti efektif meningkatkan produktivitas, kemandirian ekonomi, serta keberlanjutan pertanian berbasis digital di pedesaan. Kata kunci: pemberdayaan masyarakat, pertanian digital, ketahanan pangan, hidroponik, internet of  things.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MATEMATIKA ANAK USIA DINI MELALUI SUMBER BELAJAR BAHAN ALAM Yeshinta Resty Trisna Jayanti; Anik Lestariningrum; Isfauzi Hadi Nugroho
Early Childhood Education and Development Journal Vol 4, No 1 (2022): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2454.62 KB) | DOI: 10.20961/ecedj.v4i1.60875

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini pada jalur pendidikan formal berupa Taman Kanak-kanak (TK), Raudatul Athfal (RA), atau bentuk lain yang sederajat. Sekolah bermain merupakan salah satu teknik untuk merangsang anak melalui pembiasaan dan bakat dasar. Belajar pemahaman anak dalam bilangan harus dimulai sejak usia dini, dengan metode yang mudah dipahami. Salah satu konsep aritmatika palingh penting bagi anak untuk dipahami .Penelitian ini dilatar belakangi hasil pengamatan dan pengalaman peneliti, bahwa media bahan alam dapat membantu anak usia dini dalm meningkatkan kemampuan matematika sesuai dengan pola berfikir anak. Pemanfaatan media bahan alam sebagai pembelajaran secara tepat akan membantu anak dalam menimgkatkan beberapa aspek perkembangan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah meningkatkan perkembangan kemampuan matematika pada anak usia dini 4-5 tahun ?.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah melalui pemanfaatan media bahan alam dapat meningkatkan perkembangan kemampuan matematika pada anak usia dini. Desain penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik penilaian wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah anak-anak kelompok A yang berjumlah 10 siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan bahan alam sekitar meningkatkan kemampuan matematika anak didik. Bahan alam sebagai media pembelajaran mengembangkan kemampuan berfikir unt6uk memahami konsep matematika sederhana yaitu mengenal konsep bilangan, konsep jumlah media yang digunakan dan ukuran media.