Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

MANFAAT DAUN KUMIS KUCING UNTUK PENYAKIT NYERI KEMIH Agustina; Ferdinand; Onny Priskila
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 3 No. 11: Juli 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian pengobatan daun kumis kucing terhadap panas lembab kandung kemih bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas terapi pengobatan menggunakan daun kumis kucing (Orthosiphon Stamineus) dalam mengatasi kondisi panas lembab kandung kemih. Manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini dapat memberikan informasi mengenai potensi daun kumis kucing sebagai alternatif pengobatan penyakit nyeri berkemih dengan sindrom panas lembab kandung kemih secara alternatif, serta menjadi acuan bagi praktisi kesehatan dalam pengembangan obat herbal. Metode penelitian menggunakan desain eksperimental dengan satu kelompok perlakuan sebanyak 5 pasien yang menderita penyakit nyeri berkemih sindrom panas lembab kandung kemih di Griya Sehat Harmonis, Batam. Subjek penelitian akan diberikan daun Kumis Kucing dengan dosis 7 gram dan durasi pengobatan enam hari. Data akan dikumpulkan melalui observasi langsung dan setelah itu diberikan terapi. Hasil analisis Penyakit kandung berkemih panas lembab menunjukkan bahwa sebelum dilakukan pengobatan daun kumis kucing, penyakit nyeri berkemih panas lembab kandung kemih yang dirasakan responden berada pada skala 5 (nyeri sedang). Sedangkan setelah dilakukan pengobatan maka tingkat sakit nyeri berkemih panas lembab kandung kemih berada pada skala 0 (tidak nyeri). Dengan demikian dapat disimpulkan konsumsi daun kumis kucing dapat mengurangi gejala nyeri berkemih pada sindrom panas lembab kandung kemih.
PENGOBATAN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DENGAN TEH DAUN INSULIN (SMALLANTHUS SONCHIFOLIUS) Yanto, Yanto; Onny Priskila
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 3 No. 12: Agustus 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu penyakit metabolik yang ditandai oleh hiperglikemia akibat kelainan dalam sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Kelompok etiologis DM terbagi menjadi empat tipe, yakni DM Tipe 1, DM Tipe 2, DM Tipe lain, dan DM gestasional. Prevalensi DM, terutama Tipe 2, terus meningkat dari tahun ke tahun, menjadi tantangan bagi tenaga kesehatan dalam menemukan solusi untuk menurunkan angka penderita dan biaya pengobatan. Banyak penelitian menyoroti potensi daun insulin (Smallanthus sonchifolius) dalam menurunkan kadar gula darah. Namun, kebanyakan penelitian menggunakan ekstrak, yang mungkin tidak dikuasai oleh masyarakat umum. Oleh karena itu, penelitian ini ingin menguji keefektifan daun insulin yang dikeringkan sebagai teh, diharapan dapat memberikan alternatif pengobatan yang lebih mudah diakses bagi penderita DM Tipe 2. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektitas Daun insulin dalam penurunan Gula darah puasa pada penderita diabetes mellitus tipe menemukan pengobatan komplementer untuk penderita diabetes melitus dan menemukan altenatif pengolahan herbal untuk penderita diabetes mellitus Penelitian ini akan menggunakan pendekatan observasional untuk mengetahui efektivitas teh daun insulin pada penderita DM tipe 2. Sampel akan terdiri dari penderita DM Tipe 2 yang akan diberikan teh daun insulin secara teratur selama periode tertentu. Pengumpulan data akan mencakup pengukuran awal dan lanjutan kadar gula darah, serta pemantauan efek samping dan perubahan dalam gejala DM. Analisis statistik akan digunakan untuk mengevaluasi perubahan kadar gula darah sebelum dan sesudah intervensi teh daun insulin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok perlakuan mengalami penurunan rerata kadar gula darah dari 157,80 mg/dL menjadi 140,60 mg/dL setelah 14 hari, meskipun hasil uji T-test tidak menunjukkan signifikansi statistik. Sebaliknya, kelompok kontrol mengalami kenaikan rerata kadar gula darah dari 200,20 mg/dL menjadi 214,60 mg/dL. Meskipun hasil statistik tidak signifikan, secara klinis, pasien yang mengonsumsi teh daun insulin melaporkan perbaikan gejala klasik diabetes seperti frekuensi buang air kecil dan rasa haus yang berkurang serta peningkatan energi dan penurunan keluhan neuropati. Penurunan kadar gula darah pada kelompok perlakuan diduga disebabkan oleh efek hipoglikemik daun insulin.
PENANGANAN STUDI KASUS BELL’S PALSY DENGAN MENGGUNAKAN AKUPUNKTUR Vicky Lilianti; Onny Priskila
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 3 No. 12: Agustus 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bell’s Palsy adalah suatu keadaan di mana terjadi kondisi pada salah satu sisi bagian wajah mengalami kelumpuhan. Kondisi ini terjadi karena adanya gangguan pada N. VII sebagai saraf motorik yang berfungsi untuk mengatur ekspresi wajah. Gangguan ini mengakibatkan kondisi satu sisi wajah terlihat miring ke satu sisi, kelopak mata yang tidak menutup rapat, alis dan sudut mulut yang terlihat menurun. Pada sebagian penderita Bell’s Palsy, kelumpuhan wajah yang dialami dapat sembuh total dengan sendirinya, tetapi masih ada kemungkinan gejala sisa yang masih akan terasa, di antaranya kontraktur (otot atau sendi yang tidak dapat meregang atau berkurangnya kelenturan jaringan lunak di bawah kulit), atau spasme spontan. Dari berbagai penelitian yang dilakukan, masih belum dapat menarik kesimpulan yang jelas mengenai apa penyebab dari Bell’s Palsy. Belum adanya penyebab yang jelas mengakibatkan belum adanya kesamaan dalam penanganan Bell’s Palsy. Akupunktur merupakan pengobatan alternatif yang banyak dipilih oleh penderita Bell’s Palsy. Akupunktur adalah sebuah teknik pengobatan dengan menggunakan jarum halus yang dimasukkan ke jalur titik-titik tertentu. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dan bertujuan untuk menganalisa dan mendalami efek penggunaan terapi akupunktur dalam menangani kasus Bell’s Palsy kepada klien yang datang berobat dan menjalani terapi akupunktur. Tujuan khusus dari penelitian adalah untuk mengetahui lebih lanjut mengenai titik-titik akupunktur yang digunakan dalam menangani Bell’s Palsy. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Proses penelitian telah dilakukan sekitar bulan April – Mei 2024 dengan 8 kali sesi terapi. Data yang dikumpulkan berupa hasil wawancara kepada klien dan perkembangan terapi yang sudah dilakukan. Terapi yang dilakukan berupa akupunktur yang dilakukan pada titik Hegu (LI 4), Dicang (ST 4), Jiache (ST 6), Yangbai (GB 14), Xiaguan (ST 7), Cuanzhu (BL 2), Sizhukong (SJ 23), Tongziliao (GB 1), Yuyao (EX-HN 4), Yingxiang (LI 20), Yifeng (SJ 17), Qianzheng (EX-HN 16), Fengchi (GB 20), dan Lieque (LU 7). Disertai dengan penggunaan moksa pada titik Hegu (LI 4), Dicang (ST 4), Jiache (ST 6), dan Sizhukong (SJ 23). Setelah 8 kali menjalani terapi akupunktur, klien merasakan wajahnya lebih rileks, kelopak mata kanan dapat menutup dan tidak mengeluarkan air mata, sudut mulut sebelah kanan naik saat tersenyum. Penambahan moksa pada titik akupunktur bermanfaat untuk membantu menghangatkan dan mengusir patogen angin dingin. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemilihan titik akupunktur yang tepat dengan kombinasi moksa dapat mengusir patogen dingin dan melancarkan Qi meridian, sehingga memberikan hasil yang baik dalam penanganan kasus Bell’s Palsy..
Efektivitas Radix Astragali dalam Menurunkan Kadar Gula Darah pada Penderita Dibetes Mellitus Onny Priskila; Suryawan Ang; Maria Theresia; Aldo Tjundawan; Ferdinand; Evelyn Purnomo
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 5 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Desember 2025 - Januari 2026)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i5.1499

Abstract

Diabetes mellitus adalah penyakit metabolik salah satu tandanya adalah peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi insulin pada tubuh. Radix astragali telah lama digunakan sebagai herbal yang berpotensi meningkatkan metabolisme glukosa dan sensitivitas insulin. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas Radix astragali untuk membantu menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus. Metode penelitian menggunakan desain studi kasus eksperimental dengan 12 subjek yang dipilih secara purposive dan dibagi menjadi kelompok kontrol dan perlakuan. Kelompok perlakuan diberi Herbal Radix Astragali sebanyak 3 gram setiap pagi selama 21 hari, sedangkan kelompok kontrol tidak menerima perlakuan. Variabel yang diukur adalah gula darah puasa, HbA1c, dan berat badan. Analisis yang digunakan adalah uji T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan signifikan kadar gula darah puasa pada kelompok perlakuan (p=0,029), sedangkan kelompok kontrol tidak mengalami perubahan signifikan (p=0,798). Nilai HbA1c juga menurun signifikan pada kelompok perlakuan (p=0,049), tetapi tidak pada kelompok kontrol (p=0,234). Penurunan berat badan pada kelompok perlakuan tidak signifikan secara statistik, meskipun terjadi selisih mean sebesar 0,5 kg. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian Radix Astragali selama 21 hari efektif menurunkan kadar gula darah puasa dan HbA1c pada penderita diabetes mellitus, sehingga dapat dipertimbangkan sebagai terapi komplementer dalam pengelolaan diabetes mellitus tipe 2.
Manfaat Sabun Oatmeal dan Secang untuk Kulit Berminyak Melissa; Onny Priskila; Priska Akwilda Sau; Suryawan Ang; Aldo Tjundawan; Ferdinand
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 5 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Desember 2025 - Januari 2026)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i5.1500

Abstract

Kulit berminyak merupakan salah satu kondisi saat kelenjar sebasea pada kulit menghasilkan terlalu banyak sebum. Kulit berminyak dan jerawat biasanya sulit untuk ditangani. Beberapa cara untuk mengatasi kulit berminyak salah satunya dengan menggunakan oatmeal. Oat berasal dari biji gandum manfaatnya untuk kulit diantaranya menghilangkan rasa gatal pada kulit, mencegah iritasi, mencerahkan wajah, melindungi dari sinar UV, menyeimbangkan PH kulit serta membersihkan dan mengangkat sel kulit mati. Secang merupakan jenis tumbuhan herbal yang kaya antioksidan dan dapat mengatasi peradangan pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sabun wajah dengan campuran oatmeal dan ekstrak secang dan menguji keefektifannya untuk mengatasi kulit berminyak. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan tahapan pembuatan sabun dan melakukan uji klinis. Responden penelitian ini berjumlah 20 orang dan diambil secara pusposive random sampling. Subjek menggunakan sabun selama 3 hari dan diukur sebelum dan sesudahnya.Hasil penelitian penggunaan sabun mampu menurunkan kadar minyak di wajah secara signifikan (sig 0,020) tanpa mengurangi kelembapan dan kelembutan kulit. Respon subjek setelah tiga hari pemakaian mendukung hasil pengukuran, di mana sebagian besar pengguna merasakan kulit lebih halus, bersih, segar dan tidak berminyak. Secara keseluruhan, sabun oatmeal dan secang terbukti aman serta efektif digunakan untuk membantu mengurangi minyak berlebih, sekaligus menjaga kelembapan dan kelembutan kulit.
PEMBERDAYAAN SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI INOVASI PERMEN HERBAL DAN WIRAUSAHA KREATIF Indrawati, Lilik; Priskila, Onny; Longdong, Secillia Shevani Prilia; Sepungan, Maria Indah Lestari
Jurnal Abdimas Musi Charitas Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Abdimas Musi Charitas Volume 9, Nomor 2, Desember 2025
Publisher : Universitas katolik Musi Charitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32524/jamc.v9i2.1554

Abstract

Purpose: This community service activity was designed to enhance health literacy based on herbal plants and to foster creative entrepreneurial interest among elementary school students through an innovation in herbal candy production. Design/Methodology/Approach: A service learning approach was employed by integrating conceptual learning on herbal plants, hands-on practice in producing herbal candy made from turmeric and tamarind, and learning evaluation through pretests, posttests, and entrepreneurial interest questionnaires. The activity involved fifth- and sixth-grade students of YBPK Christian Elementary School, Surabaya. Findings: The results indicated an improvement in participants’ understanding of the types and benefits of herbal plants, as well as the basic stages of herbal candy production. In addition, more than half of the participants demonstrated an initial interest in developing herbal-based products as simple entrepreneurial opportunities. Practical Implications: Herbal candy products show potential as healthier snack alternatives and as an educational medium for introducing entrepreneurship grounded in local wisdom at the elementary school level. Originality/Value: This activity integrates health education and creative entrepreneurship based on herbal plants into practical learning experiences, offering an applicable and replicable community service model for elementary school education.
Pengabdian Masyarakat Melalui Kegiatan Seminar dan Bakti Sosial bagi Penderita Stroke di Griya Sehat UKDC onny priskila; desi hidayati
The Center for Sustainable Development Studies Journal (Jurnal CSDS) Vol. 4 No. 1 (2025): Vol. 4 No. 1: Jurnal CSDS Vol 4, No 1 (2025) ISSN 2964-1683 (media online)
Publisher : Darma Cendika Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat melalui seminar dan bakti sosial bagi penderita stroke merupakan salah satu upaya promotif dan rehabilitatif untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya kelompok rentan. Kegiatan ini dilaksanakan oleh HIMA AKP UKDC di Griya Sehat UKDC sebagai bentuk kepedulian terhadap tingginya angka kejadian stroke dan keterbatasan akses edukasi serta terapi rehabilitasi bagi masyarakat. Tujuan kegiatan adalah memberikan edukasi mengenai pencegahan dan perawatan stroke, serta menyediakan layanan terapi akupunktur sebagai bagian dari rehabilitasi komplementer. Kegiatan dilaksanakan pada 28 April 2024 dengan melibatkan seminar edukatif dan layanan terapi akupunktur. Proses pendaftaran berlangsung pukul 08.00–09.00 WIB, dilanjutkan dengan sesi seminar dan tanya jawab, kemudian terapi akupunktur mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Peserta berjumlah 53 orang, yaitu 50 penderita stroke dan 3 peserta non-stroke. Terapi dilakukan oleh 16 terapis menggunakan pendekatan akupunktur sesuai keluhan dan disertai edukasi perawatan mandiri, seperti akupresur, latihan penguatan otot, dan anjuran herbal. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi peserta, seluruh peserta mendapatkan layanan terapi dan seluruh sesi berlangsung lancar tanpa kendala teknis. Peserta melaporkan manfaat berupa rasa rileks, penurunan ketegangan otot, dan peningkatan pemahaman mengenai rehabilitasi stroke. Kegiatan ini terbukti berdampak positif bagi masyarakat dan menunjukkan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, organisasi profesi, dan praktisi kesehatan dapat mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Ke depannya, kegiatan serupa direkomendasikan untuk dilakukan secara berkelanjutan agar manfaat rehabilitasi dan edukasi dapat dirasakan secara lebih luas dan berkesinambungan.
Penelitian Survei Kondisi Jamban pada Puskesmas di Surabaya Lasman Parulian Purba; Anas Hidayat; Ryan Putranda Kristianto; Onny Priskila
Industrial & System Engineering Journals (ISEJOU) Vol. 3 No. 1 (2024): ISEJOU, Vol 3, No 1 Desember 2024
Publisher : Universitas Katolik Darma Cendika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37477/isejou.v3i1.756

Abstract

Sanitasi yang baik merupakan indikator penting dalam menjaga kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kondisi jamban di Puskesmas - Puskesmas di Surabaya melalui survei dengan menggunakan form dengan skala Likert, observasi langsung, wawancara dengan petugas, dan analisis dokumen. Form yang dipakai yaitu form gabungan standar jamban / toilet bersih dan sehat berdasarkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Asosiasi Toilet Indonesia, ASEAN, dan WHO. Standard kemudian disebut sebagai PUPRplus. Tim Panitia surveyor dibagi menjadi 15 zona survey. Dari total 63 Puskesmas yang dikelola Dinas Kesehatan Kota Surabaya, terdapat 2 Puskesmas yang tidak berhasil disurvey secara langsung. Hasil survei menunjukkan bahwa skor berkisar dari 69 sampai 141, skor diatas 131 terdapat 12 Puskesmas. Temuan ini diharapkan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam memperbaiki sanitasi dan air bersih yang layak sekaligus mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan (SDGs) khususnya SDG ke 6.
Peningkatan Kemandirian Ekonomi Melalui Pelatihan Produksi Lulur Tradisional Berbasis Bahan Alami pada WKRI Paroki Santo Yusuf Blitar onny priskila; Ega Reviera Vida Loka; Lilik Indrawati; Thyophoida W.S.Panjaitan; Desrina Yusi Irawati; Deograsias Yoseph; Robertus Adi Nugroho; Penta Paula Potifera
The Center for Sustainable Development Studies Journal (Jurnal CSDS) Vol. 4 No. 2 (2025): Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal CSDS Vol 4, No 2 (2025) ISSN 2964-1683 (media onlin
Publisher : Darma Cendika Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37477/csds.v4i2.929

Abstract

Pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi komunitas perempuan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota WKRI Paroki Santo Yusup Blitar dalam memproduksi lulur tradisional berbahan alami sebagai peluang usaha rumah tangga. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan identifikasi kebutuhan mitra, sosialisasi program, pelatihan, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi. Bahan utama yang digunakan dalam pelatihan meliputi kunyit, temulawak, dan tepung beras yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pemahaman mengenai manfaat bahan alami, proses pembuatan lulur yang higienis, serta keterampilan dalam memproduksi lulur secara mandiri. Selain itu, kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran peserta terhadap potensi ekonomi produk lulur sebagai salah satu bentuk usaha sederhana berbasis rumah tangga. Dengan demikian, pelatihan produksi lulur tradisional tidak hanya memberikan manfaat pada aspek keterampilan praktis, tetapi juga berkontribusi dalam mendukung pemberdayaan perempuan dan penguatan kemandirian ekonomi berbasis komunitas.
Pendampingan Perhitungan Harga Pokok Produksi Lilik Indrawati; Ega Reviera Vida Loka; Onny Priskila; Thyophoida W.S Panjaita; Desrina Yusi Irawati; Deograsias Yoseph; Robertus Adi Nugroho; Penta Paula Potifera
The Center for Sustainable Development Studies Journal (Jurnal CSDS) Vol. 4 No. 2 (2025): Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal CSDS Vol 4, No 2 (2025) ISSN 2964-1683 (media onlin
Publisher : Darma Cendika Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37477/csds.v4i2.930

Abstract

Peningkatan keterampilan kesehatan, perawatan diri, dan kewirausahaan menjadi hal yang penting bagi anggota Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Paroki Santo Yusup Blitar sebagai upaya meningkatkan kemandirian serta pemanfaatan potensi bahan alami di lingkungan sekitar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota WKRI dalam pembuatan lulur tradisional, teknik dasar pijat akupuntur, serta pemahaman perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) sebagai dasar penentuan harga jual produk. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi, praktik, serta pendampingan dalam simulasi perhitungan harga pokok produksi. Pada kegiatan pembuatan lulur, peserta diperkenalkan pada pemanfaatan bahan alami yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar seperti kunyit, temulawak, dan tepung beras serta tahapan proses produksi yang higienis dan aman. Selain itu, peserta juga memperoleh pengetahuan mengenai teknik dasar pijat akupuntur yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan secara mandiri. Kegiatan pendampingan juga difokuskan pada peningkatan pemahaman peserta mengenai perhitungan Harga Pokok Produksi dengan memperhatikan komponen biaya bahan baku, tenaga kerja, dan biaya pendukung lainnya sebagai dasar penentuan harga jual produk. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta serta meningkatnya kesadaran dalam pengelolaan usaha sederhana. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong kemandirian ekonomi anggota WKRI serta membuka peluang pengembangan usaha kecil berbasis komunitas.