Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Gender Stereotypes and Self-Efficacy as Determinants of the Glass Ceiling Effect: A Study of Female Civil Servants in Central Java Salsabila Firdausia; Munawir Yusuf; Fadjri Kirana Anggarani
Jurnal Psikologi Vol 47, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.814 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.43729

Abstract

Glass ceiling refers to the obstruction of opportunities for female employees to get promoted to higher positions, despite being qualified and having achievements, due to gender discrimination. This study aimed to identify the relationship between gender stereotypes and self-efficacy with the glass ceiling phenomenon experienced by female civil servants in Central Java. Sixty female civil servants were involved as samples. This study used three instruments: glass ceiling scale (α = 0.855), gender stereotypes scale (α = 0.933), and self-efficacy scale (α = 0.879). The data was processed using linear regression analysis. The findings revealed that there was a strong correlation (r = 0.803) between gender stereotypes (β1 = 0.377) and self-efficacy (β2 = -0.431) with the glass ceiling phenomenon experienced by female civil servants in Central Java.
Internet Gaming Disorder: Psikopatologi Budaya Modern Fadjri Kirana Anggarani
Buletin Psikologi Vol 23, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.044 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.10572

Abstract

Istilah budaya berasal dari kata buddhayah yang merupakan bentuk jamakdari buddhi, berarti budi atau akal sehingga budaya dapat diartikan sebagai hal-hal yang menyangkut budi dan akal (Koentjaraningrat, 1980). Sir EdwardTaylor (dalam Soekanto, 2003) memperjelas arti budaya yaitu keseluruhanpengetahuan, keyakinan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan semua kemam-puan dan kebiasaan yang diperoleh seseorang sebagai anggota masyarakat. Sepertiyang telah dijelaskan sebelumnya, produk budaya meliputi banyak hal, salah satunyaadalah permainan (games). Games merupakan produk budaya sejak dahulu kala(Malaby, 2012).
Hubungan Harga Diri dan Kesepian dengan Pengungkapan Diri Remaja Surakarta Pengguna Instagram Astri Dwidiyanti; Hardjono Hardjono; Fadjri Kirana Anggarani
JURNAL PSIKOLOGI MANDALA Vol 6, No 2 (2022): JURNAL PSIKOLOGI MANDALA
Publisher : Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Instagram memfasilitasi remaja melakukan pengungkapan diri sebagai salah satu pemenuhan kebutuhan sosial yang bila tak terpenuhi, maka akan mengarahkan mereka ke permasalahan mental. Pengungkapan diri dengan pengiriman foto atau video ke instagram membuat remaja terhubung dengan manusia lain secara luas sehingga kebutuhannya bisa terpenuhi. Kondisi harga diri dan kesepian bisa mengarahkan remaja melakukan pengungkapan diri di instagram. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara harga diri dan kesepian dengan pengungkapan diri pada remaja pengguna instagram di Surakarta. Sebanyak 350 remaja dari seluruh kecamatan di Surakarta dilibatkan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan dengan menggunakan skala pengungkapan diri (α=0,8), skala harga diri (α=0,899), dan skala kesepian (α=0,928). Analisis data dilakukan dengan regresi logistik ordinal sebab data tak berdistribusi normal. Hasil menunjukkan tak ada hubungan signifikan antara harga diri (β1=0,016) dan kesepian (β2=0,012) dengan pengungkapan diri (r=0,05; p=0,638 (>0,05)), tak ada hubungan signifikan antara harga diri dengan pengungkapan diri (p=0,391 (>0,05)), dan tak ada hubungan signifikan antara kesepian dengan pengungkapan diri pada remaja pengguna instagram di Surakarta (p=0,376 (>0,05)). Artinya rendah atau tingginya harga diri dan kesepian tak akan memengaruhi remaja di Surakarta dalam pengungkapan dirinya di instagram. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan acuan bagi remaja agar memaksimalkan penggunaan instagram untuk pengembangan diri sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Instagram dapat remaja jadikan media interaksi dan komunikasi dengan pengguna instagram lainnya sehingga membantu meningkatkan hubungan interpersonal. Namun, diharapkan juga remaja pengguna instagram untuk tetap memerhatikan interaksi sosialnya di dunia nyata agar terbangun hubungan intim dengan individu lain tidak hanya di instagram, tetapi juga di dunia nyata.Kata Kunci: harga diri, kesepian, pengungkapan diri
Peningkatan Syukur Penduduk Miskin Melalui Intervensi Pelatihan Syukur di Surakarta Fadjri Kirana Anggarani; Tri Rejeki Andayani; Nugraha Arif Karyanta
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 5 No. 2 (2013)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/intervensipsikologi.vol5.iss2.art1

Abstract

Penelitian ini bermaksud menguji efektivitas pelatihan syukur untuk meningkatkan kebersyukuran penduduk miskin di Surakarta. Hipotesis penelitian yang diajukan adalah penduduk miskin yang mengikuti pelatihan syukur lebih tinggi kebersyukurannya dibanding penduduk miskin yang tidak mengikuti pelatihan syukur. Subjek penelitian ini adalah warga penduduk miskin dari suatu wilayah RT di Surakarta berjumlah 19 orang. Desain penelitian kuasi eksperimen ini adalah pretest-posttest control group design dengan kelompok eksperimen 10 orang yang diberi pelatihan syukur sebanyak 4 kali dan kelompok kontrol 9 orang. Metode pengumpulan data dilakukan melalui modul pelatihan dan Gratitude Resentment and Appreciation Test (GRAT). Berdasarkan hasil perhitungan uji Independent Sample T Test diperoleh t hitung 3,870 > t tabel 1,740 dan p 0,001 < 0,05. Sedangkan hasil perhitungan uji Paired Sample T Test diperoleh t hitung 4,294 > t tabel 2,262 dan p 0,002 < 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pelatihan syukur berpengaruh terhadap peningkatan kecenderungan syukur pada penduduk miskin di Surakarta.
Hubungan Harga Diri dan Kesepian dengan Pengungkapan Diri Remaja Surakarta Pengguna Instagram Astri Dwidiyanti; Hardjono Hardjono; Fadjri Kirana Anggarani
JURNAL PSIKOLOGI MANDALA Vol. 6 No. 2 (2022): JURNAL PSIKOLOGI MANDALA
Publisher : Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jpm.v6i2.2124

Abstract

Instagram memfasilitasi remaja melakukan pengungkapan diri sebagai salah satu pemenuhan kebutuhan sosial yang bila tak terpenuhi, maka akan mengarahkan mereka ke permasalahan mental. Pengungkapan diri dengan pengiriman foto atau video ke instagram membuat remaja terhubung dengan manusia lain secara luas sehingga kebutuhannya bisa terpenuhi. Kondisi harga diri dan kesepian bisa mengarahkan remaja melakukan pengungkapan diri di instagram. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara harga diri dan kesepian dengan pengungkapan diri pada remaja pengguna instagram di Surakarta. Sebanyak 350 remaja dari seluruh kecamatan di Surakarta dilibatkan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan dengan menggunakan skala pengungkapan diri (α=0,8), skala harga diri (α=0,899), dan skala kesepian (α=0,928). Analisis data dilakukan dengan regresi logistik ordinal sebab data tak berdistribusi normal. Hasil menunjukkan tak ada hubungan signifikan antara harga diri (β1=0,016) dan kesepian (β2=0,012) dengan pengungkapan diri (r=0,05; p=0,638 (>0,05)), tak ada hubungan signifikan antara harga diri dengan pengungkapan diri (p=0,391 (>0,05)), dan tak ada hubungan signifikan antara kesepian dengan pengungkapan diri pada remaja pengguna instagram di Surakarta (p=0,376 (>0,05)). Artinya rendah atau tingginya harga diri dan kesepian tak akan memengaruhi remaja di Surakarta dalam pengungkapan dirinya di instagram. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan acuan bagi remaja agar memaksimalkan penggunaan instagram untuk pengembangan diri sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Instagram dapat remaja jadikan media interaksi dan komunikasi dengan pengguna instagram lainnya sehingga membantu meningkatkan hubungan interpersonal. Namun, diharapkan juga remaja pengguna instagram untuk tetap memerhatikan interaksi sosialnya di dunia nyata agar terbangun hubungan intim dengan individu lain tidak hanya di instagram, tetapi juga di dunia nyata.Kata Kunci: harga diri, kesepian, pengungkapan diri
Analisis Swot Sebagai Strategi Penguatan Institusi Menuju Rintisan Pusat Unggulan Iptek Pada Pusat Studi Difabilitas Universitas Sebelas Maret Yusuf, Munawir; Andayani, Tri Rejeki; Supratiwi, Mahardika; Adhitya Nugraha, Redydian; Anggarani, Fadjri Kirana
SPEED Journal : Journal of Special Education Vol. 7 No. 2 (2024): SPEED: JOURNAL OF SPECIAL EDUCATION
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Biasa Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/speed.v7i2.1563

Abstract

Capaian kinerja Pusat Studi Difabilitas (PSD) LPPM UNS pada tahun 2022 mengalami peningkatan. Meskipun demikian, capaian kinerja ini masih dianggap kurang untuk mencapai standar kriteria menuju Rintisan Pusat Unggulan Iptek (PUI) Disabilitas. Menghadapi hal tersebut, PSD perlu melakukan sebuah akselerasi dengan menyusun rencana strategis langkah-langkah menuju Rintisan PUI Disabilitas. Salah satunya adalah dengan meningkatkan riset, publikasi, dan branding PSD LPPM UNS dalam upaya menuju PUI Disabilitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kekuatan (strength), kelemahan (weaknesses), kesempatan (opportunity), dan ancaman (threats) sebagai strategi meningkatkan kinerja menuju Rintisan PUI Disabilitas. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dan kualitatif. Data kualitatif yang didapatkan sebagai acuan permasalahan yang dialami peer group dalam melakukan riset dan publikasi serta mendapatkan pandangan tentang branding yang harus dilakukan PSD LPPM UNS di masa depan. Data kuantitatif digunakan untuk memetakan jumlah riset dan publikasi anggota peer group, nantinya data ini digunakan sebagai acuan penyusunan roadmap PSD LPPM UNS dan pemetaan anggota peer group yang produktif dan kurang produktif. Hasil penelitian ini menghasilkan analisis SWOT, roadmap rintisan PUI Disabilitas UNS, dan langkah-langkah strategis untuk mewujudkan Rintisan PUI Disabilitas yang dijelaskan lebih lengkap dalam isi artikel.
Desain Aplikasi “SAPA” Berbasis Computer-Mediated Communication (CMC) untuk Efektivitas Komunikasi Mahasiswa Tunarungu Saputro, Joko Slamet; Anggarani, Fadjri Kirana; Anggrellangi, Arsy
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i1.1931

Abstract

Komunikasi antara penyandang disabilitas dengan orang normal masih sulit bahkan dengan adanya bahasa isyarat. Penelitian ini bertujuan untuk pengembangan aplikasi “SAPA” berbasis Computer-Mediated Communication (CMC) untuk efektivitas komunikasi antara tunarungu - tunanetra. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan Research and Development (R & D). Penelitian pengembangan adalah model pengembangan sebuah produk dari mulai perancangan, validasi, pengujian produk, dan desiminasi produk secara luas. Tahapan pengembangan aplikasi pada penelitian ini meliputi; stdudi pendahuluan, perancangan produk, validasi produk, perbaikan produk, uji coba produk dan penyempurnaan produk final. Hasil pengujian aplikasi yang dilakukan didapatkan analisis yang berisi ouput Paired Samples Test menunjukkan nilai Sig.(2-tailed) adalah sebesar 0.000 < 0.05, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Dapat ditarik kesimpulan bahwa, ada perbedaan rata – rata antara komunikasi mahasiswa pada saat sebelum dan sesudah menggunakan aplikasi “SAPA” yang artinya ada pengaruh pada penggunaan aplikasi “SAPA” untuk mengatasi masalah komunikasi mahasiswa tunarungu, tunanetra, non-disabilitas, dan dosen pengampu mata kuliah, sehingga tercipta komunikasi yang efektif dalam perkuliahan.
Does power predict emotional abuse in adolescent romantic relationships? Qolbunnisa, Ghina; Anggarani, Fadjri Kirana
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 12 No. 2 (2024): August
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jipt.v12i2.30937

Abstract

The aim of the current study is to explore the association between power perception and emotional abuse, with power satisfaction as a mediating factor, and to determine the prevalence of reciprocal emotional abuse within adolescent romantic relationships. The sample consisted of 184 (15-18 years) in romantic relationships for at least six months and were students at SMAS A, SMKN B, and SMAN C, selected using a purposive sampling technique. Data were collected using the Multidimensional Measure of Emotional Abuse Scale and Power Perception and Power Satisfaction Scale. The scale reliability indicates good results, α ≥ 0.8 for MMEA dimensions and α > 0.66 for Power scale. Data were analyzed using the causal step method. The analysis results show that power perception, mediated by power satisfaction, does not significantly affect emotional abuse in adolescents (p > 0.05). In adolescents, the power perception tends to be the same, and they generally experience high power satisfaction. The research also shows that emotional abuse between adolescents with romantic relationships occurs reciprocally (p < 0.01; r > 0.194). The research results are expected to contribute to future studies and the design or development of interventions aimed at preventing emotional abuse in adolescent relationships.
The role of big-five personality and types of social media on perceived risk Anggarani, Fadjri Kirana; Mardhiyah, Zahrina; Dewi, Claudia Rosari; Safithri, Trisnia Rizqi; Andreina, Sherly Rachma; Maisaroh, Rizqi; Pratiwi, Yovita Ajeng; Elmawati, Anjani
Indigenous Vol 7, No 2 (2022): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v7i2.18603

Abstract

Abstract. The infodemic spread during the last pandemic situation, and each individual's perceived risk varies based on the dominance of his/her personality. This study, therefore, aims to examine the effect of the Big-Five Personality and social media on the perceived risk in the vulnerable group. The number of subjects was 267 respondents from adolescence to late adulthood, with inclusion criteria: (1) active users of social media, (2) over 19 years old, and (3) approved informed consent. The research consisted of two study stages: quantitative and qualitative. The instruments used in the quantitative stage were (1) the social media questionnaire, (2) the Big-Five Inventory (BFI) scale, and (3) the perceived risk scale, while the instrument employed in the qualitative stage was an interview guideline with an open questionnaire. Then, quantitative data analysis used regression techniques, whereas qualitative ones utilized content technique analysis. As a result, the Big-Five Personality and the types of social media simultaneously and significantly affected perceived risk (p0.05). According to the qualitative method results, the information topic "Covid-19 Data Case" became a popular theme (37.83%), and the majority of respondents considered Covid-19 "very risky" (35.33%). In conclusion, neuroticism, YouTube, and WhatsApp have a role in perceived risk in vulnerable groups. On the other hand, YouTube posed the highest perceived risk compared to other social media. In addition, although the intensity of social media use did not affect perceived risk, the content about "Covid-19 Case Data" gave rise to the perception that Covid-19 was "very risky."Keywords: big-five personality; infodemic; perceived risk; types of social media.
Desain Aplikasi “SAPA” Berbasis Computer-Mediated Communication (CMC) untuk Efektivitas Komunikasi Mahasiswa Tunarungu Saputro, Joko Slamet; Anggarani, Fadjri Kirana; Anggrellangi, Arsy
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i1.1931

Abstract

Komunikasi antara penyandang disabilitas dengan orang normal masih sulit bahkan dengan adanya bahasa isyarat. Penelitian ini bertujuan untuk pengembangan aplikasi “SAPA” berbasis Computer-Mediated Communication (CMC) untuk efektivitas komunikasi antara tunarungu - tunanetra. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan Research and Development (R & D). Penelitian pengembangan adalah model pengembangan sebuah produk dari mulai perancangan, validasi, pengujian produk, dan desiminasi produk secara luas. Tahapan pengembangan aplikasi pada penelitian ini meliputi; stdudi pendahuluan, perancangan produk, validasi produk, perbaikan produk, uji coba produk dan penyempurnaan produk final. Hasil pengujian aplikasi yang dilakukan didapatkan analisis yang berisi ouput Paired Samples Test menunjukkan nilai Sig.(2-tailed) adalah sebesar 0.000 < 0.05, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Dapat ditarik kesimpulan bahwa, ada perbedaan rata – rata antara komunikasi mahasiswa pada saat sebelum dan sesudah menggunakan aplikasi “SAPA” yang artinya ada pengaruh pada penggunaan aplikasi “SAPA” untuk mengatasi masalah komunikasi mahasiswa tunarungu, tunanetra, non-disabilitas, dan dosen pengampu mata kuliah, sehingga tercipta komunikasi yang efektif dalam perkuliahan.