Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Evaluasi Pendidikan Karakter di Universitas Asyha, Agus Faisal; Wakhudin, Wakhudin; Sanjaya, Agus; Nurmaliati, Nurmaliati; Kadirun, Kadirun; Andriani, Nining
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 4 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i4.1256

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan pendidikan karakter di universitas dan menilai efektivitas program serta tantangan yang dihadapi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi dari dosen, mahasiswa, pengelola program, dan staf administrasi di beberapa universitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program pendidikan karakter bervariasi antar universitas, dengan beberapa institusi menerapkan pendekatan terintegrasi dalam kurikulum, sementara yang lain lebih bergantung pada kegiatan ekstrakurikuler. Keterlibatan aktif dosen dan pengelola program terbukti sebagai faktor kunci dalam keberhasilan program, yang berdampak positif pada pengembangan keterampilan komunikasi, sikap positif, dan kemampuan kerja sama mahasiswa. Namun, tantangan seperti kekurangan sumber daya, fasilitas, dan pelatihan dosen mempengaruhi efektivitas program. Kesimpulannya, untuk meningkatkan hasil pendidikan karakter, universitas perlu memperbaiki strategi implementasi, meningkatkan dukungan dari semua pihak terkait, serta melakukan evaluasi berkelanjutan untuk memastikan relevansi dan dampak positif program terhadap mahasiswa.
Pembelajaran Fisika Mengintegrasikan Etnosains Makanan Tradisional (Literatur Review) Nurmaliati, Nurmaliati
JURNAL PENDIDIKAN ROKANIA Vol 9 No 3 (2024): Jurnal Pendidikan Rokania
Publisher : STKIP ROKANIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37728/jpr.v9i3.1105

Abstract

This study aims to determine traditional foods that can be integrated into physics learning materials and to determine competencies that can be improved through learning traditional food ethnoscience. This research method is a literature review method, with a sample of 9 research articles from national and international journals. From the results of the study, it is known that among the traditional foods that can be integrated into physics learning, namely, Sago, Tempe, Pempek, Srabi, Tape, Terasi, Rawon, Fish Smoked and Javanese Noodles. These traditional foods are integrated into physics learning on matter, force, pressure, momentum, temperature and heat and energy. Traditional food is integrated into physics learning in the form of modules and LKPD. The integration of traditional food into physics learning can improve the competence of students on learning outcomes, science process skills and scientific literacy of students.
Dampak Kecerdasan Buatan dalam Pembelajaran Matematika dan IPA: Pengembangan Kurikulum yang Responsip terhadap Era Digital Nurmaliati; Rendi Hadian A. Tamagola; Al Ikhlas; Efriana Jon; Novy Trisnani; Ira Wulan Sari
Academy of Education Journal Vol. 17 No. 1 (2026): Academy of Education Journal
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47200/aoej.v17i1.3374

Abstract

The rapid development of Artificial Intelligence (AI) has significantly influenced various sectors, including education, particularly in Mathematics and Science learning. The integration of AI into instructional processes presents both opportunities and challenges, especially regarding curriculum readiness in responding to the demands of the digital era. The main problem addressed in this study is how AI impacts the learning of Mathematics and Science and how a responsive curriculum can be developed to accommodate these technological advancements. This study aims to analyze the role of AI in enhancing the effectiveness of Mathematics and Science learning, identify emerging competencies required by students, and formulate principles for curriculum development that align with AI integration. The research employs a systematic literature review method by examining scholarly articles, research reports, and educational policy documents relevant to AI and curriculum development. The results indicate that AI contributes positively to personalized learning, improved understanding of abstract concepts, enhanced problem-solving skills, and increased digital literacy among students. Furthermore, AI encourages a shift in the teacher’s role from information transmitter to learning facilitator and mentor. However, effective implementation requires curriculum adjustments that emphasize critical thinking, digital ethics, and human–technology collaboration. In conclusion, developing a curriculum that is responsive to the digital era necessitates the pedagogical, sustainable, and ethical integration of artificial intelligence, with a strong focus on fostering 21st-century competencies.
Sewing Training As A Means Of Developing The Batik Industry And Improving The Welfare Of The Kungkai Community Nurmaliati; Ilwandri; Indra Wijaya
Inovasi Sosial : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2025): In Press
Publisher : LPPM Akademi Teknik Adikarya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61991/inovasisosial.v3i3.212

Abstract

This Community Service was carried out in Kungkai Village, in the form of a batik clothing sewing training to improve the skills and economy of the community. This service is a continuation of the previous training on batik cloth processing, where participants have been taught about batik techniques and batik designs. In this training, 15 participants were divided into 5 groups, with a focus on making women's batik clothing and men's batik clothing. The training method was carried out through direct practice, where each group was taught to sew batik clothing according to the instructor's instructions. The results of this service are expected to improve the community's skills in sewing batik clothing, thereby increasing the income and economy of the Kungkai Village community, as well as increasing the selling value of local batik products.
PENGENALAN STEM: PROGRAM DARING UNTUK MENINGKATKAN MINAT SISWA DI BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Nurmaliati Nurmaliati; Nurfitri Nurfitri; Yayuk Suprihartini; Gusnidar Gusnidar; Loria Wahyuni; Al Ikhlas
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.60272

Abstract

Minat siswa terhadap bidang sains dan teknologi merupakan faktor penting dalam menyiapkan generasi yang mampu menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada abad ke-21. Namun, masih banyak siswa yang belum mengenal pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) serta memiliki minat yang rendah terhadap bidang sains dan teknologi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan STEM dan meningkatkan minat siswa di bidang sains dan teknologi melalui program yang dilaksanakan secara daring (online). Kegiatan dilaksanakan melalui platform Zoom Cloud Meeting dengan melibatkan 30 siswa yang berasal dari tiga sekolah mitra di lingkungan tiga perguruan tinggi pelaksana, yaitu Akademi Teknik Adi Karya, STIA Nusantara Sakti Sungai Penuh, Politeknik Penerbangan Palembang, dan STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh. Metode pelaksanaan meliputi pendidikan masyarakat, difusi ilmu pengetahuan dan teknologi, pelatihan, serta mediasi. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pretest dan posttest. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman konsep STEM, dengan rata-rata skor meningkat dari 2,6 menjadi 4,3 pada skala 1–5, serta peningkatan minat terhadap bidang sains dan teknologi rata-rata sebesar 37%. Selain itu, 90% peserta menyatakan memahami konsep dasar STEM dan 88% berminat mengikuti kegiatan STEM lanjutan. Kegiatan ini memperoleh respons positif dari peserta. Dengan demikian, program pengenalan STEM secara daring terbukti efektif dalam meningkatkan minat siswa di bidang sains dan teknologi.