Claim Missing Document
Check
Articles

Cover DTM January 2020 M. Mirmanto
Dinamika Teknik Mesin Vol 10, No 1 (2020): Dinamika Teknik Mesin
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.98 KB)

Abstract

Cover DTM January 2020
PEMBUATAN BIODIESEL DARI KELAPA DENGAN METODE KERING Yesung Allo Padang; Mirmanto Mirmanto
Dinamika Teknik Mesin Vol 1, No 1 (2011): Dinamika Teknik Mesin
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.958 KB)

Abstract

Producing biodiesel by dry method has been conducted in the Laboratory of Energy Conversion, Mechanical Engineering Department, Mataram University. In the conventional method, coconut flesh is scrabbed and then squizzed to separate the coconut milk then from this milk obtained oil. In dry method, the flesh is cut in to small pieces then cook in the sealed container.Its vapor is collected , condensated and eventually oil is produced.By transesterification process biodiesel is obtained. The combination of metanol : coconut oil is varied as follow :10 (K0), 1:10 (K10), 2:10 (K20), dan 3:10 (K30). Biodiesel produced is then tested to evaluate its specific gravity,kinematic viscosity,flash point and calorifiec value.The result show that increased methanol concentration reduced specific gravity,kinematic viscosity,flash point and calorifiec value. Specific gravity for K0, K10, K20, and K30 in the transesterification process are 0.864, 0.851, 0.849, and 0.843, respectively. Kinematic viscosity for K0, K10, K20, and K30 are 5.65 mm2/s, 4.80 mm2/s, 4.29 mm2/s, and 3.52 mm2/s, respectively. Flash point for K0, K10, K20, and K30 are 62.330C, 58.670C, 54.670C, and 520C. Calorifiec value for K0, K10, K20, and K30 are 19601.842 Btu/lb, 19105.375 Btu/lb, 17803.337 Btu/lb, and 16548.844 Btu/lb.
Turbin Air Tesla dengan Variasi Diameter Lubang Keluaran Mirmanto Mirmanto; Arif Mulyanto; Buyung Anugerah
Techno (Jurnal Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purwokerto) Vol 19, No 2 (2018): Techno Volume 19 No.2 Oktober 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/techno.v19i2.3196

Abstract

Paper ini menyajikan hasil pengujian turbin air menggunakan prinsip turbin Tesla. Diameter lubang keluaran, yang berjumlah 4, divariasikan yaitu 10 mm, 15 mm dan 20 mm. Sedangkan diameter piringan turbin yang digunakan sebesar 120 mm dengan tebal piringan 2 mm, jumlah piringan 3 dan jarak antar piringan 2 mm serta terbuat dari CD bekas. Turbin diuji dengan head setinggi 5,2 m. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi besar diameter lubang pada piringan turbin terhadap unjuk kerjanya. Hasil penelitian menunjukan bahwa torsi terbesar dihasilkan oleh turbin dengan besar diameter lubang 20 mm yaitu 0,07 Nm pada putaran poros 203 rpm dan torsi terkecil didapat oleh besar diameter lubang 10 mm sebesar 0,01 Nm pada putaran 702 rpm. Daya maksimum dihasilkan sebesar 2,03 W pada putaran poros 403 rpm dan diameter lubang 20 mm. Daya minimum dihasilkan oleh turbin dengan diameter lubang 10 mm sebesar 0,404  W pada putaran poros 702 rpm. Efisiensi terbesar dihasilkan oleh turbin dengan diameter lubang 20 mm yaitu sebesar 6,57% dan efisiensi terkecil didapat pada turbin dengan diameter lubang 10 mm yaitu sebesar 1,3%.
Alat Penyedia Air Tawar bagi Masyarakat Pantai Desa Sekaroh M. Mirmanto; M. Mara; I.B. Alit; S. Sujita; H.S. Tira
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol 3, No 1 (2021): April, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3161.167 KB)

Abstract

Beberapa desa di pinggir pantai di daerah Loteng dan Lotim sering mengalami kekeringan setiap tahunnya. Air tawar yang merupakan kebutuhan pokok menjadi barang langka dan mahal harganya. Oleh sebab itu perlu dilakukan kegiatan pengabdian penyuluhan dan demo alat penyedia air laut tenaga surya (distiller) di desa Sekaroh, Jerowaru, Lotim. Dengan adanya percontohan dan penyuluhan tentang distiller  ini, tim pengabdian masyarakat berharap/ bertujuan bahwa masyarakat mempu tergerak hatinya untuk mencoba membuat peralatan serupa guna menanggulangi masalah kekurangan air tawar. Metode yang dilakukan pada kegiatan ini adalah demo dan penyuluhan dengan terlebih dulu membuat alat percontohan/ distiller dan mengujinya. Hasil uji distiller menunjukan bahwa dengan luasan distiller sekitar 0,8 m², distiller  mampu menghasilkan air tawar 700 sd 1000 ml air tawar per hari. Tetapi jika dilakukan scaling up misal luasanya menjadi 100 m²,  maka satu hari bisa menghasilkan air tawar sebanyak 80 sd 125 liter. Hasil dari kegiatan ini adalah satu unit alat penyedia air tawar (distiller ) atau alat pengubah air laut menjadi air tawar bertenaga matahari, dan perubahan perilaku masyarakat yang tertarik untuk mencoba membuat alat serupa. Peserta banyak yang bertanya secara detail tentang pembuatanya dan mereka akan mencotoh peralatan tersebut untuk digunakan mereka sendiri-sendiri terutama yang rumahnya dekat pantai. Ketertarikan masyarakat inilah meruoakan salah satu keberhasilan dari program pengabdian ini.
Pemanfaatan Energi Alternatif di SMAN 1 Labuapi M. Mirmanto; S. Sugiman; A.D. Catur; P. Pandiatmi; N. Nurpatria; S. Syahrul
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol 1, No 3 (2019): Oktober, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7951.892 KB)

Abstract

Counselling about the use of alternative energy has been carried out at SMAN 1 Labuapi as a partner. This counselling needs to be done because based on the analysis of the situation, the people around SMAN 1 Labuapi desperately need energy assistance. Meanwhile, in the area around the SMAN 1 Labuapi, there is plenty of alternative energy. Therefore, the main purpose of implementing community service is to motivate the community, especially the community of SMAN 1 Labuapi, to be able to provide their own energy. Then, it is hoped that SMAN 1 Labuapi is expected to provide a model of alternative energy utilization to meet the energy needs of the wider community of Desa Labuapi continuously. The method used in this service is the method of counselling and demonstration about the use of alternative energy. The results of service are changes in the behaviour of the people of SMAN 1 Labuapi to utilize alternative energy. One tool that had been practised was a biogas maker unit using gallons of Narmada.
Pemanfaatan Energi Alternatif untuk Keperluan Rumah Tangga Menuju Mandiri Energi M. Mirmanto; Yesung Allo Padang; Pandri Pandiatmi; S. Syahrul; S. Sinarep
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol 1, No 2 (2019): April, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1406.233 KB)

Abstract

The electrification ratio in Indonesia has only reached an average of 95.35%, but this achievement has not been evenly distributed, there are regions with high electrification and some that are very low. The electrification ratio in NTB for example has only reached 84.11%, therefore in NTB, the community still lacks electricity. Meanwhile, in fact the NTB region has very potential energy sources, such as solar energy, water energy, wind energy, marine energy, geothermal energy, biomass energy and biogas / syn-gas. However, the utilization of various energies has not been maximized. Based on this situation, this activity aims to introduce and promote the use of renewable energy sources. This community service activity was carried out at SMAN 1 Alas, West Lombok in the form of counseling and demonstration of renewable energy producers. In general, this activity ran well, safely and smoothly and got an encouraging response from the participants, and also got support from the community of SMAN 1 Alas and their teachers.
Disain Meja Ergonomis Mesin Poles untuk Perajin Perak di Desa Ungga, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah I Made Adi Sayoga; M. Mirmanto; I Gede Bawa Susana; I Made Mara; I Wayan Joniarta
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol 1, No 2 (2019): April, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.149 KB)

Abstract

Desa Ungga, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah, merupakan sentra kerajinan perak yang mulai terkenal apalagi dengan adanya jalur Bypass bandara internasional Lombok. Produk  unggulan yaitu: Bros, cincin, giwang, tusuk konde, suweng (sejenis giwang), liontin, gelang, dan bros-liontin. Perhiasan-perhiasan itu berbahan kombinasi kulit kerang  mutiara yang dibentuk jadi oval, bundar, lonjong, segiempat, segitiga, dan setengah bundar kemudian di ikat / dibingkai dengan ornamen perak dikombinasi dengan mutiara sehingga menghasilkan produk kerajinan berkelas. Mitra PPM BOPTN dalam kegiatan yang diusulkan adalah JENs Creative,,, dengan pemilik Pak Jaelani,,,Permasalahan yang ditemui di tempat UKM di bidang produksi yaitu posisi kerja bagian pemolesan produk dilakukan dengan duduk bersila di lantai, sehingga kurang nyaman untuk kondisi kerja dalam waktu lebih dari 1 jam, Program PPM BOPTN ini telah berhasil memberi solusi kepada UKM atas ketidak nyamanan kerja saat pemolesan kerajinan perak dengan merancangkan dan mendesain meja poles yang bisa digunakan dengan nyaman oleh karyawan kerajinan perak sehingga tidak perlu duduk bersila lagi tetapi bisa duduk santai diatas kursi plastik berhadapan dengan mesin poles diatas meja poles yang dilengkapi dengan wadah penampung sisa-sisa perak yang lepas saat pemolesan sehingga perak yang mahal tersebut bisa digunakan kembali menjadi bahan baku baru untuk membuat produk kerajinan perak yang lain. itu perlu dicarikan solusi untuk mengatasi masalah tersebut yaitu merancang mesin poles yang dibuat berdasarkan konsep ergonomi dengan menggunakan data anthropometri  dari karyawan sehingga didapatlah ukuran Meja Mesin poles Kerajinan perak yang di rancang dengan konsep ergonomi ( dimensi : Tinggi meja 55 cm, tinggi Tutup atas meja 50 cm Panjang Meja 72 cm lebar meja 42 cm, sudah dilengkapi dengan grinda poles Kata kunci ; mesin poles, ergonomi, kerajinan perak
Penyuluhan Perawatan Pompa Irigasi Jenis Sentrifugal Di Desa Darek Kabupaten Lombok Tengah Nurpatria Nurpatria; Sinarep Sinarep; Mirmanto Mirmanto; Yesung Allo Padang
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol 4, No 1 (2022): April, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2269.303 KB)

Abstract

Di Kabupaten Lombok Tengah terdapat area pertanian di sekitar Dam Pengga. Area tersebut mencakup lahan pertanin dari beberapa desa termasuk yang dimiliki sebagian petani Desa Darek. Pengairan sebagian lahan yang dekat dengan batas muka air dam dilakukan secara manual atau dengan pompa irigasi. Jenis pompa yang digunakan umumnya pompa sentrifugal berukuran kecil. Dalam operasionalnya, pompa tersebut perlu mendapat maintanance berkala atau perbaikan bila mengalami kerusakan. Penyuluhan dilakukan dengan target kelompok petani pengguna pompa irigasi agar pompa tersebut dapat dipakai lebih lama. Kelompok target juga diharapkan bisa menjadi agen untuk menyebarluaskan pengetahuan praktis dari hasil penyuluhan kepada petani lain yang tidak mengikuti kegiatan pengabdian. Penyuluhan diikuti anggota kelompok petani muda dari salah satu dusun di Desa Darek. Materi penyuluhan adalah panduan praktis perawatan pompa yang isinya mencakup identifikasi kerusakan umum pompa sentrifugal ukuran kecil. Dengan pedoman tersebut, peserta penyuluhan dapat memperbaiki sendiri pompa jika suatu saat menghadapi kerusakan ringan. Sebagian besar peserta telah dapat memahami isi penyuluhan berbekal materi panduan dan tutorial dengan pendampingan langsung saat penyuluhan.
Pemanfaatan Energi Alternatif Dan Terbarukan Yesung Allo Padang; Mirmanto Mirmanto Mirmanto; Syahrul Syahrul Syahrul; Sinarep Sinarep Sinarep; Pandri Pandiatmi Pandiatmi
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol 2, No 2 (2020): Oktober, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.465 KB)

Abstract

Sosialisasi pemanfaatan energi alternatif dan terbarukan harus ditanamkan sejak dini kepada generasi muda. Mereka harus sadar bahwa kita tidak bisa terus mengandalkan sumber energi dari bahan bakar fosil karena jumlahnya saya sangat terbatas dan tiap waktu kian berkurang. Kita harus memanfaatkan sumber daya lain yang ada di sekeliling kita dan tersedia sangat melimpah. Diantara sumber energi tersebut adalah biogas, biomassa dan energi surya.Biogas adalah gas yang berasal dari aktifitas dekomposisi/pembusukan zat organik oleh bakteri anaerob. Komponen utama biogas adalah metana (CH4) dan karbondioksida (CO2). Gas lainnya seperti H2S merupakan zat pengotor yang seharusnya dikurangi atau dihilangkan sama sekali dalam proses produksi biogas. Energi biomassa adalah energi dari zat organik yang dimanfaatkan tanpa merubahnya menjadi gas. Contoh energi biomassa adalah tempurung kelapa; dapat dibakar secara langsung atau terlebih dulu dijadikan briket untuk dimanfaatkan kemudian. Sementara itu energi dari matahari dapat dimanfaatkan secara langsung maupun tidak langsung. Penggunaan secara langsung seperti untuk menjemur produk pangan dan memanaskan air untuk mandi. Sementara secara tidak langsung yaitu diubah dulu menjadi energi listrik dengan teknik solar cell ataupun solar concentrator.Adapun kelompok generasi muda yang menjadi target dalam pengabdian ini adalah siswa siswi kelas III SMAN1 Sumbawa Besar. Meski hanya menampilkan gambar dan video tentang biomassa, biogas dan energi matahari, para peserta sangat antusias mengikuti materi yang diberikan. Hal ini dapat dilihat dari respon mereka ketika sesi tanya jawab. Pertanyaan yang berbobot diajukan para peserta diantaranya teknik penggunaan energi matahari, pembuatan biogas serta perbedaan biomassa dan biogas. Adapula yang menginginkan agar dilakukan demo penggunaan energi alternatif tersebut. Akan tetapi keterbatasan waktu dan peralatan tentunya tak bisa kami lakukan, namun saran tersebut akan kami tampung agar menjadi pertimbangan pada kegiatan sejenis berikutnya.
PENGARUH VARIASI LETAK SIRIP BERONGGA PADA ALAT DISTILASI SURYA TERHADAP HASIL AIR TAWAR M. Mirmanto; I Made Adi Sayoga; Patar Dayu Guna
Energy, Materials and Product Design Vol. 1 No. 1 (2022): Energy, Materials and Product Design
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.713 KB)

Abstract

For humans, clean water is a basic need in life. All life activities require water such as for bathing, cooking, washing and drinking. As time goes by and the world's population increases, the supply of clean water is decreasing. Some areas in the southern coast of Java, West Nusa Tenggara and East Nusa Tenggara often experience difficulties in obtaining clean water which is repeated every dry season arrives. The purpose of this study was to determine the effect of variations in the location of the hollow fins on the amount of fresh water produced. The data generated is the quantity of fresh water, the intensity of the sun, the speed of the wind around the distillation apparatus, the temperature of the water in the distillation apparatus. Varied are absorbers with flat plates, sleeping fins and standing fins. The research results show that standing fin absorbers produce the fresh water. On the first day, the mass of fresh water was 1.092 kg. On the second day, the fresh water obtained was 1.045 kg and on the third day, the fresh water obtained was 0.798 kg.