Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PELESTARIAN KAWASAN PESISIR GILI PETAGAN SEBAGAI DESTINASI EKOWISATA MELALUI KEGIATAN PENANAMAN MANGROVE Siti Hamdiah Rojabi; Mahmudah Budiatiningsih; Rahman Rahman; Kertajadi Kertajadi; Jumhur Hakim; Muhamad Dio Akbar Sagita; Billy Irvansyah
Jurnal Abdimas Sangkabira Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Abdimas Sangkabira, Juni 2026
Publisher : Program Studi Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdimassangkabira.v6i2.3143

Abstract

Kawasan Gili Petagan, sebagai destinasi ekowisata potensial di Lombok Timur, memiliki tutupan vegetasi mangrove yang masih sangat terbatas di beberapa titik kritis. Selain itu, kesadaran masyarakat terkait pentingnya ekosistem mangrove masih rendah. Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melestarikan ekosistem mangrove melalui penanaman bibit sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat pesisir untuk mendukung pengembangan ekowisata. Metode yang digunakan adalah edukasi lapangan terpadu yang menggabungkan penyuluhan partisipatif, praktik penanaman langsung, dan diskusi interaktif. Kegiatan dilaksanakan pada Minggu, 26 Mei 2024, di Gili Petagan, Desa Padak Guar, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, dengan peserta sebanyak 45 orang yang terdiri atas mahasiswa, dosen D3 Pariwisata UNRAM, anggota Pokdarwis Petarando, dan anggota Badan Promosi Pariwisata Lombok Timur. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan berjalan lancar, seluruh peserta aktif mengikuti proses edukasi dan penanaman bibit mangrove, serta terjadi peningkatan pemahaman peserta tentang pentingnya konservasi mangrove. Dampak dari kegiatan ini adalah memperkuat kolaborasi lintas sektor antara akademisi, masyarakat, dan pemerintah daerah, serta membuka peluang pengembangan ekowisata berbasis mangrove. Pendekatan partisipatif berbasis masyarakat dan kolaborasi multipihak terbukti efektif dalam pelestarian kawasan pesisir.
POTENSI DESA BONJERUK SEBAGAI DESA WISATA BERKELANJUTAN DI KABUPATEN LOMBOK TENGAH Mahmudah Budiatiningsih; Baiq Nikmatul Ulya; Rizal Kurniansah; Hasnia Minanda; Ihyana Hulfa; Siti Hamdiah Rojabi; Sesilia Dwi Supita
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 19, No 1 (2025): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v19i1.576

Abstract

AbstractTourism village development aims to manifest the concept of sustainable tourism. Therefore, every tourism village in Indonesia should apply the sustainable tourism concept, including Bonjeruk Village. The Bonjeruk tourism village is one of the tourism villages in Lombok Island that has received ADWI from Indonesian Ministry of Tourism and Creative Economy in 2021. This research aims to identify the aspect of sustainable tourism in Bonjeruk Tourism Village. This research used a qualitative approach. Data collection was carried out by observation, interviews and literature studies to obtain the information about the tourism conditions in Bonjeruk village. The result of this research shows that the basic components of tourism village in Bonjeruk had been fulfilled. The Bonjeruk tourism village is managed by qualified human resources, has a variety of attractions and activities, is equipped with sufficient and clean amenities, and has a fairly good accessibility. Meanwhile, according to the sustainable tourism aspect, the Bonjeruk tourism village is able to improve the local community’s quality of life, providing additional value to the community's economy, improving environmental management, and increasing the respect and appreciation to the local culture.Keywords: Bonjeruk Village; Sustainable Tourism; Tourism VillageAbstrakPengembangan desa wisata bertujuan untuk mewujudkan pariwisata berkelanjutan. Oleh karenanya, setiap desa wisata di Indonesia sudah seharusnya menerapkan konsep pariwisata berkelanjutan, termasuk Desa Bonjeruk. Desa wisata Bonjeruk merupakan salah satu desa wisata di Pulau Lombok yang pernah menerima ADWI dari Kemenparekraf RI pada tahun 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi desa wisata Bonjeruk berdasarkan aspek pariwisata berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengambilan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi literatur untuk memperoleh informasi terkait kondisi pariwisata di desa Bonjeruk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, komponen dasar desa wisata di Bonjeruk telah terpenuhi dengan baik. Desa wisata Bonjeruk dikelola oleh SDM yang berkualitas, tersedia atraksi dan aktivitas yang beragam, dilengkapi amenitas dalam jumlah cukup dan bersih, serta memiliki aksesibilitas yang cukup baik. Sementara menurut aspek pariwisata berkelanjutan, pariwisata di desa wisata Bonjeruk berhasil meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memberikan nilai tambah perekonomian masyarakat, meningkatkan pengelolaan lingkungan, dan meningkatkan apresiasi terhadap kebudayaan setempat.Kata Kunci: Desa Bonjeruk; Desa Wisata; Pariwisata Berkelanjutan
Workshop Penguatan Strategi Pembelajaran Daring Fisika Pasca Pandemi COVID-19 Huraiza Mahmudah
Jurnal Pengabdian Pendidikan IPA Kontekstual Vol. 2 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Postgraduate Program, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppik.v2i1.1561

Abstract

The COVID-19 pandemic has accelerated the transformation of learning from face-to-face instruction to online learning. This shift requires teachers to possess competencies in designing technology-based learning strategies to ensure effective learning processes. However, in practice, many teachers still face challenges in utilizing digital learning media, developing appropriate online learning strategies, and maintaining students’ understanding of physics concepts. This community service activity aims to enhance teachers’ competencies in designing and implementing effective online physics learning strategies through a workshop program. The implementation method consisted of several stages, including preparation, workshop implementation, practice in developing online learning materials, and activity evaluation. The results of the activity indicate that the workshop improved teachers’ understanding and skills in utilizing various digital learning media such as video conferencing platforms, interactive learning applications, and visual media for explaining physics concepts. In addition, participants demonstrated improved abilities in designing more interactive and contextual learning activities. Therefore, this workshop provides a positive contribution to strengthening the capacity of physics teachers in addressing the challenges of digital learning in the post-pandemic era.
Pendampingan Pembelajaran, Adaptasi Teknologi, dan Penguatan Literasi di Sekolah Dasar Melalui Program Kampus Mengajar Huraiza Mahmudah
Jurnal Pengabdian Pendidikan IPA Kontekstual Vol. 2 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Postgraduate Program, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppik.v2i1.1562

Abstract

The COVID-19 pandemic has significantly affected the learning process in elementary schools, particularly due to the limitations of face-to-face learning and the low utilization of technology in instructional activities. The Kampus Mengajar program is one of the initiatives under the Merdeka Belajar–Kampus Merdeka policy aimed at assisting schools in improving the quality of learning through strengthening literacy, numeracy, and technology adaptation. This community service activity was conducted at SDN 2 Narmada, West Lombok Regency. The implementation method consisted of several stages, including preparation, observation and analysis of school needs, implementation of learning assistance programs, technology adaptation, and support for school administration. The results indicate that the Kampus Mengajar program had a positive impact on increasing students’ learning motivation, improving literacy and numeracy skills, and enhancing teachers’ understanding in utilizing educational technology. In addition, the program also assisted the school in managing administrative tasks and developing literacy facilities through the establishment of a literacy garden program. Therefore, mentoring activities through the Kampus Mengajar program can provide a tangible contribution to improving the quality of learning in elementary schools, particularly in areas with limited educational facilities and infrastructure.
THE EFFECT OF DISASTER MITIGATION LEARNING ON TOURISM STUDENTS' DISASTER KNOWLEDGE IN LOMBOK, INDONESIA Mahmudah Budiatiningsih; Ihyana Hulfa; Maulana Malik Irsyad
INDONESIAN JOURNAL OF ENVIRONMENT AND DISASTER Vol. 5 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Environment and Disaster
Publisher : Disaster Research Center, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ijed.v5i1.3250

Abstract

This study aims to explore the effect of disaster mitigation learning on tourism students' disaster knowledge. This quantitative study employs a one-group pretest-posttest quasi-experimental design to evaluate the effect of disaster mitigation education on the knowledge of tourism students. The population of this study consists of all students enrolled in the mandatory Disaster Mitigation course within the Tourism Diploma Program (DIII) at Universitas Mataram. The respondents were 94 college students, sampled by census. The assessments were conducted using a knowledge test questionnaire about disaster knowledge. The Wilcoxon Signed-Rank Test result showed the significance 0.000 that was less than 0.05, indicating a statistically significant difference between pretest and posttest score. The result showed that a semester-long disaster mitigation learning in Mataram University Tourism Study Program was proven to increase students’ knowledge about the types of disasters, disaster occurrence, risks in campus buildings and tourism destinations, disaster impacts, actions during disasters, and evacuation requirements.
ANALISIS TINGKAT KETERCAPAIAN SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGS) PADA DESA WISATA DI KABUPATEN LOMBOK UTARA Adhitya Bagus Singandaru; Rizal Kurniansah; Mahmudah Budiatiningsih; Siti Hamdiah Rojabi
Oportunitas Ekonomi Pembangunan Vol 5 No 1 (2026): Oportunitas, March 2026
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/oportunitas.v5i1.2893

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat ketercapaian Sustainable Development Goals (SDGs) pada desa wisata yang terklasifikasi mandiri (Senaru) dan maju (Bayan) di Kabupaten Lombok Utara. Pariwisata diakui sebagai salah satu pendorong utama dalam pencapaian SDGs, terutama melalui peranannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif, pelestarian lingkungan, dan pengembangan masyarakat yang berkelanjutan. Dengan jumlah desa wisata yang terus meningkat di NTB, penting untuk mengevaluasi kontribusinya terhadap pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Penelitian dilakukan di 2 (dua) desa wisata yang terklasifikasi mandiri dan maju di Kabupaten Lombok Utara, dengan melibatkan 84 responden yang terdiri dari pemerintah desa, pengelola wisata, masyarakat lokal (terlibat dan tidak terlibat), dan wisatawan. Indikator yang digunakan disesuaikan dengan dokumen evaluasi Best Tourism Village tahun 2024 oleh UNWTO, yang relevan dengan tujuan SDGs. Data dianalisis menggunakan teknik cut-off point untuk menentukan tingkat ketercapaian SDGs dalam tiga kategori yaitu: Rendah = 1,00 – 2,33, Sedang = 2,34 – 3,66, Tinggi = 3,67 – 4,00 untuk setiap indikator yang digunakan. Secara keseluruhan, kedua desa wisata ini berkontribusi positif terhadap pencapaian SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), SDG 11 (Sustainable Cities and Communities), SDG 12 (Responsible Consumption and Production), dan SDG 15 (Life on Land), serta mendukung SDG 3 (Good Health and Well-being) dan SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions) melalui tata kelola partisipatif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa desa wisata di Kabupaten Lombok Utara telah berada di jalur yang tepat (on track) dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan 2030, meskipun masih diperlukan upaya penguatan di beberapa aspek.
Peningkatan Pemahaman Mahasiswa Baru Diploma Tiga Pariwisata Mengenai Standart Grooming pada Industri Hospitality Ihyana Hulfa; Mahmudah Budiatiningsih; Baiq Nikmatul Ulya Budiatiningsih; Siti Hamdiah Rojabi; Hasnia Minanda.docx; Adhitya Bagus Singandaru
Jurnal Abdi Anjani Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Abdi Anjani (JAA)
Publisher : Program Studi Pariwisata, Fakultas Ekonomi dan Bisnis,Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/anjani.v2i2.1554

Abstract

Grooming merupakan salah satu komponen penting dalam industry hospitality. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa dalam berpenampilan sesuai dengan kebutuhan industry hospitality. Kegiatan ini diikuti oleh 131 mahasiswa baru DIII Pariwisata FEB Unram. Kegiatatan ini dimulai dengan tahap perencanaan, pelaksanaan, persiapan, pelaksanaan, roleplay, diskusi dan evaluasi. Hasilnya kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan mahasiswa DIII Parwisata FEB Unram mengenai grooming dalam industry Hospitality.
Efforts to Improve Students Creative Thinking Abilities in Science Learning: A Review Huraiza Mahmudah
AMPLITUDO : Journal of Science and Technology Innovation Vol. 2 No. 2 (2023): Agustus
Publisher : Balai Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56566/amplitudo.v2i2.97

Abstract

This research aims to examine efforts that can be made to improve students creative thinking abilities in science learning. The method used is a literature review. The literature review method is used to identify, examine, evaluate, and interpret all available research on the topic area of an interesting phenomenon, with certain relevant research questions. Several learning models that can be used to improve students creative thinking abilities in science learning include project-based learning, problem-based learning¸ talking stick, guided inquiry and pictures and pictures. Searching for articles through literature studies resulted in 25 articles that met the criteria and were relevant for review. The research results show that there are many learning models that can be applied in science learning to improve students creative thinking abilities. Based on the results of literature studies, it shows that the picture and picture learning model is the most effective model for improving students creative thinking abilities, which is characterized by an average achievement of students creative thinking abilities of 93.76. The range for the number of articles with the highest value that often appears is in the 60-80 range.
ANALISIS POTENSI GILI TRAWANGAN SEBAGAI DESTINASI DIGITAL NOMAD Siti Hamdiah Rojabi; Dwi Putra Buana Sakti; Mahmudah Budiatiningsih
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 13 No 1: Juni 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v13i1.3378

Abstract

Gili Trawangan merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Lombok yang sedang bangkit kembali setelah dilanda bencana alam gempa bumi dan pandemi Covid-19. Pasca pandemi Covid-19, tren wisata mulai bergeser, seperti maraknya tren digital nomad. Digital nomad adalah jenis pekerjaan remote dan dapat dilakukan dari mana saja, maka ini menjadi sebuah peluang bagi Gili Trawangan untuk menyediakan tempat yang nyaman untuk berwisata sekaligus bekerja. Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi Gili Trawangan sebagai destinasi digital nomad ditinjau berdasarkan komponen dasar destinasi wisata dan kriteria pendukung aktivitas digital nomad. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gili Trawangan memiliki potensi sebagai destinasi digital nomad berdasarkan dari ketersediaan atraksi, amenitas, dan aksesbilitas yang memadai serta terpenuhinya kriteria pendukung digital nomad, akan tetapi masih diperlukan penambahan fasilitas pendukung seperti ketersediaan layanan kesehatan yang cukup dan terjangkau, ketersediaan toilet umum, dan serta ketersediaan layanan pemadam kebakaran untuk menunjang rasa aman bagi wisatawan digital nomad.
POTENSI DAN KARAKTERISTIK EKOWISATA DESA BONJERUK KECAMATAN JONGGAT KABUPATEN LOMBOK TENGAH Rizal Kurniansah; Mahmudah Budiatiningsih; Siti Hamdiah Rojabi; Baiq Nikmatul Ulya; Hasnia Minanda; Ihyana Hulfa
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 13 No 2: Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v13i2.3722

Abstract

Desa Bonjeruk merupakan salah satu desa wisata yang berlokasi di Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Desa wisata Bon Jeruk memiliki konsep tentang ekowisata, hanya saja dalam penerapannya terdapat beberapa kekurangan seperti keterlibatan pemerintah dalam memberikan arahan terhadap masyarakat tentang pentingnya mengelolah sebuah destinasi yang memiliki potensi besar di wilaya Desa Bon Jeruk. Kurangnya kepekaan masyarakat terhadap lingkungan wisata. Serta keterlibatan masyarakat terhadap desa wisata masih minim. Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis tertarik untuk melakukan kajian yang lebih mendalam lagi terkait karakteristik ekowisata di desa Bonjeruk, karena karakteristik desa wisata Bon Jeruk masih hanya berbasis alam dan belum melibatkan masyarakat sehingga potensi yang ada di desa tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan studi Pustaka. Sedangkan metode analisis data yang digunakan yaitu metode analisis data deskriptif kualitatif. Berdasarkan dari hasil tersebut diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa desa wisata Bonjeruk memiliki karakteristik antara lain Nature Based, Ecologically Sustainable, Environmentally educative, Bermanfaat bagi masyarakat setempat, dan Kepuasan Wisatawan. Sedangkan potensi yang dimiliki antara lain Kegiatan Belajar Bahasa Inggris, Menyatu Dengan Alam dan Kegiatan lainnya, dan Berfoto di Bangunan Belanda.