Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Peningkatan Kesadaran Masyarakat tentang Kebersihan Jamban dalam Rangka Peringatan Hari Jamban Sedunia di UKDC Tahun 2025 Rivan Virlando Suryadinata; onny priskila; Ega Reviera Vida Loka
The Center for Sustainable Development Studies Journal (Jurnal CSDS) Vol. 4 No. 2 (2025): Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal CSDS Vol 4, No 2 (2025) ISSN 2964-1683 (media onlin
Publisher : Darma Cendika Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37477/csds.v4i2.948

Abstract

Kebersihan jamban merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan masyarakat dan mencegah penularan penyakit berbasis lingkungan. Sanitasi yang tidak memadai dapat meningkatkan risiko penyebaran berbagai penyakit seperti diare, infeksi saluran kemih, hepatitis A, serta penyakit akibat makanan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam rangka peringatan Hari Jamban pada tanggal 19 Nopember 2025 di Universitas Katolik Darma Cendika (UKDC). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kebersihan jamban dan praktik higiene yang baik. Metode yang digunakan adalah edukasi melalui penyuluhan, presentasi interaktif, diskusi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terkait sumber kontaminasi di jamban/toilet, mekanisme penularan penyakit, serta pentingnya mencuci tangan dan penggunaan bahan pembersih yang efektif. Peserta juga menunjukkan perubahan persepsi dari sekadar aspek kenyamanan menjadi aspek kesehatan dalam menjaga kebersihan jamban. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kesadaran dan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan kampus dan masyarakat sekitar. Dengan demikian, edukasi sanitasi berbasis komunitas dapat menjadi strategi efektif dalam pencegahan penyakit dan peningkatan kualitas kesehatan lingkungan secara berkelanjutan.
PENYULUHAN DAN PELATIHAN PEMBUATAN SIRUP BUNGA TELANG KELOMPOK PEMBERDAYAAN KESEJAHTERAAN KELUARGA (PKK) DI DESA PANDEAN, KOTA MADIUN: COUNSELING AND TRAINING TO MAKE TELANG FLOWER SYRUP FOR FAMILY WELFARE EMPOWERMENT GROUP (PKK) IN PANDEAN VILLAGE, MADIUN CITY Onny Priskila; Alfredo Aldo; Lily Sulistyowati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 8 No 2 (2025): Februari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jpm.v8i2.5486

Abstract

Introduction. Along with the issuance of Government Regulation Number 103 of 2014, Article 70 and 71, chapter on community empowerment, states that they can play an active role in efforts to develop traditional health. An active role can be implemented through community empowerment through family health empowerment (PKK) groups using family medicine gardens and skills. Butterfly pea syrup is one form of interesting and innovative processed innovation that can have economic value. Butterfly pea flowers have health benefits and are widely used as herbal medicine by the community. Method. The implementation of the activity is through counseling (lectures and discussions) and training. The activity was attended by 20 PKK mothers. The activity began with counseling on the ins and outs of butterfly pea flowers, then training in making butterfly pea flower syrup. Purpose. The purpose of this activity is for the community to understand how to make butterfly pea flower syrup so as to produce products with high economic value and explore the local potential of Pandean Village, Madiun City. Results. Community service activities were measured by giving questionnaires before and after the activity. The questionnaire given was 10 questions containing questions about butterfly pea flowers and how to make syrup. The results were analyzed using the Wilcoxon test with a sig result of 0.000, which showed a difference before and after the counseling. Conclusion. Counseling and training activities for making butterfly pea flower syrup have a positive impact. Counseling can increase understanding of all things butterfly pea flower, and training in making syrup can increase participants' skills.
TUINA SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI KESEHATAN MASYARAKAT DI UNIVERSITAS KATOLIK DARMA CENDIKA Rivan Virlando Suryadinata; Lily Sulistyowati; Onny Priskila
The Center for Sustainable Development Studies Journal (Jurnal CSDS) Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal CSDS Vol 5, No 1 (2026) ISSN 2964-1683 (media online)
Publisher : Darma Cendika Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37477/csds.v5i1.970

Abstract

Tuina merupakan salah satu terapi dalam pengobatan tradisional Tiongkok yang menggunakan teknik manipulasi tangan untuk membantu meningkatkan sirkulasi Qi dan darah, mengurangi ketegangan otot, serta memperbaiki fungsi tubuh. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterampilan peserta dalam melakukan terapi tuina melalui kombinasi teori, demonstrasi, dan praktik langsung, sekaligus memberikan pelayanan kesehatan komplementer kepada masyarakat. Kegiatan dilaksanakan di Universitas Katolik Darma Cendika pada tanggal 6–8 Februari 2026 melalui tiga tahapan, yaitu pemberian materi teori, demonstrasi dan praktik bersama, serta bakti sosial pelayanan terapi tuina kepada masyarakat. Peserta kegiatan berjumlah lebih dari 40 orang yang terdiri dari praktisi kesehatan tradisional dan mahasiswa dari berbagai daerah seperti Surabaya, Solo, Malang, dan Cikarang. Kegiatan bakti sosial melibatkan 53 terapis dan melayani 61 pasien dengan berbagai keluhan muskuloskeletal, seperti nyeri leher, nyeri bahu, nyeri pinggang, nyeri lutut, serta keterbatasan gerak anggota tubuh. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terapi tuina membantu mengurangi keluhan pasien dan meningkatkan kenyamanan tubuh. Beberapa pasien melaporkan adanya perbaikan kondisi setelah terapi, seperti berkurangnya nyeri saat berjalan, peningkatan range of motion, serta tubuh terasa lebih ringan. Selain memberikan manfaat bagi masyarakat, kegiatan ini juga meningkatkan keterampilan praktik, komunikasi terapeutik, dan pengalaman pelayanan kesehatan berbasis masyarakat bagi peserta. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat berbasis terapi tuina melalui pendekatan teori, demonstrasi, dan praktik langsung efektif dalam meningkatkan keterampilan peserta sekaligus memberikan manfaat kesehatan bagi masyarakat. Kegiatan serupa diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan sebagai upaya promotif, preventif, dan rehabilitatif dalam pelayanan kesehatan masyarakat.).
Implementation of XGBoost Algorithm in Zang Organs Syndrome Diagnosis and Therapy Recommendations Yosefina Finsensia Riti; Andre Hartanto; Onny Priskila; Benaya Azareel Oentoro
Teknika Vol. 15 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Center for Research and Community Service, Institut Informatika Indonesia (IKADO) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34148/teknika.v15i1.1430

Abstract

In Traditional Chinese Medicine (TCM), syndrome is primarily categorized into Zang and Fu organ syndromes. Zang organs include the heart, liver, spleen, lungs, and kidneys, and diagnosis is derived from patient complaints, symptoms, and examination findings. However, Zang organ syndrome determination is highly dependent on clinical experience, resulting in diagnostic subjectivity and variability among practitioners. In addition, symptom overlap across different organs further complicates the diagnostic process and challenges standardization. To address these issues, this study proposes an artificial intelligence (AI)-based intelligent system to assist Zang organ syndrome diagnosis and provide acupuncture therapy recommendations. The system applies machine learning to improve diagnostic accuracy and consistency, utilizing the Extreme Gradient Boosting (XGBoost) algorithm due to its effectiveness in classifying complex and nonlinear patterns commonly found in TCM diagnostics.  The dataset was constructed based on standardized TCM references and expert-defined symptom–syndrome relationships, consisting of 39 symptom indicators, 72 Zang organ syndrome classes, and 15,532 data instances. To address class imbalance, the Synthetic Minority Oversampling Technique (SMOTE) was applied during training.  Experimental results show that the proposed model achieved an accuracy of 98.6% and a macro-average F1-score of 83% for both syndrome diagnosis and therapy recommendation tasks.  The results demonstrate that the proposed AI approach effectively supports Zang organ syndrome identification and acupuncture point recommendation, contributing to improved diagnostic efficiency and decision support in TCM practice.
PENGEMBANGAN PANGAN BERBASIS SORGUM DAN JAMBU BIJI SEBAGAI ASUPAN TAMBAHAN PASIEN DEMAM BERDARAH Deviana Pundarika Kantono; Rivan Virlando Suryadinata; Sajuni Widjaja; Onny priskila
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.59613

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang sering menyebabkan penurunan nafsu makan, mual, muntah, serta trombositopenia sehingga diperlukan asupan tambahan yang mudah dikonsumsi dan bernilai fungsional. Penelitian ini bertujuan mengembangkan pangan berbasis sorgum dan jambu biji sebagai asupan tambahan bagi pasien DBD. Metode penelitian menggunakan mixed method melalui tahapan pengembangan produk, uji sensori (organoleptik), uji senyawa fungsional, dan penentuan saran sajian kudapan. Produk yang dikembangkan berupa cookies dengan enam formulasi berbeda berdasarkan proporsi sorgum dan bahan lainnya. Uji organoleptik dilakukan terhadap 11 panelis menggunakan skala hedonik 1–5 meliputi parameter rasa, warna, aroma, dan tekstur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi nomor 6 memiliki tingkat penerimaan panelis terbaik dibandingkan formulasi lainnya, dengan nilai rata-rata rasa 3,8; warna 3,35; aroma 3,70; dan tekstur 3,55. Hasil uji senyawa fungsional menunjukkan formulasi nomor 6 mengandung likopen sebesar 9,55 mg/100 g, vitamin C sebesar 115,79 mg/100 g, dan quercetin sebesar 70,99 mg/100 g yang berpotensi membantu pemulihan trombosit pada pasien DBD melalui aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan imunomodulator. Selain itu, kandungan karbohidrat dan protein pada cookies sorgum mendukung pemenuhan kebutuhan energi pasien yang mengalami penurunan asupan makan. Berdasarkan hasil tersebut, cookies berbasis sorgum dan jambu biji formulasi nomor 6 berpotensi dikembangkan sebagai pangan fungsional tambahan untuk mendukung percepatan pemulihan pasien DBD.
PELATIHAN PIJAT AKUPRESUR UNTUK UPAYA PREVENTIF DAN PROMOTIF KESEHATAN KELUARGA onny priskila; laili mufida; desi hidayati; rini hamsidi; ario imandiri
Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akupresur merupakan salah satu terapi komplementer non-farmakologis yang berpotensi diterapkan sebagai upaya preventif dan promotif kesehatan di tingkat keluarga dan masyarakat. Namun, pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menerapkan akupresur secara tepat dan aman masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat dalam menerapkan pijat akupresur mandiri untuk menjaga kesehatan keluarga. Kegiatan dilaksanakan di Desa Randubener, Kabupaten Lamongan, melalui kolaborasi antara Program Studi Akupunktur dan Pengobatan Herbal Universitas Katolik Darma Cendika dengan Program Studi Pengobat Tradisional Universitas Airlangga. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, demonstrasi, praktik langsung, serta evaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Kegiatan ini diikuti oleh 60 peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah kegiatan, dengan rerata skor meningkat dari 5,4 pada pre-test menjadi 8,9 pada post-test. Peserta mampu mengenali titik-titik akupresur dasar dan mempraktikkan teknik pijat akupresur sederhana secara mandiri. Dengan demikian, kegiatan pengabdian masyarakat ini dinilai efektif dalam meningkatkan kemandirian masyarakat dalam upaya preventif dan promotif kesehatan keluarga melalui penerapan akupresur.
PELATIHAN PIJAT AKUPRESUR UNTUK UPAYA PREVENTIF DAN PROMOTIF KESEHATAN KELUARGA Onny Priskila; Laili Mufida; Desi Hidayati; Rini Hamsidi; Ario Imandiri
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 9 (2026): Februari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acupressure is a complementary non-pharmacological therapy that has the potential to be applied as a preventive and promotive health approach at the family and community levels. However, public knowledge and skills related to the proper and safe application of acupressure remain limited. This community service program aimed to improve community knowledge, skills, and awareness regarding self-acupressure techniques for maintaining family health. The activity was conducted in Randubener Village, Lamongan Regency, through collaboration between the Acupuncture and Herbal Medicine Study Program of Universitas Katolik Darma Cendika and the Traditional Medicine Study Program of Universitas Airlangga. The methods used included interactive lectures, demonstrations, hands-on practice, and evaluation using pre-test and post-test questionnaires. A total of 60 participants took part in the program. The results showed a significant increase in participants’ knowledge after the intervention, with the mean score rising from 5.4 in the pre-test to 8.9 in the post-test. Participants were able to identify basic acupressure points and apply simple acupressure techniques independently. In conclusion, the acupressure training program was effective in enhancing community knowledge and skills and contributed to strengthening community independence in preventive and promotive family health efforts.