Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Immersive 360° Virtual Reality for Traditional Dance Learning and Preservation in South Sulawesi, Indonesia Sahnir, Nurachmy; Jamilah, Jamilah; Makawi, Faizal Erlangga
Daengku: Journal of Humanities and Social Sciences Innovation Vol. 5 No. 5 (2025)
Publisher : PT Mattawang Mediatama Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.daengku4517

Abstract

This study examines the effectiveness of immersive 360° Virtual Reality (VR) as a digital medium for learning and preserving traditional dances in South Sulawesi, Indonesia. Using a mixed-methods design, the research developed and evaluated an interactive VR 360° learning module featuring five traditional dances: Tari Bosara (Bugis–Makassar), Tari To Masenga (Luwu), Tari Pakarena version Anida (Makassar), Tari Pattudu Kumba (Mandar), and Tari Pagellu (Toraja). Quantitative analysis involving 20 undergraduate students demonstrated a significant improvement in learning outcomes, with average scores increasing from 68.2 (pre-test) to 87.5 (post-test) (p < 0.01). Qualitative findings further revealed that VR enhanced learners’ cultural empathy, affective engagement, and understanding of symbolic movements and local values. Overall, the study concludes that immersive VR serves as an effective pedagogical and cultural preservation tool, bridging traditional arts with contemporary educational technology and supporting the sustainable transmission of Indonesia’s intangible cultural heritage.
Penerapan Grafis Lingkungan pada objek Wisata Pantai Puntondo di Takalar Makawi, Faizal Erlangga; Djirong, Agussalim
Paramacitra Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 01 (2025): Volume 03 Nomor 01 (November 2025)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/pjpm.v3i01.485

Abstract

Kegiatan ini bertujuan menerapkan grafis lingkungan pada objek Wisata Pantai Puntondo di Takalar melalui pelatihan desain grafis dan pengembangan wayfinding serta sign system. Permasalahan utama berupa ketiadaan sistem penunjuk arah dan kurangnya pemahaman masyarakat tentang desain signage diatasi melalui dua pendekatan: (1) pelatihan pembuatan wayfinding dan pemasangannya di titik strategis, dan (2) pelatihan desain visual untuk meningkatkan keterampilan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa grafis lingkungan mampu meningkatkan navigasi pengunjung, memperkuat identitas visual kawasan, dan mendorong partisipasi masyarakat dalam pengelolaan wisata. Program ini memberikan dampak positif terhadap kenyamanan, orientasi ruang, dan profesionalitas layanan wisata.
OPTIMALISASI KEMAMPUAN MENGGAMBAR DENGAN PENDEKATAN PSIKOLOGI WORKING MEMORY EFFECT Djirong, Agussalim; Makawi, Faizal Erlangga
Tanra: Jurnal Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni Dan Desain Universitas Negeri Makassar Vol 12, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Negeri makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/tanra.v12i3.71577

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan metode menggambar model yang sesuai dengan tingkat kemampuan mahasiswa berdasarkan kajian psikologi memori otak manusia. Metode Penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Observasi dilakukan terhadap enam sampel gambar model dari mahasiswa Pendidikan Seni Rupa Fakultas Seni dan Desain. Adapun teknik analisis dalam penelitian ini adalah gambar model mahasiswa dibedakan menjadi dua kategori yakni level yakni level ahli dan level pemula berdasarkan dari kemampuan mahasiswa dalam membuat proporsi, pewarnaan dan detail gambar. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa; (1) terdapat tiga mahasiswa berada pada level ahli dengan hasil gambar model yang sangat mengesankan, dimana proporsi, pewarnaan dan detail gambar nyaris sempurna; (2) Terdapat pula tiga mahasiswa yang berada pada level pemula dikarenakan kemampuan proporsi, pewarnaan dan bentuk masih berada pada level dibawah standar; (3) Penelitian ini menemukan satu metode yang umum digunakan kurang sesuai, sehingga dalam penelitian ini peneliti menunjukan dengan contoh detail dua metode menggambar model berdasarkan level kemampuan mahasiswa yakni kemampuan ahli dengan metode menggambar model dengan teknik Golden Ratio, dan untuk level pemula teknik menggambar berdasarkan proporsi dan bentuk.
Pembuatan Desain Grafis Lingkungan Di Pascasarjana UNM Djirong, Agussalim; Makawi, Faizal Erlangga; Priyadharmadi , Andry
Ininnawa : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Vol. 4 No. 1 (2026): Volume 04 Nomor 01 (Mei 2026)
Publisher : Program Studi Manajemen FEB UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/29t9ap32

Abstract

Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar (PPs UNM) sebagai institusi pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam menyediakan layanan akademik yang berkualitas serta lingkungan kampus yang mendukung aktivitas penggunanya. Namun demikian, salah satu permasalahan yang dihadapi adalah belum tersedianya sistem wayfinding yang terstruktur dan sesuai standar desain grafis lingkungan. Ketiadaan sistem signage yang memadai berdampak pada rendahnya kejelasan navigasi ruang, kurang optimalnya penyampaian informasi, serta menurunnya citra visual institusi di mata pengguna dan masyarakat umum. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk merancang desain grafis lingkungan berupa sistem signage yang mampu memberikan solusi terhadap permasalahan navigasi ruang di PPs UNM. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan melalui observasi lapangan dan analisis kebutuhan, tahap pelaksanaan berupa pelatihan dan workshop desain signage kepada sivitas akademika, serta tahap evaluasi untuk menilai efektivitas kegiatan dan kualitas hasil desain. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa desain signage yang dihasilkan mampu meningkatkan keterbacaan informasi, memperjelas sistem navigasi, serta membangun identitas visual institusi yang lebih kuat dan profesional. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya desain grafis lingkungan sebagai bagian dari sistem komunikasi visual di ruang publik. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas layanan, kenyamanan lingkungan, serta citra institusi pendidikan.
The Use of Prehistoric Cave Animation Videos as a Learning Media Based on Critical Thinking Skills Makawi, Faizal Erlangga
Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol. 14 No. 2 (2026): EQUILIBRIUM: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Muhammadiyah University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/7dfqxr51

Abstract

This study aims to examine in depth the effectiveness of using prehistoric cave painting animation videos as a learning medium in enhancing students’ critical thinking skills, active engagement, and understanding of cultural context in art education at the secondary school level. The study employed a mixed-method approach involving 20 students who were purposively selected as participants. Data were collected through observations, written tests, and in-depth interviews to obtain a comprehensive understanding of both the learning process and outcomes. The analysis was conducted using the Conceptual Framework (artist, artwork, world, and audience), The Four Frames (subjectivity, cultural, structural, and postmodern), and Cognitive Load Theory to understand the dynamics of students’ cognitive processes. The results indicate a significant improvement in students’ analytical writing skills, classroom engagement, and understanding of cultural values embedded in artworks. In addition, students demonstrated stronger critical reflection and a high level of cognitive retention. These findings confirm that animation-based learning is effective not only as a visual medium but also as an integrative pedagogical approach.
Pelatihan Pembuatan 20 Film Pendek Kepada Pemuda di Lembaga Latoa Kabupaten Maros Faizal Erlangga Makawi; Dedy Aswan; Ibrahim Arifin; Tangsi Tangsi; Fitriana Fitriana
Ininnawa : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Vol. 4 No. 1 (2026): Volume 04 Nomor 01 (Mei 2026)
Publisher : Program Studi Manajemen FEB UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pjm4sb39

Abstract

Pelatihan pembuatan film pendek kepada pemuda di Kabupaten Maros merupakan bagian terpenting dalam pengembangan bakat dan potensi sumberdaya manusia di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Film pendek memberikan manfaat yang besar berupa pelatihan keterampilan para pemuda, dan mengasa kreatifitas mereka. Dalam pelatihan ini, tim pengabdi memberikan tiga pendekatan utama yakni berupa pelatihan membuat film dengan melakukan workshop, dilanjutkan dengan pembuatan film pendek. Pada tahapan akhir adalah melakukan pemutaran film pendek sebanyak 20 film pendek yang merupakan hasil dari kegiatan ini. Pelatihan ini memberikan begitu banyak manfaat bagi para pemuda di Maros, dan juga bagi mitra lembaga Latoa di Maros. Tim pengabdi memberikan kontribusi baik ilmu pengetahuan dan juga teknologi yang dapat digunakan saat memproduksi film pendek. Pelatihan pembuatan 20 film pendek dilakukan guna memanfaatkan sumber daya manusia yang kompeten di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
General intelligence versus multiple intelligence: Social and cognitive development in visual arts education Faizal Erlangga Makawi
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 16 No. 2 (2023): July–December
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpipfip.v16i2.60791

Abstract

This research discusses implementing general intelligence theory in the Visual Arts Education Department to improve students' creativity from social and cognitive development. The two most relevant approaches in visual arts education are general intelligence and multiple intelligence. This research selects general intelligence theory as the primary approach rather than multiple intelligence theory. Therefore, social development and cognitive development are discussed. This research method is a type of literature review, and the topic of study includes social development, cognitive development, growth mindset, rewards, intervention, and feedback. Moreover, the sources came from book chapters and articles from Elsevier,  Sage, Routledge, etc. As a result, the findings of this research show (1) there are five general intelligence and nine multiple intelligence approaches; (2) Social development shows two approaches: active learning which consists of analyzing, defining, creating, and evaluating, while critical thinking consists of reading, writing, interpreting, and testing; (3) Cognitive development shows four approaches; growth mindset that consist of change perception and hardworking, rewards consist of extrinsic and intrinsic motivation, the intervention consists of consultation and motivation, and finally feedback consists of direct feedback and immediate feedback. Using a psychological approach to general intelligence, this teaching method in Visual Arts Education will improve students' creativity. Kecerdasan umum versus kecerdasan ganda: Perkembangan sosial dan kognitif dalam pendidikan seni rupaPenelitian ini mendiskusikan implementasi dari jeneral intelligen dalam Program Studi Pendidikan Seni Rupa, yang bertujuan untuk mengembangkan kreativitas mahasiswa dari perkembangan sosial dan kognitif. Dalam pendidikan seni rupa, terdapat dua pendekatan yang paling relevan yaitu kecerdasan umum dan kecerdasan ganda. Dalam penelitian ini, teori kecerdasan umum dipilih sebagai pendekatan utama daripada teori kecerdasan ganda. Oleh karena itu, perkembangan sosial dan perkembangan kognitif didiskusikan. Metode penelitian ini adalah jenis tinjauan literatur, topiknya terdiri dari perkembangan sosial, perkembangan kognitif, pikiran berkembang, penghargaan, intervensi, dan umpan balik. Kemudian, sumbernya berasal dari buku chapter dan artikel dari journal bereputasi internasional seperti Elsevier, Sage, Routledge dan seterusnya.. Sehingga, temuan penelitian ini menunjukkan; (1) terdapat lima pendekatan kecerdasan umum dan sembilan pendekatan kecerdasan ganda; (2) Dalam perkembangan sosial terdapat dua pendekatan yaitu pembelajaran aktif yang terdiri dari menganalisis, menentukan, menciptakan, dan mengevaluasi, sementara pemikiran kritis terdiri dari membaca, menulis, menafsirkan, dan menguji;(3) Perkembangan kognitif menunjukkan empat pendekatan yaitu pola pikir berkembang yang terdiri dari mengubah persepsi dan kerja keras, imbalan yang terdiri dari motivasi ekstrinsik dan intrinsik, intervensi yang terdiri dari konsultasi dan motivasi, dan akhirnya umpan balik yang terdiri dari umpan balik langsung dan umpan balik segera. Metode pengajaran dalam Pendidikan Seni Rupa dari pendekatan psikologis kecerdasan umum akan meningkatkan kreativitas siswa.
Designing Wayfinding and Signage to Promote Environmental Cleanliness in the Densely Populated Coastal Areas of North Makassar Agussalim Djirong; Faizal Erlangga Makawi; Rahmansah
Daengku: Journal of Humanities and Social Sciences Innovation Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : PT Mattawang Mediatama Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.daengku4867

Abstract

Environmental cleanliness in densely populated coastal areas remains a critical issue, influenced not only by infrastructure but also by human behavior. This study examines the role of wayfinding and signage design in promoting environmental cleanliness in Makassar City. A quantitative approach was conducted through a survey of 174 respondents across four coastal locations in Makassar, Indonesia. The study measured environmental cleanliness, navigation and orientation, signage effectiveness, and design preference, and applied MANOVA and ANOVA to analyze differences across locations. The findings reveal that while navigation is generally adequate and signage is perceived as effective and visually appealing, environmental cleanliness remains low, indicating a gap between awareness and behavior. Significant differences were found in cleanliness, signage effectiveness, and design preference, but not in navigation. Based on these findings, the study proposes a design framework that enhances signage as a behavior-oriented communication system. This research highlights the importance of combining data-driven insights and design of wayfinding and signage to promote sustainable environmental behavior in coastal urban environments.
Pelatihan Pembuatan sign sistem pada Sekolah Dasar Negeri 61 Puntondo Takalar Faizal Erlangga Makawi; Muliana; Andi Fauziyah Hijrina Fatimah; Yulita Sirinti Pongtambing
Paramacitra Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 01 (2025): Volume 03 Nomor 01 (November 2025)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/pjpm.v3i01.486

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan tata kelola lingkungan belajar melalui pelatihan dan penerapan sign system di SDN 61 Puntondo Takalar. Kegiatan diawali dengan pelatihan bagi guru dan staf mengenai prinsip desain signage, pemilihan warna dan ikon ramah anak, serta standar penempatan informasi visual. Hasil pelatihan kemudian diimplementasikan dalam pembuatan produk sign system berupa papan penunjuk arah, label ruang kelas, penanda area khusus, dan papan informasi edukatif. Penerapan signage dilakukan di titik strategis sekolah untuk mendukung navigasi, keamanan, serta kenyamanan siswa dan pengunjung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sign system tidak hanya memperbaiki aspek visual dan tata ruang sekolah, tetapi juga meningkatkan literasi visual, disiplin, dan identitas lingkungan belajar. Program ini memberikan kontribusi nyata terhadap terciptanya sekolah yang lebih informatif, ramah anak, dan profesional.
Optimizing Drawing Ability Through Working Memory Effects: Methods for Novice and Expert Learners Agussalim Djirong; Faizal Erlangga Makawi
Daengku: Journal of Humanities and Social Sciences Innovation Vol. 5 No. 6 (2025)
Publisher : PT Mattawang Mediatama Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.daengku4520

Abstract

This research aims to develop two model-drawing methods based on students’ levels of competency, guided by a psychological approach to working memory. The study adopts a qualitative method with a case study design. Observations were carried out by analyzing six samples of model drawings produced by students in the Visual Arts Education program, Faculty of Art and Design. The drawings were categorized into two levels, expert and novice, based on students’ performance in proportion, coloring, and detail. The findings show that (1) three students belong to the expert level, producing highly impressive model drawings whose proportions, coloring, and details are close to perfection; (2) three students fall into the novice level, with their proportions, coloring, and object forms still at a minimal or below-standard quality; and (3) one commonly used method is found to be unsuitable for all learners. Therefore, this research proposes two model-drawing methods according to students’ competency levels: the Golden Ratio technique for expert-level students and a proportion-and-shape-based technique for novice learners.