Masalah kesehatan mental pada keluarga yang merawat lansia dengan perawatan jangka panjang seringkali tersembunyi namun berdampak besar, baik bagi lansia maupun pendampingnya. Lansia dengan kondisi kronis dan keterbatasan fisik rentan mengalami penurunan kualitas hidup secara psikologis, sementara keluarga menghadapi tekanan emosional tanpa dukungan dan keterampilan yang memadai untuk menangani situasi kegawatdaruratan mental. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader dalam melakukan pencegahan serta pertolongan pertama pada masalah mental keluarga yang merawat lansia. Pelatihan dilaksanakan selama lima pertemuan di Desa Melinggih, Gianyar, Provinsi Bali, melalui metode edukasi teori, praktik keterampilan (pemantauan tanda vital, manajemen stres, dan Psychological First Aid), diskusi kelompok terfokus (FGD) untuk menyusun alur tata kelola kegawatdaruratan mental, simulasi kasus pada lima keluarga yang merawat lansia serta praktik edukasi oleh kader kepada kelompok lansia. Luaran kegiatan meliputi peningkatan kapasitas 10 kader desa, tersusunnya alur penanganan darurat berbasis komunitas, serta media edukasi (poster, video, dan modul). Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan kemampuan pasca kegiatan dengan rata-rata pengetahuan dengan kategori baik sebesar 86% dan keterampilan praktis 90%. Selain itu, terbentuk jejaring kolaboratif antara masyarakat, tenaga kesehatan, dan perangkat desa dalam menangani kesehatan mental keluarga bahkan lansia secara berkelanjutan. Dengan demikian, model pemberdayaan kader berbasis komunitas melalui pelatihan terstruktur berpotensi menjadi strategi efektif meningkatkan kesiapsiagaan serta memperkuat sistem dukungan kesehatan mental keluarga yang merawat lansia dengan perawatan jangka panjang di tingkat desa.