Claim Missing Document
Check
Articles

PERKEMBANGAN DAN DASAR BIOLOGIS VIRUS WEST NILE Axl Laurens Lukas Windah; Elly Suoth; Fatimawali Fatimwali; Trina Tallei
PHARMACON Vol. 11 No. 2 (2022): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.11.2022.41740

Abstract

ABSTRACTWest Nile virus is a neurotropic pathogen that can cause West Nile fever or encephalitis. The expansion of west nile virus is strongly influenced by mosquitoes, especially with the type of culex sp and aedes sp. The virus has a single-stranded RNA genome that is believed to have very rapid adaptation and spread. Mutations in west nile virus can occur in both structural proteins and non-structural proteins. In previous studies, it was explained that mutations in the structural protein west nile virus are beneficial because they can reduce mortility by up to 50% in invivo test. However, antiviral drugs and vaccines in humans specific to west nile virus are still being temporarily developed. This review discusses more about the development, biological basis and diagnosis of therapy and prevention of the spread of west nile virus.Keywords: West nile virus, Evolution, Biological Basis, Diagnosis, Treatment and Pevention ABSTRAKVirus West Nile merupakan patogen yang bersifat neurotropik yang dapat menyebabkan demam west nile maupun ensefalitis. Perluasan dari virus west nile ini sangat dipengaruhi oleh nyamuk terutama dengan jenis culex sp dan aedes sp. Virus ini memiliki genom single-stranded RNA yang dipercaya memiliki adaptasi dan penyebaran yang sangat cepat. Mutasi pada virus west nile dapat terjadi baik pada protein struktural maupun protein non-struktural. Pada penelitian sebelumnya dijelaskan bahwa mutasi pada protein structural virus west nile bersifat menguntungkan dikarenakan mampu menurunkan mortilitas hingga 50% pada hewan uji. Namun, Obat antiviral dan vaksin pada manusia yang spesifik terhadap virus west nile ini masih sementara dikembangkan. Ulasan ini membahas lebih lanjut mengenai perkembangan, dasar biologis serta diagnosis terapi dan pencegahan dari penyebaran virus west nile.Kata kunci: Virus west nile, Perkembangan, Dasar Biologis, Diagnosis, Pengobatan dan Pencegahan
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAN FRAKSI DAUN TORBANGUN (Plectranthus amboinicus Lour) Gabriel Tikulembang; Herni E. I Simbala; Elly Suoth
PHARMACON Vol. 12 No. 3 (2023): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.12.2023.48866

Abstract

Plectranthus amboinicus Lour. atau yang biasa disebut dengan daun Torbangun adalah salah satu tanamandari famili Lamiaceae yang sering dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional karena potensinya sebagaiantioksidan. Antioksidan adalah suatu senyawa atau komponen kimia yang memiliki kemampuan untukmenghambat dan memperlambat kerusakan akibat proses oksidasi ketika berada dalam kadar atau jumlahtertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi dari ekstrak daun Torbangun (Plectranthusamboinicus Lour.) sebagai antioksidan. Penelitian ini merupakan eksperimental laboratorium dengan metodeekstraksi maserasi dan fraksinasi. Ekstrak etanol daun Torbangun (Plectranthus amboinicus Lour.), fraksimetanol, kloroform , dan n-heksan diuji memakai metode DPPH (1,1difenil-2-pikrilhidrazil) yang diukurdengan alat spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun Torbangun(Plectranthus amboinicus Lour.) memiliki aktivitas antioksidan yaitu pada ekstrak etanol 80,8%, fraksimetanol 43,4%, fraksi kloroform 85,7%, dan fraksi n-heksan 59,6%. Hasil penelitian terlihat bahwa fraksikloroform mempunyai aktivitas antioksidan paling tinggi dari pelarut yang lain.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL BATANG LENGKUAS PUTIH (Alpinia galanga) DENGAN METODE ABTS Maria Immaculata Tangkau; Fatimawali Fatimawali; Elly Suoth
PHARMACON Vol. 12 No. 3 (2023): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.12.2023.49216

Abstract

Lengkuas biasa digunakan sebagai obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan fitokimia dan aktivitas antioksidan ekstrak etanol dari batang lengkuas (Alpinia galanga). Batang lengkuas diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 95%. Skrining fitokimia yang dilakukan meliputi uji flavonoid, triterpenoid, saponin, polifenol secara kualitatif dengan metode uji warna. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode ABTS (2,2-Azinobis(3-ethylbenzothiazoline)-6-sulfonic acid) dan vitamin C sebagai pembanding, serapan diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 750 nm. Hasil Skrining fitokimia pada ekstrak etanol batang lengkuas (Alpinia galanga) menunjukkan hasil positif terhadap flavonoid, triterpenoid dan polifenol, sementara saponin menunjukkan hasil negatif. Aktivitas antioksidan dianalisis menggunakan persamaan garis regresi y = 3,293x + 40.606, diperoleh IC₅₀ 1,675 ppm dan pembanding vitamin C diperoleh IC₅₀ 2,0405 ppm. Dari hasil tersebut diketahui ekstrak etanol batang lengkuas (Alpinia galanga) dan pembanding vitamin C menunjukkan keduanya memiliki aktivitas antioksidan yang termasuk dalam kategori sangat kuat. Kata kunci : Antioksidan, ABTS, Alpinia galanga.
IDENTIFIKASI BAHAN KIMIA OBAT SILDENAFIL SITRAT PADA JAMU KUAT YANG BEREDAR DI KOTA MANADO Astrid Maulani Runtukahu; Fatimawali; Elly Juliana Suoth
PHARMACON Vol. 13 No. 1 (2024): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.13.2024.49343

Abstract

Penambahan bahan kimia obat dengan jamu sering dilakukan guna meningkatkan khasiat obat tradisional. Sildenafil sitrat adalah obat yang digunakan untuk mengatasi disfungsi ereksi pada pria sering ditambahkan dalam jamu kuat. Penggunaan tanpa pengawasan medis yang tepat dapat meningkatkan resiko efek samping yang serius. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya kandungan sildenafil sitrat dalam jamu kuat. Sampel jamu kuat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 5 macam merek jamu kuat yang dijual di sekitar Manado. Sampel diambil dengan secara purposive sampling. Metode penelitian dilakukan secara dekriptif dengan analisa kualitatif menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukan adanya jamu yang mengandung sildenafil sitrat yaitu sampel jamu C, D dan E mempunyai spektrum panjang gelombang yang hampir sama dengan baku sildenafil sitrat dengan λmax : 292 nm. Kata Kunci : Sildenafil Sitrat, Spektrofotometri UV-Vis, Jamu Kuat, Panjang Gelombang.
In Vitro Antioxidant Activity of Chrysanthemum indicum Flowers Extract and Its Fraction Dolongtelide, Jeclin Inebel; Fatimawali, Fatimawali; Tallei, Trina Ekawati; Suoth, Elly Juliana; Simbala, Herny Emma Inonta; Antasionasti, Irma; Kalalo, Marko Jeremia
Malacca Pharmaceutics Vol. 1 No. 2 (2023): October 2023
Publisher : Heca Sentra Analitika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60084/mp.v1i2.26

Abstract

Chrysanthemum indicum L., commonly known as Chrysanthemum flower, is an herbaceous plant that has a long-established history of medicinal usage. There has been extensive research about C. indicium L, especially about its antioxidant activities, but not much has been done on its fraction. This study aimed to explore the efficacy of the ethanol extract and its fraction derived from Chrysanthemum flowers in scavenging free radicals. The antioxidant potential of the ethanol extract, as well as its aqueous and n-hexane fractions, was evaluated using the 2,2-diphenyl-1-picrilhidrazine (DPPH) method in vitro. The degree of antioxidant activity was quantified by determining the IC50 value, which corresponds to the concentration of the extract or fractions required to inhibit 50% of DPPH free radicals. The results obtained from this investigation provide strong evidence that the ethanolic extract, as well as its aqueous and n-hexane fractions, exhibited significant antioxidant activity. The measured IC50 values for the ethanolic extract, aqueous fraction, and n-hexane fraction were 1.350 µg/mL, 1.109 µg/mL, and 7.588 µg/mL, respectively.
Aktivitas Penurunan Kadar Glukosa Ekstrak Daun Leilem (Clerodendrum minahassae L) Secara In-vitro dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis Suoth, Elly; Mansauda, Karlah Lifie; Datu, Ronald Joy
CHEMISTRY PROGRESS Vol. 17 No. 2 (2024)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.17.2.2024.58386

Abstract

ABSTRAK Tingginya reaksi oksidasi menyebabkan terbetuknya radikal bebas dalam tubuh manusia yang dapat memicu berbagai penyakit degeneratif seperti diabetes mellitus. Tanaman endemik Sulawesi Utara salah satunya yaitu daun leilem telah terbukti pada penelitian sebelumnya memiliki aktivitas sebagai antioksidan. Pada penelitian sebelumnya telah diuji aktivitas antioksidan ekstrak serta beberapa fraksi daun leilem dan diperoleh hasil bahwa ekstrak daun leilem memiliki aktivitas antioksidan paling baik. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk melanjutkan penelitian sebelumnya dari daun leilem dengan melihat aktivitas penurunan kadar glukosa dari ekstrak daun leilem secara invitro dengan metode spektrofotometri UV-Vis menggunakan pereaksi Nelson Somogyi dengan kadar glukosa yang digunakan yaitu 40 ppm dan konsentrasi ekstrak yang digunakan adalam 20, 40, 60, 80 dan 100 ppm serta menguji kadar total fenol dan flavonoid pada ekstrak etanol daun leilem. Hasil penelitian diperoleh bahwa ekstrak daun leilem dapat menurunkan kadar glukosa secara in vitro. Pada ekstrak dengan konsentrasi 20 ppm kadar glukosa menurun sebanyak 50,77%, ekstrak 40 ppm kadar glukosa menurun sebanyak 55,55%, 60 ppm ekstrak kadar glukosa turun sebanyak 60,45%, ekstrak 80 ppm kadar glukosa turun sebanyak 65,12 ppm dan ekstrak dengan konsentrasi 100 ppm kadar glukosa turun sebanyak 70,55%. Untuk kadar total fenol pada ekstrak yaitu 143,105 mg GAE/g dan total flavonoid pada ekstrak etanol daun leilem yaitu 76,265 mg QE/g   ABSTRACT High oxidation reactions cause the formation of free radicals in the human body which can trigger various degenerative diseases such as diabetes mellitus. One of the endemic plants of North Sulawesi, leilem leaves, has been proven in previous research to have antioxidant activity. In previous research, the antioxidant activity of extracts and several fractions of leilem leaves had been tested and the results showed that leilem leaf extract had the best antioxidant activity. For this reason, this research aims to continue previous research on leilem leaves by looking at the activity of reducing glucose levels from leilem leaf extract in vitro using the UV-Vis spectrophotometric method using Nelson Somogyi reagent with the glucose level used being 40 ppm and the extract concentration used being 20, 40, 60, 80 and 100 ppm and tested the total phenol and flavonoid levels in the ethanol extract of leilem leaves. The research results showed that leilem leaf extract could reduce glucose levels in vitro. In the extract with a concentration of 20 ppm the glucose level decreased by 50.77%, in the 40 ppm extract the glucose level decreased by 55.55%, in the 60 ppm extract the glucose level decreased by 60.45%, in the 80 ppm extract the glucose level decreased by 65.12 ppm and extracts with a concentration of 100 ppm glucose levels decreased by 70.55%. The total phenol content in the extract is 143.105 mg GAE/g and the total flavonoid content in the ethanol extract of leilem leaves is 76.265 mg QE/g
Pemberdayaan Kelompok Tani Kekelor dan Pinangimbalian Desa Pinapalangkow Dalam Program Pelatihan Pembuatan Sabun Dari Daun Cengkeh Suoth, Elly; Mansauda, Karlah Lifie; Lebang, Julianri Sari
The Studies of Social Sciences Vol. 7 No. 1 (2025): The Studies of Social Sciences
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/tsss.v7i1.58385

Abstract

Kelompok tani Kekelor dan Pinangimbalian di Desa Pinapalangkow merupakan kelompok tani yang tidak terlalu aktif, dimana kelompok tani ini hanya aktif pada masa panen saja. Hal ini terjadi karena para petani hanya fokus pada buah cengkehnya saja. Padahal ada bagian lain dari pohon cengkeh yang dapat dimanfaatkan seperti daun cengkeh. Daun cengkeh yang juga hampir sama dengan buah cengkeh memiliki metabolit sekunder yang dapat bermanfaat bagi tubuh manusia dapat di oleh untuk mendapatkan minyak cengkeh ataupun dapat di manfaatkan untuk pembuatan berbagai produk kesehatan lainnya. Untuk itu pendampingan atau pelatihan pembuatan sabun dari daun cengkeh ini sangat penting bagi kelompok tani Kekelor dan Pinangimbalian untuk dapat meningkatkan aktivitas dan penghasilan dari anggota kelompok tani. Selain upaya meningkatkan penghasilan bagi kedua kelompok tani yang ada di Desa Pinapalangkow, pelatihan pembuatan sabun mandi dengan bahan aktif daun cengkeh juga akan dapat memanfaatkan daun cengkeh yang banyak berjatuhan di setiap kebun dari para petani. Pelatihan pembuatan sabun mandi dari bahan aktif daun cengkeh ini juga sangat diharapkan dapat meningkatkan ekonomi dari para anggota kelompok
In Silico Analysis of the Antigastritis Activity of Gedi (Abelmoschus manihot) Flower Flavonoids on H2 Receptor Adikila, Gregorius Giani; Hariyanto, Yuanita Amalia; Tallei, Trina Ekawati; Suoth, Elly Juliana; Sudewi, Sri; Fatimawali, Fatimawali
Borneo Journal of Pharmacy Vol. 8 No. 3 (2025): Borneo Journal of Pharmacy
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjop.v8i3.7586

Abstract

Gastritis remains a highly prevalent health concern in Indonesia, underscoring a continuous demand for innovative therapeutic interventions. The flower of Abelmoschus manihot, commonly known as Gedi, has garnered interest for its potential antigastritis properties, specifically as an H2 antagonist, attributed to its rich flavonoid content. This study aimed to rigorously evaluate the H2 antagonist potential of A. manihot flowers using an in silico approach. Our research methodology involved assessing the physicochemical and pharmacokinetic profiles, alongside molecular docking simulations, of ten prominent flavonoid ligands identified in A. manihot flowers: quercetin, myricetin, myricetin-3-O-glucoside, myricetin-3'-O-glucoside, quercetin-3'-O-glucoside, hibifolin, isoquercetin, hyperoside, quercetin-3-O-robinobioside, and rutin. The analysis of physicochemical and pharmacokinetic properties encompassed Lipinski's Rule of Five and comprehensive ADMET predictions. Molecular docking simulations focused on evaluating binding energies and interactions with crucial H2 receptor residues: Asp98, Asp186, Val99, and Phe254. Among the ligands being assessed, quercetin demonstrated the most favorable physicochemical-pharmacokinetic characteristics and exhibited superior binding affinities and interactions in the molecular docking analysis. These findings collectively suggest that A. manihot flower holds significant promise as a natural source for antigastritis agents, specifically through its potential H2 antagonist activity, with quercetin emerging as a key contributing compound.
Network Pharmacology Approach to Understanding the Antidiabetic Effects of Pineapple Peel Hexane Extract Pendong, Christa Hana Angle; Suoth, Elly Juliana; Fatimawali, Fatimawali; Tallei, Trina Ekawati
Malacca Pharmaceutics Vol. 2 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Heca Sentra Analitika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60084/mp.v2i1.162

Abstract

The increased interest in exploring alternative treatments for type 2 diabetes mellitus is accompanied by a rise in the prevalence of type 2 diabetes mellitus. Pineapple peel is one of the by-products of pineapple fruit and is known to possess potential for anti-diabetic activity. In this study, the n-hexane extract of pineapple peel was analyzed using network pharmacology methods to ascertain its potential in treating type 2 diabetes mellitus. The GC-MS analysis of the n-hexane extract of pineapple peel revealed the presence of 42 compounds, with 8 of them considered safe as they met the Lipinski Rule of Five criteria for drug-likeness and were classified as safe with toxicity levels in classes IV and V. The pineapple peel extract targeted 55 proteins related to type 2 diabetes mellitus (DMT2), potentially affecting DMT2 through the AGE-RAGE pathway in diabetes complications and insulin resistance. Network pharmacology analysis identified five genes targeted by pineapple peel, namely MAPK1, JAK2, MAPK8, PRKCD, and PPARA. Among these genes, MAPK1 exhibited a higher overall score than the others. Apart from its role in diabetes, MAPK1 is also implicated in cancer.
ANALISIS KANDUNGAN RHODAMIN B PADA LIPSTIK ILEGAL YANG BEREDAR DI PASAR LANGOWAN TIMUR Kamu, Priska Eliasa; Fatimawali; Suoth, Elly Juliana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31680

Abstract

Penggunaan bahan-bahan tertentu yang dapat membahayakan kesehatan konsumen menjadi permasalahan yang timbul dalam peredaran produk kosmetik. Salah satu bahan berbahaya yang digunakan pada lipstick adalah Rhodamin B yang dapat menyebabkan kanker jika digunakan dalam jangka waktu yang panjang. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi dan mengetahui kadar Rhodamin B pada lipstik ilegal yang beredar di pasar Langowan Timur. Pengujian secara kualitatif yaitu dengan metode Kromatografi Lapis Tipis dan secara kuantitatif menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis. Hasil dari penelitian ini secara kualitatif yaitu dengan menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) terdapat 2 sampel lipstik yang teridentifikasi mengandung Rhodamin B dengan nilai Rf 0,77. Analisis kuantitatif menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis, kadar Rhodamin B sampel B sebesar 11,4 µg/mL  ± 0,010 dan pada sampel C sebesar 11,1 µg/mL  ± 0,003. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat 2 merek lipstik yang beredar di pasar Langowan Timur mengandung Rhodamin B, sehingga perlu adanya pengawasan dari pihak terkait terhadap peredaran kosmetik yang illegal.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abdullah, Fatamorgana Abdullah, Rezky Putri Indarwati Abdullah, Surya Sumantri Adikila, Gregorius Giani Adithya Yudistira Angellia Grace Yetto Antasionasti, Irma Aryani Tampi Astrid Maulani Runtukahu Axl Laurens Lukas Windah Berlian Tasya Tumundo Billy Johnson Kepe Datu, Olvie Syenni Datu, Ronald Joy DEBY AFRIANI MPILA Defny Silvia Wewengkang Della Elshaday Ronga Dolongtelide, Jeclin Inebel Edwin de Queljoe Erladys Melindah Rumondor Eunike Elizabeth Kindangen Ezrani Tasiam Fatimawali Fatimawali . Fatimawali Fatimwali Fenezia Yosevina Lumempow Fitriawati Tongkali Frenly Wehantouw Frenly Wehantouw Gabriel Tikulembang Gosal, Angel T. Gultom, Minar N. S. Hariyanto, Yuanita Amalia Henki Rotinsulu Herni E.I Simbala Herny E.I. Simbala Hindang Kaempe Hosea J. Edy, Hosea J. Hosea Jaya Edy Hotmian, Ellen Irma Antasionasti Irma Antasionasti Irma Antasionasti Irma Febrianti Wahongan Josua, Endro Julianri Sari Lebang Julianri Sari Lebang, Julianri Sari Kalalo, Marko Jeremia Kamu, Priska Eliasa Karlah L. R. Mansauda Lomboan, Evander Roliand Manik, Grace Dien Manopo, Chintia M. Margaretha, Putri Maria Immaculata Tangkau Marko Jeremia Kalalo Meilani Jayanti Nikita Thalia Ayu Jati Nursafitri Syahrudin Olvi Datu Pamudji, Gunawan Paulina yamlean Paulina Yamlean Pehino, Albrita Pendong, Christa Hana Angle Purwoko, Agus Ratte, Titah Amelia Rina Herowati Risma Situngkir Rumondor, Erladis Rundengan, Gerald Saerang, Missyeling Siboantua Broolin Simanjuntak Sitti Juliah Nurhamidin Sri Sudewi Sri Sudewi, Sri Tania, Adinda Dwi Tifani, Tifani Titah Amelia Ratte Trina Ekawati Tallei TRINA EKAWATI TALLEI Trina Tallei Trina Tallei Vibrila Berliana Djanas Widdhi Bodhi Widya Astuty Lolo