Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Closeness in Interethnic Friendship (Arabic, Javanese, Tionghoa): A Qualitative Study on Adolescents Living in Surakarta, Central Java, Indonesia Anggarani, Fadjri Kirana; Helmi, Avin Fadilla; Dewi, Claudia Rosari
Makara Human Behavior Studies in Asia Vol. 26, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the formation process of the closeness in interethnic friendship among adolescents living in Surakarta, Central Java, Indonesia. A qualitative study using grounded theory method is employed. Study participants comprised five adolescent girls, aged 16–17 years, with the following interethnic friendships: Javanese–Arabic–Tionghoa, Javanese–Arabic, and Javanese–Tionghoa. Data on the formation process of closeness in interethnic friendship were collected using semi-structured interview referring to the Closeness Interethnic Friendship Guideline for Adolescents. Data were analyzed using initial coding, focused coding, axial coding, and theoretical coding. Results reveal seven composites of closeness in interethnic friendship: disclosure, comfort, compatibility, reappraisal of the characters and other ethnic groups, support, similarity, and togetherness. Closeness led to the continuity of friendship, along with positive emotions, such as excited, comfortable, fun, happy, joyful, content, safe, and proud. This process occurred when the situation supported togetherness as well as, personal quality, experience, and appraisal toward the different ethnic groups, and the shared values understood by all the ethnic groups.
Disinhibisi Online sebagai Mediator Hubungan antara Kebingungan Identitas dan Cyberbullying pada Remaja Fadjri Kirana Anggarani; Fitri Amalia
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 11 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.291 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v11n2.p116-127

Abstract

Cyberbullying behavior utilized the use of digital technology and the internet as a medium for bullying. The purpose of this study was to examine the function of online disinhibition as a mediator of the relationship between identity confusion and cyberbullying in adolescents. Participants in the study were 12 to 15 years old or adolescents, which consisted of 151 men and 196 women. Data collection was performed using 3 scales namely the Cyberbullying Behavior Scale, the identity confusion scale, and the online disinhibition scale. The data obtained were tested using regression analysis with mediator variable with the help of IBM SPSS Statistics 21.0. The results showed that there was an effect of online disinhibition mediation on the relationship of identity confusion with cyberbullying. The result of MacKinnon analysis shows that the direct effect gives a bigger effect than the indirect effect.The results of the additional analysis show that males do more cyberbullying behavior; the higher the duration of internet and social media use, the more cyberbullying behavior that will be carried out by adolescents. These results indicated that adolescents and cyberbullying have many factors that required further research.Keywords: Cyberbullying, online disinhibition, identity confusion, adolescents Abstrak: Perilaku cyberbullying memanfaatkan penggunaan teknologi digital dan internet sebagai media untuk melakukan aksi bullying. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji fungsi disinhibisi online sebagai mediator hubungan antara kebingungan identitas dan cyberbullying pada remaja. Partisipan dalam penelitian berusia 12 sampai dengan 15 tahun atau remaja yang terdiri dari 151 laki-laki dan 196 perempuan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan 3 skala yaitu Skala Perilaku Cyberbullying, Skala kebingungan identitas, dan Skala disinhibisi online. Data yang diperoleh diuji menggunakan analisis regresi dengan melibatkan variabel mediator dengan bantuan IBM SPSS Statistics 21.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh mediasi disinhibisi online pada hubungan kebingungan identitas dengan cyberbullying. Perhitungan peranan menggunakan MacKinnon diperoleh hasil bahwa efek langsung memberikan peran lebih besar dibandingkan efek tidak langsung. Hasil analisis tambahan menunjukkan bahwa laki-laki lebih banyak melakukan perilaku cyberbullying; semakin tinggi durasi penggunaan internet dan sosial media semakin banyak pula perilaku cyberbullying yang akan dilakukan remaja. Hasil ini menunjukkan bahwa remaja dan cyberbullying memiliki banyak faktor yang memerlukan penelitian lanjutan.
Gender Stereotypes and Self-Efficacy as Determinants of the Glass Ceiling Effect: A Study of Female Civil Servants in Central Java Salsabila Firdausia; Munawir Yusuf; Fadjri Kirana Anggarani
Jurnal Psikologi Vol 47, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.814 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.43729

Abstract

Glass ceiling refers to the obstruction of opportunities for female employees to get promoted to higher positions, despite being qualified and having achievements, due to gender discrimination. This study aimed to identify the relationship between gender stereotypes and self-efficacy with the glass ceiling phenomenon experienced by female civil servants in Central Java. Sixty female civil servants were involved as samples. This study used three instruments: glass ceiling scale (α = 0.855), gender stereotypes scale (α = 0.933), and self-efficacy scale (α = 0.879). The data was processed using linear regression analysis. The findings revealed that there was a strong correlation (r = 0.803) between gender stereotypes (β1 = 0.377) and self-efficacy (β2 = -0.431) with the glass ceiling phenomenon experienced by female civil servants in Central Java.
Internet Gaming Disorder: Psikopatologi Budaya Modern Fadjri Kirana Anggarani
Buletin Psikologi Vol 23, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.044 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.10572

Abstract

Istilah budaya berasal dari kata buddhayah yang merupakan bentuk jamakdari buddhi, berarti budi atau akal sehingga budaya dapat diartikan sebagai hal-hal yang menyangkut budi dan akal (Koentjaraningrat, 1980). Sir EdwardTaylor (dalam Soekanto, 2003) memperjelas arti budaya yaitu keseluruhanpengetahuan, keyakinan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan semua kemam-puan dan kebiasaan yang diperoleh seseorang sebagai anggota masyarakat. Sepertiyang telah dijelaskan sebelumnya, produk budaya meliputi banyak hal, salah satunyaadalah permainan (games). Games merupakan produk budaya sejak dahulu kala(Malaby, 2012).
Hubungan Harga Diri dan Kesepian dengan Pengungkapan Diri Remaja Surakarta Pengguna Instagram Astri Dwidiyanti; Hardjono Hardjono; Fadjri Kirana Anggarani
JURNAL PSIKOLOGI MANDALA Vol 6, No 2 (2022): JURNAL PSIKOLOGI MANDALA
Publisher : Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Instagram memfasilitasi remaja melakukan pengungkapan diri sebagai salah satu pemenuhan kebutuhan sosial yang bila tak terpenuhi, maka akan mengarahkan mereka ke permasalahan mental. Pengungkapan diri dengan pengiriman foto atau video ke instagram membuat remaja terhubung dengan manusia lain secara luas sehingga kebutuhannya bisa terpenuhi. Kondisi harga diri dan kesepian bisa mengarahkan remaja melakukan pengungkapan diri di instagram. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara harga diri dan kesepian dengan pengungkapan diri pada remaja pengguna instagram di Surakarta. Sebanyak 350 remaja dari seluruh kecamatan di Surakarta dilibatkan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan dengan menggunakan skala pengungkapan diri (α=0,8), skala harga diri (α=0,899), dan skala kesepian (α=0,928). Analisis data dilakukan dengan regresi logistik ordinal sebab data tak berdistribusi normal. Hasil menunjukkan tak ada hubungan signifikan antara harga diri (β1=0,016) dan kesepian (β2=0,012) dengan pengungkapan diri (r=0,05; p=0,638 (>0,05)), tak ada hubungan signifikan antara harga diri dengan pengungkapan diri (p=0,391 (>0,05)), dan tak ada hubungan signifikan antara kesepian dengan pengungkapan diri pada remaja pengguna instagram di Surakarta (p=0,376 (>0,05)). Artinya rendah atau tingginya harga diri dan kesepian tak akan memengaruhi remaja di Surakarta dalam pengungkapan dirinya di instagram. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan acuan bagi remaja agar memaksimalkan penggunaan instagram untuk pengembangan diri sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Instagram dapat remaja jadikan media interaksi dan komunikasi dengan pengguna instagram lainnya sehingga membantu meningkatkan hubungan interpersonal. Namun, diharapkan juga remaja pengguna instagram untuk tetap memerhatikan interaksi sosialnya di dunia nyata agar terbangun hubungan intim dengan individu lain tidak hanya di instagram, tetapi juga di dunia nyata.Kata Kunci: harga diri, kesepian, pengungkapan diri
Peningkatan Syukur Penduduk Miskin Melalui Intervensi Pelatihan Syukur di Surakarta Fadjri Kirana Anggarani; Tri Rejeki Andayani; Nugraha Arif Karyanta
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 5 No. 2 (2013)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/intervensipsikologi.vol5.iss2.art1

Abstract

Penelitian ini bermaksud menguji efektivitas pelatihan syukur untuk meningkatkan kebersyukuran penduduk miskin di Surakarta. Hipotesis penelitian yang diajukan adalah penduduk miskin yang mengikuti pelatihan syukur lebih tinggi kebersyukurannya dibanding penduduk miskin yang tidak mengikuti pelatihan syukur. Subjek penelitian ini adalah warga penduduk miskin dari suatu wilayah RT di Surakarta berjumlah 19 orang. Desain penelitian kuasi eksperimen ini adalah pretest-posttest control group design dengan kelompok eksperimen 10 orang yang diberi pelatihan syukur sebanyak 4 kali dan kelompok kontrol 9 orang. Metode pengumpulan data dilakukan melalui modul pelatihan dan Gratitude Resentment and Appreciation Test (GRAT). Berdasarkan hasil perhitungan uji Independent Sample T Test diperoleh t hitung 3,870 > t tabel 1,740 dan p 0,001 < 0,05. Sedangkan hasil perhitungan uji Paired Sample T Test diperoleh t hitung 4,294 > t tabel 2,262 dan p 0,002 < 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pelatihan syukur berpengaruh terhadap peningkatan kecenderungan syukur pada penduduk miskin di Surakarta.
Hubungan Harga Diri dan Kesepian dengan Pengungkapan Diri Remaja Surakarta Pengguna Instagram Astri Dwidiyanti; Hardjono Hardjono; Fadjri Kirana Anggarani
JURNAL PSIKOLOGI MANDALA Vol. 6 No. 2 (2022): JURNAL PSIKOLOGI MANDALA
Publisher : Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jpm.v6i2.2124

Abstract

Instagram memfasilitasi remaja melakukan pengungkapan diri sebagai salah satu pemenuhan kebutuhan sosial yang bila tak terpenuhi, maka akan mengarahkan mereka ke permasalahan mental. Pengungkapan diri dengan pengiriman foto atau video ke instagram membuat remaja terhubung dengan manusia lain secara luas sehingga kebutuhannya bisa terpenuhi. Kondisi harga diri dan kesepian bisa mengarahkan remaja melakukan pengungkapan diri di instagram. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara harga diri dan kesepian dengan pengungkapan diri pada remaja pengguna instagram di Surakarta. Sebanyak 350 remaja dari seluruh kecamatan di Surakarta dilibatkan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan dengan menggunakan skala pengungkapan diri (α=0,8), skala harga diri (α=0,899), dan skala kesepian (α=0,928). Analisis data dilakukan dengan regresi logistik ordinal sebab data tak berdistribusi normal. Hasil menunjukkan tak ada hubungan signifikan antara harga diri (β1=0,016) dan kesepian (β2=0,012) dengan pengungkapan diri (r=0,05; p=0,638 (>0,05)), tak ada hubungan signifikan antara harga diri dengan pengungkapan diri (p=0,391 (>0,05)), dan tak ada hubungan signifikan antara kesepian dengan pengungkapan diri pada remaja pengguna instagram di Surakarta (p=0,376 (>0,05)). Artinya rendah atau tingginya harga diri dan kesepian tak akan memengaruhi remaja di Surakarta dalam pengungkapan dirinya di instagram. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan acuan bagi remaja agar memaksimalkan penggunaan instagram untuk pengembangan diri sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Instagram dapat remaja jadikan media interaksi dan komunikasi dengan pengguna instagram lainnya sehingga membantu meningkatkan hubungan interpersonal. Namun, diharapkan juga remaja pengguna instagram untuk tetap memerhatikan interaksi sosialnya di dunia nyata agar terbangun hubungan intim dengan individu lain tidak hanya di instagram, tetapi juga di dunia nyata.Kata Kunci: harga diri, kesepian, pengungkapan diri
Hubungan antara Growth Mindset dan Grit Akademik pada Mahasiswa Bekerja Aisya Azlina Mayshita; Fadjri Kirana Anggarani; Laelatus Syifa Sari Agustina
Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jip.v8i1.69360

Abstract

Abstract. Academic grit is a behavior to maintain perseverance and enthusiasm in achieving long-term goals. To increase grit, growth mindset is needed. Individuals with a growth mindset believe that their abilities can be continuously improved with certain effort and hard work. This study aims to determine the relationship between growth mindset and academic grit in working college students of UNS with 86 students used as sample which determined by incidental sampling technique. The measurement tools used are the growth mindset scale (α=0.913) and the academic grit scale (α=0.869). The data was processed using a simple linear regression analysis technique and showed a positive and significant relationship between the two variables with Fcount>Ftable (89.626 > 3.96) and R is 0.718 (strong correlation). R2 is 0.516 which can be interpreted that the growth mindset variable in this study has 51,6% effectively contributed to the academic grit variable.Abstrak. Grit akademik merupakan perilaku untuk mempertahankan ketekunan dan semangat dalam mencapai tujuan jangka panjang. Grit dapat ditingkatkan dengan growth mindset. Individu dengan growth mindset meyakini bahwa kemampuan seseorang dapat terus ditingkatkan dengan usaha dan kerja keras. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara growth mindset dan grit akademik pada mahasiswa UNS yang bekerja dengan sampel sebanyak 86 mahasiswa yang ditentukan melalui teknik incidental sampling. Alat ukur yang digunakan adalah skala growth mindset (α=0,913) dan skala grit akademik (α=0,869). Data diolah menggunakan teknik analisis regresi linear sederhana dan menunjukkan adanya hubungan positif antara kedua variabel dengan Fhitung>Ftabel (89,626 > 3,96) dan R sebesar 0,718 (korelasi kuat). R2 sebesar 0,516 dengan artian variabel growth mindset memiliki sumbangan efektif sebesar 51,6% terhadap variabel grit akademik. 
Analisis Swot Sebagai Strategi Penguatan Institusi Menuju Rintisan Pusat Unggulan Iptek Pada Pusat Studi Difabilitas Universitas Sebelas Maret Yusuf, Munawir; Andayani, Tri Rejeki; Supratiwi, Mahardika; Adhitya Nugraha, Redydian; Anggarani, Fadjri Kirana
SPEED Journal : Journal of Special Education Vol. 7 No. 2 (2024): SPEED: JOURNAL OF SPECIAL EDUCATION
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Biasa Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/speed.v7i2.1563

Abstract

Capaian kinerja Pusat Studi Difabilitas (PSD) LPPM UNS pada tahun 2022 mengalami peningkatan. Meskipun demikian, capaian kinerja ini masih dianggap kurang untuk mencapai standar kriteria menuju Rintisan Pusat Unggulan Iptek (PUI) Disabilitas. Menghadapi hal tersebut, PSD perlu melakukan sebuah akselerasi dengan menyusun rencana strategis langkah-langkah menuju Rintisan PUI Disabilitas. Salah satunya adalah dengan meningkatkan riset, publikasi, dan branding PSD LPPM UNS dalam upaya menuju PUI Disabilitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kekuatan (strength), kelemahan (weaknesses), kesempatan (opportunity), dan ancaman (threats) sebagai strategi meningkatkan kinerja menuju Rintisan PUI Disabilitas. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dan kualitatif. Data kualitatif yang didapatkan sebagai acuan permasalahan yang dialami peer group dalam melakukan riset dan publikasi serta mendapatkan pandangan tentang branding yang harus dilakukan PSD LPPM UNS di masa depan. Data kuantitatif digunakan untuk memetakan jumlah riset dan publikasi anggota peer group, nantinya data ini digunakan sebagai acuan penyusunan roadmap PSD LPPM UNS dan pemetaan anggota peer group yang produktif dan kurang produktif. Hasil penelitian ini menghasilkan analisis SWOT, roadmap rintisan PUI Disabilitas UNS, dan langkah-langkah strategis untuk mewujudkan Rintisan PUI Disabilitas yang dijelaskan lebih lengkap dalam isi artikel.
Desain Aplikasi “SAPA” Berbasis Computer-Mediated Communication (CMC) untuk Efektivitas Komunikasi Mahasiswa Tunarungu Saputro, Joko Slamet; Anggarani, Fadjri Kirana; Anggrellangi, Arsy
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i1.1931

Abstract

Komunikasi antara penyandang disabilitas dengan orang normal masih sulit bahkan dengan adanya bahasa isyarat. Penelitian ini bertujuan untuk pengembangan aplikasi “SAPA” berbasis Computer-Mediated Communication (CMC) untuk efektivitas komunikasi antara tunarungu - tunanetra. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan Research and Development (R & D). Penelitian pengembangan adalah model pengembangan sebuah produk dari mulai perancangan, validasi, pengujian produk, dan desiminasi produk secara luas. Tahapan pengembangan aplikasi pada penelitian ini meliputi; stdudi pendahuluan, perancangan produk, validasi produk, perbaikan produk, uji coba produk dan penyempurnaan produk final. Hasil pengujian aplikasi yang dilakukan didapatkan analisis yang berisi ouput Paired Samples Test menunjukkan nilai Sig.(2-tailed) adalah sebesar 0.000 < 0.05, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Dapat ditarik kesimpulan bahwa, ada perbedaan rata – rata antara komunikasi mahasiswa pada saat sebelum dan sesudah menggunakan aplikasi “SAPA” yang artinya ada pengaruh pada penggunaan aplikasi “SAPA” untuk mengatasi masalah komunikasi mahasiswa tunarungu, tunanetra, non-disabilitas, dan dosen pengampu mata kuliah, sehingga tercipta komunikasi yang efektif dalam perkuliahan.