Khusnul Safrina
Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Indonesia

Published : 27 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PROSES BERPIKIR INTUITIF SISWA OLIMPIADE SMP DALAM MENYELESAIKAN SOAL HIGH ORDER THINKING (HOT) MATEMATIKA Siti Nurfaiza; Zainal Abidin; Khusnul Safrina
Mathieu : Journal of Mathematics Education and Learning Vol. 2 No. 1 (2025): Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Matematika
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/mathieu.v2i1.8663

Abstract

Olympiad competitions usually present problems that require high-order thinking (HOT) skills. To solve them, students need skills, ideas, and creativity, so not all can answer spontaneously. Therefore, it is important to examine the intuitive thinking process of students in solving HOT problems. This qualitative study aims to describe the intuitive thinking process of junior high school Olympiad students in solving HOT mathematics problems. Data were collected through tests and interviews with students who had won or participated in the 2019 Madrasah Science Competition (KSM) at the MTs level. The findings show that Olympiad students can understand problems directly and spontaneously. In planning solutions, they use intuition such as common sense, intrinsic certainty, and extrapolativaness. They then implement solutions with common sense and extrapolativaness, and verify their answers using globality and coerciveness.
REPESENTASI MATEMATIS SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING BERBASIS PENDEKATAN PROBLEM SOLVING Maula, Nikmal; Susanti, Susanti; Safrina, Khusnul
Mathieu : Journal of Mathematics Education and Learning Vol. 2 No. 2 (2025): MATHIEU Journal of Mathematics Education and Learning
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/mathieu.v2i2.10031

Abstract

Representasi matematis merupakan salah satu aspek yang perlu ditekankan oleh guru dalam pembelajaran matematika. Kemampuan representasi matematis mengarahkan siswa dalam menemukan dan membuat suatu alat berpikir dalam menyampaikan informasi matematis dari hal yang bersifat abstrak menjadi hal konkret sehingga lebih mudah untuk dimengerti oleh siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan representasi matematis siswa melalui penerapan model Discovery Learning berbasis pendekatan Problem Solving. Penelitian ini dilaksanakan di MTsN 3 Pidie dengan menggunakan penelitian kuantitatif, desain penelitiannya adalah Pre-Experiment dengan jenis one-group pre-test-post-test. Untuk mendapatkan data diambil sampel menggunakan teknik random sampling pada satu dari tujuh kelas yaitu siswa kelas VIII-E dari populasi siswa di MTsN 3 Pidie. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah tes pre-test dan post-test, yang terdiri dari 3 soal uraian representasi matematis tentang materi teorema Pythagoras. Berdasarkan data yang diperoleh dari pre-test dan post-test digunakan uji t paired untuk melihat peningkatan kemampuan representasi matematis siswa melalui penerapan model Discovery Learning berbasis pendekatan Problem Solving. Hasil pengolahan data diperoleh bahwa= 8,26. Sementara itu, pada taraf signifikan α = 0,05 dengan derajat kebebasan dk = 24 diperoleh = 1,71. Oleh karena > yaitu 8,26 > 1,71 berakibat terjadinya penolakan H0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan representasi matematis siswa melalui penerapan model Discovery Learning berbasis pendekatan Problem Solving di kelas VIII MTsN 3 Pidie.
Kemampuan Penalaran Matematis Siswa SMP melalui Model Pembelajaran Generatif Fimaulida, Rizki; Duskri, M.; Safrina, Khusnul
Mathieu : Journal of Mathematics Education and Learning Vol. 3 No. 1 (2026): MATHIEU Journal of Mathematics Education and Learning
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/mathieu.v3i1.10122

Abstract

Kemampuan penalaran matematis menjadi salah satu aspek kognitif yang harus dimiliki oleh siswa karena sangat berfungsi untuk mengidentifikasi masalah, memilikirkan cara penyelesaian yang tepat, dan menyelesaikan masalah tersebut. Nyatanya, kemampuan penalaran siswa masih rendah. Tujuan penelitian ini yaitu: (1) untuk mengetahui peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa setelah diterapkan model pembelajaran generatif, (2) untuk mengetahui perbandingan kemampuan penalaran matematis siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran generatif dengan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan desain control group pretest posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Islam Zainatul Ulum. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan simple random sampling dan terpilih dua kelas yaitu kelas VIIa sebagai kelas eksperimen dan kelas VIIb sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data digunakan dengan menggunakan lembar tes kemampuan penalaran matematis. Dari hasil penelitian diperoleh (1) Terdapat peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa setelah diterapkan model pembelajaran generatif, dimana peningkatan kemampuan penalaran berada pada kategori sedang. (2) Berdasarkan uji-t maka diperoleh = 2,67 dan = 1,68 maka , dapat disimpulkan bahwa kemampuan penalaran matematis siswa yang belajar dengan model pembelajaran generatif lebih baik dibandingkan kemampuan penalaran matematis siswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional.
Learning tools development based on Technological, Pedagogical, and Content Knowledge (TPACK) Susanti Susanti; Khusnul Safrina; Dwi Rizka Febriani; Rifaul Khairi
AXIOM : Jurnal Pendidikan dan Matematika Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : State Islamic University of North Sumatra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/axiom.v13i1.19911

Abstract

Research on the development of TPACK-based learning tools in this linear program aims to develop Lesson Plan (RPP), Learner Modules and Worksheets (LKPD). The lesson plans in this study were developed by following the steps of learning based on Discovery Learning and by adding the TPACK component. The module and LKPD in this study were developed by incorporating the TPACK element. The module in this study can be accessed in 2 ways, hardcopy and also an online module within play store. This study was designed using a 4D development design. The instrument used in this study was in form of validation sheet. The tools that have been developed in this study were validated by experts consisting of 2 lecturers of mathematics education study program, 1 mathematics teacher and 1 widiyaswara (Civil Servant Supervisor). The results showed that the Lesson Plan that had been developed had a legitimate level of validity, the Learner Module developed had a fairly valid level of validity and the Worksheet developed also had very good criteria.
ANALISIS KEMAMPUAN SPASIAL MATEMATIS DITINJAU DARI PERBEDAAN GENDER SISWA MADRASAH ALIYAH Azriyatun Rizqa; Nuralam Syamsuddin; Khusnul Safrina
Jurnal Numeracy Vol 11 No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/numeracy.v11i1.2622

Abstract

Kemampuan spasial matematis merupakan satu di antara hal penting dalam pembelajaran matematika. Dengan kemampuan ini akan memudahkan siswa dalam proses belajar mengajar pada materi Geometri. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan bagaimana kemampuan spasial matematis siswa pada sekolah Madrasah Aliyah Negeri 4 Aceh Besar ditinjau dari perbedaan gender dalam menyelesaikan masalah jarak antar unsur bangun ruang kubus pada dimensi tiga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek pada penelitian ini adalah 2 orang siswa bergender laki-laki dan 2 orang siswa bergender perempuan berdasarkan kemampuan spasial matematis. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes tulis kemampuan spasial dan melakukan wawancara kepada siswa. Teknik analisis data dengan mereduksi data penelitian, menyajikan data penelitian , dan membuat kesimpulan. Teknik pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa bergender laki-laki dan siswa bergender perempuan, keduanya dapat melalui tahapan indikator spasial matematis dengan sangat baik. Dapat disimpulkan bahwa kemampuan spasial matematis siswa bergender laki-laki maupun perempuan keduanya baik namun ada perbedaan diantara keduanya dalam menyelesaikan permasalahan dimensi tiga, siswa bergender perempuan lebih teliti dan lebih lengkap ketika menjawab persoalan serta membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan siswa bergender laki-laki yang menyelesaikan soal secara praktis, singkat dan cepat.AbstractMathematical spatial ability is one of the important things in learning mathematics. This ability will make it easier for students in the learning process on Geometry material. This research aims to describe the mathematical spatial abilities of Madrasah Aliyah Negeri 4 Aceh Besar students in terms of gender differences in solving distance problems between cube elements in the third dimension. This research uses a qualitative approach with descriptive research type. The research subjects were 2 male students and 2 female students based on mathematical spatial abilities. Data collection techniques were carried out by writing spatial ability tests and conducting interviews. Data analysis techniques by reducing data, presenting data, and making conclusions. The data validity checking technique uses source triangulation. The results of the research show that male and female students can both go through the stages of mathematical spatial indicators well. It can be concluded that the mathematical spatial abilities of male and female students are both good, but there are differences between the two in solving three-dimensional problems, female students are more thorough and more complete and take longer than male students who solve problems practically, briefly and fast.
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA PESERTA DIDIK SMP/MTs Lisna Lia; Khusnul Safrina
Jurnal Numeracy Vol 12 No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/numeracy.v12i1.3117

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah sangat penting dalam mempelajari matematika, tidak hanya sebagai tujuan dalam pembelajaran, tetapi juga sebagai bekal untuk menghadapi permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa kemampuan ini masih tergolong rendah di kalangan peserta didik. Salah satu pendekatan yang diyakini mampu meningkatkan kemampuan tersebut adalah model Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah melalui model problem based learning dan untuk mengkategorikan peningkatan kemampuan pemecahan masalah yang dibelajarkan melalui model problem based learning. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Pre-Eksperimental, jenis One Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian adalah peserta didik kelas VII SMP Negeri 2 Banda Aceh, dengan sampel kelas VII-8 yang dipilih secara acak melalui teknik random sampling. Instrumen pengumpulan data pada penelitian ini berupa lembar soal pre-test dan post-Test. Data yang terkumpulkan kemudian di analisis dengan menggunakan Uji T (Uji Independent Samples Test) Dan dengan perhitungan skor N-gain. Data yang diperoleh dari 31 responden dianalisis menggunakan Uji-t (Independent Samples Test) dan dihitung skor N-gain untuk menilai peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik. Hasil penelitian terhadap 31 responden menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis setelah penerapan model PBL dan peningkatan tersebut berada pada kategori sedang. Nilai signifikansi < 0,05 dari uji hipotesis menunjukkan bahwa peningkatan tersebut signifikan. Berdasarkan perhitungan skor N-gain, peningkatan kemampuan peserta didik berada pada kategori sedang. Dengan demikian, model PBL terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis, meskipun peningkatannya masih berada dalam kategori sedang menurut hasil perhitungan skor N-gain.AbstractProblem-solving ability is essential in learning mathematics, not only as a learning objective but also as a vital skill for addressing real-life problems. However, field observations indicate that students' mathematical problem-solving abilities remain relatively low. One approach believed to enhance this ability is the Problem-Based Learning (PBL) model. This study aims to examine the improvement of problem-solving ability through the PBL model and to categorize the level of improvement achieved. The research employed a quantitative approach using a pre-experimental design with a One Group Pretest-Posttest Design. The population consisted of seventh-grade students at SMP Negeri 2 Banda Aceh, with a randomly selected sample of class VII-8 using random sampling techniques. The data collection instrument consisted of pre-test and post-test problem-solving questions. The collected data were analyzed using the Independent Samples T-Test and N-gain score calculation. Data obtained from 31 respondents showed an improvement in mathematical problem-solving ability after implementing the PBL model, with the improvement falling into the moderate category. The hypothesis test yielded a significance value of < 0.05, indicating a statistically significant improvement. Based on the N-gain score analysis, the improvement was categorized as moderate. Therefore, the PBL model is proven to be effective in enhancing students' mathematical problem-solving abilities, although the level of improvement remains within the moderate category according to the N-gain results.
Pengembangan Media Edukatif Berbasis Video Tiktok Pada Materi Statistika (Mean, Median, Modus) Untuk Siswa MTs Safrina, Khusnul; Azhari, Budi; Putri, Nabilla Radhliya
Jurnal PEKA (Pendidikan Matematika) Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal PEKA (Pendidikan Matematika)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37150/3fk0n602

Abstract

This study aims to develop TikTok video–based educational media for teaching statistics to junior high school (MTs) students and to describe the development process. The study employs the 4D development model, which consists of the Define, Design, Develop, and Disseminate stages. The subjects of the study include 20 students from class VIII MTsN Banda Aceh and one mathematics teacher at MTsN 4 Banda Aceh. The results show that the development process of the TikTok video-based educational media product follows the 4D stages. Furthermore, the findings indicate that the validity level of the product, in terms of content, falls into the valid category with an average Aiken’s (V) score of 0.744, while in terms of media aspects it is categorized as very valid with a score of 0.904. The practicality level of the product was categorized as practical, with a teacher response percentage of 75%. Meanwhile, students’ responses reached 81%, which was categorized as practical.