p-Index From 2021 - 2026
10.113
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Jurnal Keperawatan Suaka Insan Jurnal Ilmu Keperawatan Komunitas GEMASSIKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Kebidanan Indonesia Infokes : Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Jurnal Keperawatan Florence Nightingale Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Midwinerslion : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Jurnal Kesehatan Gemakes: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat INDOGENIUS Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Jurnal Sains dan Teknologi Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesian Journal on Medical Science (IJMS) Public Health and Safety International Journal (PHASIJ) Borobudur Nursing Review QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Aurelia: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing) Gaster OVUM : Journal Of Midwifery and Health Sciences Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Dan Kedokteran KIAN Journal Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia Diagnosa: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Keperawatan Jurnal Osadhawedyah bidang Medis dan Kesehatan Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi Journal of Educational Innovation and Public Health Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan Jurnal An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan Jurnal Medika Nusantara Medical Laboratory Journal MANGGALI GEMASSIKA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Obat: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Jurnal Siti Rufaidah Jurnal Ilmiah Multidisiplin Keilmuan Mandira Cendikia (JIMK-MC) Jurnal Praba: Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Jurnal Pengemas Kesehatan Journal of Golden Generation Health
Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBERDAYAAN IBU MENGOLAH DAUN KELOR SEBAGAI UPAYA MENCEGAH STUNTING : EMPOWERMENT OF MOTHERS PROCESSING MORINGA LEAVES AS AN EFFORT TO PREVENT STUNTING Indarwati, Indarwati; Nurrohmah, Anjar; Maryatun, Maryatun
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v5i2.2368

Abstract

Tingginya prevalensi stunting di Klaten Jawatengah masih menjadi isu krusial yang memerlukan intervensi. Kondisi ini diperparah oleh minimnya pengetahuan ibu dalam pengolahan makanan yang tepat dan benar. Stunting bukan sekadar masalah pertumbuhan fisik yang terhambat, melainkan kondisi serius yang mengganggu perkembangan anak akibat kekurangan gizi menahun dan infeksi berulang. Desa Kedungan prevalensi stunting masih tinggi, tahun 2024 terdapat 17 balita stunting dan tahun 2025 naik menjadi 19 balita stunting. Salah satu faktor yang berkontribusi kuat terhadap kejadian stunting adalah minimalnya pengetahuan ibu balita tentang gizi dan cara pengolahan makanan yang tepat dan benar. Tujuan kegiatan pengabdian untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan ibu dalam mengolah bahan makanan secara tepat dan benar. Metode, Tanggal 15 Mei 2025 di Desa Kedungan dilakukan pemberdayaan ibu  dengan  ceramah dan demonstrasi mengolah bahan utama daun kelor sebagai inovasi makanan balita yang bergizi tinggi. Hasil kegiatan terdapat peningkatan pengetahuan 25% ibu yang paham tentang gizi dan pengolahan makanan meningkat menjadi 79.1%. Dan 90% peserta bisa mendemonstrasikan inovasi mengolah makanan dawet kelor dan nasi kepal dengan hasil yang bagus. Pembahasan, Ceramah dan Demonstrasi yang menarik masih menjadi pilihan untuk edukasi peningkatan pengetahun dan ketrampilan peserta. Kemampuan ibu dalam mengolah makanan yang tepat dan benar adalah kunci  kesehatan balitanya. Inovasi bahan lokal yang bernilai gizi tinggi dan penyajian menarik, akan meningkatkan nafsu makan balita sehingga berat badan balita terus meningkat. Kesimpulan, kegiatan PKM telah berhasil  dengan  memuaskan, luaran berupa makanan dawet kelor dan nasi kepal. Keberhasilan kegiatan ini bisa diulang ulang lagi dipraktekkan di rumah  dan  menjadi  salah satu ide bagi kader kesehatan  untuk  memberikan  makanan tambahan di posyandu  dengan  mengolah makanannya yang bervariasi  dan  menarik
Gambaran Pengetahuan Remaja Putri Tentang Pernikahan Dini Di Desa Jrakah Dukuh Gesikan Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali Anggraini, Intan; Nurrohmah, Anjar
Public Health and Safety International Journal Vol. 4 No. 02 (2024): Public Health and Safety International Journal (PHASIJ)
Publisher : YCMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55642/phasij.v4i02.839

Abstract

Latar Belakang: Pernikahan dini atau kawin muda bukanlah fenomena baru di Indonesia bahkan sudah lama ada, angka pernikahan dini di dunia sebanyak 14,2 juta. Indonesia menjadi salah satu negara pernikahan dini tertinggi keempat didunia pada tahun 2023. Desa Jrakah merupakan salah satu desa yang memiliki tingkat pernikahan dini yang tinggi, pada tahun 2023 sebanyak 166 kejadian. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja putri tentang pernikahan dini di Desa Jrakah Dukuh Gesikan Kecamatan Selo Boyolali. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel 30 dan jumlah responden 62, menggunakan teknik total sampling. Dengan kriteria inklusi dan ekslusi tertentu. Hasil: Hasil penelitian karakteristik responden berdasarkan usia, remaja berusia 15-17 tahun dengan jumlah 31 responden (60.8%). Hasil penelitian karakteristik responden berdasarkan pendidikan remaja yaitu SMA dengan jumlah 33 responden (53.2%). Hasil penelitian karakteristik responden berdasarkan sumber informasi remaja yaitu handphone dengan jumlah 33 responden (60.8%). Hasil penelitian tingkat pengetahuan responden menunjukkan bahwa pengetahuan remaja putri yaitu cukup sebanyak 38 responden (61.2%). Kesimpulan: Tingkat pengetahuan remaja putri tentang pernikahan dini dalam kategori cukup.
Penerapan Terapi Relaksasi Otot Progresif Untuk Menurunkan Glukosa Darah Pada Pasien Diabetes Militus Tipe 2 Di Desa Ngoresan Jebres Ahmad Noval Baihaqi; Anjar Nurrohmah; Sri Widiyati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 7 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i7.1781

Abstract

Diabetes Melitus tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi insulin dan resistensi insulin. Prevalensi DM di dunia 830 juta, International Diabetes Federation (IDF) sekitar 783 juta,. Penatalaksanaan DM tidak hanya melalui terapi farmakologis, tetapi juga dapat dilakukan melalui pendekatan nonfarmakologis seperti terapi relaksasi otot progresif. Terapi ini dipercaya dapat menurunkan kadar glukosa darah dengan cara meningkatkan relaksasi, menurunkan stres, dan meningkatkan metabolisme tubuh. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan hasil penerapan terapi relaksasi otot progresif pada pasien Diabetes Melitus tipe 2. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek terdiri dari dua orang pasien Diabetes Melitus tipe 2 di Desa Ngoresan, Kota Surakarta. Terapi relaksasi otot progresif diberikan selama 7 hari berturut-turut, pagi hari masing-masing selama 15 menit. Kadar glukosa darah diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan glucometer.. Setelah dilakukan intervensi, kadar glukosa darah pada responden pertama (Ny. J) menurun dari 325 mg/dl menjadi 301 mg/dl (penurunan 24 mg/dl), dan pada responden kedua (Ny. S) menurun dari 468 mg/dl menjadi 430 mg/dl (penurunan 38 mg/dl). Penerapan terapi relaksasi otot progresif selama satu minggu terbukti dapat menurunkan kadar glukosa darah pada pasien Diabetes Melitus tipe 2.
Penerapan Pijat Oksitosin Terhadap Produksi Asi Pada Ibu Post Partum Di RSUD Dr. Soeratno Gemolong Sragen Nadia Rahmalika Putri; Anjar Nurrohmah; Fitria Purnamawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 7 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i7.1795

Abstract

ASI adalah emulasi lemak dalam larutan protein laktosa dan garam anorganik yang disekresikan oleh kelenjar susu ibu, berguna sebagai makanan untuk bayi. ASI yang cukup sulit dicapai karena salah satunya adalah ASI tidak keluar atau tidak keluar. Salah satu manajemen non-farmakologis untuk membantu mempermudah pelepasan ASI dapat dilakukan dengan cara pijat oksitosin. Tujuan: Untuk mengetahui hasil penerapan pijat oksitosin pada produksi ASI di Bangsal Ponek RSUD dr. Soeratno Gemolong Sragen. Metode: Jenis penelitian ini dengan studi kasus. Pengambilan dan pengumpulan data yang komprehensif dengan menyertakan berbagai sumber data. Hasil: Peningkatan produksi ASI pascapersalinan spontan yang signifikan diperoleh pada hari kedua di Ruang Ponek RSUD dr. Soeratno Gemolong Sragen setelah pijat oksitosin pada pagi dan sore hari selama 15 menit. Kesimpulan: Penerapan pijat oksitosin kepada dua responden selama 4 pertemuan memperoleh peningkatan produksi ASI pasca persalinan spontan yang signifikan.
Penerapan Mobilisasi Dini Terhadap Skala Nyeri Pada Ibu Post Sectio Caesarea Diruang Ponek RSUD dr.Soeratno Gemolong Sragen Sinta Purnama Sari; Anjar Nurrohmah; Fitria Purnamawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 8 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i8.1829

Abstract

Persalinan Sectio Caesarea yaitu tindakan pembedahan dengan membuat sayatan di dinding perut dan dinding Rahim yang bertujuan untuk mengeluarkan bayi dan mengeluarkan plasenta secara utuh. Tindakan Sectio Caesarea memiliki efek samping nyeri yang timbul akibat pembedahan. Intervensi yang diberikan adalah mobilisasi dini post section caesarea yang bertujuan untuk merilekskan otot dan memperlancar peredaran darah sehingga mengurangi nyeri. Tujuan : Mengetahui hasil Penerapan Mobilisasi Dini untuk mengetahui Skala Nyeri pada Ibu Post Sectio Caesarea di diruang Ponek RSUD dr. Soeratno Gemolong Sragen. Metode : Penelitian menggunakan Studi Kasus yang bersifat diskriptif. Dengan penerapan mobilisasi dini pada 2 responden untuk mengurangi nyeri, dimulai pada 6 jam pertama post section caesarea hingga 48 jam post section caesarea. Dilihat dari hasil pre test dan post test untuk mengukur Tingkat nyeri yaitu menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Hasil : Intensitas nyeri kedua responden berada pada skala nyeri sedang 6 dan 5 dan setelah 48 jam post sectio caesarea nyeri pasien menurun menjadi skala nyeri ringan 2 dan 1. Kesimpulan : Terdapat perubahan skala nyeri sesudah dilakukan mobilisasi dini pada kedua responden.
Penerapan Foothbath Treatment Terhadap Nyeri Ibu Post Sectio Caesarea Di Ruang Ponek RSUD Dr. Soeratno Gemolong Sragen Levyna Zahryne; Anjar Nurrohmah; Fitria Purnamawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 8 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i8.1841

Abstract

Sectio caesarea (SC) merupakan metode persalinan dengan angka kejadian yang terus meningkat dan sering disertai keluhan nyeri pascaoperasi. Nyeri ini dapat mengganggu pemulihan ibu, termasuk keterlambatan mobilisasi dini dan gangguan istirahat. Salah satu metode non-farmakologis yang efektif dalam mengurangi nyeri adalah footbath treatment. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh penerapan Footbath treatment terhadap penurunan nyeri pada ibu post sectio caesarea di ruang Ponek RSUD dr. Soeratno Gemolong Sragen. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif pada dua responden post SC. Intervensi Footbath treatment dilakukan di hari ke 2 sebanyak 2 kali dalam 2 hari, selama 15 menit dengan air bersuhu 38–40°C. Skala nyeri diukur menggunakan Numerical Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Sebelum intervensi, kedua responden menunjukkan nyeri berat (skor 7). Setelah intervensi, skor nyeri menurun menjadi 3 (nyeri ringan), menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri sebesar 4 poin pada masing-masing responden. Kesimpulan: Footbath treatment efektif dalam menurunkan skala nyeri pada ibu post sectio caesarea dan dapat menjadi pilihan terapi non-farmakologis yang mudah dan murah untuk diterapkan.
Adaptasi Teknologi Pembelajaran Masa Pandemi Covid-19 Sebagai Implementasi Program Kampus Mengajar Angkatan II di SD Negeri Pantirejo 1 Kabupaten Sragen Jayanti, Nur Sita Dwi; Nurrohmah, Anjar; Ermayani, Tri
Manggali Vol 2 No 1 (2022): Manggali
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/manggali.v2i1.2017

Abstract

Program Kampus Mengajar merupakan salah satu bentuk pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang berupa asistensi mengajar untuk memberdayakan mahasiswa dalam membantu proses pembelajaran di lingkungan Sekolah Dasar, salah satunya SD Negeri Pantirejo 1 yang beralamatkan di Kuyang, Pantirejo, Sudokodo, Sragen. Salah satu tujuan dari program Kampus Mengajar angkatan II yaitu membantu sekolah dalam hal adaptasi teknologi. Metode kegiatan yang digunakan adalah penyajian materi, praktrek, dan pendampingan selama kegiatan. Hasil dari program ini yaitu adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan guru maupun siswa di SD Negeri Pantirejo 1 dalam hal adaptasi teknologi.
Penerapan Mobilisasi Dini Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Ibu Post Sectio Caesarea Di RSUD Kabupaten Karanganyar Dian Nandari Rahmaningsih; Anjar Nurrohmah; Dewi Listyorini
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu efek yang ditimbulkan setelah operasi sectio caesarea adalah nyeri, nyeri muncul karena lepasnya reseptor nyeri akibat terputusnya kontinuitas jaringan karena proses insisi saat pembedahan. Kasus pasien post sc yang mengalami nyeri di RSUD Kabupaten Karanganyar pada tahun 2021 sebanyak 257 kasus mengalami kenaikan sebesar 38,5%. Salah satu intervensi keperawatan yang bisa diberikan adalah mobilisasi dini pada pasien pasca operasi. Mobilisasi dini dapat meningkatkan sirkulasi darah yang dapat mengurangi rasa nyeri. Tujuan: Mengetahui hasil implementasi pemberian Mobilisasi Dini terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Ibu Post Sectio Caesarea di RSUD Kabupaten Karanganyar. Metode: Penelitian deskripstif observatif dengan metode studi kasus yang dilakukan pada dua responden ibu post sectio caesarea yang dilakukan mobilisasi dini untuk mengurangi intensitas nyeri post sectio caesarea yang dilakukan pada 6 jam pertama post sectio caesarea sampai hari ketiga dengan pendampingan 15-20 menit. Hasil: Intensitas nyeri kedua responden di hari pertama berada pada skala nyeri sedang 5-6 dan di hari ketiga setelah dilakukan serangkaian mobilisasi dini, intensitas nyeri kedua responden menurun menjadi skala nyeri ringan 1-2. Kesimpulan: Terdapat penurunan intensitas nyeri sesudah dilakukan mobilisasi dini.
Penerapan Terapi Pursed Lips Breathing Terhadap Saturasi Oksigen Pada Anak Dengan Bronkopneumonia Di RSUD Ir.Soekarno Sukoharjo Karisma Adi Mastuti; Anjar Nurrohmah; Yohana Ika Prastiwi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 7 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bronkopneumonia merupakan penyakit yang ada pada saluran pernapasan. Penyakit ini disebabkan karena adanya peradangan yang terjadi pada daerah bronkus pada penderita bronkopneumonia yang dirawat di rumah sakit sering mengalami distress pernapasan yang ditandai dengan napas cepat, retraksi dada, napas cuping hidung dan disertai stridor. Tujuan : Untuk Mengetahui Hasil sebelum dan sesudah Penerapan Terapi Pursed Lips Breathing Terhadap saturasi oksigen Anak Dengan Bronkopneumonia Di RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo. Metode : Penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus untuk menggambarkan pemberian Pursed Lips Breathing peningkatan saturasi oksigenasi pada anak dengan bronkopneumonia. Dilakukan pre test-post test saturasi oksigenasi. Terapi ini dilakukan sebanyak 3 hari dimana setiap harinya dilakukan dalam rentang waktu 10 menit setiap pagi hari dan sore hari. Hasil : Hasil penerapan didapatkan Terapi Pursed Lips Breathing setelah dilakukan 3 hari berturut-turut saturasi oksigen pada kedua responden terdapat kenaikan saturasi oksigen dari tidak normal menjadi normal Kesimpulan : Terdapat perubahan saturasi oksigenasi pada kedua responden setelah dilakukan intervensi Pursed Lips Breathing.
Faktor-Faktor Determinan Penyebab Kejadian Stunting dilihat dari Faktor Ibu di Wilayah Kerja Puskesmas Mondokan Kabupaten Sragen Putri Erna Arselia Noviana; Anjar Nurrohmah
Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Vol. 2 No. 4 (2024): Oktober : Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/termometer.v2i4.4285

Abstract

Stunting is one of the causes of death and a contributing factor to the number of children exposed to disease, 3.1 million or 45% of the causes of death in the world besides disability. Many factors are associated with the incidence of stunting in toddlers, one of which is factors seen from mothers such as upper arm circumference, education, age at pregnancy and income. The prevalence of stunting in the working area of public health center of mondokan sragen regency was 417 cases in December 2023. Objective: Knowing the determinant factors causingof the incidence of stunting seen from maternal factors in the working area of public health Center of Mondokan Sragen Regency. Methods: The study used descriptive methods, sampling using quota sampling techniques, 81 respondents, the instrument used used a checklist sheet containing the characteristics of stunting factors. Results: the results showed that the majority of the characteristics of upper arm circumference <23.5 cm (58%), the latest elementary school education (59.1%), maternal age during pregnancy 20-35 years (85.2%), income <2,049,000 (71.6%). Conclusion: the determinant factors in the working area of Puskesmas Mondokan are upper arm circumference, education, maternal age at pregnancy, income,
Co-Authors 'Aisyah Nilam Cahyani Adila Nur Rahma Adila Nur Rahma Agus Sarwanto Agus Sarwanto Aguwitha Regshal Mrewassari Ahmad Noval Baihaqi Alfida Fitri Hapsari Alfida Fitri Hapsari Alvita Damayanti Amelia Latifah Nila Cahyani Anastasia Puri Damayanti Andri Pamungkas Anggraini, Intan Anis Aprianti Anisa Melia Yahya Anisa Nurul Alfianti Anna Tata Dewanti Mehhta Annisa Andriani Annisa Andriyani Annisa Rosie Nirmala Annisa Yuliana Salim Annisa Yuliana Salim Annisa' Nur Arinda fitrianatanti Danis Putri Lestari Dewi Kartika Sari Dewi Kartikasari Dewi Listyorini Dewi Utari Dian Nandari Rahmaningsih Dian Yuliyanto Diansari, Andresta Dyah Rahmawatie Ratna Budi Utami Eva Dwi Laksita Sari Fahrur Cindy Nur Aini Fitria Purnamawati Fitria Purnamawati Heni Safitri Hermawan, Danang Ida Nur Imamah Ika Nur Rohmatin Ika Nur Rohmatin Indarwati Indarwati Indarwati Indarwati Indarwati Issemi Lestari Jayanti, Nur Sita Dwi Karisma Adi Mastuti Lestari, Ayu Eka Levyna Zahryne Lutfaturrohmah Mala Nurilmala Maryatun maryatun maryatun Maya Ayu Anggraini Ma’arif, Imtihan Syafi’I Melita Putri Royani Mindar Endang Wahyuni Mita Putri Sugiyanto Nabila Dewi Cahyani Nada Nurmalasari Nadia Rahmalika Putri Nanda Putri Larasati Neny Utami Norman Wijaya Gati Nur Arisa Panggah Widodo Prasetyaningsih, Alya Putri Pratiwi, Lulu Nabillah Purnamawati, Fitria Purwantiningsih, Sri Putri Erna Arselia Noviana Putri Sari Dewi Rahmawatie, Diyah Riska Utami Ryaswati, Luthfi Sari Rohmaniah Septiana Ruspandi Sinta Purnama Sari Sofyah Nurul Hidayah Sri Hartutik Sri Widiyati Suciana Ratrinaningsih Sulistyaningsih, Pita Syafi’I Ma’arif, Imtihan Tri Ermayani Tri Susilowati Tri Susilowati WAHYU TRI LESTARI Windha Ellyana Kusuma Hati Windha Ellyana Kusuma Hati Yohana Ika Prastiwi