Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Penerapan Pendekatan Kontekstual dalam Menyelesaikan Soal Cerita pada Materi Perbandingan dan Skala terhadap Siswa SMP Agnesti, Yuni; Amelia, Risma
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 2 (2020): Mei
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v9i2.616

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pembelajaran yang kurang terhubung dengan kehidupan nyata, sehingga siswa kurang paham dengan pembelajaran. Penyebabnya adalah karena cara mengajar guru yang masih terlalu berpatokan pada buku pelajaran. Solusinya, peneliti menerapkan model pembelajaran pendekatan kontekstual. Pendekatan Kontekstual merupakan pendekatan dengan konsep belajar yang mengaitkan materi dengan kehidupan nyata. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui penerapan pendekatan kontesktual terhadap siswa kelas VIII SMP terhadap materi perbandingan dan skala. Sampel penelitian yaitu siswa kelas VIII A SMP Pasundan Rongga 2019/2020. Instrumen penelitian adalah soal tes berbentuk uraian dan pedoman wawancara. Penelitian mengacu pada, siswa dapat menyelesaikan soal cerita dengan langkah-langkahnya, siswa mengerjakan sesuai intruksi.Hasil analisis data wawancara, bahwa penerapan pendekatan kontekstual terhadap siswa kelas VIII SMP Pasundan Rongga masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal cerita. This research is motivated by learning that is less connected to real life, so students lack an understanding of learning. The reason is because of the way to teach teachers who still rely too much on textbooks. The solution, researchers apply a learning model of contextual approaches. A contextual Approach is an approach to the concept of learning that links material with real life. This type of research is qualitative research. The purpose of this study was to determine the application of the contextual approach to eighth-grade students of SMP on comparison and scale material. The research sample is students of class VIII A, Pasundan Cavity 2019/2020. The instrument in this study was a test item in the form of a description and interview guidelines. Research refers to, students can solve story problems with steps, students work according to instructions. The results of the interview data analysis show that the application of the contextual approach to the eighth-grade students of Pasundan Rongga Middle School still had difficulty in completing story questions.
Faktor-Faktor Kesulitan Belajar Siswa pada Materi Perbandingan dengan Menggunakan Pendekatan Kontekstual Agnesti, Yuni; Amelia, Risma
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 2 (2021): Mei
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i2.664

Abstract

Mempelajari matematika dianggap sulit oleh mayoritas siswa. Solusinya, peneliti menerapkan sebuah pendekatan pembelajaran kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki faktor-faktor penyebab kesulitan siswa dalam mempelajari materi perbandingan. Penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan instrumen soal cerita berjumlah 3 soal. Subjek penelitian adalah 24 orang siswa yang dipilih secara purposive sampling pada salah satu SMP di Kabupaten Bandung Barat. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes dan wawancara. Hasil penelitian kemudian dianalisis secara deskriptif untuk mencapai tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa SMP Pasundan Rongga belum sepenuhnya mencapai target yang diharapkan. Siswa masih banyak yang mengalami kesulitan untuk menyelesaikan soal cerita. Kesulitan siswa yang dominan dapat dikategorikan ke dalam tiga bentuk, yaitu kurangnya pemahaman konsep, tergesa-gesa menyelesaikan soal, dan kurangnya memahami soal. Berdasarkan hasil wawancara, penyebab kesulitan tersebut karena siswa belum terbiasa diberikan soal berbentuk cerita. Soal cerita perlu lebih sering diberikan kepada siswa guna menambah pengalaman belajarnya. Learning mathematics is considered difficult by the majority of students. The solution, researchers apply a contextual learning approach. This study aims to investigate the factors that cause students' difficulties in studying comparative material. This qualitative descriptive study used three-story questions as instruments. The research subjects were 24 students who were selected by purposive sampling at one of the junior high schools in West Bandung Regency. Data collection was carried out using tests and interviews. The research results were then analyzed descriptively to achieve the research objectives. The results showed that the students of SMP Pasundan Rongga had not fully achieved the expected targets. There are still many students who have difficulty solving story questions. The students' dominant difficulties can be categorized into three forms, namely a lack of understanding of the concept, rushing to solve the problem, and a lack of understanding the problem. Based on the results of the interview, the cause of the difficulty was because students were not used to being given questions in the form of stories. Story questions need to be given to students more often in order to increase their learning experience.
MENGANALISIS KEMAMPUANKONEKSI MATEMATIS PADA MATERI BANGUN DATAR SISWA SMPN DI BANDUNG BARAT Nursafitri, Nursafitri; Handayani, Novia; Mayasari, Mayasari; Amelia, Risma
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 2 No. 3 (2018): December 2018
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v2i3.175

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan koneksi matematis siswa dalam menyelesaikan masalah dengan cara mengaitkan konsep. Analisis koneksi matematik ini diperoleh dari tes instrument kemampuan koneksi matematik siswa yang diberikan kepada siswa sekolah menengah pertamayang berdasarkan indikator 1) Menggunakan koneksi antar topik matematika dengan topik lain. 2) Mencari hubungan berbagai representasi atau gambaran, konsep dan prosedur. 3) Menggunakan matematika dalam bidang studi lain atau kehidupan sehari-hari. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif-deskriptif. subjek penelitian ini adalah 21 siswa kelas VIII B salah satu SMPN di Bandung Barat . Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa yang termasuk kedalam kategori paling rendah yaitu terdapat pada indikator ke-1, Indikator ini tergolong rendah karena siswa karena siswa belum mampu menghubungkan antar gambar bangun datar ke-1 dengan gambar bangun datar ke-2, sehingga siswa kebingungan bagaimana cara menyelesaikannya, Karena siswa terbiasa menyelesaikan soal yang terdiri dari 1 topik.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematik Siswa SMP dengan Materi Segitiga dan Segiempat: Problem Solving Skills Fitria, Neng Fia Nisa; Hidayani, Nurul; Hendriana, Heris; Amelia, Risma
Edumatica : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No 1 (2018): Edumatica: Jurnal Pendidikan Matematika (April 2018)
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.22 KB) | DOI: 10.22437/edumatica.v8i01.4728

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana kemampuan pemecahan masalah matematik siswa SMP yang meliputi memahami masalah, merencanakan strategi, menyelesaikan masalah dan memeriksa kembali.Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII-I SMP 1 Pasundan Cimahi.Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes.Sedangkan teknis yang digunakan untuk menganalisis data menggunakan rata-rata dan persentase.Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematik siswa masih rendah, dilihat dari persentase menyatakan bahwa siswa belum bisa memahami masalah dan memeriksa kembali permasalahan yang diberikan oleh guru.Secara keseluruhan kemampuan pemecahan masalah siswa khususnya pada mata pelajaran matematik berada pada kualifikasi rendah. Kata Kunci:Kemampuan Pemecahan Masalah Matematik The objectives of this research is to mathematical problem solving skills of students in junior high school, including understanding problems, planning strategies, solving problems and re-examining. The subject of this research is the students of class VIII-I SMP 1 Pasundan Cimahi. Technique of collecting data using test technique. While the technical used to analyze the data using the average and percentage. The results showed that students' mathematical problem solving ability is still low, seen from the percentage stated that the students can not understand the problem and re-examine the problems given by the teacher. Overall problem solving ability of students, especially on mathematics subjects are in low qualifications Keyword: Mathematics Problem Solving Skill
ANALISIS VISUAL DAN NARATIF IKLAN MARJAN 2025: STUDI PENDEKATAN AUDIENCE-CENTERED DESIGN amelia, risma
AKSA: Jurnal Desain Komunikasi Visual Vol. 9 No. 1 (2025): AKSA : Jurnal Desain Komunikasi Visual
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Visi Indonesia (STSRD VISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37505/aksa.v9i1.196

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi visual dan naratif iklan Marjan 2025 dengan pendekatan desain berpusat pada audiens (audience-centered design). Dalam konteks budaya Ramadan di Indonesia, iklan dianggap efektif bila mampu menyesuaikan pesan dan estetika dengan nilai serta preferensi audiens. Metode penelitian menggunakan analisis isi kualitatif terhadap elemen visual (sinematografi, warna, simbol) dan naratif (alur, karakter, pesan moral), serta survei terhadap 60 responden lintas generasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklan Marjan membangun resonansi emosional melalui visual storytelling dan simbol budaya, dengan narasi epik yang relevan secara emosional. Strategi yang digunakan memperkuat keterikatan merek dan meningkatkan kesesuaian pesan dengan karakteristik audiens Indonesia