Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pelatihan Penggunaan Celup Putting pada Anggota Kelompok Peternak Sapi Perah Margo Mulyo Sebagai Pencegahan Mastitis pada Sapi Perah Merryafinola Ifani; Yusuf Subagyo; Hermawan Setyo Widodo; Rizak Tiara Yusan
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v6i2.2141

Abstract

Tirto Margo Mulyo Livestock Group still practices conventional dairy cattle management with inadequate sanitation and milking hygiene management. This has led to a high incidence of mastitis, which adversely affects the farm, such as decreased milk quality and production, increased treatment costs, and accelerated culling of cows. The community service program implemented includes examinations using the California Mastitis Test, training in making disinfectant solutions, and teat dipping. This program aims to develop farmer cadres, maintain milk quality and quantity, and prevent both clinical and subclinical mastitis. The pre-test results showed an average score of 6 points among the group members. While the farmers were aware of mastitis, they were unfamiliar with subclinical mastitis. A post-test was conducted after the program, and the results showed an improvement, with the average score rising to 8 points. Additionally, the mastitis testing revealed a decrease in subclinical mastitis among the dairy cows in the Margo Mulyo group. Conclusion, the community service activities (PMM) were successful in increasing the farmers' knowledge, reducing the incidence of mastitis, and enhancing the motivation of the farmers to implement proper milking management practices.
Hubungan Antara Manajemen Pemerahan dengan Kejadian Mastitis Subklinis dan Kerusakan Susu Segar di Kecamatan Baturraden dan Kecamatan Sumbang Ifani, Merryafinola; Syafriawan, Muhammad Aulia; Subagyo, Yusuf; Widodo, Hermawan Setyo; Yusan, Rizak Tiara
Jurnal Peternakan Vol 22, No 2 (2025): September 2025
Publisher : State Islamic University of Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jupet.v22i2.37343

Abstract

ABSTRAK. Mastitis subklinis merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi pada sapi perah, yang dapat berdampak negatif pada produktivitas susu dan kesehatan hewan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan manajemen pemerahan dengan kejadian mastitis subklinis dan kerusakan susu segar pada sapi perah di Kecamatan Baturraden dan Kecamatan Sumbang. Penelitian ini menggunakan metode survei. Sasaran penelitian adalah peternak sapi perah dan sapi perah laktasi di Kecamatan Baturraden dan Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Penentuan lokasi menggunakan metode purposive sampling. Sampel diambil secara sensus, yaitu 39 peternak yang ternaknya sedang dalam periode laktasi. Analisis data menggunakan analisis korelasi rank spearmen, chi square, dan uji t independent. Hasil analisis Rank Spearmen menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara manajemen pemerahan dengan kejadian mastitis subklinis di Kecamatan Baturraden dan Kecamatan Sumbang dengan nilai signifikansi sebesar 0,02 dan 0,03. Hasil uji chi square menunjukkan bahwa H0 diterima yang artinya terdapat hubungan antara manajemen pemerahan dengan kerusakan susu segar di Kecamatan Baturraden dan Kecamatan Sumbang dengan nilai signifikansi 0,03 dan 0,001. Penelitian ini menyimpulkan bahwa semakin baik manajemen pemerahan yang dilakukan maka semakin menurun angka kejadian mastitis subklinis dan kerusakan susu di Kecamatan Baturraden dan Kecamatan Sumbang.Kata kunci: Manajemen pemerahan, penyakit mastitis subklinis, dan kerusakan susu segarThe Relationship Between Milking Management and the Incidence of Subclinical Mastitis and Fresh Milk Damage in Baturraden and Sumbang SubdistrictsABSTRACT. Subclinical mastitis is a common health problem in dairy cattle, negatively impacting milk productivity and animal health. This study aims to determine the relationship between milking management and the incidence of subclinical mastitis and fresh milk spoilage in dairy cattle in Baturraden and Sumbang Districts. This study used a survey method. The research targets were dairy farmers and lactating dairy cattle in Baturraden and Sumbang Districts, Banyumas Regency, Central Java. The location was determined using a purposive sampling method. Samples were taken through a census, namely, 39 farmers whose cattle were in the lactation period. Data analysis used Spearman rank correlation analysis, chi-square, and independent t-test. The results of the Spearman rank analysis showed a significant relationship between milking management and the incidence of subclinical mastitis in Baturraden and Sumbang Districts, with significance values of 0.02 and 0.03. The chi-square test results showed that H0 was accepted, meaning there was a relationship between milking management and fresh milk damage in Baturraden and Sumbang Districts, with a significance value of 0.03 and 0.001. This study concluded that the better the milking management, the lower the incidence of subclinical mastitis and milk damage in Baturraden and Sumbang Districts.
Upaya Peningkatan Kapasitas Guru SMP Pius Cilacap dalam Mendampingi Remaja Sebagai Generasi Digital Native untuk Memelihara Kesehatan Reproduksi Widiartini, Catharina; Pribadii, Fajar Wahyu; Setiawan, Agus Budi; Yusan, Rizak Tiara; Sutasman, Thomas
Linggamas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2024): Linggamas: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.linggamas.2024.1.2.10163

Abstract

Generasi digital native berpotensi menyerap informasi salah dari internet mengenai kesehatan reproduksi. Guru perlu mengoptimalkan kelebihan mereka sebagai tenaga professional yang dekat dengan remaja, yakni kemampuan menyampaikan informasi ilmiah kepada siswa dengan memperhatikan aspek perkembangan psikologis usia remaja awal. Kegiatan pengabdian masyarakat di SMP Pius Cilacap bertujuan untuk menjawab kebutuhan peningkatan kapasitas guru dalam menjalankan peran sebagai sumber informasi dan fasilitator diskusi dengan siswa dan orangtua siswa terkait pemeliharaan kesehatan reproduksi remaja. Workshop dilaksanakan melalui penyampaian materi aspek medis dan psikologis kesehatan reproduksi remaja serta sesi bermain peran, dengan fokus pada penerapan teknik I message. Terdapat peningkatan pengetahuan sebesar 19,42 poin atau sebesar 24,72% pada post-test dibandingkan pre-test. Pihak mitra menyatakan kepuasan mereka atas penyelenggaraan kegiatan tersebut dan mengharapkan agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara serial. Fokus topik kesehatan reproduksi remaja yang dapat diprioritaskan adalah terkait topik hubungan seksual dan kehamilan serta topik pubertas pada perempuan dan menstruasi.
Prediktor Penyakit Jantung Koroner (PJK) Melalui Pemeriksaan Profil Lipid (HDL, LDL, Trigliserid) Menggunakan Rumus Castelli Dan Indeks Aterogenik Plasma (AIP) di Desa Srowot Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas Wahyudin, Wahyudin; Wardana, Tirta; Yusan, Rizak Tiara; Arjadi, Fitranto; Kasum, Kasum; Saad, Nursan
Linggamas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2024): Linggamas: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.linggamas.2024.1.2.10363

Abstract

Kolesterol berkaitan erat dengan kejadian penyakit jantung koroner atau PJK. Kolesterol yang terlalu banyak di dalam pembuluh darah akan menyebabkan akumulasi plak kolesterol atau sering disebut aterosklerosis. Pemeriksaan kolesterol lengkap yang meliputi low density lipoprotein (LDL), high density lipoprotein (HDL), trigliserida, dan kolesterol total dapat memberikan gambaran atau prediktor resiko PJK dengan menggunakan rumus indeks Castelli dan Indeks aterogenik plasma (IAP). Pemeriksaan kolesterol lengkap dilaksanakan bekerja sama dengan Kader Posyandu, Bidan Desa, dan Perangkat Desa dengan jumlah responden sebanyak 48 orang yang terdiri dari 40 perempuan dan laki-laki sebanyak 8 orang. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa resiko PJK dengan menggunakan indeks Castelli sebagian besar warga memiliki resiko rendah sebanyak 69% dibanding resiko sedang 27% dan resiko tinggi sebanyak 4 %. Sedangkan dengan menggunakan IAP, menunjukkan bahwa sebagian besar mengalami resiko tinggi PJK sebanyak 38%, resiko sedang 52%, dan resiko rendah hanya mencapai 10%. Kegiatan ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi warga agar lebih memperhatikan pola makan yang dapat meningkatkan resiko terjadinya PJK, dengan mengurangi makanan-makanan yang mengandung kolesterol yang tinggi