Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PROSES PENGELASAN TIG TERHADAP SIFAT MEKANIS BAHAN PADUAN ALUMINIUM Romli, Romli
AUSTENIT Vol. 4 No. 01 (2012): AUSTENIT: April 2012
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.867 KB)

Abstract

Salah satu tujuan terpenting dalam pengembangan material adalah menentukan apakah struktur dan sifat-sifat material optimum agar daya tahan dapat dicapai maksimum. Material komponen konstruksi dan perkakas diusahakan untuk mencapai sifat-sifat yang lebih unggul dari bahan terutama keunggulan dalam penerapan dalam berbagai kondisi operasional. Paduan aluminium harus mempunyai keunggulan terhadap beban kejut, sifat tahan korosi, mudah dipasang, mudah dibuat dan jauh lebih murah. Paduan aluminium merupakan bahan teknik yang sangat baik digunakan karena sifat yang ulet, tahan terhadap korosi dan mudah didapat. Paduan Aluminium-Tembaga dengan kandungan Cu 4,5 % memiliki sifat mekanis dan mampu mesin yang baik. Komposisi material aluminium berpengaruh besar terhadap sifat mekanik suatu material yang mengalami proses pengelasan. Dari hasil pengujian kekerasan permukaan paduan aluminium yang telah diberi proses perlakuan panas akibat proses pengelasan terjadi kenaikan harga kekerasan jika dibandingkan dengan paduan aluminium yang tidak diberi perlakuan panas. Proses yang terjadi pada paduan ini karena tidak terjadi pengaturan kembali atom akibat dari proses pendinginan.
ANALISIS SIFAT MEKANIS PENGARUH PROSES PENGELASAN BAJA TAHAN KARAT Romli, Romli
AUSTENIT Vol. 5 No. 1 (2013): AUSTENIT: April 2013
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (823.113 KB)

Abstract

Salah satu tujuan terpenting dalam pengembangan material adalah menentukan apakah struktur dan sifat-sifat material optimum agar dapat tercapai daya tahan maksimum. Salah satu material yang banyak digunakan baja tahan karat. Baja tahan karat digolongkan ke dalam baja karbon. Baja karbon adalah paduan besi karbon dan di golongkan menjadi tiga macam,yaitu baja karbon rendah (C<0,20 %), baja karbon menengah (0,20 – 0,50%), dan baja karbon tinggi (C>0,5%). Kadar karbon yang rendah menyebabkan kekuatan tinggi, perpanjangan yang tinggi dan harga bentur serta mampu las yang baik. Baja tahan karat mempunyai sifat getas apabila diadakan perlakuan panas dan didinginkan dalam waktu singkat atau kejut. Titik cairnya kira-kira 1.500°C. Baja tahan karat adalah baja yang ditambah unsur-unsur paduan. Salah satu atau beberapa  dari  unsur-unsur  paduan  seperti  mangan,  molly,  nikel  dibubuhkan untuk memberikan sifat-sifat khusus dari baja tersebut. Dari hasil pengujian komposisi didapat 9,04 % Nikel, 70,23 % Ferrous, 1,97 % Mangan, 18,74 % Crom,  stainless  steel  yang  diuji  termasuk  ke  dalam  tipe  SUS  304  (menurut standar JIS) dengan kekuatan tarik 609,06 N/mm² . Dari hasil pengujian kekerasan, angka kekerasan Vickers yang paling tinggi adalah 181 HV, karena mendapat perlakuan proses pengelasan (di daerah logam las). Angka kekerasan Vickers yang sedang adalah 167 HV (di daerah logam las). Angka kekerasan Vickers yang paling rendah adalah 138 HV, karena tidak mendapat perlakuan proses pengelasan (di daerah logam induk).
PENGARUH KEKERASAN DENGAN BUSUR NYALA PADA MATERIAL ST 37, ST 60 DAN AMUTIT Romli, Romli; Mardiana, Mardiana
AUSTENIT Vol. 5 No. 2 (2013): AUSTENIT: Oktober 2013
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.212 KB)

Abstract

Proses pengerasan adalah baja dipanaskan pada temperatur diatas temperatur kritis, kemudian didinginkan dengan memakai media pendingin dengan tujuan supaya didalam baja dan permukaannya akan terjadi pertambahan kekerasan. Salah satu cara pengerasan baja bisa dilakukan dengan busur nyala. Pada umumnya busur nyala ini dihasilkan oleh reaksi antara gas yang mudah terbakar dengan oksigen yang dinyalakan dengan percikan api. Nyala yang paling sering digunakan dengan nyala las asitelin (C2H2). Hasil kekerasan yang maksimal nilainya adalah pada material Amutit Steel dengan media pendingin air, disebabkan karena pendinginan yang secara tiba-tiba atau pendinginan secara kejut, fasa yang didapatkan dengan pendinginan air ini adalah fasa Martensit yang mempunyai sifat yang keras dan rapuh serta elastisitasnya rendah. Hasil kekerasan yang minimal nilainya adalah pada material ST 60 dengan memakai media pendingin udara, karena fasa material yang didapat adalah fasa pearlit dan ferit. Fasa pearlit dan ferit ini lebih rendah kekerasannya dibandingkan dengan fasa martensit dan sifat keuletan dan elastisitasnya lebih baik  dibandingkan dengan fasa Martensit.
PENGARUH MEDIA PENDINGIN DAN KONDISI PEMOTONGAN BAJA AISI 1045 TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN PADA PROSES CNC MILLING Suryana, Didi; Putri, Fenoria; Romli, Romli
AUSTENIT Vol. 6 No. 1 (2014): AUSTENIT: April 2014
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.302 KB)

Abstract

Jenis pendinginan salah satu parameter yang mempengaruhi nilai kekasaran dari hasil permesinan. Niai kekasaran permukaan merupakan salah satu parameter spesifik geometris yang harus dipenuhi pada proses pemotongan logam. Karena proses pemotongan akan menyebabkan terjadi peningkatan temperatur baik terhadap benda kerja maupun alat potongnya maka jika temperatur ini jika tidak dikontrol akan mempengaruhi sifat mekanik bahan dan alat potong/pahat yang dipakai. Parameter lain yang juga berperan adalah kecepatan potong dan kecepatan pemakanan. Penelitian ini dilakukan untuk menghasilkan suatu persamaan regresi pengaruh media pendingin dan kondisi pemotongan baja AISI 1045 terhadap nilai kekasaran permukaan pada proses CNC milling. Data hasil penelitian dihitung secara statistik pada kondisi pemotongan dengan variasi cutter speed 500 s.d 1500 rpm, variasi feed rate 20 s.d 40 mm/menit dan dept of cut konstan 1 mm. Pada proses pemesinan/pemotonan dengan media pendingin campuran 1 oli dan 60 air, persamaan regresinya Y = 3,588 – 0,002 X1 + 0,004X2, media pendingin campuran 1 oli dan 40 air persamaan regresinya Y = 4,137 – 0,003X1 + 0,004X2 dan media pendingin campuran 1 oli dan 20 air persamaan regresinya Y = 4,137 – 0,003X1 + 0,004X2. Kondisi pemotongan yang sangat mempengaruhi nilai kekasaran secara parsial adalah Cutter speed sedangkan feed rate tidak begitu mempengaruhi.  
ANALISA PERUBAHAN SIFAT MEKANIK DAN STRUKTUR MIKRO MULTI QUENCHING TERHADAP HASIL PACK CARBURIZING BAJA KARBON RENDAH Karmin, Karmin; Effendi, Sairul; Firdaus, Firdaus; Romli, Romli
AUSTENIT Vol. 10 No. 1 (2018): AUSTENIT: April 2018
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.217 KB)

Abstract

 Baja karbon yang mengandung unsur karbon yang rendah akan mempunyai sifat yang kekerasan dan kekuatan tariknya rendah, ductile ini akan memudahkan dibentuk dibanding baja paduan atau baja karbon tinggi. Disisi lain harganyapun relatif murah sehingga menjadikan bahan ini banyak digunakan sebagai bahan dasar untuk pembuatan suatu produk. Untuk meningkatkan sifat yang kuat dan keras pada permukaannya, material ini dapat dilakukan proses perlakuan panas thermoikimia melalui penambahan kadar karbon pada permukaannya, sehingga produk tersebut dapat difungsikan sesuai dengan  fungsi desainnya. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kekerasan permukaan baja karbon rendah yaitu dilakukan proses pack carburizing. Proses carburizing ini, dilakukan pada sebuah tungku pemanas listrik khusus perlakuan panas yang  mudah dioperasikan dalam pengaturan suhu pemanasan, kecepatan pemanasan dan pengaturan waktu tahan. Pada penelitian ini  dirancang dan dilakukan pada baja rabon rendah mengunakan media karburisasi dengan pebandingan 70% arang aktif dan 30%, kalsium karbonat (CaCO3) pada temperatur   pemanasan 925oC ,  variasi waktu tahan 2, 3 dan 4 jam, kemudian dilanjukan dengan variasi metode quenching (direct quenching, single quenching dan double quencing). Dari ketiga metode quenching dengan variasi holding time pada penelitian ini diperoleh peningkatan kekerasan yang tertinggi yaitu pada metode doubel quenching dengan holding time 3 jam yaitu 94,8 HRBdan nilai impact 0,14 J/mm2. Jika dilihat kekerasan dan ketangguhan yang baik yaitu terjadi pada double quenching dengan holding time 2 jam (kekerasan 94,4 HRB dengan nilai impact rata rata 0,86 J/mm2). 
INVESTIGATION OF STRESS ON MULTI-LEVEL SHAFT USING FINITE ELEMENT METHOD BASED ON COMPUTER-AIDED ENGINEERING Chandra, Hendri; Putra, Dicky Pratama; Romli, Romli
AUSTENIT Vol. 13 No. 1 (2021): AUSTENIT: April 2021
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The shaft is a rod that is part of the engine element with a circular cross-section that functions to move rotation without continuing power. Research on the stress concentration factor on the shaft continues to be developed significantly to mitigate torsional loads, bending loads, and axial loading. This study investigates the stress on a multilevel shaft using three methods: the engineering design method, simulation method, and analysis using the finite element method to obtain the investigated stress value based on computer-aided engineering. The material used in the shaft test is AISI 1020 steel with two research variables, namely, the independent variable with radius (mm); 0 mm, 2 mm, 6 mm, 10 mm, 20 mm, 50 mm, and the dependent variables are von mises and displacement. Based on the results of the test investigations that have been carried out by simulating the shaft, it can be concluded that the addition of radius material as the investigated variable by applying a torque of 50 N.m will reduce the stress on the shaft, and this does not apply to the displacement that occurs on the shaft when the force or load is working.
MATERIAL SELECTION AND MECHANICAL PROPERTIES IN LEAF SPRING APPLICATION: A REVIEW Utami, Nurhabibah Paramitha Eka; Mahendra, Nanda Yusril; Akbar, Imam; Gunawan, Gunawan; Romli, Romli; Fatoni , Zulkarnain; Pratiwi, Diah Kusuma
AUSTENIT Vol. 14 No. 2 (2022): AUSTENIT: October 2022
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53893/austenit.v14i2.4878

Abstract

In the industrial world, leaf springs are an important component of vehicles. Therefore, material selection is very influential in producing good mechanical properties that can affect leaf spring performance. In this review article, the author aims to review and compile articles on relevant previous studies to compare the best alternative materials other than steel that meet the criteria for the application of leaf springs. The review method used in this article is to search for articles that are relevant to the keyword material, leaf springs, and mechanical properties. After that, the author will collect articles and choose articles that have the criteria to be reviewed. Then the articles that meet the criteria will be reviewed by extracting the data to the review table. As a result, 24 articles will be reviewed. Then the author will extract data on each article, namely material, tensile strength, and flexure. Flexural and tensile strength are used as quality criteria for each material. The conclusion of the review article obtained is that carbon/epoxy has the potential as an alternative steel material because carbon/epoxy has the highest tensile strength with a value of 1841MPa, and flexural strength with a value of 1646.7MPa is close to steel as shown in the review table. However, further research is needed, such as proper design and more efficient manufacturing methods to produce innovative leaf spring components with high quality and acceptable quality in the industry.
THE EFFECT OF DIFFERENT STRUCTURE AND GRADIENT INFILL ON MECHANICAL BEHAVIOR POLYLACTIDE ACID MATERIALS (PLA) Akbar, Imam; Hidayat, M Rizky; Rawani, Dewi; Veranika, Rita Maria; Al-Faritzie, Hariman; Romli, Romli
AUSTENIT Vol. 15 No. 1 (2023): AUSTENIT: April 2023
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53893/austenit.v15i1.6631

Abstract

The purpose of this study is to analyze the effect of our gradient infill on the mechanical behavior of polylactide acid (PLA) materials resulting from 3d printing, which has an impact on the efficiency of material use while still providing good mechanical support. In this study, the specimens were designed using nTopology software and there were 4 variations of the structure, namely square, honeycomb, diamond, and gyroid, each of which was made gradient and non-gradient, then a bending test was carried out to determine its mechanical behavior thats PLA materials. The results of this study indicate that a comparison between specimens with gradient and non-gradient models with 50% porosity can increase the deflection of the specimen, namely square 15.7-19.1 mm, honeycomb 16.3-20.6 mm, Diamond 19.7-21.8 mm, and gyroid 20.3-22.1 mm, with an average deflection of 2.04 mm. In addition, there is a linear correlation of the relationship between thickness to deflection and flexural modulus whereas the thickness value increases, the deflection and flexural modulus will increase. The conclusion of this research is that giving a gradient to the structure can improve mechanical behavior, especially deflection.
Peran Ekstrakurikuler Diniyah dalam Membentuk Sikap Moderasi Beragama Siswa di SD Muhammadiyah 18 Palembang Febianti, Aisyah; Romli, Romli; Satra, Alihan
Wahana Karya Ilmiah Pendidikan Vol. 9 No. 02 (2025): Wahana Karya Ilmiah Pendidikan
Publisher : Magister PAI Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/wkip.v9i02.13114

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga berfokus pada pembentukan karakter religius, toleran, dan moderat. SD Muhammadiyah 18 Palembang menyelenggarakan ekstrakurikuler diniyah sebagai salah satu program unggulan untuk memperkuat pemahaman keagamaan siswa sekaligus menanamkan nilai moderasi beragama. Kegiatan ini meliputi pembelajaran iqra’ dan Al-Qur’an, hafalan doa, hadits, praktik shalat, hingga tahfidz, yang dirancang agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan lokasi penelitian di SD Muhammadiyah 18 Palembang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrakurikuler diniyah memberikan kontribusi nyata dalam menumbuhkan sikap moderasi beragama siswa. Hal ini tercermin dalam empat aspek utama: komitmen kebangsaan melalui keterlibatan rutin dalam upacara bendera, sikap toleransi terhadap perbedaan pada bacaan kegiatan shalat, latar belakang dan kemampuan teman, penolakan terhadap kekerasan dengan penyelesaian konflik secara damai, serta sikap akomodatif terhadap kebudayaan lokal melalui kegiatan Jumat bersih dan gotong royong. Selain itu, pembelajaran yang dilakukan menggunakan metode membaca, sima’i (mendengarkan), tahsin tilawah, dan menulis terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan siswa sekaligus membiasakan sikap disiplin, percaya diri, dan tanggung jawab. Faktor pendukung keberhasilan program ini antara lain dukungan penuh dari pihak sekolah, fasilitas yang memadai, serta antusiasme tinggi dari siswa dan orang tua. Namun demikian, hambatan tetap dijumpai, di antaranya benturan jadwal dengan kegiatan bimbingan belajar di luar sekolah dan keterbatasan waktu akibat padatnya kurikulum. Kesimpulannya, ekstrakurikuler diniyah berperan strategis sebagai sarana pembinaan keagamaan sekaligus penguatan moderasi beragama di tingkat sekolah dasar. Program ini terbukti mampu membentuk generasi muda yang religius, toleran, anti kekerasan, serta berkarakter kebangsaan, sehingga layak dikembangkan lebih luas sebagai model pendidikan moderasi beragama di Indonesia.
Analisis Budaya Sekolah Dalam Pembentukan Karakter di Pondok Pesantren MA Nurul Muhajirin Sukatani Kec. Tanjung Lago Banyuasin Romli, Romli; Ibrahim, Ibrahim
El-Idare: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 7 No 2 (2021): El-Idare
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Fak. Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/elidare.v7i2.34232

Abstract

Character education is the education of values, morals, and character aimed at shaping students’ abilities to realize goodness in their daily lives. The current reality of education indicates a character crisis influenced by the dominant emphasis on cognitive aspects; therefore, formal educational institutions need to strengthen school culture as a strategy for character formation. This study aims to analyze school culture in shaping students’ character. This research is a field study employing a descriptive qualitative approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis used an interactive model consisting of data reduction, data display, and data verification. The results of the study indicate that school culture consists of academic culture and social culture. Academic culture includes a reading culture, a learning culture, and a creativity culture. A reading culture shapes religious character, responsibility, independence, and curiosity. A learning culture fosters responsibility, independence, and curiosity, while a creativity culture develops responsibility, independence, social care, and curiosity. Social culture includes a culture of mutual respect, the 3S culture (smile, greeting, and salutation), and a culture of simple living. A culture of mutual respect forms social care and responsibility. The 3S culture shapes religious character, social care, and responsibility. Meanwhile, a culture of simple living develops independence, responsibility, and social care. Thus, strengthening school culture plays an important role in the holistic development of students’ character.
Co-Authors . Apriansyah Achmad Fauzi Adi, Patria Prasetio Agung Mataram Agus Hitopa Sukma Ahmad Zainuri Al-Faritzie, Hariman Alfi Julizun Azwar, Alfi Julizun Ali, Mukti Alihan Satera Amrifan Saladin Mohruni Angelia, Filda Anissa Yuniar Larasati Awansyah, Awansyah Barizki, Rezzi Nanda Dadan Sundara Dapingga, Syfa Putri Delila Rambe, Delila Dewi Rawani Diah Kusuma Pratiwi Dwi Haryanti, Dwi Dwi Jayanti Dzaky, Vicky Effendi, Sairul Eka Satria, Eka Fatoni , Zulkarnain Febianti, Aisyah Filda Angellia Firdaus Firdaus Firmansyah Firmansyah Gunarsih, Sabela Shalihati Gunawan Gunawan Hendri Chandra Herison, Herison Hidayat, M Rizky Ibrahim Fikma Edrisy Ibrahim Ibrahim Idmar Wijaya Imam Akbar, Imam Irawan, Ferdy Iswahyu Pranawukir Junias Robert Gultom Karmin Karmin, Karmin Kiki Mikail, Kiki Lestari, Dwi Indah Mahardini, Dzakia Fifi Mahendra, Nanda Yusril Mardiana Mardiana Marlina Maryani, Neni Mayang Riyantie, Mayang Misnan, Misnan Muvidha, Nursyafa Nanda Yusril Mahendra Obing Zaid Sobir Praja Dilla Atos Pratama, Rizki Dinar Purwanto Putra, Dicky Pratama Putri, Fenoria Qodariah Barkah Raden Budi Hendaris Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahman R.Z, Ali Ramadianti, Salsa Shabrina Rita Maria Veranika, Rita Maria Rizki Indrawan Rizkiawan, Muhammad Afif Rudi Laksono Safitri, Tami Safitri Salsabilla, Dalfinta Nadya Shebira, Hani Silvana Syah Suryana, Didi Syafei, Syafei Syaifullah, Akhmad Syamsul Rizal Taufikurrahman Taufikurrahman Utami, Nurhabibah Paramitha Eka Vicky Dzaky Cahaya Putra Widagdo, Tri Wiwi Hartika Yuniar L, Anisa Yusuf, Hambali Zara Tania Rahmadi