Neuropati atau kerusakan saraf adalah komplikasi mikrovaskular yang umum terjadi pada pasien diabetes melitus, terapi massage kaki merupakan salah satu terapi komplementer yang minim resiko dan fleksibel serta dapat diterapkan dengan mudah untuk mengatasi masalah neuropati perifer namun jarang sekali di implementasikan sebagai intervensi tambahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi massage kaki terhadap nilai Ankle Brachial Index dan sensitivitas kaki pada pasien DM tipe II. Desain penelitian menggunakan quasi experiment dengan pendekatan pre-post test control group design. Populasi penelitian adalah pasien DM tipe II di wilayah kerja Puskesmas Pakisaji sebanyak 126 orang, dengan sampel berjumlah 60 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Kelompok perlakuan diberikan terapi massage kaki selama 5–10 menit setiap pagi dan sore selama dua hari. Variabel yang diamati adalah nilai ABI dan sensitivitas kaki, menggunakan instrumen berupa SOP pijat kaki, stetoskop, tensimeter, monofilamen 10g, dan lembar observasi. Rata-rata peningkatan nilai ABI sebesar 0,05 dan sensitivitas kaki sebesar 0,5. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terapi massage kaki efektif sebagai tindakan alternatif dalam mencegah komplikasi neuropati diabetic. Hasil uji Paired T-Test menunjukkan adanya pengaruh signifikan terhadap nilai ABI dengan p-value = 0,008 (α < 0,05), dan hasil uji Wilcoxon menunjukkan pengaruh terhadap sensitivitas kaki dengan p-value = 0,020 (α < 0,05). Dengan demikian, terapi massage kaki dapat dijadikan alternatif intervensi keperawatan yang bersifat preventif dan promotif dalam penanganan neuropati diabetik. Penelitian lanjutan dengan durasi intervensi lebih lama dan pengukuran lanjutan disarankan untuk melihat efek jangka panjangnya.