Claim Missing Document
Check
Articles

RANCANGAN PENGELOLAAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN DI KOTA PEMATANG SIANTAR Rahmadani, Dicky; Nuraini, Cut; Abdiyanto, Abdiyanto; Sugiarto, Abdi; Millanie, Feby
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 1 No. 12 (2023): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, Desember 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/armada.v1i12.1079

Abstract

Sampah berfungsi sebagai tempat tinggal berbagai mikroorganisme penyebab penyakit dan juga sebagai cara untuk menyebarkan penyakit. Oleh karena itu, pengelolaan sampah sebaiknya harus di tingkatkan sehingga dampaknya berpengaruh baik bagi Kesehatan masyarakat dan lingkungan khususnya. Faktor yang mempegaruhi pengelolaan sampah meliputi pengumpulan, pengolahan, transportasi dan pemusnahan. Di kota Pematang Siantar, yang menjadi fokus dalam pengelolaan kebersihan lingkungan dari segi sampah berupa pendekatan akhir yang meliputi tahap pengumpulan, pengangkutan dan pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Pada penelitian ini, diketahui bahwa kondisi TPA Pematang Siantar dalam kategori kurang layak dan membahayakan lingkungan. Penelitian ini menggunakan model deskriptif kualitatif dengan metode SWOT. Hasil penelitian menunjukkan stretegi yang dapat dilakukan yaitu meningkatkan penyediaan sarana dan prasarana pengangkutan sampah, menyediakan TPA yang layak, optimalisasi pengangkutan sampah, optimalisasi pendanaan dan kerja sama antar pemerindah daerah dan swasta pembangunan TPA dengan model Sanitary Landfill, dan mengelola sampah dengan cara yang ramah lingkungan. Untuk melakukan penelitian ini, kami menyelidiki subjek atau pelaku langsung dari pengelolaan sampah Pematangsiantar, serta faktor-faktor yang memengaruhi dan mendukung sistem pengelolaan sampah di kota tersebut. Pengelolaan sampah terintegrasi dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan warga dengan mendorong masyarakat untuk menjadi kreatif dan inovatif. Untuk memastikan Pematangsiantar menjadi kota bebas limbah, dan perlu diidentifikasi potensi serta metode kreatif lainnya untuk meningkatkan tata kelola sampah di masa depan.
MODEL SWOT DALAM MENANGGULANGI KAWASAN KUMUH DI KOTA BINJAI, SUMATERA UTARA Rangkuti, Muhammad Taufik; Nuraini, Cut; Abdiyanto, Abdiyanto; Sugiarto, Abdi; Milanie, Feby
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 1 No. 12 (2023): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, Desember 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/armada.v1i12.1081

Abstract

Kawasan kumuh adalah salah satu permasalahan yang sering terjadi di hampir seluruh kota besar, salah satunya adalah kota Binjai. Kawasan kumuh terjadi akibat beberapa faktor diantaranya adalah padatnya volume bangunan, masa bangunan berdiri, lemahnya sarana, prasarana, tingkat sosial dan ekonomi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menganalisa strategi dalam menanggulangi kawasan kumuh menggunakan model SWOT. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan strategi kekuatan yang meliputi bimbingan diperlukan peningkatan pemeliharaan dan perbaikan guna meningkatkan kesadaran masyarakat agar kawasan kumuh dapat di tanggulangi. Secara teknis langkah yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan pengawasan dan pengendalian dalam penyaluran bantuan kepada msyarakat agar sesuai dengan fungsi dan tujuan. Penyuluhan juga di perlukan untuk pemberdayaan masyarakat guna mendapatkan hasil optimal dalam memahami situasi dan kondisi kawasan kumuh. Dari segi strategi berdasarkan kelemahannya, hal utama yang harus ditingkatkan adalah kesiapan masyarakat turut serta dalam kegiatan penanggulangan Kawasan kumuh, didukung oleh pengawasan dan pengendalian program yang dilakukan seperti pembentukan KSM. Dari segi strategi peluang, hal yang harus dilakukan adalah peningkatan bimbingan, bantuan teknis dan pemerataan penyuluhan terhadap masyarakat, didukung dengan kerja sama pihak pemerintah daerah dan swasta. Strategi dari segi ancaman, hal yang harus di perhatikan adalah kesiapan masyarakat untuk membentuk organisasi kelembagaan guna mengkoordinir pengelolaan program dan pengelolaan dana dalam penanggulangan kawasan kumuh di kota Binjai.
Kebijakan Moneter Hijau, Inklusi Keuangan Digital, dan Kinerja Keuangan UMKM terhadap Pengurangan Kemiskinan Hijau di Indonesia: Analisis Empiris untuk Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan Rusiadi; Abdiyanto; Desy Surya, Elfitra; Indah Sari, Wahyu; Sitorus, Anggi Pratiwi
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (Jebma) Vol. 5 No. 3 (2025): Artikel Riset Nopember 2025
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Kharizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebma.v5i3.7246

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebijakan moneter hijau dan inklusi keuangan digital terhadap kinerja keuangan UMKM serta implikasinya terhadap pengurangan kemiskinan hijau di Indonesia dalam konteks pembangunan ekonomi berkelanjutan. Kebijakan moneter hijau dipandang sebagai instrumen strategis Bank Indonesia dalam mendorong pembiayaan ramah lingkungan dan memperluas akses keuangan berkelanjutan melalui penyaluran kredit hijau. Sementara itu, inklusi keuangan digital berperan penting dalam memperkuat daya saing dan efisiensi transaksi keuangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Penelitian ini menggunakan data sekunder periode 2010–2024 yang bersumber dari Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pusat Statistik (BPS), dan Kementerian Koperasi dan UKM. Analisis dilakukan dengan metode Path Analysis untuk menguji hubungan langsung dan tidak langsung antarvariabel, dengan model jalur: Kebijakan Moneter Hijau ? Inklusi Keuangan Digital ? Kinerja Keuangan UMKM ? Kemiskinan Hijau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan moneter hijau berpengaruh positif dan signifikan terhadap inklusi keuangan digital dan kinerja keuangan UMKM. Peningkatan akses digital finansial dan pembiayaan hijau mendorong perbaikan kinerja usaha yang pada akhirnya menurunkan tingkat kemiskinan hijau, yaitu bentuk kemiskinan yang muncul akibat keterbatasan akses ekonomi terhadap sumber daya dan energi berkelanjutan. Selain itu, inklusi keuangan digital terbukti menjadi variabel mediasi penting yang menghubungkan kebijakan moneter hijau dengan peningkatan kinerja keuangan UMKM dan pengentasan kemiskinan hijau. Temuan ini menegaskan bahwa sinergi antara kebijakan moneter hijau, digitalisasi keuangan, dan pemberdayaan UMKM dapat menjadi strategi efektif untuk mencapai pembangunan ekonomi yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan di Indonesia. Kata kunci: kebijakan moneter hijau, inklusi keuangan digital, kinerja keuangan UMKM, kemiskinan hijau, pembangunan berkelanjutan.