Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pemberian Terapi Massage Kaki Terhadap Nilai Ankle Brachial Index Dan Sensitivitas Kaki Pada Pasien DM Tipe II Di Wilayah Puskesmas Pakisaji Malang Soraya Qonita Zakia Athuf; Supono; Nurul Hidayah; Tri Nataliswati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.431

Abstract

Neuropati atau kerusakan saraf adalah komplikasi mikrovaskular yang umum terjadi pada pasien diabetes melitus, terapi massage kaki merupakan salah satu terapi komplementer yang minim resiko dan fleksibel serta dapat diterapkan dengan mudah untuk mengatasi masalah neuropati perifer namun jarang sekali di implementasikan sebagai intervensi tambahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi massage kaki terhadap nilai Ankle Brachial Index dan sensitivitas kaki pada pasien DM tipe II. Desain penelitian menggunakan quasi experiment dengan pendekatan pre-post test control group design. Populasi penelitian adalah pasien DM tipe II di wilayah kerja Puskesmas Pakisaji sebanyak 126 orang, dengan sampel berjumlah 60 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Kelompok perlakuan diberikan terapi massage kaki selama 5–10 menit setiap pagi dan sore selama dua hari. Variabel yang diamati adalah nilai ABI dan sensitivitas kaki, menggunakan instrumen berupa SOP pijat kaki, stetoskop, tensimeter, monofilamen 10g, dan lembar observasi. Rata-rata peningkatan nilai ABI sebesar 0,05 dan sensitivitas kaki sebesar 0,5. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terapi massage kaki efektif sebagai tindakan alternatif dalam mencegah komplikasi neuropati diabetic. Hasil uji Paired T-Test menunjukkan adanya pengaruh signifikan terhadap nilai ABI dengan p-value = 0,008 (α < 0,05), dan hasil uji Wilcoxon menunjukkan pengaruh terhadap sensitivitas kaki dengan p-value = 0,020 (α < 0,05). Dengan demikian, terapi massage kaki dapat dijadikan alternatif intervensi keperawatan yang bersifat preventif dan promotif dalam penanganan neuropati diabetik. Penelitian lanjutan dengan durasi intervensi lebih lama dan pengukuran lanjutan disarankan untuk melihat efek jangka panjangnya.
Pengaruh Edukasi Diabetes Mellitus Terhadap Kemampuan Deteksi Dini Diabetes Mellitus Pada Remaja Di SMP Negeri 1 Tumpang Pebri Triwandika; Nurul Pujiastuti; Tri Nataliswati; Hurun Ain
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.517

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat, termasuk pada usia remaja. Kurangnya pengetahuan dan kesadaran remaja dalam mengenali gejala dini serta faktor risiko DM berpotensi menunda deteksi dini dan pencegahan. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi kesehatan sejak usia sekolah. Untuk mengetahui pengaruh edukasi Diabetes Mellitus terhadap kemampuan deteksi dini Diabetes Mellitus pada remaja di SMP Negeri 1 Tumpang. Penelitian ini menggunakan quasi experiment pre and post-test control group design.Jumlah responden sebnayak 80 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan Diabetes Knowledge Questionnaire (DKQ-24) dan ADA Diabetes Risk Test. Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon Ranked Sign Test dan Mann Whitney U. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan gejala DM, kemampuan mengenali risiko pribadi, sikap waspada, dan keinginan melakukan pemeriksaan dini pada kelompok perlakuan setelah diberikan edukasi (p < 0,05). Sebaliknya, pada kelompok kontrol tidak ditemukan perbedaan bermakna antara pretest dan posttest (p > 0,05). Oleh karena itu edukasi Diabetes Mellitus menggunakan booklet dan media PowerPoint efektif meningkatkan kemampuan deteksi dini Diabetes Mellitus pada remaja. Edukasi kesehatan berbasis sekolah direkomendasikan sebagai strategi pencegahan DM sejak usia dini.
Co-Authors Abdul Hanan Afifta Wahyu Agus Setyo Agus Setyo Utomo Aminatus Sulfa Laili Fitria Angger Rangga Santika Ardiyanti, Zerlinda Diva Arief Bachtiar Arif Dwi Sulistiyanto Arif, Taufan Bachtiar , Arief Budiono Budiono Budiono Cecep Kusmana Della Kurnia Fauziah Della Kurnia Fauziah Desy Rinawaty Dicki Andrean Dyah Sartika Dyah Widodo Dyah Widodo Eddi Sujarwo edy suyanto Endang Sutjiati Endang Sutjiati Feny Dwi Aprilia Fitriana Kurnia Sari Ganif Djuwadi Ghozali, Devina Nanda Hana Diah Herawati, Tutik Hurun Ain Iftitania Pasha, Balqis Intan Azzahra, Helmalia Ira Rahmawati Kasiati Kasiati Kasiati ., Kasiati Kissa Bahari Lailatul Alfi Syari Lingling Marinda Palupi Lingling Marinda Palupi M Ivan Zeaul Alhaq Maria Diah Ciptaningtyas Marsaid marsaid Mega Silvia Milwati, Susi Moh Adib Mabruri Moza Fadzila Hayyunur Astantri Muqorrobin, Fina Salsabila Mustayah ., Mustayah Mustayah Mustayah Mustayah, Mustayah Naya Ernawati Nurul Hidayah NURUL HIDAYAH Nurul Pujiastuti Nurul Pujiastuti Pebri Triwandika Pertami, Sumirah Budi Prahesty Yuliawardani Rahul Nurcholik Regina Rosca Putri Pertiwi Ririn Anantasari Rizky Amalia Ulul Azizah Rudi Hamarno Sartika, Dyah Sartika, Dyah Setyo Utomo, Agus Setyo, Agus Setyorini, Anggun Sharon, Dinda Hapsari Cahya Mawar Sholha, Hanny Atus Sholikhah, Fitriana Kurniasari Silfi F Siti Jannatun Aliya Siti Nuryatul Badriyah Solikhah, Fitriana Kurniasari Soraya Qonita Zakia Athuf Sri Mugianti subekti, imam - Suci Astuti, Erlina Sulastyawati Sulastyawati Supono Supono Supono Susi Milwati Syifa Azahra Irawan Theresia Wijayanti Tri Anjaswarni Tri Anjaswarni Tri Cahyo Sepdianto Tri Wanda Agustina Triska Dama Yanti Wardani, Indah Dwi Kusuma Wati, Naya Erna Wati, Nurahma Widiani, Esti WIJAYANTI, THERESIA Wiyono, Joko Yanti, Dina Dama Zahratu Ikfiyana Habsillah, Hanny Zahroh, Manzilatuz