Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Implementasi Prinsip-Prinsip Good Governance dalam Peningkatan Kualitas Pelayanan Paspor di Kantor Imigrasi Sagala, Jose Mario Perlambasan; Mastur, Anida Sri Rahayu; Wirdhiningsih, Virra
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i2.1673

Abstract

Good Governance merupakan prinsip tata kelola pemerintahan yang menekankan transparansi, akuntabilitas, efektivitas, efisiensi, serta partisipasi masyarakat dalam setiap proses pelayanan publik. Dalam konteks pelayanan paspor di kantor imigrasi, implementasi prinsip-prinsip tersebut menjadi keharusan untuk mewujudkan birokrasi modern yang responsif, adil, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana prinsip-prinsip Good Governance diterapkan dalam pelayanan paspor, serta implikasinya terhadap kualitas layanan di kantor imigrasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dan studi kasus dengan menelaah jurnal, peraturan, serta dokumen kebijakan terkait pelayanan publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Good Governance berimplikasi positif pada peningkatan kepastian waktu, transparansi prosedur, akuntabilitas petugas, serta penguatan kepercayaan masyarakat. Namun, tantangan masih muncul dalam bentuk keterbatasan sumber daya manusia, resistensi terhadap digitalisasi layanan, serta kendala koordinasi antar unit. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa keberhasilan pelayanan paspor di kantor imigrasi sangat ditentukan oleh konsistensi penerapan prinsip Good Governance sebagai landasan tata kelola pelayanan publik.
EVALUASI BORDER CONTROL MANAGEMENT PLBN SKOUW DALAM MENEGAKKAN FUNGSI PENGAWASAN DAN KEAMANAN KEIMIGRASIAN Ledyana Hanna Basna; Virra Wirdhiningsih; Wisnu Widayat
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Terbit
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.31453

Abstract

The Border Crossings of Indonesia (PLBN) Skouw is one of the main gateways of Indonesia that shares a direct border with Papua New Guinea. To uphold the functions of supervision and maintain national security, the Directorate General of Immigration implements the Border Control Management (BCM) system as the primary instrument in immigration checks. This study aims to evaluate the effectiveness of BCM usage at PLBN Skouw in the context of immigration functions, namely the supervision of foreigners and guarding against cross-border threats. The method used is qualitative descriptive with a documentary study approach and regulatory analysis, supported by secondary data from relevant agency reports. The research results show that the BCM system has supported the efficiency of the inspection and monitoring process of border crossers through the integration of biometric data and facial recognition systems. However, challenges were found in network infrastructure, human resource readiness, as well as the use of unofficial routes by local communities. Therefore, it is necessary to enhance technical capacity, socialize with border communities, and strengthen inter-agency synergy in order to optimize the function of BCM as the main instrument for monitoring and protecting national sovereignty.
Pengaruh Pelatihan Soft skill Terhadap Kesiapan Kerja Taruna Muda Program Studi Administrasi Keimigrasian Politeknik Pengayoman Indonesia Afsholikhati, Imania; Firlana, Habbi; Wirdhiningsih, Virra
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 3 (2025): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol4.Iss3.1723

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pelatihan soft skill terhadap kesiapan kerja Trauna Muda program studi Administrasi Keimigrasian Politeknik Pengayoman Indonesia. Taruna jurusan Keimigrasian  Politeknik Pengayoman Indonesia yang nantinya akan berkarir sebagai pegawai imigrasi harus memiliki soft skill untuk mempersiapkan diri ketika berada di dunia kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitaif. Teknik analisis data menggunakan uji regresi linear sederhana dengan sampel penelitian sebanyak 91 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan soft skill berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja Taruna Muda program studi Adminitrasi Keimigrasian Politeknik Pengayoman Indonesia.
PENERAPAN TEORI KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA DALAM PELAYANAN KEIMIGRASIAN BAGI WARGA NEGARA ASING (WNA) ASAL CHINA DI INDONESIA: APPLICATION OF CROSS-CULTURAL COMMUNICATION THEORY IN IMMIGRATION SERVICES FOR CHINESE FOREIGN NATIONALS IN INDONESIA Pratama, Wili; Wirdhiningsih, Virra; Maulidia, Hanifa
Journal of Administration and International Development Vol. 5 No. 2 (2025): JAID: Journal of Administration and International Development
Publisher : Polteknik Imigrasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52617/jaid.v5i2.726

Abstract

Globalisasi telah meningkatkan intensitas interaksi lintas budaya, termasuk dalam sektor pelayanan publik seperti keimigrasian. Indonesia, sebagai negara tujuan mobilitas internasional, mencatat peningkatan signifikan jumlah kedatangan Warga Negara Asing (WNA) asal China, yang pada Maret 2025 mencapai 131.155 orang, dengan 83.079 visa diterbitkan. Kondisi ini menuntut respons pelayanan yang tidak hanya cepat dan tepat, tetapi juga sensitif terhadap nilai-nilai budaya pengguna layanan. Studi ini bertujuan untuk mengkaji peran teori komunikasi lintas budaya dalam meningkatkan efektivitas pelayanan keimigrasian terhadap komunitas berbahasa Mandarin. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dan studi literatur, artikel ini menganalisis dimensi-dimensi budaya seperti hierarki sosial, kolektivisme, serta preferensi jangka panjang yang lazim pada masyarakat China, dan bagaimana hal tersebut mempengaruhi pola komunikasi serta ekspektasi mereka dalam proses pelayanan visa. Hasil kajian menunjukkan bahwa kegagalan dalam mengakomodasi perbedaan budaya dapat berdampak pada ketidakpuasan pengguna, sementara adaptasi komunikasi yang sesuai mampu meningkatkan kepercayaan dan kepuasan terhadap institusi imigrasi. Oleh karena itu, pemahaman dan penerapan prinsip komunikasi lintas budaya menjadi strategi penting dalam mewujudkan pelayanan keimigrasian yang inklusif dan profesional. Kata Kunci: Pelayanan Keimigrasian, Budaya WNA China, Komunikasi Lintas Budaya
Optimalisasi Pelayanan Keimigrasian di Daerah Terpencil (Studi Kasus Nusa Penida) Ardiansyah, Muhammad Raffi; Nurkumalawati, Intan; Wirdhiningsih, Virra
Citizen : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 5 (2025): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : DAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53866/jimi.v5i5.1009

Abstract

Pelayanan keimigrasian berperan penting dalam mendukung ketertiban dan keamanan nasional, khususnya di daerah terpencil seperti Nusa Penida. Peningkatan jumlah wisatawan asing ke kawasan ini memunculkan kebutuhan akan pelayanan yang cepat, efisien, dan responsif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi pelayanan keimigrasian di Nusa Penida dengan menggunakan pendekatan model CIPP (Context, Input, Process, Product) sebagai kerangka analisis. Metode penelitian yang diterapkan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konteks pelayanan keimigrasian di Nusa Penida membutuhkan perhatian khusus dalam hal infrastruktur dan sumber daya manusia. Input yang optimal, seperti pelatihan petugas dan penyediaan fasilitas yang memadai, sangat diperlukan untuk mendukung proses pelayanan. Selain itu, implementasi layanan inovatif seperti Eazy Passport terbukti meningkatkan aksesibilitas, tetapi masih dihadapkan pada kendala teknis dan geografis. Di sisi produk, hasil evaluasi menunjukkan bahwa pembentukan pos pelayanan izin tinggal di Nusa Penida menjadi rekomendasi strategis untuk meningkatkan efektivitas layanan. Penelitian ini merekomendasikan langkah-langkah konkret untuk mengoptimalkan pelayanan keimigrasian melalui pendekatan berbasis kolaborasi antara instansi pemerintah dan masyarakat lokal, guna memenuhi kebutuhan pelayanan yang berkelanjutan.
Penindakan Keimigrasian Bagi Pelaku Pemalsuan Data Dan Dokumen Untuk Mendapatkan Dokumen Perjalanan Keimigrasian Ramadhan, Firza; Setyo Pujonggo, Seno; Wirdhiningsih, Virra
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 5.B (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Control and enforcement against data and document forgery in the context of acquiring immigration travel documents are vital elements in safeguarding national security and a nation's stability. The phenomenon of data and document forgery transcends national boundaries and creates opportunities for transnational criminal activities that undermine global stability. This research discusses the challenges and opportunities in the efforts to enforce against data and document forgery in immigration. The research highlights the importance of investing in advanced detection technology, comprehensive immigration officer training, and close international cooperation in information exchange and policy development. These actions will help enhance the effectiveness of immigration enforcement, secure national borders, and ensure the authenticity of immigration travel documents. The research also underscores the need for global immigration system updates and improvements to address forgery threats more effectively. The findings of this research provide in-depth insights into the challenges faced in enforcing against data and document forgery in immigration and serve as a foundation for further actions in maintaining national security and the integrity of immigration systems worldwide.
Integrating Good Governance, Integrity Zone, and Digitalization: A Synergistic Model for Immigration Service Reform in Indonesia Astuti, Rita Kusuma; Wirdhiningsih, Virra; Pujonggo, Seno Setyo; Jannah, Rahmawati Nurul; Maulidia, Hanifa; Priyatno, Mas Budi; Febrianto, Arief
Jurnal Manajemen Pelayanan Publik Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Manajemen Pelayanan Publik
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jmpp.v10i2.67624

Abstract

Public service reform in sensitive sectors like immigration requires a balance between sovereignty control and service excellence. This study aims to develop an effective reform model by synthesizing three strategic pillars: Good Governance (GG), the Integrity Zone (IZ) program, and Digitalization. Utilizing a qualitative policy synthesis and thematic analysis of institutional data (LKjIP 2024) and longitudinal records (2018-2024), the research evaluates the implementation trajectory of 103 immigration units in Indonesia. The findings reveal a "Compliance-Performance Gap," where structural certification under the IZ program does not always result in a total cultural mindset shift. However, digitalization emerges as a critical "technical enforcer" that locks integrity into the system by eliminating face-to-face discretion. The study proposes an Integrated Reform Model where GG provides the normative foundation, IZ provides the structural mandate, and Digitalization acts as the technical engine. This synergy ensures that the dual mandate of immigration—securing borders while facilitating public welfare—is achieved through transparent, accountable, and non-discretionary processes. The model provides a strategic blueprint for other public institutions facing complex bureaucratic challenges in emerging economies.