Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH MINUMAN JAHE TERHADAP PENGURANGAN KELUHAN MORNING SICKNESS PADA IBU HAMIL TRIMESTER PERTAMA Ningsih, Ayu Surya; Widiatrilupi, Raden Maria Veronika
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.47814

Abstract

Morning sickness merupakan keluhan umum pada ibu hamil trimester pertama, ditandai mual muntah yang berdampak pada asupan nutrisi, aktivitas, dan kualitas hidup. Upaya penanganan nonfarmakologis seperti minuman jahe dinilai lebih aman dibanding obat farmakologis. Jahe mengandung gingerol dan shogaol yang diketahui bekerja menekan rangsangan mual. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh minuman jahe terhadap pengukuran keluhan morning sickness pada ibu hamil trimester pertama. Jenis penelitian ini pra eksperimental dengan rancangan one group pre and post-test design. Sampel pada penelitian ini sebanyak 30 ibu hamil trimester pertama dengan mual muntah. Teknik sampling menggunakan Teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon sign rank test. Hasil penelitian menujukkan rata – rata skor sebelum diberikan intervensi adalah 6,52 (SD=1,947), sedangkan rata – rata skor posttest sesudah diberikan intervensi adalah 4,52 (SD=1,895). Responden yang mengalami penurunan skor sebanyak 27 orang, sedangkan mengalami peningkatan skor sebanyak 2 orang dan satu orang memiliki skor yang sama. Hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<α=0,05). Minuman jahe terbukti berpengaruh dalam mengurangi keluhan morning sickness pada ibu hamil trimester pertama. Intervensi ini dapat menjadi alternatif nonfarmakologis yang aman, terjangkau, dan mudah diterapkan dalam pelayanan kebidanan. Penelitian lanjutan dengan kelompok kontrol dan jumlah sampel lebih besar dapat memperkuat pembuktian efektivitasnya.
Efektifitas Pemberian Rebusan Daun Katuk terhadap Produksi ASI pada Post Partum Hari Ketiga Aprilian, Evy; Veronika Widiatrilupi, Raden Maria
Mando Care Jurnal Vol. 4 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Yayasan Mandar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55110/mcj.v4i2.233

Abstract

Early breastfeeding is beneficial for both mother and child because breast milk plays an important role in supporting the growth, well-being, survival of the baby, causing uterine contractions and preventing postpartum hemorrhage. Based on the results of the 2017 Indonesian Demographic Health Survey (SDKI), only 3.7% of babies received breast milk on the first day, while breastfeeding in the first 2 months of age was 64%, which then decreased in the following period of 3 months of age 45.5%, at the age of 4-5 months 13.9% and 6-7 months 7.8%. Meanwhile, there was an increase in the use of breast milk substitutes (PASI) commonly called formula or formula milk threefold in the period 2015 from 10.8% to 32.4% in 2017. The purpose of this study was to determine the Effectiveness of Giving Katuk Leaf Decoction on Breast Milk Production on the Third Day of Postpartum at the Bantur Community Health Center UPT, Malang Regency. This type of research is quasi-experimental with a nonequivalent control group design. The sample in this study amounted to 30 people consisting of 15 experimental groups and 15 control groups. Conducted in May 2025. The results of the study showed that the average breast milk adequacy in breastfeeding mothers in the experimental group before giving katuk leaves was 6.60 and after giving katuk leaves was 8.47. In conclusion, giving katuk leaves has been proven effective in increasing breast milk adequacy in breastfeeding mothers.
The Effect of Leaflet Media Counseling on Postpartum Mothers' Knowledge of 1-7 Days about Exclusive Breastfeeding at the Mumbulsari Health Center Husniyah, Rizka Yuliatul; Widiatrilupi, Raden Maria Veronika
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36480

Abstract

Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan merupakan intervensi paling efektif untuk mendorong pertumbuhan bayi dan perkembangan sistem kekebalan tubuh. Meskipun sangat penting, cakupan pemberian ASI eksklusif di Indonesia masih suboptimal, sebuah tantangan yang sering diperparah oleh keterbatasan pengetahuan ibu selama periode pascapersalinan awal (hari ke-1–7). Pendidikan kesehatan menggunakan leaflet merupakan strategi pragmatis dan efektif untuk mengatasi kesenjangan ini. Studi ini bertujuan untuk menganalisis dampak konseling berbasis leaflet terhadap pengetahuan pemberian ASI pada ibu pascapersalinan (hari ke-1–7) di Puskesmas Mumbulsari. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan pre-test post-test satu kelompok. Sampel sebanyak 30 ibu pascapersalinan dipilih melalui pengambilan sampel total berdasarkan kriteria inklusi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah divalidasi mengenai pengetahuan pemberian ASI eksklusif. Intervensi terdiri dari sesi konseling menggunakan leaflet edukasi yang berlangsung sekitar 15–20 menit. Analisis statistik dilakukan menggunakan metode univariat dan bivariat, khususnya Uji Peringkat Bertanda Wilcoxon dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan ibu setelah sesi konseling. Sebelum intervensi, 46,7% responden dikategorikan memiliki pengetahuan yang buruk; namun, setelah intervensi, 83,3% mencapai tingkat pengetahuan yang "baik". Skor pengetahuan rata-rata meningkat secara substansial dari 58,4 ± 9,6 menjadi 86,7 ± 7,2. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai p 0,000, yang menegaskan bahwa peningkatan pengetahuan tersebut signifikan secara statistik. Kesimpulannya, konseling menggunakan media brosur efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu selama minggu pertama pascapersalinan mengenai pemberian ASI eksklusif. Oleh karena itu, brosur direkomendasikan sebagai alat pendidikan yang praktis dan efisien bagi puskesmas untuk mendukung keberhasilan program pemberian ASI eksklusif.
Pengaruh KIE Terhadap Sikap Ibu Nifas Tentang Vulva Hygiene Di Puskesmas Mayang Widyastutik, Widyastutik; Widiatrilupi, Raden Maria Veronika
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i3.14071

Abstract

Background: The postpartum period is a critical phase that is highly susceptible to infectious complications, particularly when vulva hygiene practices are not performed adequately. Postpartum mothers’ attitudes toward vulva hygiene play a crucial role in determining their adherence to recommended perineal care. Communication, Information, and Education (CIE) serve as systematic health promotion strategies aimed at influencing health behaviors through the delivery of accurate information and structured educational interventions. Methods:This study utilized a quasi-experimental design with a pretest–posttest control group approach involving 30 respondents, who were divided into an intervention group and a control group, each consisting of 15 participants. Data were collected using a validated attitude questionnaire comprising 25 Likert-scale statements. Data analysis was performed using paired t-tests and independent t-tests with a significance level of p < 0.05. Results: The intervention group demonstrated an increase in attitude scores by 22.6 points with a p-value of 0.000, whereas the control group showed an increase of only 4.8 points. A highly significant difference was observed between the two groups, with a p-value of 0.000. Conclusion: The structured Communication, Information, and Education intervention had a significant positive effect on improving postpartum mothers’ attitudes toward vulva hygiene at Puskesmas Mayang.