Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Analisis data time series menggunakan metode ARIMA untuk meramalkan persentase lulusan tepat waktu di FKIP Undana Nahuway, Yosefanny; Ekowati, Christine Krisnandari; Madu, Aleksius
NOTASI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Alpatih Cahaya Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70115/notasi.v3i1.285

Abstract

Tingkat kelulusan tepat waktu merupakan salah satu indikator kinerja yang sangat penting di lingkungan pendidikan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk meramalkan persentase lulusan tepat waktu di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nusa Cendana selama 5 (lima) tahun kedepan menggunakan  metode ARIMA (Autoregressive Integrated Moving Average). Data yang digunakan berupa data runtun waktu persentase lulusan tepat waktu dari tahun 2013-2023, yang dikumpulkan setiap periode wisuda (Februari, Juni, dan September). Proses analisis dilakukan melalui tahapan identifikasi stasioneritas data, plot ACF dan PACF, pemilihan model, pengujian parameter model, serta peramalan menggunakan model terbaik. Hasil analisis menunjukkan bahwa model terbaik untuk peramalan adalah model ARIMA (2, 2, 1) dengan nilai AIC sebesar -109,6. Model ini digunakan untuk meramalkan 15 periode wisuda ke depan, dari tahun 2024 hingga 2028. Hasil peramalan memperlihatkan tren fluktuatif, namun menunjukkan kecenderungan penurunan pada akhir periode. Peramalan ini dapat dijadikan dasar dalam perencanaan strategis fakultas untuk meningkatkan jumlah lulusan tepat waktu serta meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan
Eksplorasi etnomatematika pada rumah adat tradisional Suku Boti di Kabupaten TTS dan integrasinya dalam pembelajaran matematika Naat, Gomer; Dominikus, Wara Sabon; Madu, Aleksius
NOTASI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Alpatih Cahaya Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70115/notasi.v3i1.286

Abstract

Ume Kbubu merupakan salah satu rumah adat tradisional yang dimiliki oleh setiap suku yang ada di Kabupaten Timor Tengah Selatan, dan memiliki ciri khas tersendiri. Salah satu suku yang juga memiliki rumah adat Ume Kbubu dengan ciri khas yang unik yaitu Suku Boti. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan etnomatematika yang terdapat pada rumah adat Ume Kbubu milik Suku Boti serta mengidentifikasi konsep matematika yang terkandung di dalamnya untuk kemudian dikembangkan menjadi perangkat pembelajaran.  Penelitian dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan etnografi di Desa Boti, melibatkan dua informan utama. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan triangulasi sumber sebagai teknik keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan adanya aktivitas etnomatematika dalam budaya Ume Kbubu, seperti aktivitas menghitung, melokalisir, mengukur, merancang, dan menjelaskan, yang mencerminkan konsep geometri dan pengukuran dalam matematika sekolah. Konsep-konsep ini selanjutnya dapat dijadikan dasar dalam perancangan perangkat pembelajaran.
Eksplorasi etnomatematika budaya menenun kain adat Desa Oeltua dan integrasinya dalam pembelajaran matematika Bani, Mitzi Meliantha; Dominikus, Wara Sabon; Madu, Aleksius
NOTASI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Alpatih Cahaya Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70115/notasi.v3i1.290

Abstract

Matematika memiliki keterkaitan erat dengan budaya, di mana keduanya memainkan peran penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi unsur-unsur etnomatematika dalam budaya menenun kain adat di Desa Oeltua, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, serta mengembangkan perangkat pembelajaran kontekstual berbasis budaya lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif eksploratif dengan desain etnografi. Penelitian ini melibatkan sembilan informan yang dipilih secara purposif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi langsung, dan dokumentasi, sedangkan keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses menenun kain adat terdapat aktivitas matematis yang mencerminkan karakteristik etnomatematika, seperti menghitung jumlah benang, mengukur panjang atau lebar, merancang motif, dan menjelaskan tahapan menenun. Aktivitas-aktivitas tersebut memuat konsep matematika seperti penjumlahan, perkalian, satuan waktu, sistem bilangan, geometri, transformasi geometri, dan logika. Berdasarkan temuan tersebut, peneliti mengembangkan perangkat pembelajaran kontekstual yang mengangkat konsep geometri dan transformasi geometri dari motif tenun adat sebagai media pembelajaran matematika.
A Decade of Ethnomathematics Research (2015–2025): A Cross-Country Analysis of Global and Local Perspectives Madu, Aleksius
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2025): July
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v5i2.2813

Abstract

Studi etnomatematika telah berkembang pesat sebagai sebuah disiplin ilmu yang meneliti hubungan antara matematika dan budaya di seluruh dunia. Artikel ini menyajikan perbandingan studi etnomatematika di berbagai negara, menyoroti perspektif global dan lokal yang mempengaruhi fokus penelitian, metodologi, dan implikasi pendidikan. Metode yang digunakan adalah metode tinjauan sistematis untuk mengumpulkan, mengevaluasi, dan mensintesis hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan topik yang dikaji. Dengan menganalisis studi kasus dari beberapa wilayah geografis dan budaya, artikel ini mengidentifikasi pola umum dan perbedaan spesifik dalam praktik matematika budaya. Pemahaman komparatif ini diharapkan dapat memperkaya wawasan tentang universalitas dan partikularitas matematika serta membuka jalan bagi pengembangan kurikulum yang lebih relevan secara budaya dan inklusif baik di tingkat global maupun lokal. The study of ethnomathematics has grown rapidly as a discipline that examines the relationship between mathematics and cultures worldwide. This article presents a comparative analysis of ethnomathematics studies across different countries, highlighting the global and local perspectives that shape research focus, methodology, and educational implications. The method employed is a systematic review approach to collect, evaluate, and synthesize previous research results relevant to the topic under review. By analyzing case studies from several geographical regions and cultures, the article identifies common patterns and specific differences in cultural mathematical practices. This comparative understanding is expected to enrich insights into the universality and particularity of mathematics, paving the way for the development of more culturally relevant and inclusive curricula at both global and local levels.
Training and Assistance for History Teachers in Implementing Inclusive Learning Models in Senior High Schools in Malaka Regency Taneo, Malkisedek; Utomo , Susilo Setyo; Madu, Aleksius; Mali, Silvanus Jefrino; Mailani, Nino
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 6 No. 2 (2025): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v6i2.7960

Abstract

This service activity was motivated by the lack of training and resources that support inclusive learning in schools. The aim is to equip teachers in Malacca district with the ability to implement inclusive learning models. We used the methods of planning, action, observation, evaluation and reflection. The stages began with coordination with the Malacca District Education and Culture Office, socialization to high school teachers, and program development based on situation and needs analysis. In this activity, teachers received training and mentoring and conducted inclusive learning simulations. The results show that 94.5% of teachers have adequate skills in implementing inclusive learning models in the classroom. This indicates a positive impact, where teachers become more creative in helping students according to their abilities.
Pemanfaatan situs sejarah sebagai sumber belajar dengan metode field trip Teneo, Malkisedek; Ndoen, Fransina A.; Madu, Aleksius; Neolaka, Sefridan Yantus; Sipa, Sarlota N.
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 6 No 3 (2023)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v6i3.19676

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk membantu para guru khususnya guru sejarah yang ada di Kota Kupang agar memiliki kemampuan yang cukup dalam pemanfaatan situs sejarah dengan menggunakan metode field trip dalam pembelajaran. Selain itu guru dapat meneliti penerapan pemanfaatan situs sejarah dengan menggunakan metode field trip dalam pembelajaran yang diterapkan serta dapat menuliskan artikel penelitiannya untuk pengembangan profesinya sebagai guru. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah perencanaan, tindakan, observasi dan evaluasi serta refleksi. Peserta dalam kegiatan ini adalah guru-guru sejarah se-Kota Kupang. Pemberian materi dalam kegiatan ini berkaitan pelatihan dan pendampingan pemanfaatan situs sejarah dengan menggunakan metode field trip dalam pembelajaran; dan melakukan simulasi pembelajaran dengan melakukan trip ke situs-situs sejarah yang ada di Kota Kupang. Hasil yang diperoleh dalam kegiatan ini dapat dilihat dari rata-rata skor tanggapan peserta pelatihan, yaitu 65% mengatakan sangat setuju, 35% setuju. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan PkM sangat bermanfaat bagi guru sejarah dan mereka menanggapi secara positif terkait pelatihan yang telah dilaksanakan dan kemampuan guru yang cukup dalam pemanfaatan situs sejarah dengan menggunakan metode field trip dalam pembelajaran sejarah.
Membangun Ekosistem Literasi Melalui Pelatihan Penerapan Praktik Disiplin Positif Literatif bagi Guru-Guru Sekolah Dasar Swasta di Kota Kupang Robot, Marselus; Jama, Karolus Budiman; Margareta, Karus Maria; Rimo, Imelda Hendriani Eku; Madu, Aleksius; Jaimun, Renildis Alviana
Jurnal Nasional Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Nasional Pengandian Masyarakat
Publisher : Training & Research Institute - Jeramba Ilmu Sukses

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47747/jnpm.v6i1.2675

Abstract

Students' basic literacy skills (reading, writing and calculating) are basic abilities that are really needed to master science. On the one hand, for 10 years the National Literacy Movement (GLN) in Indonesia (Permendikbud Number 23 of 2015) has not had a significant impact on the literacy skills of elementary school (SD) students in Indonesia. On the other hand, basic lite is the most important academic requirement in the context of mastering knowledge from elementary school age. There are many variables that influence the low level of basic literacy in elementary schools in Indonesia, including the instant approach. Reading for 15 minutes, for example, is just a useless routine and nothing is gained. Apart from minimal time, there was also no follow-up to determine their level of understanding of what was read. The results of the reflection of the Nusa Cendana University Community Service team found a literacy approach, namely by building a literacy culture in the school environment. In this case, literacy is a need for all school members. Literacy culture in schools is carried out by compiling literacy discipline documents as guidelines for literacy culture. The implementation method is teacher training and practice analyzing forms of violence in schools. These forms of violence will be converted into literary disciplines. As a result, teachers can identify forms of violence and can replace them in literary disciplinary actions
Pelatihan Penciptaan Brand Destinasi Wisata Masyarakat Sekitar Destinasi Melalui Penulisan Narasi Dan Video Di Kabupaten Timor Tengah Utara Robot, Marselus; Margareta, Karus Maria; Jama, Karolus Budiman; Ande, Andreas; Rimo, Imelda Hendriani Eku; Madu, Aleksius; Gabir, Maria Naomilan Yahelga; Nggadung, Gregorius
Jurnal Nasional Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Nasional Pengabdian Masyarakat
Publisher : Training & Research Institute - Jeramba Ilmu Sukses

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47747/jnpm.v6i2.3034

Abstract

The narrative of geotourism destinations in TTU Regency is an effort to move tourist attractions from the eyes to the mind. Thus, tourist attractions are not merely a pleasure for the eyes (visual effects), but enter the cognitive memory (knowledge) of tourists. The narrative of tourist destinations makes tourist attractions not only memorable, but also known. If tourist attractions rely on visual effects (beauty), then only leave an impression. Meanwhile, tourist attractions that are promoted and compared through literacy produce messages (knowledge) about the tourist destination. Therefore, the impressions and messages obtained by tourists are the result of a combination of beauty through the eyes and beauty through the mind. Recognizing the partner's problem, the Community Service team of Nusa Cendana University strives to promote special destinations (geotourism) in TTU Regency through training in writing short narratives and videos. This effort is an effort to spread the potential of geotourism. 1) Providing material on tourism branding. 2) Training in compiling destination narratives. 3) Training in making short videos related to the destination.
Ethnomatematika One Sa’o pada rumah adat masyarakat Wogo, Kabupaten Ngada Madu, Aleksius; Nenohai, Juliana Mehelina Herlince; Nubatonis, Ofirenty Elyada; Wangge, Magdalena; Blegur, Irna Sensiana Karlina
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 14, No 3 (2023): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v14i3.16661

Abstract

Rumah adat masyarakat Wogo, Desa Ratogesa, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada merupakan warisan budaya yang dijaga keasliannya hingga saat ini. Selain menjadi tempat wisata yang menarik, deretan rumah adat di kampung Wogo juga memuat konsep-konsep matematika, salah satunya yaitu bentuk rumah adat yang memuat konsep geometri dan konsep lainnya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi etnomatematika pada rumah adat masyarakat Wogo dan mendeskripsikan konsep matematika serta menyusun perangkat pembelajaran untuk konsep matematika yang ditemukan pada budaya rumah adat masyarakat Wogo. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi, untuk memperoleh gambaran dan analisis mendalam tentang eksplorasi ethnomatematika pada rumah adat masyarakat Wogo melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subyek penelitian sebanyak 6 orang yang merupakan tokoh masyarakat kampung Wogo. Prosedur penelitian yang digunakan adalah prosedur etnografi yang berkaitan dengan hasil penelitian lapangan secara langsung. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis untuk mendeskripsikan temuan berupa identifikasi konsep mathematika yang dapat diimplementasikan dalam pembelajaran di sekolah. Hasil penelitian ini dapat dipahami bahwa dalam bentuk rumah adat one sa’o masyarakat Wogo terdapat konsep matematika yaitu konsep geometri dan konsep pengukuran yang dapat ditransfer ke dalam pembelajaran matematika di sekolah
Pengembangan E-Modul pada Materi Lingkaran Kelas XI Berbasis Etnomatematika Sawah Lodok Kearifan Lokal Masyarakat Manggarai Alexandra Febriyanthy Agil; Wara Sabon Dominikus; Aleksius Madu
DIAJAR: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2025): Juli 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/diajar.v4i3.5132

Abstract

The development of electronic learning media that is integrated with the diversity of local cultural wisdom in Indonesia in mathematics learning is a form of real innovation in response to the challenges of technological development and as a form of support for introducing Indonesian culture to the younger generation. Therefore, this study aims to develop an e-module on circle-related topics for Grade XI students based on the local wisdom of the Manggarai community's “sawah lodok” ethnomathematics, utilizing the Canva application. The research method employed is research and development using the ADDIE model. The stages of the ADDIE model include: 1) Analysis, 2) Design, 3) Development, 4) Implementation, and 5) Evaluation.  The data collection techniques used were interviews, questionnaires, literature reviews, and tests. The data analysis techniques in this study included validity analysis, practicality analysis, and effectiveness analysis. The research results indicate that the ethnomathematics-based rice field circle e-module is suitable, meeting the criteria for validity, practicality, and effectiveness. The average total validity of the e-module by three validators was 4.55, which falls into the highly valid category. The response from subject teachers, with an average response score of 4.88, falls into the highly practical category, while the response from the large student group was 4.05, which falls into the practical category. The percentage of student achievement in the large group was 88.8%, which falls into the highly effective category.