Claim Missing Document
Check
Articles

Pendidikan Kesehatan Berbasis Teori Hildegard Pelau Meningkatkan Pemahaman Perawatan Luka Mandiri pada Pasien Pasca Operasi Caesar Azmi, Elvina Eka Nur; Yuswanto, Tri Johan Agus; Ernawati, Naya
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16416

Abstract

Health education is an important intervention in improving patient understanding and independence in postoperative wound care. The purpose of this study was to test the effectiveness of health education based on Hildegard Peplau's theory to improve understanding and independence in wound care in post-cesarean section patients. The study design was a pre-test and post-test with a control group. A total of 100 post-cesarean section patients were selected and divided into a treatment group and a control group, each with 50 patients. The instruments for measuring patient understanding and independence were questionnaires and observation sheets. Data were analyzed using a t-test. The results of the paired samples t-test showed a significant difference in understanding and wound care between before and after the intervention in the treatment group (p = 0.000), with an average increase of 10.16. A significant difference was also found in the control group (p = 0.000), although the average increase was only 5.76. Independent samples t-test showed a significant difference between the treatment and control groups after the intervention, with a p value of 0.000 and an average difference of 8.40. Thus, it can be concluded that health education based on Hildegard Peplau's theory is effective in increasing patient understanding and independence in post-cesarean wound care.Keywords: health education; Hildegard Peplau's theory; self-care for wounds; cesarean section. ABSTRAK Pendidikan kesehatan merupakan intervensi penting dalam meningkatkan pemahaman dan kemandirian pasien dalam perawatan luka pasca operasi. Tujuan penelitian ini adalah menguji efektivitas pendidikan kesehatan berdasarkan teori Hildegard Peplau untuk meningkatkan pemahaman dan kemandirian perawatan luka pada pasien pasca operasi caesar. Rancangan penelitian ini adalah pre-test and post-test with control group. Sebanyak 100 pasien pasca operasi caesar dipilih dan dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kelompok kontrol, masing-masing 50 pasien. Alat pengukur pemahaman dan kemandirian pasien adalah kuesioner dan lembar observasi. Data dianalisis menggunakan uji t. Hasil paired samples t-test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dalam pemahaman dan perawatan luka antara sebelum dan sesudah ontervensi pada kelompok perlakuan (p = 0,000), dengan rerata peningkatan adalah 10,16. Perbedaan yang signifikan juga ditemukan pada kelompok kontrol (p = 0,000), meskipun rerata peningkatan hanya 5,76. Independent samples t-test menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan dan kontrol setelah intervensi, dengan nilai p 0,000 dan rerata selisih adalah 8,40. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan berdasarkan teori Hildegard Peplau efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kemandirian pasien dalam perawatan luka pasca operasi caesar. Kata kunci: pendidikan kesehatan; Teori Hildegard Peplau; perawatan luka mandiri; operasi caesar
Salep Daun Pegagan dan Karamunting Terbukti Mempercepat Penyembuhan Luka Sayat pada Mencit Lestari, Mimin; Supriandi, Supriandi; Utama, Nang Randu; Yuswanto, Tri Johan Agus
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16400

Abstract

Wound healing consists of the inflammatory, proliferation, and tissue remodeling phases. It is known that traditional plants such as pegagan (Centella asiatica) and karamunting (Rhodomyrtus tomentosa) contain active compounds triterpenoids, flavonoids, and tannins that can accelerate wound healing. The purpose of this study was to test the effectiveness of administering pegagan leaf ointment and karamunting leaf ointment for healing cuts in mice. This study was a laboratory experimental study with a post-test only design with a control group, which was conducted on 24 male mice, which were divided into 4 groups: negative control, positive control (10% povidone iodine), pegagan ointment treatment, and karamunting ointment treatment. A two-centimeter long cut wound was made on the back of the mice. After that, the healing was observed macroscopically to identify erythema, scabs, and wound closure, and the length was measured until the 10th day. Data were analyzed using the normality test, homogeneity test, and t-test. The analysis results showed that wounds in the treatment group (gotu kola and karamunting) healed faster than the positive control group, with an average time of ten days. According to the t-test results, there was no significant difference between the povidone iodine, gotu kola, and karamunting groups (p>0.05). However, there was a significant difference between the negative control group and all treatment groups (p<0.05). Furthermore, it can be concluded that the ointment of gotu kola and karamunting leaves has been proven to accelerate the healing of cuts in mice, even better than povidone iodine.Keywords: wound healing; Centella asiatica; Rhodomyrtus tomentosa; herbal ointment ABSTRAK Penyembuhan luka terdiri dari fase inflamasi, proliferasi, dan remodeling jaringan. Diketahui bahwa tanaman tradisional seperti pegagan (Centella asiatica) dan karamunting (Rhodomyrtus tomentosa) memiliki senyawa aktif triterpenoid, flavonoid, dan tanin yang dapat mempercepat penyembuhan luka. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji efektivitas pemberian salep daun pegagan dan salep daun karamunting untuk penyembuhan luka sayat pada mencit. Penelitian ini merupakan studi eksperimen laboratoris dengan desain post-test only with control group, yang dilakukan pada 24 ekor mencit jantan, yang dibagi menjadi 4 kelompok yaitu kontrol negatif, kontrol positif (povidone iodine 10%), perlakuan salep pegagan, dan perlakuan salep karamunting.  Luka sayat sepanjang dua sentimeter pada punggung mencit dibuat. Setelah itu, penyembuhannya diamati secara makroskopis untuk mengidentifikasi eritema, keropeng, dan penutupan luka, dan panjangnya diukur hingga hari ke-10.  Data dianalisis dengan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji t. Hasil analisis menunjukkan bahwa luka pada kelompok perlakuan (pegagan dan karamunting) sembuh lebih cepat daripada kontrol positif dalam waktu rata-rata sepuluh hari.  Menurut hasil uji t, tidak ada perbedaan signifikan antara kelompok povidone iodine, pegagan, dan karamunting (p >0,05). Namun, ada perbedaan signifikan antara kelompok kontrol negatif dan seluruh kelompok perlakuan (p <0,05). Selanjutnya dapat disimpulkan bahwa salep daun pegagan dan karamunting terbukti mempercepat penyembuhan luka sayat pada mencit, bahkan lebih baik daripada povidone iodine.Kata kunci: penyembuhan luka; Centella asiatica; Rhodomyrtus tomentosa; salep herbal
The Effect of Logotherapy on Grieving Stage in End Stage Renal Disease Clients Arslan Kamil Aries; Tri Johan Agus Yuswanto; Ta'adi taadi
Jurnal Kesehatan dr. Soebandi Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan dr. Soebandi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas dr. Soebandi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36858/jkds.v12i1.649

Abstract

Kidney failure is a disease caused by progressive damage to kidney function and generally cannot be recovered. Chronic kidney failure not only causes physiological disturbances to the client but can also cause psychological disorders, such as grieving. Providing psychological implementation can help clients to get through this period. This study aimed to determine whether there is an effect of logotherapy on the stage of grieving in clients with end stage renal disease. This study used a randomized, pretest-posttest design. The number of study sample in this study were 32 respondents who were divided into two groups, including the treatment group and the control group. The sampling technique used was simple random sampling. The results of hypothesis testing indicate that there is an effect of giving logotherapy to the stages of denial, anger, bargaining, depression, and acceptance with a p-value < 0.05, which means that there is an effect of giving logotherapy to the grieving stage of clients with end-stage renal disease. There is an effect of giving logotherapy on the stage of grieving in clients with end stage renal disease. This research is expected to be one of the references in the application of logotherapy to overcome the psychological problems of clients with end stage renal disease.
Determinan Faktor Yang Berhubungan Post Anesthesia Shivering (PAS) Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea Dengan Spinal Anestesi Di IBS RSUD Ngudi Waluyo Tsaniyah Septi Ahillah; Fitriana Kurniasari Solikhah; Naya Ernawati; Taufan Arif; Tri Johan Agus Yuswanto
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.406

Abstract

Post Anesthesia Shivering (PAS) merupakan komplikasi umum pasca anestesi spinal pada pasien sectio caesarea yang dapat meningkatkan konsumsi oksigen, risiko hipoksemia, dan memperpanjang masa pemulihan. Penelitian analitik cross-sectional ini bertujuan menganalisis faktor determinan PAS di IBS RSUD Ngudi Waluyo. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi dari sampel pasien post sectio caesarea, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik ganda metode backward likelihood ratio. Hasil analisis bivariat menunjukkan empat variabel memenuhi kriteria untuk analisis multivariat: suhu lingkungan (p=0,080), status fisik ASA (p=0,005), komorbid (p=0,004), dan lama pembedahan (p=0,014). Analisis regresi logistik multivariat mengungkapkan komorbiditas sebagai faktor dominan dengan p=0,001 dan Exp(B)=12,065 (95% CI: 1,980-75,602), menunjukkan pasien dengan komorbid memiliki risiko 12 kali lebih besar mengalami PAS. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa suhu lingkungan, status ASA, komorbid, dan lama operasi merupakan faktor yang berpengaruh terhadap kejadian PAS, dengan komorbiditas sebagai determinan paling dominan. Temuan ini merekomendasikan perlunya skrining komprehensif dan intervensi preventif khusus pada pasien dengan komorbiditas untuk menurunkan insidensi PAS pasca anestesi spinal.
Hubungan Burnout Syndrome Dengan Perilaku Caring Perawat Menurut Teori Watson Di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar Tri Lestari Wulandari; Naya Ernawati; Tri Johan Agus Yuswanto; Nurul Hidayah
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 11 (2025): Volume 7 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i11.23102

Abstract

ABSTRACT Nurses play a vital role in healthcare services, but the high workload makes them vulnerable to burnout, which can lead to a decline in caring behavior. According to Watson's theory, caring encompasses physical, emotional, and spiritual aspects; however, burnout can hinder its optimal implementation. This study aims to determine the relationship between burnout syndrome and caring behavior of nurses based on Watson's theory in operating room nurses and Dahlia ward inpatient nurses at Mardi Waluyo Regional General Hospital in Blitar City. This study used a cross-sectional design. The population included all operating room and inpatient nurses in the Dahlia ward at Mardi Waluyo Regional Public Hospital, Blitar City. A total of 52 respondents were selected using a total sampling technique. Data were analyzed using the Spearman rank correlation test. The findings showed a significant relationship between burnout syndrome and caring behavior among operating room and Dahlia ward inpatient nurses at Mardi Waluyo Hospital, with a p-value of 0.000 0.05. Nearly half of the respondents (38.5%) experienced a low level of burnout syndrome, and almost half (28.8%) demonstrated good caring behavior. The correlation coefficient showed an r-value of 0.894, indicating a very strong correlation between burnout syndrome and nurses’ caring behavior. The positive correlation result suggests that the lower the level of burnout syndrome, the better the caring behavior demonstrated by the nurses. Hospital management is expected to pay greater attention to efforts in preventing burnout syndrome among nurses, as this condition has been proven to significantly affect nurses’ caring behavior. Considering that Watson’s theory emphasizes that true caring arises from the nurse’s full presence and emotional balance, strategies are needed to support nurses’ psychological stability, such as excellent service training and work rotation. Keywords: Burnout Syndrome, Caring Behavior, Nurse.     ABSTRAK Perawat berperan penting dalam pelayanan kesehatan, namun tingginya beban kerja membuat mereka rentan mengalami burnout, yang berdampak pada menurunnya perilaku caring. Menurut teori Watson, caring mencakup aspek fisik, emosional, dan spiritual, namun burnout dapat menghambat penerapannya secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara burnout syndrome dengan perilaku caring perawat berdasarkan teori Watson pada perawat kamar operasi dan rawat inap ruang Dahlia di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar. Metode penelitian yang digunakan cross sectional. Populasi penelitian yakni seluruh perawat kamar operasi dan rawat inap ruang Dahlia RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar dengan jumlah sampel 52 orang menggunakan teknik total sampling. Analisis data penelitian menggunakan uji spearman rank correlation. Menunjukkan ada hubungan antara burnout syndrome dengan perilaku caring pada perawat kamar operasi dan rawat inap ruang Dahlia di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar, nilai p=0,0000,05 hampir setengah responden (385%) mengalami burnout syndrome rendah dan hampir setengah responden (28,8%) memiliki perilaku caring baik. Koefisien korelasi menunjukkan nilai r=0,894 bahwa ada hubungan antara burnout syndrome dengan perilaku caring perawat mendapatkan hasil korelasi sangat kuat. Hasil korelasi menunjukkan nilai positif semakin rendah burnout syndrome maka semakin baik perilaku caring yang dimiliki perawat.Diharapkan agar pihak manajemen rumah sakit lebih memperhatikan upaya pencegahan burnout syndrome pada perawat, karena kondisi ini terbukti berpengaruh signifikan terhadap perilaku caring perawat. Mengingat teori Watson menekankan bahwa caring sejati lahir dari kehadiran penuh dan keseimbangan emosional perawat, maka dibutuhkan strategi untuk mendukung stabilitas psikologis perawat, seperti pelatihan excellent service dan rotasi ruang kerja. Kata Kunci: Burnout Syndrome, Perilaku Caring, Perawat
Co-Authors , Marista Fiana ABSELIAN, UMBU PUTAL Ade Komariah Aida Nuriyanti Putri Alif Galih Pratama Aliya Fitri Rahmadina Andriani, Selfiyah Andriani, Wahyu Apriliani, Dyah Tri Arief Bachtiar Arief Bachtiar Arief Bahtiar Arif, Taufan Arif, Taufan Arifin, Hidayat Arslan Kamil Aries Arslan Kamil Aries Asriani, Nilam Suci Auridsa Nihlahani Azmi, Elvina Eka Nur Bachtiar, Arief Bachtiar, Arief . Bagas Iman Bahreisy Balqis, Janessa Fatiha Bisma Cahyani, Nadhifah Eka Cici Desiyani Cinta Septanium Krisno Putri Ciptaningtyas, Maria Diah Desy Rinawaty Dina Indrati Dyah Sulistyowati Diyah Fatmasari Diyah Fatmasari Djamaluddin Ramlan Djamaluddin Ramlan Djamaluddin Ramlan, Djamaluddin Dyah Widodo Eko Adi Putra Elfa Lailatul Izza Elfa Lailatul Izza Ernawati, Naya Febrina Secsaria Handini Ferry Efendi Fiashriel Lundy Lundy Fransisca Mareta D A FRANSISKUS SALESIUS ONGGANG Gede Dalem Gilang Mahajaya Putra Gita Kostania Hariez, Tsalits Maulidah Heffy Maulidiyah Wardah Heru Santoso Wahito Nugroho I Ketut Gama I Ketut Sudiantara I Wayan Mustika Ikhsania Ikhsania Imam Subekti Intan Rizki Dwi Saputri Janah, Indra Ayu Miftakhul Jane Leo Mangi Joko Pitoyo Joko Wiyono Joko Wiyono Juwita Asfi Wibowo Kamilus Mamoh Kamso, Sudijanto Karuniriati , Tyas Alfi Komang Trisna Sumadewi Kundarti, Finta Isti Kusnanto Kusnanto Kusnanto Kusnanto Lailiyatul Mufidah Lestari, Mimin Lukman Perdana Sofyan Luluk Mamluatul Ulumy Luthfiyuddin Musthofa Mardiyono, Mardiyono Maria Diah Ciptaning Tyas Marsaid marsaid Martzarini, Virginia Matje Meriati Huru Mohammad Afandi Muh. Ainul Falihin Nadia Sari Nataliswati, Tri Naya Ernawati Naya Ernawati Ngesti W. Utami Ni Wayan Rusni Ningsih, Rastia Nursalam, Nursalam NURUL HIDAYAH Nurul Hikmatul Qowi Pertami, Sumirah Budi Prabawa, Artha Prakosa, Mira Melynda PRIMANINGSIH, DEWI Putro, Edi Utomo Rachmad Satriya Illahi Raihan, Moh Fadhil Rastia Ningsih Reni Wahyu Triningsih Rita Yulifah Rochmawati, Dewi Roni Yuliwar Rudi Hamarno Rudi Hamarno Rudi Hamarno Sanglar Polnok Sari, Yunita Indah Sa’adah, Nabila Nida SEPTDIANTO, TRI CAHYO Shofiyah Karimah Sholehah, Ummatus Solikhah, Fitriana Kurniasari Sri Wahyuni Badjuka Sugianto Hadi Sujono, Annisa Juliani Sulastyawati, Sulastyawati Suparji Suparji Supono Supono Supono Supono Suprajitno Suprajitno, Suprajitno Suprapti, Suprapti Supriandi, Supriandi Ta'adi taadi taadi, Ta'adi Tanjung Subrata Tanko Titus AUTA Tanto Hariyanto Tavip Dwi Wahyuni Tavip Dwi Wahyuni Tiana Rachmadita Tri Anjaswarni Tri Cahyo Sepdianto Tri Lestari Wulandari Tris Eryando Tsaniyah Septi Ahillah Utama, Nang Randu Wardani, Retno Wisnu Widya, Fina Wiwin Martiningsih Wulandari, Elfitra Dwi Zalena, Sarah