Claim Missing Document
Check
Articles

Numeracy Literacy Skills of Introverted and Extroverted Students in Solving Linear Program Problems Muhammad Hilmi Zakaria; Noviana Dini Rakhmawati; Dhian Endahwuri; Arif Wibisono
Hipotenusa : Journal of Mathematical Society Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Tadris Matematika IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/hipotenusa.v5i1.9029

Abstract

This study aims to determine the numeracy literacy skills of introverted and extroverted students in solving linear programming problems. The method used in this research is descriptive qualitative. The subjects taken were two students of class XI MIPA-2 MA Banat Tajul Ulum Brabo with details of one introvert student and one extrovert student. Data collection techniques were carried out using questionnaires, written tests, and interviews. Retrieval of research data through written tests and interviews. Based on the results of this study, it shows that introverted subjects fulfill all indicators of numeracy literacy skills, namely solving problems using various numbers and symbols related to mathematics; analyze the information presented in various descriptions (graphs, tables, charts, diagrams and so on); and trap the results of that analysis to make predictions and decisions. Meanwhile, the extrovert subject did not fulfill one of the three indicators of numeracy literacy, namely the confidentiality of the results of the analysis to make predictions and decisions.
Profil Kemampuan Metakognisi Siswa dalam Memecahkan Masalah Kontekstual Matematika Ditinjau dari Gaya Belajar Putri Lailiyah; Muhammad Saifuddin Zuhri; Dhian Endahwuri
Jurnal Kualita Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Kualita Pendidikan
Publisher : Perkumpulan Kualitama Edukatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51651/jkp.v4i1.380

Abstract

Students' metacognitive abilities in solving mathematical contextual problems are quite low, one of the reasons is the differences in students' learning styles. This study aims to describe students' metacognitive abilities in solving mathematical contextual problems in terms of visual learning styles, auditory learning styles, and kinesthetic learning styles. This type of research is a descriptive qualitative research. This research was conducted at SMP N 34 Semarang in 2023/2024. The subjects of this study were students in class VIII G consisting of 1 student with a visual learning style, 1 student with an auditory learning style, and 1 student with a kinesthetic learning style. The data collection method used is a learning style questionnaire, metacognition ability tests, and interviews. While the triangulation used in this study is time triangulation. The results of this study indicate that 1 student with a visual learning style is able to master 1 of the 3 indicators of cognitive ability and tends to have low metacognition ability. Students with an auditory learning style are able to fulfill 3 of the 3 indicators of metacognitive ability and tend to have high metacognitive abilities. Students with a kinesthetic learning style are able to fulfill 2 of the 3 indicators of metacognitive ability and tend to have moderate metacognitive abilities. Based on the results of the analysis, it can be seen that students' metacognitive abilities in solving mathematical contextual problems with the subject of auditory and kinesthetic learning styles are higher than the subject of visual learning styles.
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Matematika Siswa ditinjau dari Pemahaman Konseptual dan Pengetahuan Prosedural Sari, Nofa; Indiati, Intan; Endahwuri, Dhian
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 2, No 6 (2020): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v2i6.6700

Abstract

Berpikir Kritis dapat diajarkan kepada siswa melalui pembelajaran matematika. Sedang pembelajaran matematika akan berhasil jika saat pengajarannya mengarahkan kepada konseptual dan prosedural. Subjek pada penelitian ini adalah satu kelas XI Animasi yaitu 26 siswa, melalui tes tertulis pemahaman konseptual dan pengetahuan prosedural didapatkan 3 siswa yang masing-masing satu siswa mewakili kelompok indikator pemahaman konseptual dan pengetahuan prosedural yang dapat dicapai. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah 2 kali tes tertulis dan tes wawancara. Dari hasil penelitian kemampuan berpikir kritis siswa menghasilkan siswa cenderung kurang mampu untuk melakukan strategi yang tepat untuk menyelesaikan soal yang diberikan. Subjek yang mampu mencapai semua indikator pemahaman konseptual dan pengetahuan prosedural mampu memenuhi semua indikator kemampuan berpikir kritis dan sebaliknya.
Efektivitas Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Teams Games Tournament Berbantuan Question Card terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa SMA Jumiyatun, Titik; Sunandar, Sunandar; Endahwuri, Dhian
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 1, No 5 (2019): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v1i5.4466

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dengan pentingnya kemampuan pemecahan masalah siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) perbedaan kemampuan pemecahan masalah siswa dengan model pembelajaran Problem Based Learningberbantuan Question Card, Teams Games Tournamentberbantuan Question Card, dan konvensional; (2) kemampuan pemecahan masalah siswa dengan model pembelajaran Problem Based Learningberbantuan Question Cardlebih baik daripada model pembelajaran konvensional; (3) kemampuan pemecahan masalah siswa dengan model pembelajaran Teams Games Tournamentberbantuan Question Cardlebih baik daripada model pembelajaran konvensional; (4) kemampuan pemecahan masalah siswa dengan model pembelajaran Problem Based Learningberbantuan Question Cardlebih baik daripada model pembelajaran Teams Games Tournamentberbantuan Question Card; (5) ketuntasan kemampuan pemecahan masalah siswa pada model pembelajaran Problem Based Learningberbantuan Question Carddan model pembelajaran Teams Games Tournament berbantuanQuestion Card. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X. Melalui cluster random samplingterpilih sampel penelitian yaitu X MIPA 2sebagai kelas eksperimen 1, X MIPA 3sebagai kelas eksperimen 2, dan X MIPA 4 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode dokumentasi, tes, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah siswa yang menggunakan model pembelajaranProblem Based Learningberbantuan Question Card,Teams Games Tournament berbantuan Question Card, dan konvensional; (2) kemampuan pemecahan masalah siswa pada model pembelajaran Problem Based Learningberbantuan Question Cardlebih baik daripada model pembelajaran konvensional; (3) kemampuan pemecahan masalah siswa pada model pembelajaran Teams Games Tournamentberbantuan Question Cardlebih baik daripada model pembelajaran konvensional;(4) Tidak terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah siswa pada model Pembelajaran Problem Based Learningberbantuan Question Carddan Teams Games Tournamentberbantuan Question Card;(5) kemampuan pemecahan masalah siswa pada model pembelajaran Problem Based Learningberbantuan Question Carddan Teams Games Tournamentberbantuan Question Cardmencapai ketuntasan belajar.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEAD TOGETHER DAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION BERBANTUAN PREZI TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMA Astuti, Endah Puji; Nizaruddin, Nizaruddin; Endahwuri, Dhian
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 2, No 4 (2020): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v2i4.5881

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Perbedaan kemampuan komunikasi matematis siswa dengan model pembelajaran Numbered Head togetherberbantuan Prezi, Student Teams Achievementberbantuan Prezi, dan konvensional; (2) Kemampuan komunikasi matematis siswa dengan model pembelajaran Numbered Head Togetherberbantuan Prezilebih baik daripada model pembelajaran konvensional; (3) Kemampuan komunikasi matematis siswa dengan model pembelajaran Student Teams Achievement Divisionberbantuan Prezilebih baik daripada model pembelajaran konvensional; (4) Kemampuan komunikasi matematis siswa dengan model pembelajaran Numbered Head Togetherberbantuan Prezisama baiknya dengan model pembelajaran Student Teams Achievement berbantuan Prezi; (5) Ketuntasan kemampuan komunikasi matematis siswa pada model pembelajaran Numbered Head Togetherberbantuan Prezidan model pembelajaran Student Teams Achievement Division berbantuanPrezi. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X. Melalui cluster random samplingterpilih sampel penelitian yaitu X MIPA 2 sebagai kelas eksperimen 1, X MIPA 1 sebagai kelas eksperimen 2, dan X IPS 1 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode dokumentasi, tes, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Terdapat perbedaan kemampuan komunikasi matematis  siswa yang menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together berbantuan Prezi,Student Teams Achievement Division berbantuanPrezi, dan konvensional; (2) Kemampuan komunikasi matematis siswa pada model pembelajaran Numbered Head Togetherberbantuan Prezilebih baik daripada model pembelajaran konvensional; (3) Kemampuan komunikasi matematis siswa pada model pembelajaran Student Teams Achievement Divisionberbantuan Prezilebih baik daripada model pembelajaran konvensional. (4) Kemampuan komunikasi matematis siswa pada model pembelajaran Numbered Head Togetherberbantuan Prezisama baiknya dengan model pembelajaran Student Teams Achievementberbantuan Prezi(5) Kemampuan komunikasi matematis siswa pada model pembelajaran Numbered Head Together berbantuan Prezi dan Student Teams Achievement Division  berbantuan Prezimencapai ketuntasan belajar.
Profil Tingkatan Berpikir Geometri Siswa Berdasarkan Teori Van Hiele Ditinjau dari Gender Yanuar, Taufik; Prasetyowati, Dina; Endahwuri, Dhian
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2022): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v4i1.8709

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkatan berpikir geometri siswa berdasarkan teori Van Hiele yang ditinjau dari gerder. Jenis dari penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini sebanyak 56 siswa kelas VIII selanjutnya dipilih 2 siswa yaitu laki-laki dan perempuan disetiap tingkatan 1, tingkatan 2, dan tingkatan 3. Pengumpulan data yang dilakukan yaitu dengan Van Hiele Geometry Test, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data menggunakan triangulasi teknik yaitu membandingkan hasil Van Hiele Geometry Test dengan hasil wawancara. Hasil penelitian menenjukkan bahwa tingkatan geometri siswa secara keseluruhan yaitu 3,57% siswa berada di tingkatan 0, 53,57% siswa berada pada tingkatan 1, 37,5% berada ditingkatan 2, dan 5,36% siswa berada ditingkatan 3. Jika dilihat pada gender tingkatan 0 terdapat masing-masing 1 siswa laki-laki dan perempuan, tingkatan 1 diisi oleh 19 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan, tingkatan 2 terdapat 9 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan, dan tingkatan 3 terdapat 1 siswa laki-laki dan 2 siswa siswa perempuan. Siswa perempuan lebih baik dari pada siswa laki-laki dalam tingkatan geometri.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Peserta Didik dalam Menyelesaikan Soal pada Materi Pola Bilangan Hidayah, Nilla Tri; Nugroho, Aryo Andri; Endahwuri, Dhian
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2020): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v2i1.5767

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan analisis kemampuan pemecahan masalah matematika dalam menyelesaikan soal pada materi pola bilangan. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 6 Jepara. Jenis penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian yang diambil adalah siswa kelas VIII C SMPN 6 Jepara tahun ajaran 2019/2020 yang berjumlah 32 peserta didik dan diklasifikasikan menjadi enam subjek yaitu peserta didik dengan tingkat kemampuan pemecahan masalah Tinggi, Sedang, dan Rendah. Pengumpulan data yang dilakukan yaitu tes tertulis dan wawancara. Teknik analisis data dilakukan dengan tiga tahapan, yaitu tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi data. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber yaitu dilakukan dengan cara mengecek data dari sumber yang berbeda. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1)subjek kemampuan pemecahan masalah berkemampuan tinggi dapat memenuhi semua indikator pemecahan masalah berdasarkan langkah polya dengan lancar dan tepat (2)subjek kemampuan pemecahan masalah berkemampuan sedang pada tahap memahami masalah dan merencanakan dapat menyelesaikan dengan tepat, akan tetapi pada tahap melaksanakan kembali terdapat kesalahan dalam perhitungan dan subjek tidak mampu memeriksa kembali, dan (3)subjek kemampuan pemecahan masalah berkemampuan rendah tidak dapat memenuhi semua indikator dengan tepat.
Efektifitas Model Pembelajaran Numbered Head Together (NHT) dan Discovery Learning Berbantu LKS terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Lingkaran Kelas Viii SMP N 2 Donorojo Dewi, Anita Setia; Sunandar, Sunandar; Endahwuri, Dhian
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 1, No 5 (2019): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v1i5.4461

Abstract

Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan saintific pada model pembelajaran Numbered Head Togetherdan Discovery Learning. Penelitian ini dilatarbelakangi karena proses pembelajaran matematika, guru masih menggunakan model pembelajaran konvensional yang cenderung monoton, untuk itu model pembelajaranNumbered Head Togetherdan Discovery Learningberbantu LKS sangat diperlukan. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Numbered Head Togetherdan Discovery Learningberbantu LKS terhadap hasil belajar siswa. Populasi penelitian ini adalah siswa-siswa SMP N 2 Donorojo Jepara. Sampel penelitian ini kelas VIII A, VIII B dan VIII C. Desain penelitian menggunakan quasi experimental design. Alat pengumpulan data berupa tes esai. Berdasarkan hasil uji anava satu arah didapatkan Fobs  Ftabel. Kemudian pada komparasi rerata antar baris digunakan Uji Scheefe’didapatkan F1-3 Ftabel, F2-3 Ftabel, dan F1-2 Ftabel. Pada kelas VIII A yang menggunakan pembelajaran  Numbered Head Togethersebanyak 19 siswa tuntas secara individual dengan presentase 86,36% tuntas secara klasikal. Pada kelas kelas VIII B yang menggunakan pembelajaran  Discovery Learningsebanyak 20 siswa tuntas secara individual dengan presentase 90,91% tuntas secara klasikal. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa (1) Terdapat perbedaan hasil belajar siswa antara siswa yang mendapatkan model Discovery Learning berbantu LKS, model Discovery Learning berbantu LKS, dan pembelajaran konvensional. (2) Terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang mendapatkan model Numbered Head Together berbantu LKS lebih efektif dari pada  pembelajaran konvensional. (3) Terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang mendapatkan model Discovery Learning berbantu LKS lebih efektif dari pada  pembelajaran konvensional. (4) Tidak terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang mendapatkan model Discovery Learning berbantu LKS dan model Numbered Head Together berbantu LKS. (5) Hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together berbantu LKS mencapai ketuntasan belajar secara individual maupun klasikal. (6) Hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Discovery Learning berbantu LKS mencapai ketuntasan belajar secara individual maupun klasikal. (7) Hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional tidak mencapai ketuntasan belajar secara individual maupun klasikal. Dengan demikian model pembelajaran Numbered Head Togetherdan Discovery Learningberbantu LKS dapat diterapkan dalam pembelajaran karena dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Efektivitas Model Pembelajaran Discovery Learning Dan Group Investigation Berbantu E-Book Terhadap Hasil Belajar Siswa (Studi Kasus SMA Negeri 5 Semarang Tahun 2020) Saputra, Ardi Wildan Risqi; Sudargo, Sudargo; Endahwuri, Dhian
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 3, No 6 (2021): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v3i6.7894

Abstract

Pelajaran matematika menjadi salahsatu ilmu yang universal dan digunakan oleh beberapa kalangan sebagai ilmu yang mendasari perkembangan teknologi modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran discovery learning dan investigation berbantu e-book terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini dilakukan berdasarkan uji lapangan yang bertempatkan di SMA Negeri 5 Semarang. Dengan sampel yang digunakan terbagi atas 3 kelas yaitu: Kelas 1 yakni diberikan perlakuan berupa pembelajaran menggunakan model Discovery Learning berbantu e-book; Kelas 2, diberi perlakuan berupa pembelajaran menggunakan model Investigation berbantu e-book; dan, kelas kontrol menggunakan model konvensional. Jenis penelitian ini menggunakan studi observasional dimana menggunakan metode kuantitatif deskriptif untuk mendapatkan uji validasi yang tepat pada objek penelitian. Hasil dari validasi ahli materi dan tanggapan siswa berkriteria baik, yaitu untuk ahli materi 82%, ahli media 87%, dan tanggapan siswa 85 %. Media tersebut layak untuk digunakan. Diketahui bahwa Maksimal nilai IF (Zi)I= 0,9534, maka L0= 0,013648 L 0,05: 32= 0.1567; DK {L I L 0,1567}; Maksimal IF (Zi)-S (Zi)I= 0,13648 ∉ DK. Maka dapat diketahui bahwa keputusan Uji: Maka H0 diterima. Sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal.  Berdasarkan dengan hasil pengujian T yaitu dimana t (0,05;62) yaitu 1.8281.669 maka H0 ditolak. Hasil dari pengujian ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran interaktif menggunakan model discovery learning lebih baik dan dapat mampu membantu siswa dalam memecahkan masalah matematis, dibandingkan dengan pembelajaran secara konvensional.
Profil Pedagogical Content Knowledge (PCK) Calon Guru Matematika dalam Kesiapan Mengajar Santosa, Muh. Gilang Wahyu; Kusumaningsih, Widya; Endahwuri, Dhian
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 1, No 5 (2019): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v1i5.4467

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil kemampuan Pedagogical Content Knowledgecalon guru matematika dalam kesiapan mengajar. PCK sangat penting untuk evaluasi calon guru matematika.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitiannya adalah mahasiswa calon guru matematika yang terdiri dari 2 orang, sedang melakukan magang 3, mempunyai IPK diatas 3.00. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data dengan menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa mahasiswa matematika dengan IPK 3.40 mempunyai profil Pedagogical Content Knowledgedalam kesiapan mengajar yang lebih baik dari mahasiswa matematika dengan IPK 3.35.