Claim Missing Document
Check
Articles

THE APPLICATION OF THE PATH ANALYSIS MODEL IN DETERMINING THE EFFECT OF IQ AND LANGUAGE SKILLS ON MATHEMATICS LEARNING OUTCOME Wulandari, Dewi; Setyawati, Dewi; Endahwuri, Dhian
Jurnal Statistika Universitas Muhammadiyah Semarang Vol 13, No 1 (2025): Jurnal Statistika Universitas Muhammadiyah Semarang
Publisher : Department Statistics, Faculty Mathematics and Natural Science, UNIMUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsunimus.13.1.2025.35-44

Abstract

Mathematics learning outcome is inseparable from many factors that influence it. Intelligence Quotient (IQ) and language skills are several factors that are thought to influence learning outcomes in mathematics. This study aims to determine the path analysis model of the mathematics learning outcome with IQ and language skill as the factors. The population of this research was all the students of Kesatrian I Junior High School, Semarang (SMP Kesatrian I Semarang), and by using a random sampling technique, we took 221 students as the sample. The result shows a significant influence of IQ and language skills on mathematics learning outcomes.
Kemampuan Pemecahan Masalah Soal Cerita Pola Bilangan Ditinjau dari Kemampuan Penalaran Matematis Tyas, Dinda Ari Margahayuning; Pramasdyahsari, Agnita Siska; Endahwuri, Dhian; Buchori, Achmad
Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 2 (2023): July 2023
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpm.v14i2.88

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah sebagai sebuah hal terpenting pada matematika. Tujuan penelitian ini untuk memberikan deskripsi kemampuan pemecahan masalah siswa dalam memecahkan soal cerita pola bilangan ditinjau dari kemampuan penalaran matematis. Jenis penelitiannya yaitu penelitian kualitatif deskriptif yang diadakan di SMP Negeri 2 Plantungan. Subjek pada penelitian ini ialah seluruh peserta didik kelas VIII dengan tes kemampuan penalaran matematis, selanjutnya diambil masing- masing dua siswa yang mempunyai kemampuan penalaran matematis tinggi, rendah, dan sedang. Teknik penghimpunan data yang diterapkan yaitu wawancara, tes kemampuan penalaran matematis, serta tes kemampuan pemecahan masalah. Teknik analisis data yang dipergunakan ialah merangkum data, menyajikan data, serta pembuatan kesimpulan. Hasilnya yaitu: (1) Subjek berkemampuan penalaran matematis tinggi dalam memecahkan masalah cerita pola bilangan bisa mencapai setiap indikator yang terdapat dalam keempat tahap penyelesaian soal matematika, yakni memahami permasalahan, merencanakan penyelesaian, menjalankan rencana pemecahan, serta mengecek ulang hasil penyelesaian soal, (2) Subjek yang mempunyai kemampuan penalaran matematis sedang dalam memecahkan masalah soal cerita pola bilangan telah melakukan tahapan memahami masalah serta menyusun pemecahan, namun belum menjalankan rencana penyelesaian serta pemeriksaan ulang hasil penyelesaian soal, (3) Subjek yang mempunyai kemampuan penalaran matematis rendah dalam memecahkan soal cerita pola bilangan sudah melaksanakan tahap memahami permasalahan, namun belum melaksanakan tahap membuat rencana penyelesaian, menjalankan rencana pemecahan, serta mengecek lagi penyelesaian soal
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS GUIDED INQUIRY GUIDED INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI SISWA Endahwuri, Dhian
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 6, No 1/Maret (2015): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v6i1/Maret.867

Abstract

Salah satu modal penting dalam menghadapi tuntutan era globalisasi adalah perlunya perhatian pada kompetensi berpikir, khususnya kompetensi berpikir kreatif. Salah satu isu penting dalam pembelajaran matematika saat ini adalah pentingnya pengembangan kemampuan komunikasi matematis. Pembelajaran melalui guided inquiry mengarahkan siswa untuk membangun konsep-konsep sendiri Hal ini diharapkan dapat menjadi landasan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa dalam proses pembelajaran. Permasalahannya ialah bagaimana mengembangkan bahan ajar berbasis guided inquiry yang valid dan praktis untuk?é?á meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa?. Adapun teknik mengambilan data awal kemampuan komunikasi dilakukan secara angket dan observasi. Teknik pengambilan data pendapat ahli tentang bahan ajar dan respon siswa terhadap bahan ajar yang dikembangkan menggunakan melalui angket. Adapun hasil penelitian yang dihasilkan proses pengembangan perangkat dimulai dati tahap pendefinisian untuk mengidentifikasi kemampuan awal komunikasi siswa serta mengamati kegiatan pembelajaran yang dapat dijadikan kegiatan yang berpeluang untuk mengembangkan komunikasi siswa. Selanjutnya baru dilakukan tahap perencanaan rangkaian kegiatan yang berpotensi mengembangkan komunikasi siswa dalam RPP serta modul pembelajaran. Terakhir ialah menyusun alat evaluasi yang dapat memberikan peluang aplikasi kreativitas, tanggung jawab dan kejujuran peserta didik. Tahapan selanjutnya ialah validasi ahli yang menghasilkan simpulan bahwa bahan ajar layak digunakan dengan sedikit revisi. Sedangkan respon siswa positif karena rata-rata persentase siswa lebih dari atau sama dengan 80% menyatakan sikap positif Kata Kunci: Pengembangan bahan ajar, guided inquiry, kemampuan komunikasi matematik siswa
Pelatihan Perangkat Pembelajaran Matematika Berbasis Kurikulum Merdeka bagi Guru PC LP Ma’arif NU Jepara Endahwuri, Dhian; Shodiqin, Ali; Setyawati, Rina Dwi; Pramasdyahsari, Agnita Siska; Arum, Julia Puspita; Gunawan, Oktavian Wahyu
Pelita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Pelita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Perkumpulan Kualitama Edukatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51651/pjpm.v4i1.492

Abstract

In welcoming the 21st century, many changes have occurred in various aspects of life, including changes that have occurred in the field of education. One of these changes is the change in the curriculum used as a learning guide in schools. Changes to the Merdeka Belajar curriculum require teachers to follow these changes. However, some teachers are not ready to make and use it. With the PKM training activity on Making Independent Curriculum-Based Learning Tools for Mathematics Teachers, teachers are expected to be able to create independent curriculum-based learning tools and develop learning tools to meet the needs of students in the 21st century. The method for implementing PKM is by collaborating between three parties, namely Universitas PGRI Semarang as the initiator and implementer, as well as LPPM as the party that funds the implementation of PKM, and teachers at PC LP Maarif NU Jepara as PKM targets who will take part in a series of PKM activities. Technically there are 3 stages in implementing PKM activities, namely discussion and coordination to determine problems and plans for implementing activities, implementing PKM activities. From PKM activities, teachers understand more about making independent curriculum-based learning tools, the learning approaches and models used in independent curriculum-based learning tools, and authentic assessments contained in independent curriculum-based learning tools. PKM activities run well and smoothly. The teachers were very enthusiastic in participating in the training activities.
Diversivikasi Makanan dari Tanaman Singkong sebagai Upaya Pemberdayaan Perempuan Desa Ngrumpeng Kabupaten Grobogan Propinsi Jawa Tengah Nuvitalia, Duwi; Sugiyanti, Sugiyanti; Endahwuri, Dhian
Pelita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Pelita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Perkumpulan Kualitama Edukatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51651/pjpm.v3i2.495

Abstract

The aim of the service activities in the PKK social gathering group "Nusa Indah dan Teratai" is to help solve the problems faced by partners. These include: 1) arisan group members will be able to create jobs independently, 2) foster an entrepreneurial spirit, and 3) increase the standard of living of arisan group members. This social gathering group consists of farmers and housewives who need additional incentives/income to meet household needs. The community as partners owns agricultural land, part of which is used for cassava plants. The cassava plant that has not yet been utilized for processed food has become an opportunity for the production of new snacks as an effort to empower housewives. Processed products include cassava chips, cassava leaf chips, cassava leaf jerky and also cassava cheese. After production activities, marketing is carried out in the Ngrumpeng village area, Putatsari Grobogan and also in the Semarang area. The results of diversifying cassava plants into snacks can empower women as housewives and increase income.