Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Makanan Sehat dari Ikan Nila Untuk Pencegahan Stunting di Kecamatan Biru-Biru, Deli Serdang Prasetyo, Bayu Eko; Wahyuni*, Henny Sri; Putra, Effendy De Lux; Laila, Lia
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v8i1.16654

Abstract

Ikan nila adalah ikan air tawar yang memiliki kandungan protein yang tinggi, yaitu 43,76%, lemak 7,01% dan kadar abu 6,80%. Kecamatan Biru-Biru, Kabupaten Deli Serdang, merupakan salah satu pusat budidaya Ikan Nila di Sumatera Utara. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat Kecamatan Biru-Biru dalam mengolah ikan nila menjadi produk makanan yang sehat dan bermanfaat dalam rangka pencegahan stunting pada anak. Tim telah melakukan sosialisasi, edukasi dan pendampingan dalam mengolah ikan nila menjadi makanan berupa biskuit dan abon. Sebelum kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan, tingkat pemahaman dan minat masyarakat berada dalam rentang 70-94% sedangkan setelah kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan, tingkat pemahaman dan minat masyarakat berada dalam rentang 81-100%. Pengabdian masyarakat yang telah dilaksanakan terbukti meningkatkan minat dan pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan Ikan nila menjadi olahan produk pangan berupa abon dan biskuit sehingga dapat menjadi solusi dalam rangka pencegahan stunting pada anak. Selain bermanfaat bagi kesehatan, olahan produk ini dapat menjadi produk usaha yang memiliki peluang daya saing yang tinggi ke depannya.
Education and Training on Mackerel Fish Processing for Stunting Prevention: Edukasi dan Pelatihan Pengolahan Ikan Kembung Selar Dalam Rangka Pencegahan Stunting Wahyuni, Henny Sri; Putra, Effendy De lux; Salim, Emil; Prasetyo, Bayu Eko; Tanaka, Gracelyn; Angelyne, Metha; Shafiyah, Miranda; Napitupulu, Pinastiara
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2025): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v9i3.23307

Abstract

Ikan selar merupakan salah satu jenis ikan air laut yang mengandung gizi yang sangat baik  meliputi air  (59%), protein (27%) dan lemak (3,3%). Ikan ini merupakan salah satu ikan yang dihasilkan oleh nelayan di Desa Pasar Baru Kecamatan Teluk Mengkudu, Sumatera Utara. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang gizi dan pemanfaatan ikan selar dalam bentuk olahan makanan sehat dan bergizi untuk mencegah stunting. Pelatihan yang dilakukan menggunakan metode sosialisasi, edukasi gizi dan praktek langsung pembuatan snackbar, serta evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan dan pemahaman masyarakat sebelum dan setelah kegiatan meningkat dari 78% menjadi 92%-100%. Berdasarkan hasil tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat ini terbukti memiliki dampak yang signifikan dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan hasil laut sebagai solusi dalam mengatasi stunting. Kegiatan pengabdian ini tidak hanya bermanfaat dalam mencegah stunting, tetapi juga meningkatkan perekonomian dengan membuka peluang usaha lokal bagi masyarakat desa Pasar Baru
EDUKASI PEMBUATAN HAND SANITIZER HERBAL UNTUK MENEKAN PENYEBARAN INFEKSI VIRUS CORONA DI DESA SEI RAMPAH KABUPATEN SERDANG BEDAGAI Putra, Effendy De Lux; Wahyuni, Henny Sri; Yuliasmi, Sri; Prasetyo, Bayu Eko
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i3.1150-1155

Abstract

COVID-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh coronavirus dan sudah menyebar hampir ke seluruh negara di dunia termasuk Indonesia. Desa Sei Rampah merupakan salah satu desa yang bertempat di Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai. Lokasi yang berdekatan dengan kota Medan menyebabkan sebaran virus corona juga terjadi di daerah ini. Pengabdian masyarakat ini bermanfaaat dalam memberikan salah satu solusi dan alternatif kepada masyarakat Desa Sei Rampah dalam menyelesaikan masalah kesehatan yang sedang mewabah. Tim akan melakukan sosialisasi dan edukasi cara pencegahan infeksi Covid-19. Disamping itu, akan disediakan hand sanitizer dengan formula sesuai standar WHO yang disiapkan oleh tim pengabdian sekaligus mengedukasi cara penggunaan dan pembuatannya sehingga dapat menstimulasi para masyarakat di Desa Sei Rampah untuk dapat membuat hand sanitizer sendiri.
EDUCATION ON THE PROCESSING OF BEETROOT FRUIT THROUGH THE PRODUCTION OF HEALTHY FOOD AND DRINK IN SEMANGAT VILLAGE, MERDEKA DISTRICT, KARO REGENCY Effendy De lux Putra; Henny Sri Wahyuni; Sri Yuliasmi; Emil Salim
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 4 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i4.1475-1482

Abstract

Buah bit telah lama dimanfaatkan masyarakat Afrika sebagai obat tradisional untuk meningkatkan stamina dan mengurangi masalah pencernaan karena kandungannya yang kaya akan karbohidrat, beta karoten, protein, serat, kalsium dan vitamin C. Di Indonesia sendiri khususnya di Desa Semangat, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo, pengolahan buah bit hasil tani masyarakat kurang dapat dioptimalkan karena rasanya yang langu dan baunya yang kurang menyenangkan membuat masyarakat kurang menyenangi buah ini. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan alternatif kepada masyarakat Desa Semangat dalam mengolah buah bit menjadi hidangan minuman dan makanan sehat. Tim telah melakukan sosialisasi, edukasi dan pendampingan dalam mengolah buah bit menjadi minuman dan makanan sehat berupa sirup dan dodol. Sebelum kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan, tingkat pemahaman dan minat masyarakat berada dalam rentang 16-68%, sedangkan setelah kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan, tingkat pemahaman dan minat masyarakat berada dalam rentang 80-100%. Pengabdian masyarakat yang telah dilaksanakan ini telah terbukti meningkatkan minat dan pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan buah bit menjadi olahan produk pangan berupa dodol dan sirup konsentrat. Selain bermanfaat bagi kesehatan, olahan produk ini dapat menjadi produk usaha yang memiliki peluang daya saing yang tinggi ke depannya.
EDUKASI PEMANFAATAN TANAMAN HERBAL BAGI KESEHATAN DI DESA LIANG PEMATANG KABUPATEN DELI SERDANG Effendy De Lux Putra; Bayu Eko Prasetyo; Henny Sri Wahyuni
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 4 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i4.1322-1327

Abstract

Desa Liang Pematang merupakan salah satu desa yang terletak di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Desa ini terletak di daerah dataran tinggi sehingga kondisi tanah sangat subur untuk budidaya berbagai jenis tanaman, baik tanaman komoditi seperti bawang merah, sayur-sayuran, maupun buah-buahan seperti salak dan juga tanaman berkhasiat obat. Berbagai tanaman obat baik yang tumbuh secara liar atau tumbuh di pekarangan rumah tumbuh dengan subur di desa tersebut.  Namun, tingkat pengetahuan masyarakat tentang potensi pemanfaatan tanaman obat di sekitar mereka yang rendah dan ketidaktahuan akan potensi tanaman herbal yang bernilai ekonomi menyebabkan tidak adanya penggunaan tanaman tersebut. Pengabdian masyarakat dilakukan untuk memberikan edukasi dan pengetahuan kepada masyarakat tentang manfaat dan kelebihan tanaman obat sebagai obat tradisional dibandingkan dengan pengobatan secara kimia. Evaluasi pengetahuan masyarakat dilakukan dengan menggunakan kuisioner terhadap para peserta setelah kegiatan selesai. Pelaksanaan edukasi berjalan dengan baik dan masyarakat sangat antusias dalam mengikuti kegiatan yang dilakukan. Hasil analisis kuisioner menunjukkan bahwa pengabdian masyarakat yang dilakukan mampu menambah pengetahuan masyarakat tetang manfaat tanaman obat sebagai obat tradisional dan tidak ragu untuk memanfaatkan tanaman herbal untuk menjaga kesehatan mereka. Kesadaran akan pentingnya pengembangan tanaman herbal dapat meningkatkan animo masyarakat untuk mengembangkan tanaman tersebut sehingga dapat bernilai ekonomi dan juga meningkatkan pendapatan keluarga
Validasi Metode Penetapan Kadar Monosodium Glutamat pada Mie Ayam dengan Spektrofotometri UV–Vis Setelah Derivatisasi Ninhidrin Suprianto; Effendy De Lux Putra; Samran; Siti Nurbaya; Cyndi Veronica; Sumardi; Debi Meilani
Jurnal Indah Sains dan Klinis Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Indah Sains dan Klinis
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/jisk.v6i2.05

Abstract

Pendahuluan: Mie Ayam merupakan aneka olahan mie yang dijajakan, disajikan dan dinikmati dengan cita rasa yang sangat lezat; dijajakan dari mulai gerobak jalan, di pinggir jalan maupun tempat lesehan. Mie Ayam diolah dengan penambahan berbagai bahan tambahan pangan agar diperoleh makanan yang dapat membangkitkan selera konsumen. Mie Ayam yang disajikan harus diproses dengan benar sehingga konsumen aman setelah konsumsi makanan tersebut. Monosodium glutamate (MSG) merupakan bahan tambahan pangan yang biasa ditambahkan pada makanan untuk meningkatkan cita rasa makanan, terutama rasa lezat makanan. MSG ditambahkan pada produk pangan tidak lebih dari 10g/kg Bahan Pangan agar konsumen terjamin kesehatannya. MSG dapat diderivatisasi dengan ninhidrin sehingga penetapan kadar dapat dilakukan dengan spektrofotometri visibel. Tujuan: Menentukan kadar MSG pada Mie Ayam secara spektrofotometri UV. Metode: Penetapan kadar MSG dilakukan secara spektrofotometri UV setelah dilakukan derivatisasi dengan Ninhidrin. Hasil: Kadar MSG pada Mie diperoleh pada rentang 1,9441- 2,4726 g/kg bahan pangan dan di bawah batas maksimum 10 g /kg bahan pangan menurut EPSA. Kesimpulan: Kadar MSG pada Mie Ayam pada rentang tertentu dan masih di bawah batas maksimum.
Skrining Fitokimia, Profil Kromatografi Lapis Tipis dan Karakterisasi FTIR Ekstrak Etanol Daun Rambutan (Nephelium lappaceum L.) Adinda Seftia; Suprianto; Effendy De Lux Putra; Samran; Siti Nurbaya
Jurnal Indah Sains dan Klinis Vol 6 No 3 (2025): Jurnal Indah Sains dan Klinis
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/jisk.v6i3.02

Abstract

Background: Rambutan (Nephelium lappaceum L.) leaves have potential as a source of bioactive secondary metabolites, yet baseline data on their preliminary chemical profile and functional-group features are still limited. Objective: This study aimed to (i) screen the phytochemical constituents of rambutan leaf ethanol extract, (ii) verify major metabolite classes using thin-layer chromatography (TLC), and (iii) characterize dominant functional groups by Fourier Transform Infrared (FTIR) spectroscopy. Method: Dried rambutan leaves collected from Langkat Regency and Binjai City were extracted by maceration with 96% ethanol (1:10; 3×24 h), followed by remaceration (1×24 h). The filtrate was concentrated at 58 °C. Qualitative tests were conducted for alkaloids, flavonoids, tannins, saponins, and steroids. TLC analysis employed silica gel 60 F254 plates with class-specific mobile phases, while FTIR spectra were recorded in the range of 4000–600 cm⁻¹. Results: The extract yield was 25.7%. Phytochemical screening confirmed the presence of alkaloids, flavonoids, tannins, saponins, and steroids, with TLC Rf values of 0.70 and 0.46 (alkaloids), 0.80 (flavonoids), 0.70 (tannins), and 0.50 (steroids). FTIR bands at 3365 cm⁻¹ (O–H), 3010 cm⁻¹ (aromatic C–H), 1629 cm⁻¹ (C=C), and 1048 cm⁻¹ (C–O) indicated oxygenated secondary metabolites, particularly phenolic-related compounds. Conclusion: The integrated phytochemical screening, TLC, and FTIR approach provides a concise chemical baseline for rambutan leaf ethanol extract, supporting its potential use in further standardization and marker-based studies.