Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Kesejahteraan Subjektif Guru Honorer: Trait dan State Syukur Anggarani, Fadjri Kirana; Andari, Nabila Putri
Jurnal Psikologi Integratif Vol. 12 No. 2 (2024): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpsi.v12i2.3158

Abstract

Amid the limitations of honorary teachers regarding welfare demands, it shows that there is still a sense of satisfaction and happiness even though the lack of income is a burden and an obstacle. These feelings indicate subjective well-being which not only influenced by material but also internal dispositions. The study aimed to examine the effect of the gratitude trait on subjective well-being directly or indirectly through the mediation of the gratitude state. Participants are honorary teachers in Surakarta with the required sample size of 122 - 144 people. Measurements were made using the subjective well-being scale, the gratitude trait scale, and the gratitude state scale. The data were tested using path analysis model regression analysis based on the procedure of the Baron & Kenny mediator. The results showed a greater role contribution to the direct effect (βc' = 0.326) of the gratitude trait on subjective well-being than the indirect effect through the mediation of the gratitude state (βab = 0.068). These results provide an overview of the subjective well-being of honorary teachers associated with the gratitude trait and the gratitude state.   Di tengah keterbatasan guru honorer terkait tuntutan kesejahteraan menunjukkan masih terdapat rasa puas dan bahagia meskipun kekurangan pendapatan menjadi beban dan hambatan. Perasaan tersebut menunjukkan kesejahteraan subjektif yang bukan hanya dipengaruhi oleh material, melainkan disposisi internal. Tujuan penelitian adalah menguji pengaruh trait syukur terhadap kesejahteraan subjektif secara langsung maupun tidak langsung melalui mediasi state syukur. Partisipan adalah guru honorer di Surakarta dengan besar sampel yang dibutuhkan sebanyak 122 - 144 orang. Pengukuran dilakukan menggunakan skala kesejahteraan subjektif, skala trait syukur, dan skala state syukur. Data diuji dengan analisis regresi model analisis jalur berdasarkan prosedur mediator Baron & Kenny. Hasil penelitian menunjukkan kontribusi peran yang lebih besar pada pengaruh langsung (βc’ =0.326) trait syukur terhadap kesejahteraan subjektif dibandingkan pengaruh tidak langsung melalui mediasi state syukur (βab =0.068). Hasil ini memberikan gambaran kesejahteraan subjektif pada guru honorer yang terkait dengan trait syukur dan state syukur.
Analisis Swot Sebagai Strategi Penguatan Institusi Menuju Rintisan Pusat Unggulan Iptek Pada Pusat Studi Difabilitas Universitas Sebelas Maret Yusuf, Munawir; Andayani, Tri Rejeki; Supratiwi, Mahardika; Adhitya Nugraha, Redydian; Anggarani, Fadjri Kirana
SPEED Journal : Journal of Special Education Vol. 7 No. 2 (2024): SPEED: JOURNAL OF SPECIAL EDUCATION
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Biasa Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/speed.v7i2.1563

Abstract

Capaian kinerja Pusat Studi Difabilitas (PSD) LPPM UNS pada tahun 2022 mengalami peningkatan. Meskipun demikian, capaian kinerja ini masih dianggap kurang untuk mencapai standar kriteria menuju Rintisan Pusat Unggulan Iptek (PUI) Disabilitas. Menghadapi hal tersebut, PSD perlu melakukan sebuah akselerasi dengan menyusun rencana strategis langkah-langkah menuju Rintisan PUI Disabilitas. Salah satunya adalah dengan meningkatkan riset, publikasi, dan branding PSD LPPM UNS dalam upaya menuju PUI Disabilitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kekuatan (strength), kelemahan (weaknesses), kesempatan (opportunity), dan ancaman (threats) sebagai strategi meningkatkan kinerja menuju Rintisan PUI Disabilitas. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dan kualitatif. Data kualitatif yang didapatkan sebagai acuan permasalahan yang dialami peer group dalam melakukan riset dan publikasi serta mendapatkan pandangan tentang branding yang harus dilakukan PSD LPPM UNS di masa depan. Data kuantitatif digunakan untuk memetakan jumlah riset dan publikasi anggota peer group, nantinya data ini digunakan sebagai acuan penyusunan roadmap PSD LPPM UNS dan pemetaan anggota peer group yang produktif dan kurang produktif. Hasil penelitian ini menghasilkan analisis SWOT, roadmap rintisan PUI Disabilitas UNS, dan langkah-langkah strategis untuk mewujudkan Rintisan PUI Disabilitas yang dijelaskan lebih lengkap dalam isi artikel.
Students' Social Attitudes Towards Students with Disabilities and Social Guidance in Inclusive Elementary Schools Yuwono, Joko; Wenas, Ren; Abdullah, Nazmin binti; Supratiwi, Mahardika; Anggarani, Fadjri Kirana; Tectona, Citra
Buletin Konseling Inovatif Vol. 5, No. 3
Publisher : citeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teachers in elementary schools have a strategic role in providing social guidance to students to accept the presence of Students with Disability (SwD). The aims of this study were to determine the social attitudes of students, how teachers provide social guidance for non-disability students regarding the presence of disabled students in class/school and describe the challenges faced by teachers. This study uses a mixed method approach (Quantitative and Qualitative). This research method uses a data collection technique, namely a questionnaire distributed via Google Form to teachers in Indonesia. Through the questionnaire, quantitative data (percentage) and qualitative data were obtained regarding the challenges faced. The data were analyzed through descriptive statistics and qualitative analysis. Respondents in this study were elementary school teachers in inclusive elementary schools. A total of 173 elementary school teachers from 58 districts and cities. The results of the study showed that there were still many social attitudes of students towards the presence of SwD in inclusive elementary schools that were not good. Students are less able to accept the presence of SwD (51%). Most teachers have a way of guiding the form of advice to students (75%). Teachers have difficulty in providing social guidance to students with SwD. In providing social guidance, teachers face challenges of lack of information and teachers' ignorance about children with disabilities; teachers have difficulty in creating guidance models to help students who can’t yet accept SwD, increasing the independence of SwD, lack of training on guidance and counselling for SwD and dealing with parents.
Information Overload as a Mediator in the Relationship Between Instagram’s Social Media Use Intensity and Social Media Fatigue in Emerging Adulthood Muhammad Aulia Sabarky; Nugraha Arif Karyanta; Fadjri Kirana Anggarani
Jurnal ASPIKOM - Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 2 (2023): Jurnal ASPIKOM
Publisher : Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24329/aspikom.v8i2.1274

Abstract

The massive use of Instagram in Indonesia aligns with the high need for emerging adults to socialize and express themselves. This makes users face much information, making it vulnerable to causing social media fatigue. This study examines the role of the information overload variable as a mediator of the relationship between the intensity of social media use and social media fatigue in the emerging adult group. Respondents in this study were aged 18-25 years, including 145 men and 182 women. Data was collected using three scales: SONTUS Revised Version, Information Overload Scales, and the SMFS Scale, adapted into Indonesian. The collected data was tested using PROCESS Macro (Model 4) involving intermediary variables with the help of the SPSS Statistics 26.0 for Windows program. This study's results indicate a mediating effect of excess information in the relationship between the intensity of social media use and social media fatigue. Complete mediation occurs because the direct impact becomes insignificant when the extra information variable is added to the equation
Dampak Pelatihan Program CREADIS dalam Meningkatkan Pemahaman Disabilitas dalam Berwirausaha Fadjri Kirana Anggarani; Dian Atnantomi Wiliyanto; Joko Yuwono; Mahardika Supratiwi; Selvi Sumardin; Vitri Widyaningsih; Nazmin binti Abdullah
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v7i2.849

Abstract

Berwirausaha adalah satu upaya untuk meningkatkan perekonomian bagi disabilitas. Tujuan pelatihan CREADIS adalah untuk memberikan pelatihan komunitas disabilitas binaan dalam mengembangkan usahanya, mendapatkan omzet, dan mendapatkan pasar yang lebih luas. Kegiatan pelatihan CREADIS ini menggunakan metode kuantitatif untuk melihat dampak pelatihan terhadap pemahaman disabilitas binaan dalam memahami pengelolaan bisnis atau wirausaha bidang makanan sehat. Program pelatihan CREADIS dilaksanakan dalam tiga tahapan utama, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi, dengan melibatkan 10 disabilitas binaan. Hasil analisis secara statistik uji t-test dengan menggunakan Wilcoxon menunjukkan bahwa setiap pelatihan yang diikuti oleh binaan disabilitas memiliki signifikansi p < 0.05. Hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh pelatihan terhadap peningkatan pemahaman tentang materi bisnis atau wirausaha peserta pelatihan. Pelatihan sudah diberikan fasilitas Juru Bahasa Isyarat (JBI) untuk memberikan pelatihan yang inklusif bagi peserta disabilitas binaan dalam mengakses materi yang disampaikan narasumber. Hal ini menjadi bahan evaluasi bagi pelatihan kewirausahaan yang dilaksanakan bagi disabilitas, karena pelatihan yang inklusif penting untuk memberikan akses lebih mudah bagi interaksi narasumber dan peserta pelatihan. Rekomendasi pelatihan kewirausahaan bagi disabilitas di rumah sakit maupun instansi lain adalah perlu diberikan satu kegiatan lagi untuk presentasi pemasaran produk kepada masyarakat atau pengusaha makanan yang sudah memiliki merek.
Intervensi Sosial Berbasis Ecological Citizenship Guna Meningkatkan Pro-Environmental Behavior pada Kelompok Siswa Kelas IV SDIT Kasih Ibu Karawang Cahyani, Ni Putu Gita Indah; Rupaka, Kayla Alam; Nurfadilah, Riska Putri; Asmoditomo, Theresia Esterlita; Anggarani, Fadjri Kirana
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 2 (2025): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i2.99496

Abstract

Perubahan iklim merupakan isu global yang dampaknya dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat dan memerlukan tindakan kolektif termasuk dari siswa sebagai salah satu agen perubahan yang dapat memberikan aksi nyata melalui perilaku pro-lingkungan. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan perilaku pro-lingkungan melalui ecological citizenship menggunakan pendekatan experiential learning di SDIT Kasih Ibu Karawang, Jawa Barat. Program diimplementasikan melalui metode praktik lapangan, ceramah yang ditunjang dengan materi tertulis, pemberian lembar kerja yang relevan, serta video edukasi. Terdapat 36 siswa yang menjadi peserta program pengabdian. Pre-test dan Post-test dilakukan menggunakan skala perilaku pro-lingkungan. Uji keberhasilan dilakukan untuk mengetahui efektivitas program menggunakan metode paired sample T-Test. Hasil uji menunjukkan terjadi perubahan signifikan dengan nilai p < 0.05, serta nilai effect size 0.289 yang tergolong rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa program pengabdian efektif dalam meningkatkan perilaku pro-lingkungan, meskipun dengan dampak yang relatif kecil. Program intervensi selanjutnya disarankan untuk memperkuat keterlibatan keluarga dan komunitas dalam mendukung perubahan perilaku, serta memperpanjang durasi intervensi
Edukasi Keuangan untuk Meningkatkan Literasi Keuangan Mahasiswa di Surakarta Renanita, Theda; Anggarani, Fadjri Kirana; Liem, Andrian; Setyowati, Rini; Fitriana, Afia; Priyatama, Aditya Nanda; Setyanto, Arif Tri; Karyanta, Nugraha Arif
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 13, No 2 (2024): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v13i2.89933

Abstract

Literasi keuangan menjadi isu global dan menjadi program nasional di berbagai negara termasuk Indonesia. Literasi keuangan berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat. Akan tetapi, data menunjukkan literasi keuangan perlu ditingkatkan. Mahasiswa merupakan kelompok yang perlu mendapat perhatian karena masa perkembangan mahasiswa adalah masa mempersiapkan kemandirian keuangan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pengambilan keputusan melibatkan pengetahuan dan perilaku keuangan. Untuk meningkatkan literasi keuangan maka diselenggarakan kegiatan edukasi keuangan keuangan dengan perspektif psikologi ekonomi. Kegiatan ini menekankan pada aspek psikologis keuangan. Peserta edukasi keuangan ini sebanyak 32 mahasiswa. Metode yang digunakan adalah ceramah dan aktivitas aktif peserta dengan menggunakan lembar kerja. Efektivitas program juga dianalisis dengan membandingkan rata-rata efikasi keuangan, pengetahuan keuangan subjektif, pengetahuan keuangan objektif, dan perspektif keuangan masa depan pada saat pre-test dan post-test. Selain itu, peneliti juga membandingkan rata-rata keempat variabel dari kelompok peserta program edukasi dengan non peserta program (N=33). Hasil menunjukkan bahwa terdapat peningkatan rata-rata keempat variabel setelah mengikuti program. Kelompok yang mengikuti program menunjukkan rata-rata keempat variabel lebih tinggi daripada non peserta. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta merasa bahwa materi yang disampaikan relevan dengan kehidupan mereka, meningkatnya pemahaman mengenai keuangan, dan merasa menjadi lebih percaya diri dalam mengelola keuangan. Mereka juga akan menerapkan pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan ini dalam kehidupan keuangan mereka sehari-hari. Kegiatan ini dapat dilakukan secara rutin dan masif untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan keuangan. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai produk dan jasa keuangan dan menggunakannya dengan bijaksana. Kata kunci: edukasi keuangan; literasi keuangan; mahasiswa; perilaku keuangan 
Pendampingan Regulasi Emosi dalam Mengatasi Stress Akademik sebagai Usaha Peningkatan Kesehatan Mental Mahasiswa Setyowati, Rini; Fitriani, Afia; Anggarani, Fadjri Kirana; Priyatama, Aditya Nanda; Karyanta, Nugraha Arif; Setyanto, Arif Tri
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 12, No 2 (2023): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v12i2.68952

Abstract

Perubahan pola pembelajaran konvensional tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh (dalam jaringan) dan hybrid dapat berpotensi menjadi sumber stress akademik bagi mahasiswa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberikan pendampingan regulasi emosi dalam mengatasi stres akademik pada mahasiswa.Kegiatan pendampingan regulasi emosi ini dilakukan berpedoman pada modul pendampingan regulasi emosi dengan metode aktivitas komunikasi, konferensi, studi kasus, simulasi dan games, sharing, tayangan video, dan berlatih relaksasi yang kepada 16 peserta yang yang mengalami stres akademik.Acara berjalan selama 240 menit dengan lancar dan penuh dengan partisipasi aktif dari para peserta yang hadir. Pengabdian ini mengimplementasikannya disesuaikan dengan permasalahan yang sedang dialami mahasiswa saat ini, yaitu stres akademik yang diakibatkan oleh perubahan pola pembelajaran.Pendampingan regulasi emosi ini dapat dikatakan telah membantu peserta dalam mengembangkan kemampuan regulasi emosi sehingga bermanfaat dalam menangani stres akademik dan meningkatkan kesehatan mental dengan didasarkan dari data pengalaman, worksheet, simulasi yang didapatkan dari peserta dan hasil evaluasi yang telah diisi oleh peserta.
AR-NAVIS: Mobility Application for Blind and Deaf Students Based on Augmented Reality Saputro, Joko Slamet; Gunardi, Gunardi; Anggarani, Fadjri Kirana; Anastasya, Najya; Setiabudi, Reva; Ibrahim, Sutrisno
Journal of Electrical, Electronic, Information, and Communication Technology Vol 6, No 1 (2024): JOURNAL OF ELECTRICAL, ELECTRONIC, INFORMATION, AND COMMUNICATION TECHNOLOGY
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jeeict.6.1.85475

Abstract

Students with disabilities, especially those with visual and hearing impairments, face challenges in navigating through the campus environment. Hence, the development of AR-NAVIS as an Augmented Reality (AR)-based mobility orientation application stands as a significant innovation in providing services for them. This application aims to assist disabled students in moving within the campus environment, both indoors and outdoors. AR-NAVIS identifies the safest and most efficient routes, enabling disabled students to engage in independent activities and enhancing both their academic and non-academic performance. The application development process involves analyzing students' needs, prototype design, model validation, trials, and dissemination. Its features include AR-based 3D guidance, directional text, voice, vibration mode, and hazard information. The app is expected to provide accurate information about buildings or locations that are the destination for disabilities students. The result show that application development can guide disabilities user move between buildings smoothly. The experiment found that there was an increase in student activity after having this application.
Hubungan antara Growth Mindset dan Grit Akademik pada Mahasiswa Bekerja Mayshita, Aisya Azlina; Anggarani, Fadjri Kirana; Agustina, Laelatus Syifa Sari
Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jip.v8i1.69360

Abstract

Abstract. Academic grit is a behavior to maintain perseverance and enthusiasm in achieving long-term goals. To increase grit, growth mindset is needed. Individuals with a growth mindset believe that their abilities can be continuously improved with certain effort and hard work. This study aims to determine the relationship between growth mindset and academic grit in working college students of UNS with 86 students used as sample which determined by incidental sampling technique. The measurement tools used are the growth mindset scale (α=0.913) and the academic grit scale (α=0.869). The data was processed using a simple linear regression analysis technique and showed a positive and significant relationship between the two variables with Fcount>Ftable (89.626 > 3.96) and R is 0.718 (strong correlation). R2 is 0.516 which can be interpreted that the growth mindset variable in this study has 51,6% effectively contributed to the academic grit variable.Abstrak. Grit akademik merupakan perilaku untuk mempertahankan ketekunan dan semangat dalam mencapai tujuan jangka panjang. Grit dapat ditingkatkan dengan growth mindset. Individu dengan growth mindset meyakini bahwa kemampuan seseorang dapat terus ditingkatkan dengan usaha dan kerja keras. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara growth mindset dan grit akademik pada mahasiswa UNS yang bekerja dengan sampel sebanyak 86 mahasiswa yang ditentukan melalui teknik incidental sampling. Alat ukur yang digunakan adalah skala growth mindset (α=0,913) dan skala grit akademik (α=0,869). Data diolah menggunakan teknik analisis regresi linear sederhana dan menunjukkan adanya hubungan positif antara kedua variabel dengan Fhitung>Ftabel (89,626 > 3,96) dan R sebesar 0,718 (korelasi kuat). R2 sebesar 0,516 dengan artian variabel growth mindset memiliki sumbangan efektif sebesar 51,6% terhadap variabel grit akademik.