Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : kindergarten

Pola Asuh Orang Tua dalam Mengembangkan Kemandirian Belajar Anak Usia Dini di Desa Mantren Kecamatan Kebonagung Kabupaten Pacitan Vina Luthfi Hamidah; Safiruddin Al Baqi
Kindergarten: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Vol. 1 No. 02 (2022): Kindergarten : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia
Publisher : UIN Kiai Ageng Muhammad Besari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola asuh merupakan sikap atau tingkah laku orang tua saat berinteraksi dengan anak. Pola perlakuan orang tua tersebut akan berpengaruh terhadap kemandirian belajar khususnya anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pola asuh yang diterapkan orang tua dalam mengembangkan kemandirian belajar anak usia dini, dan (2) mengetahui dampak dari pola asuh yang diterapkan orang tua dalam membangun kemandirian belajar anak usia dini. Jenis penelitian ini adalah kualitatif studi kasus, dan bersifat deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Desa Mantren Kecamatan Kebonagung Kabupaten Pacitan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu observasi, wawancara secara langsung dan dokumentasi yang menggunakan subjek 4 orang tua dari anak yang berusia 5-6 tahun, dan 2 orang guru PAUD. Analisis data meliputi data reduction, data display, dan conclusion. Berdasarkan data yang diperoleh di lapangan ditemukan bahwa orang tua menggunakan pola asuh otoriter, pola asuh permisif, dan pola asuh demokratis dalam mendidik kemandirian belajar anak usia 5-6 tahun. Meskipun demikian, pola asuh yang sering digunakan adalah pola asuh demokratis. Dari masing-masing pola asuh tersebut memiliki dampak yang berbeda yaitu: pola asuh permisif menghasilkan anak dengan kemandirian belajar mulai berkembang, pola asuh otoriter menghasilkan anak dengan kemandirian belajar yang berkembang sesuai harapan, sedangkan anak dengan pola asuh demokratis memiliki kemandirian belajar yang berkembang sangat baik.
Dampak Penggunaan Gadget terhadap Perkembangan Anak Usia Dini di Era Digital Ni'amatul Azizah; Safiruddin Al Baqi
Kindergarten: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Vol. 3 No. 01 (2024): Kindergarten: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia
Publisher : UIN Kiai Ageng Muhammad Besari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kindergarten.v3i01.3162

Abstract

Metode atau cara yang dimiliki oleh orang tua untuk mendidik dan membimbing anak guna memberikan perkembangan dan pertumbuhan anaksangatlah beragam, khususnya pada era digital ini. Dimana sebagian besar masyarakat menggunakan sistem digital dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pola asuh orang tua dan untuk menganalisis dampak pemberian gadget oleh orang tua terhadap perkembangan anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan penelitian studi kasus, dan bersifat deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Desa Mruwak Kecapatan Dagangan Kabupaten Madiun. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara secara langsung, observasi serta dokumentasi dengan subjek 3 orang tua dari 3 anak yang berusia 4-6 tahun. Analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan. Kemudian data yang didapat akan dianalisis yang bertujuan untuk menarik kesimpulan dari proses penelitian tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis pola asuh yang diterapkan orang tua yaitu : pola asuh demokratis, pola asuh otoriter serta pola asuh permisif. Pola asuh demokratis, anak diberikan kesempatan untuk menggunakan gadget tetapi masih dalam pengawasan dan diberikan batasan oleh orang tua. Pola asuh otoriter, anak tidak diberikan kesempatan atau kebebasan dalam menggukan gadget. Pola asuh permisif, anak diberikan kebebasan dalam menggunakan gadget tanpa dibatasi oleh orang tua. Sedangkan dampak pemberian gadget oleh orang tua terhadap perkembangan anak usia dini yaitu: pola asuh demokratis, perkembangan anak yang terbentuk dari pola asuh ini anak menjadi pribadi yang bertanggung jawab, memiliki inisiatif serta tidak ketergantungan dengan gadget. Pola asuh otoriter dalam perkembangan anak di era digital menjadikan anak pribadi yang tidak ketergantungan dengan gadget tetapi memiliki sifat agresif karena didikan yang keras oleh orang tua. Serta yang terakhir pola asuh permisif dapat menjadikan anak pribadi yang tidak peduli dengan sekitarnya lebih berfokus pada gadget dan mudah marah ketika diberikan larangan oleh orang tua.