p-Index From 2021 - 2026
7.776
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PIJAT BAYI TERHADAP PENINGKATAN MOTORIK KASAR PADA BAYI USIA 6-12 BULAN DI PACARKELING HOME CARE KEJAYAN, PASURUAN Nikmatullailia, Firda; Alfitri, Rosyidah; Widiatril, Raden Maria Veronika
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 3 (2024): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v16i3.2154

Abstract

The baby's growth and development period is a golden period as well as a critical period for a person's development, namely at the age of 0-12 months. It is said to be the golden age because infancy is very short and cannot be repeated. It is said to be a critical period because during this period babies are very sensitive to the environment and need good nutritional intake and stimulation for their growth and development. As a result of gross motor skills that are not optimal, children's creativity in adapting can decrease. According to Hurlock, motor skills are also used for self-help skills (self-image), social skills, play skills and school skills. To achieve independence, children must learn motor skills that enable them to do things for themselves, so that they can become a cooperative social group that can be accepted in their environment. This research design is an experimental design, with a one group pretest - posttest design approach, namely by taking measurements before and after treatment. Then intervention was given by giving the baby massage after the post test was carried out. The aim is to analyze the effect of baby massage on gross motor skills in babies aged 6-12 months.That the age of babies in the Kejayan village area, Pasuruan Regency, in the group that was given massage, babies aged 6 months were 2 respondents (13%), babies aged 8 months were 3 respondents (20%), babies aged 9 months were 3 respondents (20 %), babies aged 10 months were 6 respondents (40%), and babies at 11 months were 1 respondent (7%). In the group that was not given massage, 6 month old babies were 1 respondent (7%), 8 month old babies were 2 respondents (13%), 9 month old babies were 2 respondents (13%), 10 month old babies as many as 7 respondents (47%), for babies aged 11 months there were 3 respondents (20%). Gross motor development in babies aged 6-12 months who were given baby massage in Kejayan Village, Pasuruan Regency is mostly normal.
Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Nafsu Makan Balita Usia 3 Tahun Nur Azizah, Karina Fitetry; Aksohini Wijayanti, Tut Rayani; Veronika Widiatrilupi, Raden Maria
Jurnal Asuhan Ibu dan Anak Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal Asuhan Ibu dan Anak
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33867/4g2d5m12

Abstract

Masa kanak-kanak adalah awal yang baik untuk pemenuhan gizi karena harus dimulaisedini mungkin. Penting bagi orang tua untuk memperhatikan tahap ini, karena padafase ini anak tumbuh sangat cepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuipengaruh pijat bayi terhadap nafsu makan balita usia 3 tahun di Daisy Care KecamatanKedungkandang Kota Malang. Jenis penelitian ini menggunakan data kuantitatif denganmenggunakan desain penelitian quasi eksperimen one group pre-test post-test. Teknikpengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling 30 respondendengan populasi 30 balita. Kemudian dilakukan uji normalitas dan data dianalisis denganUji Statistik Chi Square, untuk melihat pengaruh pijat bayi terhadap nafsu makan balitausia 3 tahun. Hasil penelitian didapatkan sebagian responden sebanyak 19 balita (63,3%)mengalami nafsu makan yang baik dan sebanyak 11 balita (36,7%) mengalami nafsumakan yang turun. Setelah diberikan intervensi pijat bayi seluruh responden sebanyak30 balita (100%) memiliki nafsu makan yang baik. Uji statistik didapatkan nilai p-value0,040<0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa pijat bayi berpengaruh terhadap nafsu makanbalita usia 3 tahun di Daisy Care Kecamatan Kedungkandang Kota Malang
Pengaruh kunyit asam terhadap penyembuhan luka perineum derajat 2 pada ibu post partum hari ke – 1 di Gondanglegi Kabupaten Malang Hafanda, Chesharia Risqy; Alfitri, Rosyidah; Widiatrilupi, Raden Maria Veronika
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 15 No. 01 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v15i01.1029

Abstract

Latar Belakang: Rupture Perineum adalah robekan yang terjadi baik disengaja (episiotomy) maupun tidak disengaja pada saat persalinan. Kunyit meningkatkan penyembuhan luka dalam beberapa tahap. Kunyit banyak mengandung senyawa kurkumin yang mendorong re – epitelisasi,poliferasi sel,dan sintesis kolagen. Asam jawa sendiri memiliki sifat antibakteri,antiinflamasi,analgesic, dan antioksidan.Metode: Jenis pra-eksperimen dengan intact-group comparison. Variabel dengan dua kelompok, meliputi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pengambilan sampel menggunakan Purpose Sampling dan sampel sebagian ibu nifas yang mengalami luka perineum derajat 2 yang sesuai dengan kriteria inklusi sebanyak “32”. Alat ukur penilaian luka perineum menggunakan REEDA. Uji statistik menggunakan Uji Mann-Whitney.Hasil: Hasil uji Statistic Mann- Whitney diketahui Asymp. Sig. (2- tailed) / p.value bernilai 0,000. Karena nilai 0,000 dari 0,05 artinya terdapat perbedaan pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Maka Ho ditolak dan Ha diterima.Kesimpulan: Terdapat Pengaruh Kunyit Asam Terhadap Penyembuhan Luka Perineum Derajat 2 Pada Ibu Postpartum Hari Ke – 1  di PMB Eny Islamiyati dan PMB Yuli Maulitasari Kab. Malang.
Pengaruh woolwich massage terhadap pencegahan bendungan ASI pada ibu post partum di PMB Yulia Tri Jayanti Turen Rahmawati, Marsela; Widiatrilupi, Raden Maria Veronika; Safitri, Rani
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v4i02.1131

Abstract

Latar Belakang: Bendungan ASI adalah penumpukan ASI akibat kelainan pada puting susu, penyempitan saluran laktiferus, atau pengosongan kelenjar yang tidak tuntas. Postur menyusui yang salah, pengosongan payudara yang kurang, dan daya isap bayi yang kurang kuat menjadi faktor penyebab terjadinya pengendapan ASI. Tujuan dari pijat woolwich adalah untuk mengeluarkan ASI dari sinus laktiferus yang terletak tepat 1-1,5 cm di atas areola payudara dan mencegah bendungan ASI.Metode: Menggunakan desain pra-eksperimental dengan struktur satu kelompok pretest-posttest untuk membandingkan kemanjuran dua pengobatan pada ibu nifas: frekuensi pijat Woolwich diukur sebelum dan sesudah intervensi. Investigasi ini terdiri dari ukuran sampel dua puluh responden.Hasil: Analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan bahwa seluruh partisipan menandatangani pemeringkatan sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) dengan tingkat signifikansi p<0,05 dan nilai Z=-4,123b; nilai p=0,000; dan nilai p=0,000; Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pijat Woolwich berpengaruh dalam mencegah penggumpalan darah pada ibu nifas saat PMB Tri Jayanti Yulia Turen.Kesimpulan: Di PMB, pijat Woolwich berdampak pada kemampuan ibu nifas untuk menghindari pembekuan ASI. Turen, Yulia Tri Jayanti.
Pengaruh kompres hangat pada payudara terhadap kelancaran ASI pada ibu postpartum di klinik Yonkav 8 Tank Kabupaten Pasuruan Rozela, Irma Aprilia; Widiatrilupi, Raden Maria Veronika; Safitri, Rani
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 4 No 2 (2024): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jnpe.v4i2.1087

Abstract

Latar Belakang: Menurut  data (WHO, 2017) dan United Nations Children’s Fund (UNICEF) dan WHO menyarankan seharusnya bayi hanya diberi air susu ibu (ASI) minimal 6 bulan, hingga berusia 2 tahun. Renstra Kementerian Kesehatan Indonesia periode 2020-2024,  program pemberian ASI Eksklusif dibawah enam bulan merupakan program pemerintah Indonesia untuk percepatan penurunan stunting. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan tanggal 3 Januari 2024 di Klinik Yonkav 8 Tank didapatkan 16 ibu nifas dengan ASI tidak lancar.Metode: Metode penelitian ini menggunakan Pra-eksperimen dengan teknik Purposive Sampling One grup pretest-posttest.Hasil: Berdarkan hasil uji Statistic Wilcoxon Match paired test  Kompres Hangat Payudara terhadap kejadian kelancaran ASI pada ibu menyusui di Klinik Yonkav 8 Tank Kabupaten Pasuruan. Didapatkan hasil analisa diatas diperoleh nilai P value 0,001 ≤  0,05 yang artinya ada perbedaan responden sebelum diberi perlakuan dan sesuadah diberi perlakuan. Maka Ho ditolak dan Ha diterimaKesimpulan: Ada Pengaruh Kompres Hangat Payudara Terhadap Kelancaran ASI pada ibu menyusui di Klinik Yonkav 8 Tank Kabupaten Pasuruan.
Hubungan dukungan suami dengan minat ibu dalam pemilihan metode kontrasepsi di Wilayah Kerja Puskesmas Ketapang Septiyorini, Indah; Widiatrilupi, Raden Maria Veronika; Wijayanti, Tut Rayani Aksohini
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 4 No 2 (2024): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jnpe.v4i2.1123

Abstract

Latar Belakang: Metode kontrasepsi program KB berdasarkan mekanisme kerja dibedakan menjadi dua yaitu hormonal dan non hormonal. Bersarkan data BKKBN cakupan pemakaian KB di Indonesia pada tahun 2022 yaitu metode kontrasepsi hormonal suntikan (35,8%), KB pil (17,4%), IUD (5,4%), susuk (4,3%), dan MOW (2,3%). Jadi dalam hal ini suami perlu dilibatkan dalam memotivasi dan menentukan pilihan pada metode kontrasepsi yaitu sebagai pendorong dan penguat. Berdasarkan hal diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai Hubungan Dukungan Suami dengan Minat Ibu dalam Pemilihan Metode Kontrasepsi di Wilayah Kerja Puskesmas Ketapang.Metode: Kolerasi Desain ini menggunakan Cross sectional yaitu jenis penelitian yang menekankan pada waktu pengukuran atau observasi data variabelHasil: Berdarkan hasil uji StatisticChi Square. Didapatkan hasil analisa diatas diperoleh nilai P value 0,000 ≤  0,05 yang artinya ada perbedaan responden sebelum diberi perlakuan dan sesuadah diberi penyuluhan. Maka Ho ditolak dan Ha diterima.Kesimpulan: Ada Hubungan Dukungan Suami dengan Minat Ibu dalam Pemilihan Metode Kontrasepsi di Wilayah Kerja Puskesmas Ketapang.
PENDEKATAN EDUKASI INTERAKTIF BERBASIS TEKNOLOGI DALAM MENINGKATKAN KESADARAN IBU NIFAS TERHADAP PENCEGAHAN KOMPLIKASI POSTPARTUM: A Technology-Based Interactive Educational Approach in Increasing Post-Partum Women's Awareness of The Prevention of Postpartum Complications Prisusanti, Retno Dewi; Widiatrilupi, Raden Maria Veronika; Sulistiyah; Kiswara, NilaWidya; Rosyidah, Rafhani
JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Forind Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/jms.v3i1.164

Abstract

Komplikasi postpartum merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada ibu nifas. Kesadaran yang rendah terhadap tanda dan pencegahan komplikasi postpartum menjadi tantangan dalam meningkatkan kesehatan ibu setelah melahirkan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran ibu nifas melalui pendekatan edukasi interaktif berbasis teknologi. Kegiatan ini dilakukan di komunitas ibu nifas dengan melibatkan 30 responden. Metode pelaksanaan mencakup penyuluhan kesehatan menggunakan aplikasi mobile edukasi, video interaktif, dan forum diskusi daring. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan kuesioner terstruktur. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan ibu nifas dari 65% menjadi 90% setelah edukasi. Kegiatan ini juga mendapatkan respons positif terkait kemudahan akses informasi dan keberlanjutan edukasi melalui teknologi digital. Edukasi berbasis teknologi terbukti menjadi pendekatan efektif dalam mendukung upaya promotif dan preventif pada masa nifas. Diharapkan, program serupa dapat diimplementasikan secara luas untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak secara berkelanjutan.
Pengaruh Pijat Perineum Terhadap Kejadian Rupture Perineum Pada Primigravida Putri, Marsela Oktaviani; Wijayanti, Tut Rayani Akhsohini; Widiatrilupi, Raden Maria Veronika
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 1 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i1.18219

Abstract

Robekan perineum bisa terjadi secara spontan (rupture) atau disengaja (episiotomy). Robekan pada perineum merupakan salah satu dari berbagai macam komplikasi pada saat persalinan di kala II sehingga dapat menyebabkan disfungsi organ reproduksi pada perempuan. Ketegangan yang terjadi pada otot dasar panggul sering mengakibatkan terjadinya robekan perineum khususnya pada Primigravida. Sehingga untuk mencegah terjadinya rupture dapat dilakukan pemijatan pada area perineum sehingga perineum menjadi elastis. Pijat perineum dapat dilakukan mulai minggu ke-34 kehamilan, oleh wanita hamil atau pasangannya dengan durasi 4 menit sebanyak 3-4 kali seminggu atau 10 menit sekali seminggu menggunakan gel ataupun minyak VCO. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pijat perineum terhadap kejadian robekan perineum di TPMB Afita Delianah Turen. Metode Penelitian ini menggunakan Desain penelitian Quasi-eksperimental dengan pendekatan posttest only group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu primigravida di TPMB Afita Delianah Kecamatan Turen. Sampel penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu ibu primigravida sebanyak 30 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol. Hasil Pada Kelompok Kontrol seluruh responden tidak diberikan perlakuan didapatkan Sebagian besar responden mengalami rupture perineum sejumlah 11 responden (73,33%). Sementara pada kelompok eksperimen hampir seluruh responden yang melakukan pijat perineum dengan kategori baik didapatkan tidak terjadi rupture perineum. Berdasarkan penelitian maka dilakukan uji Chi Square diperoleh nilai p value 0,000 (p<0,05) yang dimana dapat disimpulkan terdapat pengaruh antara pijat perineum dengan kejadian rupture perineum di TPMB Afita Delianah Kecamatan Turen. Kesimpulannya Ada pengaruh pijat perineum terhadap kejadian rupture perineum pada masa persalinan di TPMB Afita Delianah Kecamatan Turen.
ST36 POINT ACUPRESSURE METHOD AS AN EFFORT TO MANAGE THE EVENTS OF EMESIS GRAVIDARUM IN THE 1st TRIMESTER PREGNANT WOMEN: Happy Firliya, Widia Shofa Ilmiah, Maria Veronika Widiatrilupi Happy Firliya Awal; Widia Shofa Ilmiah; Raden Maria Veronika Widiatrilupi
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 11 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS.DR. Soepraoen Kesdam V/BRW

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47794/jkhws.v11i2.538

Abstract

The most typical main complaint experienced by pregnant women practically everywhere in the globe is emesis gravidarum. Variations in high hCG levels are a factor in emesis gravidarum. In Indonesia, 50–85% of pregnant women experience this condition. According to other research, 60–80% of primigravida and 40–60% of multigravida develop emesis gravidarum. The study was conducted at PMB Wartini Rejoyoso to examine the effects of acupressure point ST36 treatments on emesis gravidarum in first-trimester pregnant women. Pra experimental design. The population of all first-trimester pregnant women at Independent Practice Midwife (PMB) Wartini Rejoyoso who experienced emesis gravidarum was 26 people, and the samples were 16 each of acupressure SOP and PUQE-24. instrumentation, a 7-minute intervention every morning for 7 days, and Wilcoxon Match Pairs Test data analysis. According to the data, there was significant emesis in 62.5 percent of people prior to the intervention and mild emesis in 93.8 percent of people after it, with a p value of 0.03 to α 0.05. Conclusion: ST36 acupressure may have an impact on the frequency of emesis gravidarum in the first trimester. When feeling queasy or sick, pregnant women are expected to apply acupressure to ST36. Keywords: Acupressure Point ST 36, Emesis Gravidarum, First Trimester
PENGARUH TERAPI BIRTH BALL TERHADAP INTENSITAS NYERI PERSALINAN KALA I PADA IBU BERSALIN DI PMB NENG TUTI ALAWIYAH BOGOR: PENGARUH TERAPI BIRTH BALL TERHADAP INTENSITAS NYERI PERSALINAN KALA I PADA IBU BERSALIN DI PMB NENG TUTI ALAWIYAH BOGOR Riya Tanzilatun Amillah; Rani Safitri; Raden Maria Veronika Widiatrilupi
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 12 No. 02 (2024): Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 12 Issue 02
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS.DR. Soepraoen Kesdam V/BRW

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47794/jkhws.v12i02.652

Abstract

Introduction: Labor pain is physiological in the process of labor with different pain intensities in each individual and disappear. Nonpharmacological methods tend to be easier and safer to give to laboring mothers, one of the methods is birth ball. Birth ball is a physical therapy ball that helps the progress of labor in laboring mothers in the opening stage. The purpose of this study was to determine the effect of birth ball therapy on the intensity of labor pain during the first stage in laboring mothers at PMB Neng Tuti Alawiyah Bogor. Method: This type of research used in this study is quantitative research using the Quasi Experiment research method in one group (one group pre test post test). Results: The results of statistical tests measuring the intensity of labor pain during the first stage in laboring mothers both before and after intervention using birth ball therapy obtained a p-value of 0.000 (p-value <0.05 at α = 5%). Conclusion: It can be concluded that the use of birth ball therapy is effective on the intensity of labor pain during the first stage in laboring mothers at PMB Neng Tuti Alawiyah Bogor