Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Persepsi Masyarakat Terhadap Keberadaan Sampah Visual Pada Lingkungan Perkotaan Selama Pemilu 2024 Djirong, Agussalim; Makawi, Faizal Erlangga; Nurjayanti, Nurjayanti
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2024 : PROSIDING EDISI 10
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi persepsi masyarakat melalui edukasi berupa poster tentang aturan penataan alat peraga kampanye, serta meningkatkan kesadaran mengenai dampak lingkungan perkotaan dari sampah visual yang dihasilkan oleh media promosi luar ruangan, seperti spanduk yang dipasang tanpa izin pada pemilu 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan melakukan wawancara kepada masyarakat di Kota Makassar dan Kabupaten Gowa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pemasangan baliho yang berlebihan dan tidak teratur sepanjang jalan menyebabkan masalah sampah visual; (2) Banyak baliho yang dipasang tidak mematuhi aturan yang telah ditetapkan; (3) Persepsi masyarakat menunjukkan bahwa baliho dan spanduk yang dipasang menjelang pemilihan tidak hanya mengganggu estetika kota, tetapi juga berbahaya karena menghalangi beberapa fungsi jalan dan rambu lalu lintas. Penelitian ini menyarankan solusi berupa metode pemasangan baliho dan promosi yang lebih ramah lingkungan melalui poster edukasi, guna meningkatkan kesadaran masyarakat dan mengurangi dampak sampah visual. Dengan demikian, diharapkan dapat meminimalisir dampak negatif dan memberikan solusi untuk masalah yang terus berlanjut menjelang kontestasi politik di Indonesia. Kata Kunci: Persepsi Masyarakat, Sampah Visual, Media Promosi Luar Ruangan, Pemilu, Lingkungan. 
PKM Pemberdayaan Karang Taruna dalam Membangkitkan Perekonomian di Kawasan Wisata Leang-Leang Maros GH, Muliana; Aswan, Dedy; Makawi, Faizal Erlangga
Panrannuangku Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Teknologi dan Rekayasa, Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/panrannuangku3281

Abstract

Kegiatan pengabdian ini merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan skema pemberdayaan berbasis masyarakat, yakni pemberdayaan Karang Taruna dalam membangkitkan perekonomian di Kawasan Wisata Leang-Leang, Maros yang dilaksanakan pada bulan Juli hingga September tahun 2024. Kegiatan ini berfokus pada pemanfaatan kawasan wisata Leang-Leang yang kaya akan nilai sejarah dan budaya, tetapi belum sepenuhnya dimanfaatkan sebagai sumber pendapatan bagi masyarakat setempat. Beberapa kegiatan yang telah dilakukan pada kegiatan PKM ini adalah sosialisasi mengenai potensi wisata di Leang-Leang pada berbagai peluang ekonomi yang dapat dikembangkan melalui sektor pariwisata, pelatihan pembuatann souvenir dan kaos khas leang-leang, serta manjemen pemasarannya. Hasil dari kegiatan ini yakni mitra karang Taruna memiliki pengetahuan dan skill dalam memproduksi souvenir khas Leang-Leang serta memahami cara pemasarannya, sehingga menjadi sumber ekonomi tambahan bagi masyarakat.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEBERADAAN SAMPAH VISUAL PADA LINGKUNGAN PERKOTAAN SELAMA PEMILU 2024 Djirong, Agussalim; Makawi, Faizal Erlangga; Nurjayanti, Nurjayanti
Tanra: Jurnal Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni Dan Desain Universitas Negeri Makassar Vol 12, No 1 (2025): Januari - April
Publisher : Universitas Negeri makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/tanra.v12i1.64053

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat melalui edukasi berupa poster yang menjelaskan tentang aturan penatan alat peraga kampanye. Serta memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang dampak lingkungan perkotaan dari keberadaan sampah visual berupa media promosi luar ruangan, seperti spanduk-spanduk yang dipasang tanpa izin dari pemerintah pada pemilu tahun 2024. Metode penelitian ini adalah deskriptif qualitatif dengan melakukan interview kepada masyarakat di Kota Makassar dan Kabupaten Gowa. Hasil peneltian menunjukan (1) pemasangan baliho secara berlebihan disepanjang jalan dan tidak teratur hingga menjadi sampah visual; (2) banyak baliho yang terpasang tidak mengikuti aturan yang ditetapkan; (3) persepsi Masyarakat terhadap baliho dan spanduk yang dipasang menjelang pemilihan tidak hanya mengganggu keindahan kota, tapi sudah berbahaya karena menghalangi beberapa fungsi jalan dan rambu lalu lintas. Penelitian ini memberikan gambaran dan solusi berupa metode pemasangan baliho atau promosi diri yang lebih ramah lingkungan, melalui poster poster edukasi masyarakat agar kesadaran masyarakat ikut meningkat dan mampu menjadi bagian dari perubahan. Sehingga dampak sampah bisa terminimalisir, dan menjadi solusi dari permaslahan yang terus berlanjut menjelang kontestasi politik di Tanah air.
Creating Augmented Reality Teaching Materials to Support a Local Wisdom-Based Curriculum in Secondary Schools Pattaufi; Makawi, Faizal Erlangga; Aswan, Dedy; Hisanan, Herawan
International Journal of Education, Vocational and Social Science Vol. 4 No. 02 (2025): May, International Journal of Education, Vocational and Social Science( IJVESS
Publisher : Cita konsultindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijevss.v4i02.1931

Abstract

Teaching materials that integrate Augmented Reality for developing teaching and learning based on local wisdom in secondary schools are highly important. Students gain access to learning about their local wisdom, supporting the implementation of the curriculum. However, the lack of teaching materials to support the implementation of this core curriculum becomes a major obstacle for teachers. The method of this research utilizes a descriptive qualitative research method with the implementation of the conceptual framework by Freeman (1998). Data collection techniques include observations, interviews, and questionnaires from 130 students. Teachers, art practitioners, and students in Toraja city, South Sulawesi Province, are the samples of this research. The research results show that; (1) Teaching materials are incomplete, such as videos being unavailable; (2) Artwork dimensions dominate the conceptual framework analysis, while in the four frames analysis, both subjectivity and structural aspects appear frequently ; (3) Questionnaires show an average of 3.00 in students' recent understanding of their cultural wisdom ; (4) This research provides six steps to create Augmented Reality. Implementing Augmented Reality is beneficial for both teachers and students. It provides learning opportunities that support the implementation of the curriculum based on local wisdom.
Designing an Educational Application Based on Passura Toraya Toraja Carvings to Strengthen Cultural Understanding in Elementary Schools Makawi, Faizal Erlangga; Djirong, Agussalim; Sahnir, Nurachmy
Daengku: Journal of Humanities and Social Sciences Innovation Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : PT Mattawang Mediatama Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.daengku4005

Abstract

This research focuses on designing an educational application drawing from Passura Toraya Toraja Carvings in Toraja. This Toraja Carvings is crucial in strengthening cultural understanding based on their symbolic meaning embedded in curriculum context in Elementary Schools. In this research, a concept of application design is created to showcase the beauty of Toraja Toraja Carvings. Which can be implemented as a learning tool to support cultural understanding of elementary students. The method of this research is a literature review, by analizing references from Art criticism, Geometry, and Ilustration of Toraja Toraja Carvingss. This research results shows that an educational application with the implementation of Passura Toraya can be applied to education by emphasizing three main points namely; (1) Geometry learning in Arts and Math, both can be applied as a great source of learning in schools; (2) Ilustration of Passura Toraya consists of hundreds of Toraja Carvingss that originally four Toraja Carvingss which later developed as times goes by; (3)Symbolic meaning of Passura Toraya helps understand the meaning of Toraja Culture in Schools. In Designing an educational application, the main crusial aspect of design is creating the core of its application. Therefore, three main objectives are drawn to provide a more comprehensive learning experience in schools integrated with technology. This research does not specifically creating a website, rather designing a concept of a better application for learning in schools.
Developing Augmented Reality as a Teaching Material to Enhance Cultural Awareness in Secondary Schools Pattaufi, -; Makawi, Faizal Erlangga; Aswan, Dedy; Cahyadi, Dian
JOIV : International Journal on Informatics Visualization Vol 9, No 5 (2025)
Publisher : Society of Visual Informatics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62527/joiv.9.5.4540

Abstract

This study investigates the development of Augmented Reality (AR)-based teaching materials to enhance students’ understanding of local wisdom and cultural diversity in secondary schools in South Sulawesi, Indonesia. Employing a quasi-experimental design, the research involved 304 students across four major ethnic regions, namely Makassar, Bone, Toraja, and Mandar, which were divided equally into experimental and control groups. The experimental group utilized AR-integrated materials, whereas the control group employed traditional methods. Data were collected through pre-tests, post-tests, and student perception surveys. Results revealed a significant increase in students' cultural awareness and understanding after the intervention, particularly among Bugis Makassar and Bugis Bone groups. The mean improvement in the experimental group was statistically significant (p < 0.001), confirming the pedagogical benefits of AR in promoting cultural literacy. Additionally, students expressed strong appreciation for AR’s interactive features, which enhanced their engagement and motivation. This study underscores the importance of integrating AR and local wisdom in educational content to foster inclusive, culturally responsive learning environments. The findings emphasize that augmented reality (AR)-based instructional resources serve as a powerful tool in enhancing students' understanding of indigenous knowledge and cultural diversity within secondary education. The incorporation of local wisdom into educational content not only enhances students’ learning experiences but also cultivates a profound appreciation of their cultural heritage. The results highlight the potential of AR as a transformative technology that can bridge the deficiencies inherent in conventional pedagogical approaches, particularly in fostering cultural awareness among learners.
Introducing the Lantang Lantang Pangang performance: one of the oldest puppet performance rituals in Indonesia Mukadas, Andi Baetal; Makawi, Faizal Erlangga; Hasbi, Hasbi
Dewa Ruci: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol. 19 No. 1 (2024)
Publisher : Pascasarjana Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/dewaruci.v19i1.5946

Abstract

The Lantang lantang pangang is an integral part of the Toraja funeral ceremony, however, in recent times the knowledge of this puppet performance has changed significantly. This study aims to introduce and preserve the significance of lantang lantang pangang in puppet performances for the Toraja people. The method used is a qualitative study using a cultural anthropology that emphasizes social values and symbolism. The findings show that; (1) Lantang lantang pangang has a deep-rooted history dating back to the 9th century; (2) its dual role in funerals and as Toraja-style souvenirs; (3) its unique puppet characteristics; (4) the traditional puppet performance was carried by the high social status of Toraja people;(5) the performance reflects on the profile of the deceased and for entertainment purpose for grieving families; (6) Integrating it into school education is vital to preserving this culture. This study will have a historical significance that emphasizes the social context of funeral ceremonies and puppet performances to preserve cultural heritage.
PELATIHAN 3D MODELLING PADA KOMUNITAS STOFO, KOMUNITAS KARTUNIS TERBESAR KOTA MAKASSAR DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 DAN SOCIETY 5.0 Aswar; Makawi, Faizal Erlangga; Hatta, Harmin
Ininnawa : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): Volume 01 Nomor 02 (Oktober 2023)
Publisher : Program Studi Manajemen FEB UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ininnawa.v1i2.575

Abstract

Tujuan dari pengabdian in adalah memberikan kemampuan dan pemahaman kepada komunitas Stofo dalam menggunakan aplikasi 3D Max dalam membuat komik. Kemampuan dan pemahaman atau mindset sangat penting diberikan agar komunitas ini tidak hanya memiliki kemampuan, tetapi mereka paham bahwa aplikasi 3D Modelling menjadi satu bagian dalam membaut karya komik dalam dunia international. Sehingga para komikus Stofo mampu membuat komik chapter dan terjun kedalam dunia bisnis seperti desain industri, Webtone dan lainnya pada era revolusi industri 4.0 dan Society 5.0 dengan baik. Metode yang digunakan adalah mindset atau pemahaman polapikir tentang pentingnya belajar 3D modelling, dan juga pemberian tutorial secara bertahap didalam lab komputer. Para komikus akan diajarkan secara step by step atau secara bertahap mulai dari dasar dalam menggunakan aplikasi 3D Max. Dimulai dengan menggunakan tools yang sering diaplikasikan, dan membuat bentuk 3D modeling yang sederhana. Hasil dari kegiatan ini menunjukan bahwa; (1) minat peserta kegiatan sangat tinggi dalam mengaplikasikan aplikasi 3D Modelling untuk membuat komik; (2) peserta kegiatan mampu membuat latar 3 dimensi pada latar komik; (3) peserta kegiatan tertarik dalam mengembangkan kemampuan mereka dalam menggunakan 3D modelling untuk komik.
Nilai Estetika Batik Tulis Peserta Didik SMKN 3 Sungguminasa Kabupaten Gowa Fitrianingsih, Novi; Makawi, Faizal Erlangga
Journal of Arts Education and Design Vol. 1 No. 1 (2024): Volume 01 Nomor 01 (Juni 2024)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/artsedes.v1i1.44

Abstract

Kemampuan Berkarya Batik Tulis Siswa Kelas XI SMKN 3 Sungguminasa Kabupaten Gowa. Skripsi. Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar. Pembimbing H. Karta Jayadi, dan Hj. Hasnawati. Pada penelitian ini, permasalahan utama yaitu bagaimanakah kemampuan siswa kelas XI dalam berkarya batik tulis di SMKN 3 Sungguminasa Kabupaten Gowa serta motif apa saja yang dihasilkan dari karya batik tulis siswa kelas XI. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dan kualitatif, populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMKN 3 Sungguminasa Kabupaten Gowa yang berjumlah 81 orang siswa yang terdiri dari 3 kelas paralel. Namun demikian dari tiga kelas pararel tersebut hanya satu kelas yang melaksanakan pembelajaran batik tulis, sedangkan kelas lainnya yaitu kelas XI A sedang mempelajari batik cap, dan kelas XI B batik lukis. Berikut gambaran populasi kelas XI C yang sedang mempelajari batik tulis. Namun yang dijadikan sampel berdasarkan tujuan di atas, berjumlah 15 orang siswa yang terdiri dari 5 orang yang memiliki kemampuan akademik rendah, 5 orang yang berkemampuan cukup dan 5 orang lainnya sangat baik. Hasil kesimpulan penelitian yaitu kemampuan berkarya batik tulis siswa kelas XI SMKN 3 Sungguminasa Kabupaten Gowa tergolong Baik. Hal ini ditunjukkan dengan hasil sebagai berikut: terlihat dari keseluruhan aspek dalam membuat karya batik tulis, yaitu total persentase nilai keseluruhan aspek dalam berkarya batik tulis yaitu 5 siswa mendapatkan nilai dengan kategori (A) Sangat Baik, yakni rentang nilai 89-92 dan 10 siswa mendapatkan nilai (B) Baik dengan rentang nilai 75-86. Dari 15 siswa yang menjadi sampel penelitian. kemampuan berkarya batik tulis siswa kelas XI SMKN 3 Sungguminasa Kabupaten Gowa dikategorikan (B) Baik, dan motif yang dihasilkan adalah motif lokal Sulawesi Selatan yang merupakan representasi kearifan lokal Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan.
INTERPRETASI KARYA DJOKO PEKIK “BERBURU CELENG” Maulana, Fadhil; Makawi, Faizal Erlangga; Yunus, Pangeran Paita
Journal of Arts Education and Design Vol. 1 No. 1 (2024): Volume 01 Nomor 01 (Juni 2024)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/artsedes.v1i1.47

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk Untuk menambah wawasan di bidang seni dengan memaparkan lebih lanjut tentang penulisan interpretasi atau kritik seni dengan pendekatan teori Feldman yeng menggunakan tahapan deskripsi, analisis formal, interpretasi dan evaluasi pada karya Djoko Pekik. Metode dalam interpretasi karya Djoko Pekik ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, dengan pendekatan teori Feldman. Kualitatif ini merupakan jenis penelitian yang cenderung memakai analisis biasanya bersifat deskriptif, berguna dalam mengetahui, memaparkan, menyelidiki, menjelaskan kualitas keunggulan maupun pandangan individu atau kelompok terhadap sesuatu semisal pengaruh sosial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Interpretasi karya seni adalah proses menafsirkan nilai-nilai yang terikat dalam karya tersebut, karena dibalik sebuah karya pasti ada maksud atau hal yang melatarbelakanginya. Kita dapat melihat dalam tulisan ini contoh interpretasi terhadap karya lukis “Berburu Celeng” yang dibuat oleh Djoko Pekik, dimana ia memaparkan bagaimana karyanya itu mampu mewakili pikiran dan hatinya, sehingga dia mengangkat realitas sosial dalam karyanya untuk mengekspresikan diri juga menyuarakan apa yang selama ini dia dan masyarakat rasakan. Karena pengalaman pribadinya itulah yang membentuk karakter atau gaya lukisnya, hal itu pula yang membuat lukisannya mahal karena mampu memunculkan tampilan visual yang unik dan khas serta pemaknaan atas pengalaman hidup yang begitu dalam dan berarti. Tentu hal-hal seperti itu dapat kita pelajari guna meningkatkan kepekaan kita dalam berkarya dan memahami karya.