Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pengembangan Sistem Peminjaman Alat dan Bahan Laboratorium Berbasis Website dengan Teknologi Scan Barcode: Development of Website-Based Laboratory Equipment and Materials Loan System with Barcode Scan Technology Aprilea, Noor Adha; Puteri, Siti Noor A'in A'fifah; Jannah, Raudatul; Sofia, Norlaila
Jurnal Pengelolaan Laboratorium Vol 4 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/plp.v5i1.6241

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi layanan peminjaman alat dan bahan laboratorium berbasis Flutter guna mengatasi permasalahan sistem manual yang tidak efisien di Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Banjarmasin. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan pendekatan ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate). Aplikasi dirancang berdasarkan hasil analisis kebutuhan pengguna dan diuji melalui pendekatan PIECES (Performance, Information, Economy, Control, Efficiency, Service). Flutter dipilih karena kemampuannya membangun aplikasi lintas platform (Android dan iOS) dari satu basis kode, serta menyediakan antarmuka yang responsif dan cepat. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh fitur aplikasi, termasuk login, peminjaman, validasi, serta cetak laporan, berjalan secara optimal. Sebagian besar responden menyatakan bahwa aplikasi ini mempermudah proses administrasi, mempercepat layanan, serta meningkatkan transparansi dan kenyamanan pengguna. Efisiensi waktu meningkat signifikan, dari rata-rata 10 menit menjadi 2–3 menit per transaksi. Dengan demikian, aplikasi ini dinilai layak diimplementasikan secara luas untuk mendukung transformasi digital di lingkungan laboratorium pendidikan kesehatan, sekaligus memberikan kontribusi dalam pengembangan sistem informasi praktikum yang lebih terstruktur, efisien, dan mudah diakses oleh mahasiswa dan petugas laboratorium.
PENDAMPINGAN STIMULASI TUMBUH KEMBANG BAYI DENGAN METODE PIJAT BAYI (BABY MASSAGE) Sofia, Norlaila; Prihatanti, Nur Rohmah; Aprilea, Noor Adha; Nashriyah, Asy-syifa
Jurnal Widya Laksmi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal WIDYA LAKSMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) - Inpress
Publisher : Yayasan Lavandaia Dharma Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59458/jwl.v5i1.107

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dan ibu yang memiliki bayi di bawah dua tahun (baduta) tentang stimulasi tumbuh kembang bayi dengan metode pijat bayi sehat (baby massage) di wilayah kerja Puskesmas Astambul, Kabupaten Banjar. Program ini dilaksanakan melalui serangkaian kegiatan meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, serta evaluasi dan monitoring. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta, terdiri dari 20 ibu dengan baduta dan 10 kader posyandu. Hasil yang dicapai meliputi peningkatan pengetahuan peserta tentang pentingnya stimulasi tumbuh kembang bayi dan manfaat pijat bayi, peningkatan keterampilan dalam melakukan pijat bayi, serta partisipasi aktif kader dalam meneruskan program ini di posyandu masing-masing. Evaluasi dilakukan sebanyak 3 kali untuk memantau penerapan pijat bayi oleh ibu secara mandiri.Abstrak dalam Bahasa Indonesia tidak lebih dari 300 kata, dibuat dalam satu paragraph berisi: tujuan penelitian, metode pelaksanaan, simpulan, teknik analisis dan hasil kegiatan.
UPAYA PENCEGAHAN STUNTING MELALUI EDUKASI ASI EKSKLUSIF DAN TEKNIK MENYUSUI TAHUN 2025 Sofia, Norlaila; Prihatanti, Nur Rohmah; Aprilea, Noor Adha
JURNAL RAKAT SEHAT (JRS) : Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Rakat Sehat
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jrs.v4i2.111

Abstract

One of the main efforts in preventing stunting is through exclusive breastfeeding. To support this, health education and breastfeeding technique training are carried out to the community in the work area of the Astambul Health Center. The target of this activity is breastfeeding mothers with children aged 0–24 months. The activity partner, namely the Astambul Health Center, faces a high prevalence of stunting, so a strategy is needed to accelerate stunting reduction through health education on family empowerment, the Healthy Living Community Movement (Germas), and the optimization of the First 1000 Days of Life (HPK), especially related to exclusive breastfeeding and correct breastfeeding techniques. This activity was attended by 20 breastfeeding mothers. As part of the training, participants practiced proper breastfeeding techniques with the assistance of facilitators. The evaluation was carried out in two stages: (1) immediately after counseling to assess participants' understanding of exclusive breastfeeding and correct breastfeeding techniques; and (2) one month after the activity to evaluate the success of the application of the technique in daily breastfeeding practice. The results of the evaluation showed an increase in the knowledge and skills of the participants, which is expected to support efforts to reduce the stunting rate in the region through more optimal breastfeeding practices during the 1000 HPK period.
DETEKSI DINI KANKER SERVIKS DENGAN PEMERIKSAAN IVA DI PMB UMMAQU BANJARBARU Rubiati Hipni; Noorhayati Maslani; Erni Setiawati; Rusmilawaty, Rusmilawaty; Isrowiyatun Daiyah; Rafidah, Rafidah; Erni Yuliastuti; Noor Adha Aprilea; Chika Lestari; Rusmia Azizah
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1: Juni 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v4i1.7956

Abstract

Urgensi dilakukannya pengabdian kepada masyarakat dengan tema “Deteksi Dini Kanker Serviks Dengan Pemeriksaan IVA”karena melihat tingginya angka kejadian kanker serviks dan penyebab utama kematian pada wanita di Indonesia. Program pengabdian kepada masyarakt dengan tema “Deteksi Dini Kanker Serviks Dengan Pemeriksaan IVA” Di PMB Ummaqu Banjarbaru sangat penting dilakukan dengan Pemeriksaan IVA yang merupakan metode sederhana dan murah dalam mendeteksi awal terjadinya Kanker Serviks. Peran PMB Ummaqu adalah sebagai fasilitas kesehatan yang fokus pada pelayanan kesehatan wanita, PMB Ummaqu memiliki tanggung jawab dan potensi besar untuk menjadi pelopor dalam meningkatkan kesehatan payudara melalui edukasi dan layanan yang berkualitas. Dengan latar belakang, tujuan khusus, dan urgensi yang jelas, kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya pencegahan dan penanganan kanker serviks di Banjarbaru. Penyuluhan dan pemeriksaan IVA berhasil meningkatkan kesadaran dan pemahaman ibu tentang pentingnya deteksi dini kanker serviks. Pemeriksaan IVA yang dilakukan menunjukkan hasil negatif pada semua peserta (10 orang).
BACOPA MONNIERI DAN KESEHATAN NEUROLOGIS: TINJAUAN LITERATUR TERHADAP STUDI YANG MENELITI PERANNYA DALAM MENINGKATKAN FUNGSI KOGNITIF Isnaniah, Isnaniah; Aprilea, Noor Adha; barkinah, Tut; Kirana, Rita
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 4 No. 1: September 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: This literature review critically examines existing research on Bacopa monnieri, an herb renowned for its cognitive-enhancing properties. Objective: To investigate the impact of Bacopa monnieri on neurological health, with a particular focus on its role in improving cognitive function. Methods: A systematic literature search was conducted across major databases, including PubMed, Scopus, and Google Scholar, to identify relevant studies published to date. Inclusion criteria consisted of randomised controlled trials, observational studies, and systematic reviews exploring the cognitive effects of Bacopa monnieri on human subjects. Studies that examined different aspects of cognitive function, including attention, memory, and processing speed, were also included. Results: This review included a comprehensive analysis of 5 studies that met the inclusion criteria. The studies collectively revealed a spectrum of cognitive benefits associated with Bacopa monnieri supplementation. Significant improvements were observed in attention and memory-related tasks across different age groups. The neuroprotective, antioxidant and anti-inflammatory properties of Bacopa monnieri, attributed to active compounds such as bacosides, were often implicated in the observed cognitive improvements. Conclusion: Bacopa monnieri is emerging as a promising natural intervention for improving cognitive function, with a growing body of evidence supporting its neuroprotective effects. While methodological variations exist among studies, the overall trend suggests that Bacopa monnieri has the potential to address cognitive decline associated with ageing and other neurological conditions. This review provides a nuanced understanding of the current state of knowledge, emphasising the need for further well-designed trials to elucidate optimal dosage, duration, and potential long-term effects. The findings contribute to the ongoing discourse on natural interventions for cognitive enhancement and provide valuable insights for researchers and healthcare practitioners.
Description of Knowledge and Dietary Patterns of Pregnant Women in Relation to The Incidence of Anemia Rizty Emelia, Herizka; Noor Adha Aprilea; Nurun Nisa
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 7 No. 2 (2025): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI (JR-PANZI)
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v7i2.271

Abstract

Anemia is a major health problem with widespread impacts on society, especially in developing countries like Indonesia. In Indonesia, the prevalence of anemia reaches 26% in children aged 5–12 years and 23% in adolescent girls aged 13–18 years. Southeast Asia is the region with the highest rate at 42%, while in developing countries the prevalence of anemia in pregnancy reaches 75%. Anemia in pregnancy carries the risk of complications for the fetus, the pregnant mother, and postpartum, and is often caused by iron deficiency in the body. Factors that influence hemoglobin levels in pregnant women include basic factors (knowledge, education, and socio-cultural factors) and direct factors (consumption of iron tablets, nutritional status, infection, and bleeding). Protein intake also plays an important role in iron transport, so its deficiency can increase the risk of anemia. This study aims to determine the overview of knowledge and consumption patterns of pregnant women regarding the incidence of anemia. The study was conducted in 2025 in Banjar Regency, South Kalimantan, with 30 pregnant women as respondents. The method used was a survey and interviews using a questionnaire and FFQ, with descriptive analysis. The independent variables were knowledge and consumption patterns, while the dependent variable was anemia. The results of the study showed that the highest frequency distribution of anemia categories for the knowledge variable was the sufficient category (46.7%), in the consumption pattern of Heme, Non-Heme and food ingredients that increase Fe, the most were in the frequent category (60.0%), the consumption pattern of food ingredients that inhibit Fe was the most in the rare category (53.3%). The conclusion of this study is that pregnant women in the Banjar Regency area regarding the occurrence of anemia in general have quite good knowledge and consumption patterns
Efektivitas Pelatihan Pijat Bayi dalam Meningkatkan Pengetahuan Ibu tentang Pijat Bayi dan Berat Badan Bayi Rohmah, Nur; Sofia, Norlaila; Aprilea, Noor Adha
Optimal Midwife Journal Volume 1 No. 2 Desember 2024
Publisher : PT Nuansa Fajar Cemerlang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15875634

Abstract

Pendahuluan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan pijat bayi dalam meningkatkan pengetahuan ibu dan hubungannya dengan peningkatan berat badan bayi di Kabupaten Banjar. Metode: Menggunakan desain quasi-eksperimental dengan kelompok kontrol, penelitian ini melibatkan 51 pasangan ibu-bayi yang dibagi menjadi kelompok intervensi (n=17) dan kelompok kontrol (n=34). Hasil: Hasil uji McNemar menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan ibu tentang manfaat pijat bayi (p=0,031), teknik pijat bayi (p=0,016), tanda bayi siap dipijat (p<0,001), dan hal-hal yang perlu diperhatikan saat memijat bayi (p=0,016). Peningkatan paling drastis terlihat pada pengetahuan tentang tanda bayi siap dipijat, dari 11,8% menjadi 88,2%. Meskipun pengetahuan tentang persiapan pijat bayi meningkat dari 82,4% menjadi 94,1%, perubahan ini tidak signifikan secara statistik (p=0,250). Diskusi/Saran: Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelatihan pijat bayi efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu dan berpotensi mendukung pertumbuhan bayi yang optimal. Analisis lebih lanjut menunjukkan adanya hubungan positif antara peningkatan pengetahuan ibu dengan peningkatan berat badan bayi. Penelitian dengan sampel yang lebih besar dan periode observasi yang lebih panjang diperlukan untuk memastikan efek jangka panjang dari peningkatan pengetahuan ibu tentang pijat bayi terhadap pertumbuhan dan perkembangan bayi.
Development and Usability Evaluation of the "Si BINTANG" Audiovisual Web Application for Integrated Child Growth and Development Monitoring Sofia, Norlaila; Hapisah; Noor Adha Aprilea; Rusmilawaty; Yuniarti; Zakiah
Jurnal Teknokes Vol. 18 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Jurusan Teknik Elektromedik, Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/jteknokes.v18i4.127

Abstract

Indonesia’s child growth monitoring system, essential for national stunting prevention, still relies on paper-based tools such as the Child Health Card (KMS), which often face challenges of low parental engagement, fragmented data management, and limited health literacy. Existing digital applications primarily function as data logbooks, lacking interactive audiovisual content that can effectively support parents with diverse literacy levels and learning needs. This gap highlights the urgency for innovative health communication strategies that bridge conventional and digital media to enhance participatory learning and improve community-based child monitoring practices. This study developed and evaluated Si BINTANG (Interactive Barcode-Based Growth and Development Information System). This hybrid audiovisual web platform connects a printed child monitoring book with digital content through QR code technology. The application was designed using a user-centered and health communication approach to enhance parental understanding, motivation, and engagement in monitoring their child's growth and development. A preliminary usability evaluation involving experts and mothers of children under five indicated high system quality, usability, and user acceptance, demonstrating positive responses across functionality, accessibility, and user satisfaction. These results suggest that hybrid digital–print integration can enhance health education by making it more interactive, inclusive, and accessible for families, particularly in low-literacy or resource-limited settings. While the findings show encouraging potential, this study acknowledges several limitations, including the small and localized sample size. Future research will focus on large-scale implementation and impact assessment on parental knowledge, behavioral change, and child health outcomes. The Si BINTANG platform represents a promising direction for strengthening family-based stunting prevention through hybrid digital innovation, contributing to Indonesia’s ongoing digital health transformation and community empowerment agenda.
HUBUNGAN PARITAS, PENDIDIKAN, DAN USIA IBU DENGAN KEJADIAN STUNTING Prihatanti, Nur Rohmah; Sofia, Norlaila; Aprilea, Noor Adha
Malang Journal of Midwifery (MAJORY) Vol. 7 No. 2 (2025): MAJORY : Malang Journal of Midwifery
Publisher : Poltekkes Kemenkes Malang & IBI Ranting Pendidikan Kota Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan yang serius di Indonesia, termasuk di Kalimantan Selatan. Stunting berdampak jangka panjang pada perkembangan fisik dan kognitif anak. Sangat penting untuk memahami faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kejadian stunting agar upaya pencegahan dan penanggulangan dapat dilakukan secara efektif. Beberapa faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian stunting antara lain paritas, pendidikan, dan usia ibu. Sehingga tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan paritas, pendidikan, dan usia ibu dengan kejadian stunting. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel Penelitian adalah Ibu yang memiliki anak usia 12-24 bulan sebanyak 30 responden dengan instrumen penelitian berupa kuesioner. Penelitian dilakukan di Desa Pasar Jati dan Kelampaian Ilir yang merupakan wilayah kerja Puskesmas Astambul Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan. Uji Statistik yang digunakan adalah uji chi square dengan batas kemaknaan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara paritas (p-value 0,094) dan pendidikan ibu (p-value 0,880) dengan kejadian stunting. Sedangkan usia ibu menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dengan kejadian stunting (p-value 0,046). Hasil penelitian menujukkan bahwa paritas tidak secara langsung mempengaruhi risiko stunting pada anak begitu juga dengan pendidikan ibu. Secara konseptual, paritas dan pendidikan ibu sering dianggap sebagai salah satu faktor determinan penting status gizi anak. Namun, temuan ini justru menunjukkan bahwa paritas dan tingkat pendidikan ibu bukanlah satu-satunya penentu dalam mencegah stunting. Dan terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu dengan kejadian stunting. Penelitian menunjukkan bahwa usia 20-35 tahun memiliki risiko stunting yang lebih rendah dibandingkan kelompok usia kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun
Impact of Infant Massage on Weight Gain: A Study in Banjar District, South Kalimantan Adha Aprilea, Noor; Sofia, Norlaila; Rohmah Prihatanti, Nur; Rusmilawaty, Rusmilawaty
Jurnal Keterapian Fisik Jurnal Keterapian Fisik Volume 9 Issue 2 Year 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/jkf.v9i2.448

Abstract

Background: Underweight in children under five is still a significant health problem in many parts of the world, especially in developing countries. One such intervention that has gained cultural significance is infant massage, a traditional practice that promotes relaxation, improves digestion, and enhances weight gain. This study seeks to evaluate the impact of infant massage on weight gain in infants under 24 months within Banjar Regency, a region where undernutrition presents a significant public health issue. While infant massage is traditionally practiced and believed to benefit infant health, its effectiveness remains debatable. Methods: A quasi-experimental design with a control group involving 51 mother-infant pairs was employed. Participants were divided into an intervention group (n=17) that received infant massage training and performed it over three months and a control group (n=34) that received no such intervention. This research uses an observation form instrument. Infant weight gain was the primary outcome measure, with data analyzed using independent sample t-tests to assess differences between the two groups. Results: No statistically significant difference was found in weight gain between the intervention and control groups (t = -0.415, p = 0.680). However, descriptive data revealed that 88.2% of infants in the intervention group experienced weight gain compared to 85.3% in the control group, indicating a potential trend toward positive effects of infant massage. Conclusion: Despite the lack of statistical significance, the observed trend suggests potential benefits of infant massage. Further research with larger sample sizes and longer durations is recommended.